
mendung tengah menyelimuti,namun tidak dapat menyurut kan langkah ibra memacu kendaraan nya menuju rumah wanita yang selalu dia aamiin kan di setiap sujud nya.
ibra ingin meluruskan banyak hal pada arini.
dia benar benar geram kepada wina karena telah membuat sang wanita terkasih dan buah hati nya menjauh,ibra benar benar tidak nyaman seperti ini terlalu lama.
sesampai nya di tujuan, gerimis melanda bumi membuat ibra kedinginan menunggu arini membuka pintu.
ibra terus mengetuk pintu ber ulang ulang,sesekali juga menghubungi nomor arini,tapi tetap tidak ada jawaban.
ibra hanya bisa menarik nafas panjang untuk menutupi kekecewaan nya karena tidak bertemu dengan arini maupun syakila.
sebelum memutuskan untuk pergi ibra mencoba mengetuk pintu sekali kali lagi,meski dalam hati nya tidak begitu yakin akan ada yang datang membuka pintu.
di tengah kepasrahan yang membalut hati,dengan lesu ibra menuju kendaraan nya,namun tak di sangka arini memutar knop pintu dan keluar untuk melihat siapa yang datang.
ibra yang mendengar pintu terbuka langsung berjalan kembali ke teras arini.
arini terkejut melihat ibra sudah berdiri tak jauh dari nya,dengan gugup arini memperbaiki keadan rambut nya yang acak acakan.
"mas kok ada disini ?".
sambil menyembunyikan wajah bantal nya di balik pintu,arini bertanya pada ibra yang memandang nya dengan senyuman manis.
"kamu ngapain ngintip kayak gitu rin?".
"gak usah malu malu gitu,nanti juga tiap hari mas liatin muka bantal nya".
goda ibra,membuat arini semakin salah tingkah,ibra menahan tawa melihat sikap arini yang malu malu.
"is..apaan sih,gak jelas banget".
"ngapain mas disini??".
"hujan hujan,bukan nya diam di rumah,malah keluyuran,nanti sakit baru tau..!".
ucap nya ketus karena mulai sadar kalau dirinya masih marah dengan ibra akibat kedatangan wina.
ibra yang mendengar arini masih perhatian meski sedang marah mendapat angin segar agar di perboleh kan bertamu.
ibra berpura pura bersin dan batuk,membuat arini jadi khawatir dan menyuruh ibra untuk duduk,sembari tergesa arini berlalu masuk untuk membuat kan ibra minuman hangat.
dengan senyuman penuh kemenangan ibra menuruti arini,dia duduk di kursi teras arini dengan nafas yang sedikit lega.
*maafin mas ya rin,mas harus berbohong agar bisa duduk dan bicara sama kamu*. gumamnya.
tidak lama kemudian arini datang dengan segelas teh jahe panas dan minyak kayu putih.
ibra menerima teh dan minyak kayu putih pemberian arini dan menyuruh arini agar duduk di samping nya,awalnya arini menolak namun ibra menarik tangan dan memaksa arini .
beberapa saat mereka hanya terdiam,saling membisu,hingga akhirnya ibra memecah kesunyian.
"rin...jangan terlalu cepat menyimpulkan hal hal yang belum kamu ketahui kebenaran nya".
__ADS_1
"sampai saat ini mas masih berharap sama kamu".
arini memutar posisi duduk nya sedikit menyamping agar dapat melihat wajah ibra.
"seharusnya sudah jauh jauh hari mas menjelas kan sama aku kalau memang tidak ada hubungan dengan perempuan itu!".
"kenapa baru sekarang?,ibarat kata kalau untuk makanan udah basi mas!".
ucap nya dengan kesal.
ibra hanya tersenyum melihat raut wajah yang kesal dari wanita yang selalu berhasil mengusik hari nya itu.
"mas baru tau rin,dan setelah mas tau..mas langsung kesini".
"kenapa kamu gak cerita sama mas sih sayang..".
ucapnya tanpa sadar.
arini langsung melotot mendengar ibra memanggilnya seperti itu.
"ngapain di kasih tau,nanti bisa bisa aku di katain tukang ngadu".
"rin.. seandainya ada orang datang menghampiri mas,dan bilang agar mas jauhin kamu,mas gak akan semudah itu untuk patuh".
"mas gak akan ninggalin kamu,sebelum kamu yang nyuruh mas pergi..".
arini terdiam,wajah nya yang tadi terlihat kesal mulai berubah.
