
"mas kok kamu diam aja beberpa minggu ini,gak ada bahas masalah kamu sama arini,perut aku semakin besar lo mas,bentar lagi brojol ni anakmu tapi kayaknya kamu gak ada peduli pedulinya".
"mas mau bahas apa lagi sih wit..arini ngotot minta cerai,mas gak mau".
"ya usaha dong mas,mau sampai kapan kita kayak gini terus,aku juga mau jadi istri sah kamu di mata hukum negara".
"mas udah jadi ancam arini??".
"udah"
nanda menjawab dengan singkat,membuat rasa penasaran wita memuncak,dengan semangat dia melanjutkan pertanyaaan nya.
"bagaimana tanggapan arini.? pasti dia takut kan mas,dia mau kan nerima apapun yang kamu ucapkan?!.jadi kapan kita pindah kerumah kamu mas???".
"arini gak takut wit,dia marah marah sama mas,malah mas yang ketakutan melihat arini seperti itu".
__ADS_1
"kok bisa?!!!!!".
suara wita mulai naik satu nada.
"ya mas gak tau wit,mas cuman bilang seperti apa yang kamu suruh,eh dia seperti orang kesetanan,mas hampir di cekik,untung aja mas bisa kabur...mas heran biasa nya arini gak pernah marah separah itu lo wit".
" alah...bilang aja mas payah,di suruh itu aja gak becus,lagian berani berani nya arini melawan mas apa dia gak tau kalau seorang istri itu harus patuh dan nurut sama suami,dasar istri gak tau diri".
"bukannya mas payah sayang...sabar ya besok besok mas bujuk arini lagi,kamu jangan marah marah dong sayang,kamu kan lagi hamil".
"gimana gak marah coba mas,masa ngurus hal sekecil itu aja mas gak bisa!!".
"iya sayang iya,besok besok mas datangi arini lagi ya..sekarang kita ke kamar yuk,mas kangen".
bisik nanda ke telinga wita,wita yang sejati nya 11 12 dengan nanda yang hanya memikirkan ranjang ,langsung tersenyum malu dan mengangguk dan bergegas mengikuti tarikan nanda yang mengajak ke kamar.
__ADS_1
sementara di lain tempat tepatnya di rumah arini,
arini tengah berbalas pesan dengan para konsumen nya yang mengatakan sangat menyukai kosmetik yang dia jual,dan berniat menjadi seller seperti arini,dengan senang hati arini menanggapi ocehan mereka semua.
di sela kesibukan nya berbalas pesan arini teringat tentang niat nya bercerai dari sang suami dia bingung apa apa saja persyaratan yang harus di lengkapi,mau bertanya pada tetangga dia takut kabar itu akan sampai ke telinga sang suami,arini merasa pasti nanda akan berusaha sekuat tenaga agar mereka tidak bercerai.
arini juga merasa tidak mungkin bertanya kepada ibra,arini tidak ingin ibra mengetahui keadaan nya saat ini entah mengapa arini merasa begitu malu dengan keadaan yang menimpa hidupnya .
akhirnya setelah lama berfikir arini memutuskan mencari persyaratan tersebut di internet,dan beberapa saat kemudian arini menemukan jawaban yang dia cari cari dan segera menyimpan dan mengaman kan barang barang nya dari pandangan,agar ketika nanda berulah lagi dia tidak merusak rencana arini.
beberapa minggu berlalu hubungan arini dan ibra semakin dekat saja,meski jarang bersitatap wajah mereka terus melakukan komunikasi yang membuat bunga bunga di hati keduanya semakin tumbuh dengan indah.
arini tidak lagi memperdulikan jika nantinya dia dikatakan berselingkuh toh suaminya lebih parah dari dirinya.
arini tengah bermain dengan syakila yang sudah mulai bisa mengucapkan satu dua kata yang membuat arini sangat bahagia.
__ADS_1
{kau hadiah ter indah dalam hidup,meski keadaan tak sperti harapan,aku tidak pernah menyesal menghadirkan mu kedunia ini sayang..aku beruntung memilikimu}...........