Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#si paling hebat(pov author)


__ADS_3

antara arini dan ibra tidak ada kesalahpahaman lagi,keduanya tengah sibuk merajut bunga bunga rindu.


sementara wina,hati nya masih diliputi rasa kecewa dan kesal pada arini,dia masih belum bisa terima ibra memarahi nya bahkan berniat pindah menurut kabar yang ia dengar.


meski wina sangat membenci arini,tapi tak sedikit pun terlintas di pikirannya untuk menyakiti ataupun sampai mencelakai seperti di sinetron sinetron yang sering ia tonton.


dia hanya akan memantau kesibukan ibra,kemana saja ibra pergi,kemudian pulang kerumah nya untuk menyibukkan diri.


lain hal nya dengan nanda,setelah beberapa minggu tidak memantau arini,di kerena kan anak mereka dengan wita tengah sakit,hari ini dia kembali melakukan hobby nya sebagai penguntit.


dia tetap menerima orderan yang masuk beberapa kali,dia memutuskan kembali ke tempat biasa dimana dia memata matai arini.hal itu ia lakukan agar sang istri tidak mencurigai nya dan menyebabkan pertengkaran lagi.


dalam rumah,arini dan syakila tengah bersiap siap untuk pergi dengan ibra.


ibra mengajak syakila jalan jalan ke pantai seperti janji nya waktu itu,sebelum arini salah paham pada dirinya.


ibra mengabari arini bahwa dia sudah di depan rumah,tidak lama kemudian arini dan syakila keluar menghampiri ibra.


syakila langsung berlari dan memeluk ayah nya,bibir nya terlihat maju beberapa senti terlihat sangat lucu bagi ibra,dengan cekikan ibra berusaha menanyai putrinya kenapa wajah nya seperti itu.


"ayah kelja telus..,kila gak di ajak main"


ocehnya .


"ooo jadi cerita nya,anak ayah marah?"


sambil menggelitiki sayakila ibra menjelaskan kalau dirinya benar benar sibuk.


arini yang melihat interaksi keduanya merasa bersalah karena sempat menjauh kan mereka.


karena takut ke sorean ibra mengajak untuk langsung pergi.


nanda yang memperhatikan dari jauh nampak geram,dia memacu motor nya membuntuti arini.


sepanjang jalan ibra mendengar celotehan syakila.syakila bercerita banyak hal pada ibra dengan bahasa asing yang terkadang di fahami dan terkadang hanya di iyakan oleh ibra dengan tawa.


sesekali arini ikut menimpali dan menjelaskan apa yang tengah di ceritakan oleh putrinya,membuat ibra merasa benar benar sudah menjadi seorang ayah dan suami saat ini.


dia merasa sangat bahagia bisa pergi bersama sama lagi.


setelah menempuh perjalan hampir satu jam penuh akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.


baru saja arini hendak melangkah mengikuti ibra,tiba tiba tangan nya di tarik oleh seseorang.


belum hilang rasa keterkejutan karena tiba tiba ada yang menarik tangan nya di tempat asing,arini kembali di kejutkan dengan tamparan yang mendarat diwajah nya.


"dasar istri tidak tau diri,bisa bisa nya kamu pergi dengan laki laki lain!"


"di saat aku mati matian memperjuang kan agar bisa rujuk dengan mu,ini kah balasan mu rini..!?"


ucapnya dengan emosi yang tak terkendali

__ADS_1


orang orang yang hendak memasuki area pantai mulai berhenti sekedar melihat apa yang terjadi.


ibra yang melihat arini begitu shock langsung menurun kan syakila dan menuntuntun tangan nya seraya menghampiri arini dan melayang kan pukulan ke wajah laki laki yang tidak tau diri itu.


"siapa yang kamu maksud dengan istri hah?!"


balas ibra tak kalah emosi


"saya tidak punya urusan dengan mu"


balas laki laki yang tidak lain adalah nanda.


"setiap hal yang bersangkutan dengan calon istriku,berarti menjadi urusan ku!".


tatapan ibra sangat mengintimidasi,membuat nyali nanda sedikit berkurang,tapi karena sudah terlanjur,maka mau tidak mau dia harus tetap berpura pura hebat.


"pantas saja kamu tidak mau mas ajak rujuk,ternyata kamu punya selingkuhan".


"bukan kah ini laki laki yang membuat kamu minta pisah dari mas?".