"lagian kamu aneh deh rin...gimana kalau orang g*la yang ngaku ngaku istrinya mas,masa iya kamu bakalan cemburu juga".
"enak aja..,siapa yang cemburu?!".
"aku cuman gak suka aja,ada orang yang datang ke rumah ini dan tanpa basa basi langsung menghina status".
" apa itu semua karena mas rin?".
"mas gak tau apa yang dia katakan sama kamu,tapi mas minta maaf kalau itu semua buat kamu sedih".
"katanya bukan siapa siapa tapi malah minta maaf untuk mewakili dia!".
arini kembali kesal
"mas minta maaf bukan buat mewakili dia rin,mas hanya merasa mas yang jadi penyebab semua nya".
"mas gak mau dan gak sanggup jika harus kehilangan kamu dan syakila rin,tolong..jangan menjauh lagi".
ucap ibra sendu.
arini yang melihat kesedihan ibra merasa sedikit bodoh,bisa bisa nya dia langsung percaya kata kata perempuan itu.
dengan rasa bersalah yang ter amat besar arini meminta maaf pada ibra dan berjanji tidak akan mengulangi nya lagi.
ibra bersyukur masalah nya dengan arini sudah ter atasi,ibra menghabiskan teh jahe yang di suguh kan arini,dan berniat pulang karena gerimis telah berhenti,meski mendung masih menghiasi cakrawala.
__ADS_1
sebelum ibra pamit pada arini,ibra menarik arini dalam pelukan nya dan berbisik bahwa dia sangat menantikan musim hujan berikut nya dan arini sudah menjadi istrinya.
tengkuk arini meremang,dengan susah payah dia melepas diri dari pelukan ibra,dan sedikit menjauh.
ibra terkekeh melihat arini yang lagi lagi salah tingkah.
"rin..mas harap kamu bisa percaya sama mas sepenuhnya".
"mari kita berjuang bersama rin,jika kamu memang mau membantu mas dalam perjuangan ini".
"tapi kalau memang tidak ada rasa untuk mas,gak papa rin,mas akan berusaha iklas untuk melepas mu".
"karena mas sadar tentang rasa gak akan pernah bisa di paksa".
"mungkin mas jauh dari kriteria yang kamu idam kan,tapi.. mas janji akan selalu menjaga kamu dan syakila".
"iya mas,aku akan berusaha untuk percaya dan gak akan bodoh lagi".
"kok bodoh sih rin?". tanya ibra dengan heran.
"iya mas,mungkin karena aku sedikit bodoh makanya aku percaya sama perempuan gak jelas itu".
"emang dia siapa sih mas?".tanya arini dengan penasaran.
"dia tetangga bengkel mas rin,mas kira awalnya dia suka sama riski atau baril,dia sering ngantar makanan juga buat kami,makanya mas baikin dia".
"ooo jadi tetangaa..pantesan aja,tapi lama lama bisa tumbuh rasa lo mas..".
ejek arini ada rasa kesal di nada suara nya.
"kamu ini rin..rin,kami disana merasa terganggu sama kelakuan dia,jadi mas sama anak anak udah mutusin buat pindah aja dan nyari lokasi yang lebih strategis".
"kok sampai segitu nya mas?".
"iya sayangku...dia sudah benar benar menggangu ketenangan ,makanya mas ambil keputusan itu..".
"berarti dia memang terlalu bucin sama kamu mas".
"kalau lama lama tetanggaan bisa bisa tumbuh subur bunga bunga di hati ".
ibra hanya bisa geleng geleng kepala mendengar ejekan arini.untuk menghindari perdebatan yang tidak ber ujung,ibra memilih diam karena kata riski wanita selalu benar,akhirnya ibra mengalihkan pembicaraan agar tidak lagi membahas wina.
ibra menanyai keadaan syakila,arini mengatakan mereka kembali tidur karena cuaca mendukung.
ternyata ada hany tidur bersama syakila,
ibra manggut manggut,mendengar penuturan arini.
setelah semua masalah terselesaikan dengan baik,ibra pamit untuk pulang pada arini,dan mengatakan agar saling menjaga hati.
setelah kepergian ibra,arini tak berhenti tersenyum mengingat betapa manis nya perlakuan ibra.
arini memeluk tubuh nya sendiri sembari membayangkan pelukan ibra yang begitu hangat.
__ADS_1
~••~