Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
akhir(pov author)


__ADS_3

bu taty sangat bersyukur arini kembali tanpa kurang satu apapun.sangking bahagianya dia mengadakan syukuran kecil kecilan di rumah nya.


acara pun berjalan dengan lancar dari awal sampai selesai.


banyak yang bertanya mengapa keluarga itu sibuk mencari arini beberapa hari yang lalu,sementara saat ini arini terlihat ada di antara mereka.


bu taty dan suami hanya mengatakan jika arini kehilangan ponsel dan tidak bisa mengabari posisi nya saat itu sehingga mereka berfikiran yang berlebihan.


para tamu pun ber oh ria setelah mendengar jawaban dari keluarga Bu taty,mereka pun sangat tau bagaimana kedekatan arini dengan keluarga ini.


tidak lupa bu taty memberitahukan kepada para tamu yang hadir jika sebentar lagi arini akan menikah dengan ibra,bu taty juga mengatakan agar orang orang itu menyempat kan diri nanti nya di acara bahagia keduanya.


ibra tak berhenti tersenyum saat menatapi arini yang terlihat lebih cantik saat mengenakan pakaian muslimah berwarna cream lengkap dengan hijab panjang nya.dia melihat aura calon istrinya itu lebih terpancar saat menutup aurat sepenuhnya.


Riski mengikut tangan sang bos yang senyum senyum sendiri di tengah keramaian.dia memperhatikan siapa yang tersenyum kepada ibra,namun setelah lelah celingak-celinguk riski tetap saja tidak menemukan siapa pun.


hingga akhirnya dia menatap ke arah pandangan ibra yang tak bergeser sedari tadi.barulah akhirnya riski memahami jika ternyata bosnya itu tengah mengagumi arini.


"mas bos,bisa gak sih genit nya gak usah di tunjukkan sekarang.jaga wibawa dikit lah mas bos"


bisik riski dengan nada mengejek dan membuat baril yang ada di sebelah nya cekikikan.


ibra langsung terbatuk lantas memperbaiki posisi duduk nya menjadi lebih tegap.


"nah..gitu kan keren mas bos"


sahut nya lagi tanpa merasa sungkan kepada ibra.


tiba tiba saja arini mengarahkan pandangan nya ke tempat dimana ibra duduk sambil tersenyum di sertai anggukan kepala,tentu saja hal itu membuat ibra salah tingkah namun berusaha menguasai diri.


dia membalas senyuman arini dengan mengisyaratkan jika arini terlhat sangat cantik saat ini.


arini yang mengerti isyarat ibra hanya tersipu malu dan menunduk kan pandangan nya.dia benar benar merasa grogi dengan pujian yang di berikan ibra.


***


hari terus bergulir..waktu demi waktu terlewati,tidak terasa hari bahagia ibra dan arini semakin dekat.keduanya sudah melakukan persiapan fitting baju pengantin.meski awalnya arini sempat menolak karena merasa tak pantas dengan status nya, namun ibra terus memaksa dan mengatakan ingin menjadikan arini sebagai ratu di hari pernikahan mereka.


hari ini mereka semua disibukkan dengan aktifitas menyebar undangan.


meski tidak banyak,namun arini ingin memberikan undangan di tempat tinggal nya yang dulu.disana dia memiliki tetangga yang baik yang selalu mendukung dirinya di saat awal bisnisnya.


dia juga berniat mengantarkan undangan untuk wina secara langsung.


disaat keduanya tengah asyik berbagi undangan dan menyapa para tetangga nya,tiba tiba saja terlihat seseorang yang tidak asing di mata arini sedang mengejar ngejar laki laki berpakaian kumuh yang berlari larian bak anak kecil.


"jangan lari kamu,ayok masuk.bapak capek terus terusan ngejar ngejar kamu!"


terdengar suara teriakan yang penuh dengan kekesalan dan keputusasaan.

__ADS_1


"ada cewek cantik pak,cuit cuit..."


sahutnya sambil tertawa dan terus berlarian.


arini menajam kan pandangan nya,berusaha melihat siapa yang tengah dikejar oleh mantan ayah mertuanya itu.


belum sempat arini menyadari apa yang terjadi,laki laki itu menatap ke arahnya dan langsung berlari mendekati dirinya dan ibra.


"hai sayang...kamu arini kan"


tanya nya dengan ekpresi yang tak bisa di artikan oleh arini dan ibra.


mata arini membulat sempurna setelah mengenali siapa laki laki yang berdiri di hadapan nya itu.


laki laki yang dulu penuh dengan keangkuhan karena merasa paling tampan di banding yang lain.


laki laki yang selalu saja merasa paling bisa menaklukkan wanita manapun untuk di jadikan kekasihnya.


laki laki yang selalu saja membuat hari hari nya penuh dengan rasa was was karena tingkah nya.


arini beringsut mundur dan bersembunyi di belakang calon suaminya.rasa trauma atas kejadian beberapa minggu yang lalu membuat nya semakin ketakutan setelah melihat siapa yang ada di depan nya itu.


lelaki kumuh yang tidak lain adalah sang mantan suami tengah menatap nya tak berkedip.