"mas tidak akan tinggal diam arini.. mas akan membawa syakila bersama mas!"


teriak nya bak anak perawan.


arini yang sudah mulai dapat menguasai keadaan langsung tersulut emosi mendengar ancaman nanda yang kesekian kali nya itu.


"jangan menyalahkan orang lain atas kesalahan dan kebodohan kamu mas".


"bukan kah aku sudah pernah bilang sama kamu,aku tidak akan pernah kembali".


"sampah yang sudah aku buang gak akan aku pungut lagi"


ibra yang mengendong syakila langsung menggenggam tangan arini yang gemetar menahan emosi.


"kamu akan menyesal arini"


balas nanda tidak terima .


"coba kamu sebutkan satu hal saja yang akan membuat aku menyesal tidak kembali pada sampah seperti mu mas?!"


"tidak ada hal yang bisa aku banggakan dari mu"


"satu satu nya hal yang berharga bagiku selama bersama mu hanyalah putriku!".


wajah nanda merah padam mendengar kenyataan yang disampai kan oleh arini.


ketika dia hendak maju dan menampar arini lagi,ibra langsung berdiri di hadapan sang kekasih hati.


"sekali lagi kamu berani menyentuh calon istriku,maka aku pastikan kamu tidak akan bisa lagi mempergunakan kedua tangan itu seumur hidup mu"


ancam ibra.

__ADS_1


nanda tersenyum mengejek.


"saya bukan anak tk yang akan ketakutan mendengar ancaman pasaran seperti itu".


"kamu belum tau siapa nanda syahputra"


ucap nya dengan congkak.


"aku tidak perlu tau siapa kamu"


"yang aku tau,kamu hanya lah seorang banci yang beraninya hanya pada perempuan"


"aku juga tidak berniat mengancam atau sejenis nya,tapi kalau kamu mau mencoba silahkan saja".


"memang terkadang kita harus mencoba,baru mengetahui kebenaran nya bukan??!"


tatapan ibra semakin dingin,meski ucapan nya terdengar lebih tenang.nanda terdiam menatap mata sang lawan ,nanda merasa laki laki yang berada di depan nya itu benar benar menakut kan.


akhirnya dia memutuskan untuk pergi saja dari tempat itu demi menjaga kebaikan diri nya sendiri.


namun sebelum pergi nanda masih menyempat kan diri berkata pada arini untuk memikirkan kembali tawaran rujuk yang selalu dia ingin kan.


ibra merangkul bahu arini dan mengatakan agar arini tidak usah meladeni nya.


syakila hanya diam menatap iba pada ibu.


ibra mengajak untuk duduk di tepi pantai dengan duduk di atas karpet yang sudah di sediakan oleh para pencari rupiah.


dia berusaha keras agar kedua bisa nya menikmati keindahan laut dan pantai yang sengaja di hias oleh para pedagang disana.


syakila terlihat mulai melupakan kejadian tadi,dengan riang ia mengejar ombak yang menari nari dengan indah di sepanjang bibir pantai, seakan akan laut pun memahami dan mengikuti permainan gadis kecil itu.


sementara arini masih terdiam dengan tangan yang masih gemetar,meski tidak sekencang tadi di saat masih ada nanda disana.


terlihat dari wajah nya masih menyimpan rasa benci dan amarah yang tertahan.


ibra terlihat bingung harus melakukan apa,pada akhirnya dia memberanikan diri mengelus kepala arini.


arini yang sudah lama tak merasakan sentuhan kasih sayang seperti itu,langsung menangis.ibra hanya diam menunggu dengan sabar arini selesai dengan tangisan nya.


setelah arini sedikit lebih tenang barulah ibra berbicara pada arini,dia mengatakan agar arini tetap kuat menghadapi orang orang seperti nanda,


jangan terfokus pada orang orang yang ingin menghancur kan kebahagiaan nya.


sesekali ibra akan mendekati putri nya yang tengah asik bermain pasir,syakila nampak begitu bahagia.


hingga akhirnya arini ikut serta bermain bersama mereka,ia melihat hamparan lautan terbentang begitu luas sejauh mata memandang.


menarik nafas panjang dan kemudian tersenyum.


benar kata mas ibra dunia ini begitu luas dan indah,mengapa aku harus berfokus kepada titik titik yang menjenuh kan.batin nya

__ADS_1



__ADS_2