Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#entah lah(arini)


__ADS_3

arini tengah duduk sambil melamun di sudut taman kota yang kini jadi tempat pavorit nya setelah pulang dari pengadilan agama untuk yang kesekian kali nya.


di saat saat rapuh seperti ini sebenarnya arini sangat merindukan sosok ibra,arini begitu butuh tempat berkeluh kesah,seseorang yang mampu dan faham apa yang di ingin kan oleh nya.


tak butuh nasehat atau solusi,terkadang hanya butuh di dengar saja,begitu lah perempuan.


arini menarik nafas dan membuang nya secara kasar,entah sudah kali keberapa dia melakukan latihan pernafasan seperti itu,arini seperti hendak membuang segala bentuk rasa sesak yang menghimpit dada.


"mas ibra,apa kamu baik baik saja sekarang tanpa kabarku?".


"apa kamu sudah bahagia sekarang?".


"maaf kan aku atas segala rasa sakit di masa lalu mas".


arini berbisik pada semilir angin yang berhembus.


dering ponsel menyadar kan dirinya,pertanda bahwa hany tengah cemas menunggu kepulangan nya.


"kamu kemana aja sih rin?".


"gak kemana mana han,cuman butuh udara segar sedikit lebih banyak,hehehe".


"gimana hasil mediasi nya?".


"kamu gak tiba tiba luluh dengan air mata si buaya lumpur itu kan?".


arini cekikan mendengar sebutan baru hany kepada nanda.


"ya gak lah han".


"gimana hasilnya ariniiiii.....!!".

__ADS_1


lagi lagi ar ini menarik nafas panjang yang membuat hany geram sendiri dan langsung menoyor kepala sang sahabat.


"bisa gak sih gak usah banyak gaya rin!".


"issss kenapa sih han".


"buruaaaan arini...,ceritain gimana hasilnya!".


"sabar dong han,aku ngambil nafas yang banyak dulu,biar agak dramatis dikit".


ucap arini sambil cengar cengir.


#flash back on


arini dan nanda di arah kan oleh para petugas pengadilan untuk memasuki ruang mediasi.


"dengan bapak nanda syahputra dan ibu arini lestari?!".


ucap kedua nya serentak.


lalu sang mediator menatap kedua nya secara bergantian.


"bu arini...apa alasan utama ibu tidak ingin kembali dengan suami ibu?".


"saya tidak bisa memaafkan perselingkuhan pak".


"apakah ibu pernah berpikir,kenapa suami ibu melakukan perselingkuhan?".


"saya tidak kepikiran sampai kesana pak!".


arini menjawab dengan tegas pertanyaan sang mediator.

__ADS_1


dan mediator mengangguk angguk kan kepala nya tanpa henti.


"pak nanda..apakah bapak menyetujui semua gugatan ibu arini?".


"tidak pak,saya tidak mau berpisah dengan istri saya,saya masih sangat mencintai nya!".


"lantas kenapa pak nanda menyelingkuhi istri bapak?".


"saya hanya hilaf pak,saya berjanji akan berubah dan memeperbaiki hubungan kami".


ucap nya dengan wajah yang terlihat lesu dan menghiba.


"sudah lah mas,bisa gak sih gak usah banyak drama?".


"tidak ada lagi yang bisa di perbaiki di dalam hubungan kita,percuma saja kamu memaksa aku untuk kembali sama kamu".


"aku masih sangat mencintai dia pak hakim mediator,saya selingkuh juga karena istri saya selingkuh lebih dulu dengan mantan nya!".


"ck ck ck,kamu memang ular mas,hanya untuk mencapai keinginan mu,kamu memfitnah aku?!".


"aku tidak memfitnah,memang seperti itu kenyataan dan keadaan sesungguhnya".


"saya tetap dengan keputusan saya pak,saya tidak sudah tidak berniat memperbaiki apapun".


"awalnya saya kira dia bisa berubah,tapi ternyata expetasi saya terlalu tinggi,tolong saya pak,saya sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan hubungan palsu ini".


"dan setelah saya pikir pikir kenapa dia bisa selingkuh,akhirnya saya menemukan jawaban nya,dia tidak puas dengan apa yang sudah dia miliki pak,dan dia tidak pernah bersyukur dengan hidup nya".


sang mediator menatap mata arini,dan melihat begitu banyak beban dan air mata tersembunyi disana.


entah lah...entah apa yang akan terjadi nanti,yang terpenting arini telah berusaha membeberkan semua hal yang menyudut kan nanda.

__ADS_1


__ADS_2