
arini mempersilahkan para tamu nya duduk di atas karpet berbulu halus yang sengaja di bentang di ruang tamu.
tidak ada sofa atau kursi seperti di rumah lama nya,namun bukan berarti keadaan arini memburuk setelah berpisah.
dia bisa saja membeli sofa yang mahal.namun itu sama sekali bukan gaya nya.dia tidak ingin membuang buang uang hanya untuk hal hal yang menurut nya kurang penting
apalagi dia masih seorang penyewa,yang bisa di suruh pindah setiap saat,dia tidak ingin terlalu kerepotan dengan banyak nya barang barang yang tidak terlalu di butuh kan.
arini tersenyum ke arah ibra,sementara hany dan bu taty tengah sibuk membuat hidangan di belakang.
ibra mengajak arini berbincang dengan menanyakan syakila atau apa saja kegiatan mereka hari ini.
sesekali keduanya tertawa ketika arini menceritakan ke aktifan putrinya.
sementara nanda nampak begitu sangat marah,dia merasa di abaikan oleh arini,sedangkan ayah nya terlihat biasa saja,namun pandangan nya tidak lepas dari mantan menantu nya yang semakin cantik dari terakhir mereka bertemu.
ibra bersikap biasa saja,seolah olah dia tidak punya masalah dengan mereka.sesekali dirinya mengangguk ke arah nanda dan ayahnya sebagai bentuk sapaan.
setelah di kode oleh ibra untuk menanyakan maksud kedatangan mereka.barulah arini memberanikan diri untuk bertanya dengan sopan.
"maaf pak,kalau boleh tau bapak dan mas nanda ada keperluan apa dengan saya"
tanya arini kepada sang mantan mertua.
"nanti saja arini..setelah tamu tamu mu itu pulang,kami hanya ingin berbicara dengan mu"
sebelum ayahnya menjawab,nanda sudah terlebih dahulu menyahuti arini.
arini menghela nafas,dia sudah tau bahwa nanda akan mencari masalah dengan nya.
"maaf sebelum nya mas nanda,mereka bukan tamu saya., perkenal kan yang ini adalah calon suami saya,sedangkan yang satu nya lagi ,ibu ibu yang mas nanda lihat tadi,dia adalah orag tua saya disini,sedangkan hany..saya rasa saya tidak perlu menjelas kan siapa dia"
"dan maaf lagi,yang tamu disini adalah mas nanda dan bapak".
ada ketegasan di nada suara arini menjelaskan siapa tamu yang sebenarnya .
wajah nanda semakin merah menahan emosi yang sudah hampir sampai pucuk kepala.namun sang bapak ber inisiatif mengambil alih tugas sebagai juru bicara agar nanda tidak lepas kendali.
__ADS_1
"maaf jika kehadiran kami sangat menganggu nak arini dan keluarga,tapi maksud kedatangan kami kesini sebetulnya baik,saya selaku orang tua nanda ingin meminta maaf kepada nak arini atas segala kesalahan yang sudah di perbuat oleh anak saya"
"saya percaya nak arini adalah orang baik,sehingga pasti akan memaafkan nanda"
ucap mantan ayah mertua arini panjang lebar
"kalau kedatangan bapak kesini untuk meminta maaf,maka anggap saja saya sudah memaafkan,mungkin ini sudah jalan nya dari yang tuhan"
jawaban arini begitu bijak,membuat ibra tersenyum dan menatap nya penuh kasih.
"sukurlah kalau begitu,jadi tidak ada alasan lagi bukan untuk menjauhi anak saya nak arini.."
"lagian memang seharus nya seperti itu,mau bagaimana pun anak seharus nya tinggal dengan ibu dan ayah kandung nya"
"itu akan sangat bagus untuk masa depan nak arini dan cucu bapak"
mantan ayah mertua arini terlihat sumringah,begitu juga nanda.dia tidak menyangka ternyata semudah itu arini memaafkan nya.
"mas sudah tau kalau kamu pasti maafin mas rin,mas juga tau kalau kamu masih sangat mencintai mas"
"mulai sekarang kita akan memulai kehidupan yang lebih baik lagi,mas janji akan membahagiakan kamu,rumah kita akan mas perbesar agar kita bisa hidup dengan nyaman disana"
"maksud kamu apa mas?"
