
Arini pulang dengan perasaan kesal dan marah,semangat nya tiba tiba saja hilang karena nanda masih saja mengacaukan hidupnya.
dia benar benar tidak mengerti isi kepala sang calon mantan nya itu,dirinya benar benar lelah secara fisik dan mental,entah harus bagaimana lagi cara nya agar nanda faham bahwa dia sudah tidak dan sangat tidak mau lagi untuk kembali hidup bersama.
arini tidak langsung pulang atau ke rumah hany untuk menjemput putrinya,dia butuh jeda sesaat agar hatinya tidak terlalu emosi,dia memilih membelokkan motor yang di kendarai nya menuju taman.
sesampai nya di taman,arini memilih duduk di tempat yang sedikit tersembunyi,suasana taman yang masih sepi di karena kan masih siang membuat hati arini sedikit lega.
*ting*
notifikasi pesan di ponsel arini berbunyi,ada pesan masuk dari hany yang bertanya bagaimana keadaan dirinya di tempat sidang.
arini membalas pesan hany dan mengatakan akan bercerita nanti saja setelah sampai di rumah.
setelah bosan duduk dengan berbagai model dan gaya akhirnya arini memutuskan untuk pulang dan menjemput putri nya,dia merasa emosi nya juga sudah kembali stabil untuk menjalani aktifitas selanjutnya.
"asalamualaikum"
arini mengetuk kost kosan hany dengan sedikit pelan,dia yakin putri nya saat ini tengah tidur siang karena tidak terdengar suara apapun dari dalam.
__ADS_1
"waalaikum salam".
terdengar jawaban pelan di sertai pintu yang terbuka
hany langsung mengajak arini duduk di kursi samping kost kosan karena takut suara nya akan membangun kan syakila.
"gimana rin,kapan sidang selanjut nya?".
arini menghela nafas panjang membuat hany langsung tau bahwa semua tidak baik baik saja.
"kenapa sih rin,ada masalah apa?,kamu kok gak semangat gitu?!".
"aku capek han,aku muak sama dia,kenapa sih dia masih mengacaukan semua nya".
setelah menangis di pelukan hany arini merasa lebih plong,dengan mata yang membengkak dan merah arini menatap wajah sahabat nya itu.
"han..".
"iya rin,ada apa?".
__ADS_1
"aku hauss". rengek nya
"oh iya aku lupa kalau nangis itu butuh cairan".
hany terkekeh sambil berlalu
arini menghabiskan air yang di berikan hany hanya dengan dua tegukan,ternyata dia benar benar haus,hany hanya bisa tertawa tertahan melihat kehebatan sahabat nya.
"alhamdulillah.. haus nya hilang han,tenggorokan aku udah gak kering lagi".
"kalau tenggorokan kamu udah gak kering lagi,bisa dong ya mulai bercerita ada apa dan bagaimana disana".
"tapi gak usah pake drama,kalau mau pake drama gak usah dulu,besok juga gak papa di ceritain".
"ish..kok kamu tega sih,aku tu lagi sedih".
"kalau kamu sedihnya gak dapat tempat duduk makan bakso di tempat langganan kita mah aku gak masalah,aku dengerin kamu nangis sampai besok pagi".
"tapi kalau kamu nangis cuman gara gara si keong hutan itu,rugi banget tauuuu..!".
__ADS_1
"iya iya.. aku gak nangis lagi kok,lagian aku nangis bukan karena dia,aku cuman kesal aja".
dia bercerita dengan tenang kepada hany tentang apa yang terjadi,hany sangat geram mendengar penuturan arini,benar benar manusia tidak punya isi kepala si keong hutan itu fikir hany dalam diam.