
setelah mendengar ancaman nanda yang akan memberikan putrinya pada selingkuhannya darah arini mendidih dan terasa naik ke ubun ubun,rasa sabar dan pengendalian diri yang sedari tadi ia tahan langsung porak poranda,entah kekuatan dari mana arini melompat ke arah nanda yang masih duduk santai di atas sofa dan mencengkram leher baju sang suami.
"apa kamu bilang?!! aku harus meninggalkan anakku dengan mu dan lac*rmu itu?!! selagi aku bernafas tidak ada yang bisa memisahkan aku dan putriku,
jika aku pergi dari rumah ini,maka kemanapun aku nantinya anakku tetap denganku".
nanda yang langsung shock melihat perubahan arini hanya bisa terdiam menahan nafas,dan membiarkan tangan arini tetap di lehernya dirinya merasa takut melihat arini yang seperti sedang kesetanan,
"kamu bilang tidak akan ada yang menerima ku setelah aku jadi janda? mari kita lihat siapa yang lebih beruntung setelah kita berpisah nanti aku atau kamu nanda..!!! ".
" akan aku buktikan aku dan anakkku bisa hidup tanpa mu nanda,aku selalu diam melihat kehebatan mu,tapi jika itu sudah mengusik dan mengarah ke anakku aku bisa sangat tidak manusiawi jadi tolong bersikaplah selayaknya manusia jika tidak ingin aku mencabik cabikmu dan lac*ur mu itu".
"dan sebaik nya selagi aku masih di rumah ini jangan pernah coba coba berani membawa perempuan itu kesini kalau kalian masih ingin hidup dan menikmati bulan madu".
__ADS_1
setelah puas melepaskan amarahnya arini meninggalkan nanda yang masih ketakutan atas apa yang baru saja di lakukan arini.
sesampainya di kamar,arini menatap iba putrinya yang masih terlelap dan menciumi nya tanpa henti sambil berulang kali mengucap kata maaf.
*maaf sayang kalau bunda egois memilih pergi dari pada bertahan,bunda belum bisa jadi ibu yang baik yang seharusnya mementing kan masa depan dan mental mu,tolong maaf kan bunda*. bisik arini..
setelah beberapa saat merenung akhirnya arini memutuskan akan mencari cari rumah kontrakan kecil untuknya dan syakila.arini menghubungi hany dan menceritakan semua yang terjadi hany yang geram mengutuki kelakuan suami sahabat nya itu dan tentu saja hany mendukung keputusan arini,dia berjanji akan selalu ada dan membantu di setiap kesulitan yang di hadapi arini....
arini menyuapi dan bermain dengan syakila,arini tidak mendengar suara atau gerakan dari ruang tamu dirinya yakin nanda sudah pergi setelah perdebatan tadi pagi,arini senyum senyum sendiri mengingat betapa tidak bisa nya dia mengontrol emosi.
di tengah lamunan nya arini mendapat pesan masuk ke ponselnya.
*dimana rin? mau mas beliin apa? mas lagi di mini market depan,boleh ketemu syakila gak?*
__ADS_1
*lagi di rumah mas,ice cream rasa coklat sama vanila aja deh yang banyak ya hehehehe,boleh dong mas,datang aja*
*suami kamu di rumah rin? soalnya mas gak enak bertamu kalau suami kamu gak ada,takut ada salah faham nantinya*
*ya udah kalau mas gak enak ke rumah biar aku sama syakila ke taman depan aja,lagi suntuk juga soalnya dirumah*
*ok rin nanti mas nyusul kesana aja ya*
*iya mas,bawa cemilan yang banyak ya..dan jangan lupa ice nya :) *
*ok*
setelah membaca pesan terakhir dari ibra,arini bersiap siap pergi ke taman,dan mengunci semua pintu lalu bergegas menaiki motornya sambil mengendong bayi lucu yang memberikannya kebahagiaan dan harapan baru bahwa meski tanpa suaminya dia akan berjuang demi putrinya.
__ADS_1