Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#wita tau


__ADS_3

"dari mana kamu mas?"


tanpa basa basi wita langsung menanyai sang suami yang baru sampai.


"bukan nya sambut suami dengan senyuman dan nyuguhin kopi malah banyak tanya"


nanda bukan nya menjawab malah balik memarahi wita.


sedangkan sang ayah yang dari awal kurang menyukai wita hanya tersenyum mengejek.


"itu kalau suami nya memang pantas di perlakukan seperti itu.ngaca dong mas,emang kamu pantas"


balas wita tak mau kalah.


"udah sana..kalau gak mau buatin kopi,setidaknya jangan cari masalah,gak tau orang lagi kesal apa..!"


"kesal kenapa lagi kamu mas?,bukan nya kerja malah keluyuran"


"aku lagi kesal sama arini "


nanda keceplosan.sang bapak langsung menyenggol kaki nya agar tidak berkepanjangan.


"arini lagi,arini lagi..,sebenarnya kamu ada masalah apa sama mantan istri kamu itu mas"


"setiap kamu pulang dengan kesal,selalu penyebab utama nya arini"


"aku jadi penasaran,emang arini ngapain kamu sehingga kamu harus sekesal ini"


ucap wita curiga.


"kamu apaan sih wit..,bukannya mas udah pernah cerita kalau arini selalu gangguin mas"


lagi lagi nanda mencoba berkilah.


sang mertua yang dari tadi hanya diam,mulai kesal dengan wita yang banyak tanya.


"emang kenapa kalau misalnya nanda selalu berkaitan dengan arini hah..?! mereka kan punya anak.jadi terserah mereka dong kalau masih mau ada hubungan"


"saya malah heran sama si b*doh ini,bisa bisanya dia nyari selingkuhan kaya kamu"


"masih mendingan arini..udah cantik,baik.perhatian lagi sama bapak"


"lah kamu udah jelek,j*nda..miskin lagi. kalau saya yang jadi nanda, dengan wajah tampan yang dia punya, bisa gaet gadis kaya raya saya"


ucap sang mertua dengan angkuh.


wita dan nanda sedikit kaget mendengar ucapan sang bapak.meskipun wita tau ayah mertua nya tidak menyukai dirinya.tapi dia sama sekali tidak menyangka mulut nya akan sepedas itu.


"bapak kenapa sih,jangan cari masalah baru dulu lah"


bisik nanda.

__ADS_1


"kan itu faktanya .kamu aja yang b*doh,"


balas sang bapak dengan santai.


"iya pak..saya tau saya kalah jauh dengan arini..tapi buktinya mas nanda lebih memilih saya ketimbang arini"


sahut wita.dia tidak terima di rendahkan oleh sang ayah mertua.


"halah...palingan si nanda juga nyesal milih kamu"


"sudah lah wit..pak,bisa gak sih kalian jangan ribut"


"gak bis gitu dong mas,maksud bapak kamu apa ngomong gitu"


"aku gak terima mas"


wita tersulut emosi.bisa bisanya laki laki tua itu punya mulut lemas melebihi perempuan.batinnya.


"sudah ya wit..mendingan kamu buatin kopi.mas lagi pusing beneran ini"


"ya sayang...tolong ya,buatin mas kopi,kopi buatan kamu selalu buat mas ketagihan"


rayu nanda dengan wajah menghiba.


akhirnya wita luluh meski masih sedikit kesal.dengan malas ia melangkah ke dapur untuk membuatkan kopi.


"bapak bisa gak sih jangan cari masalah sama wita.biar bagaimanapun bapak gak suka dia,dia tetap istri aku pak"


nanda memberi penjelasan pada sang bapak dengan sedikit kesal.


"kamu nya aja yang lembek.mau mau nya di injak injak sama istri.lihat bapak dong almarhumah ibu kamu mana berani membantah perkataan bapak"


jawab nya menyombong kan diri.