"kamu bukan arini.arini itu cantik,putih,Mulus.gak kayak kamu jelek"


"kamu ngapain disni ha...mau curi arini dari aku ya.gak usah mimpi,arini itu cuma mau sama aku,karena aku jauh lebih tampan dan muda daripada kamu"


sahutnya lagi,namun kali ini perkataan nya di tujukan kepada ibra.


sang ayah yang mengetahui jika nanda tengah marah marah langsung mendekati anak nya dan berusaha membawa nya masuk ke dalam rumah.


namun nanda terus saja berontak sehingga orang orang yang berada di sekitaran arini harus turun tangan untuk membantu membawa nanda masuk ke dalam rumah.


"dia kenapa buk"


tanya ibra kepada salah satu tetangga yang masih berada disamping arini.


"gak tau mas,udah beberap minggu ini mas nanda jadi kayak gitu.katanya sih karena gak terima di tinggalin istrinya yang sekarang"


"emang istrinya kemana"


tanya arini.


"menurut kabar yang ibuk dengar sih,istrinya yang sekarang gak mau tinggal sama mertua nya.tapi mas nanda tetap maksa,makanya ditinggalin"


"padahal setelah istrinya pergi,mas nanda masih baik baik aja lo rin.masih beraktifitas seperti biasanya.masih sempat tinggal sama istrinya juga selama semingguan,eh tiba tiba aja sekarang udah kayak gini"


"mungkin karena istrinya gak mau tinggal disini lagi kali ya,sementara bapak nya selalu aja desak mas nanda buat bawa istrinya lagi,katanya sih gak da yang ngurusin mereka"

__ADS_1


jawab nya panjang kali lebar.


ibra mengangguk dan mengucapkan terimakasih dan mengajak arini untuk pergi dari sana.sementara arini,dia lebih memilih diam karena banyak hal yang tengah berkecamuk dalam kepalanya.


*berarti gak ada yang tau kejadian waktu itu,itu tanda nya wita benar benar menyembunyikan semua nya.ucap arini dalam hati.


"kamu kenapa rin,kok diam aja dari tadi"


tanya ibra di saat keduanya tengah menuju rumah ibunya wita.


"gak kenapa napa kok mas,cuma kaget aja lihat mas nanda kayak gitu"


"iya rin,semoga aja dia cepat sembuh dan bisa seperti biasanya"


do'a tulus terucap dari orang orang yang pernah di sakiti oleh nanda.


mereka tidak ingin menyimpan dendam karena hanya akan membuat hidup semakin berat.


sesampai nya di rumah wita,arini langsung memberikan undangan pernikahan nya dan mengatakan sangat berharap jika wita dan ibunya menyempatkan diri untuk hadir di hari bahagia mereka.


wita berjanji akan mengusahakan kehadiran nya disana.


sebelum ibra dan arini pergi,arini menyempat kan diri bertanya mengapa keadaan nanda seperti itu.wita menjawab mungkin itu adalah karma sang suami dari Tuhan karena berusaha melecehkan dirinya.


wita berpesan agar arini tidak terlalu memikirkan hal itu,dia berjanji akan membawa nanda ke rumah sakit jiwa secepat nya dan akan selalu mendampingi Nanda sebisanya.


dia juga mengucapkan terimakasih banyak kepada arini karena telah memberinya maaf meskipun kesalahan nya tidak pantas di maafkan.


"Apa kamu bahagia Rin"


tanya ibra saat keduanya tengah menuju pulang ke rumah arini.


"iya mas,aku sangat bahagia"


jawabnya sambil memeluk erat pinggang ibra untuk yang pertamaekali nya.


*terimakasih ya Allah atas nikmat mu yang tak terhingga ini,meski jalan yang aku tempuh sangat berliku,namun pada akhirnya aku mendapatkan apa yang selalu aku harapkan.ucap ibra dalam hati.


di sepanjang jalan,keduanya tak berhenti bercanda,sesekali ibra menggoda arini yang telah meninggalkan dirinya beberapa tahun yang lalu.


arini berulang kali meminta maaf dan mengatakan jika itu semua salah ibra sendiri yang tidak pernah mengungkap kan perasaan nya.


namun arini juga berjanji mulai saat ini takkan lagi meninggikan ego nya dalam mengahadapi ibra.


kendaraan ibra melaju membelah jalanan.seperti langkah kaki dalam hidup mereka yang maju meski tertatih.ibra memegang erat tangan arini untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah.


dia berjanji dalam hatinya,tidak akan pernah dengan sengaja menyakiti nya.


****

__ADS_1


__ADS_2