"iya,iya..aku tau bapak yang terhebat.tapi sekarang kasus nya beda pak.kalau ibuk dulu mungkin diam aja dan nerima.tapi di kasus aku dua dua nya gak ada yang mau"


"ya udah cerai kan saja lagi,kamu kan bisa mendapatkan yang lebih.sementara itu,kamu pepet terus si arini,lama lama juga dia bakalan luluh"


"ngomong ngomong bapak lihat sekarang arini jauh lebih cantik dan m*ntok ketimbang waktu sama kamu dulu"


"iya pak..sekarang arini jauh lebih cantik,makanya aku gak bisa lupain dia pak.aku harus cari cara biar arini kembali jadi milik aku"


"awas ya pak,bapak jangan macam macam dengan arini.dia itu istriku.dan akan selama nya seperti itu"


ancam nanda pada sang bapak yang sepertinya punya niat terhadap arini.


"kamu fikir bapak ini orang tua macam apa.ya.. gak mungkin lah bapak godain arini.kamu ini ada ada saja"


tanpa mereka sadari wita sedari tadi menguping pembicaraan.dengan rasa kesal dan amarah yang memuncak wita mencoba bersikap biasa saja.seakan akan tidak mendengar apapun.


wita ingin memberi pelajaran bagi sang ayah mertua dan sang suami.

__ADS_1


dengan hentakan kaki yang di sengaja.wita mendekat dan menaruh kopi di atas meja.


setelah itu dia berlalu ke dalam kamar,dan mengurung diri.


wita terlalu malas jika harus berlama lama melihat si mertua tak tau diri itu.


"benar benar keterlaluan mas nanda,enak saja dia mau membuang ku"


"itu lagi si kakek kakek peot..udah tua bukan nya sadar diri.eh..malah ngajakin anak nya untuk tambah kacau"


wita menghela nafas berat.baru kali ini dia merasa begitu kotor.selama dirinya menjadi selingkuhan nanda,tak pernah sekalipun dia merasa terhina meski arini kerap mengata ngatai nya meski tidak secara langsung.


tapi kali ini..sang suami yang telah berhasil dia rebut dari istri sah nya,ternyata hanya mencintai fisik saja.


tubuh wita luruh ke lantai..dia terisak dengan pelan.bahu nya terguncang meski tangis nya tak bersuara.


ia menatap sang putri yang tengah terlelap.wajah tanpa dosa itu tersenyum dalam tidur.tangis wita semakin pecah tanpa ada tempat untuk berbagi.


"maafin bunda sayang...kamu harus terlahir dari manusia kotor seperti bunda"


ucapnya di sela tangis.sambil mengelus elus pipi sang buah hati.


"tapi bunda janji,mulai saat ini dan seterusnya.bunda tidak akan lagi menjadi perempuan jahat,bunda akan membekali kamu ilmu agama agar kelak kamu menjadi perempuan baik baik "


wita merebahkan diri di samping putrinya.entah karena terlalu banyak mengeluarkan air mata.tanpa sadar wita telah ikut terlelap merajut mimpi.


entah sudah berapa lama dirinya tertidur.


ia terbangun karena merasakan pipi nya seperti di tepuk tepuk pelan.setelah membuka mata ia melihat putrinya yang baru berumur 7 bulan itu sudah terbangun dengan keadaan diam,seakan akan mengerti jika orang tua nya tengah bersedih.


keadaan rumah sangat hening.pertanda nanda dan sang ayah sudah tidak berbincang.


entah tertidur atau pergi wita sudah tidak perduli lagi


pada sang suami.


"sayang bunda udah bangun ya..,sini,sini,mimik susu dulu,biar cepat besar".


"kalau udah besar jadi perempuan yang baik ya sayang.."


"bunda sayang dedek"


ucap wita sambil menciumi wajah sang bayi yang tersenyum.wita berjanji pada dirinya sendiri untuk berubah menjadi lebih baik.


*tuhan...jangan berikan karma apapun untuk anakku,biarkan aku saja yang menanggung dosa dari perbuatan ku*


pinta nya dalam hati.


tapi sebelum itu dia sangat ingin memberi pelajaran untuk nanda dan ayah mertua nya.


~••~

__ADS_1


__ADS_2