"seperti nya istri kamu ini memang pemalu nanda..,hingga apa yang kita sampai kan belum sepenuh nya dia fahami"
sahut sang mantan ayah mertua.
"iya ayah...dia memang seperti itu,tapi ayah jangan salah,meski dia terlihat pemalu di hadapan orang banyak,dia akan sangat sadis ketika hanya kami berdua di dalam rumah"
ucapan nanda di sertai kekehan dan di sambut gelak tawa sang ayah.
arini sangat ingin melempari keduanya dengan asbak rokok yang terletak tak jauh dari keduanya.
namun ibra seperti tau kalau sang kekasih tengah di landa emosi,dengan sigap ia menggenggam tangan arini dan menepuk nepuk nya pelan.
arini tersadar,dia melihat ke arah ibra yang tersenyum manis ke arah nya,senyum yang selalu menghantui saat saat sepi arini.
__ADS_1
sontak saja pemandangan yang ada di depan mata nya itu membuat darah nanda benar benar mendidih dia berdiri dang menunjuk nunjuk ke arah arini.
"hei arini..apa kamu sudah tidak bisa menjadi wanita baik baik.baru beberapa bulan saja kamu menjadi j*nda tingkah mu sudah sangat menjijik kan.apa kamu tidak sadar ada aku suami mu disini haah"
"sudah sukur aku masih mau mengajak mu rujuk.kalau tidak,kau mau jadi apa dengan status mu ini"
bu taty dan hany yang baru selesai menyuguhkan cemilan dan minuman menjadi ikut kaget mendengar perkataan samp*h sang tamu.
" hei nanda syahputra yang terhormat,tolong pelan kan suara mu di dalam rumah ku,tidak seharusnya tamu bersikap kurang ajar.dan satu hal yang harus kamu ingat mas...aku bukan istri mu"
"kapan kamu akan sadar diri,aku sudah benar benar muak melihat kelakuan mu yang sudah melebihi batas kewarasan seorang manusia"
"aku tidak berniat dan tidak berminat rujuk dengan mu nanda..! aku sudah punya calon suami,dan kami akan menikah secepat nya,lebih baik urusi saja istri dan anakmu itu.jangan terlantar kan mereka seperti kamu menelantarkan aku dan anakku"
ucap arini ber api api.
"apa kamu bilang ha.? aku masih berhak pada mu arini"
dengan tidak tau malu nya nanda masih mengatakan hal hal bodoh.
"seperti nya kamu harus di pukul lagi baru mengerti.kamu harus rujuk dengan ku arini ,kita akan kembali ke rumah kita yang lama.aku yakin wita tidak masalah dengan kedatangan mu"
nanda beranjak dan hendak menampar lagi wajah arini,tentu saja ibra tidak tinggal diam,dengan cekatan ibra memelintir tangan nanda dan melayangkan pukulan ke arah perut nya.melihat nanda yang tersungkur karena pukulan ibra,sang ayah langsung bertindak melerai dan menahan nanda agar tidak melawan.
"seperti nya anda memang sudah tidak mengerti perkataan calon istriku yang memakai kata kata sopan"
"baiklah biar aku bantu jelaskan pada anda pak nanda.arini lestari calon istri ku tidak ingin ada hubungan apapun dengan anda.,mulai saat ini dia dan putri nya menjadi tanggung jawabku,siapapun yang berani mengusik ke dua nya,akan menjadi lawan ku.dan aku pastikan ini terakhir kali kami bicara baik baik"
"apabila anda masih menganggu hidup arini dan anak saya syakila,maka saya pastikan anda akan tinggal dan hidup di dalam penjara dalam waktu yang lama"
"seandainya anda tidak percaya pada ucapan saya,maka coba saja anda buktikan"
ancam ibra dengan tatapan dingin yang memb*nuh, nyali sang ayah langsung ciut ,dengan tergesa dia menarik tangan nanda agar mengikuti untuk pergi.
"dasar gak tau malu,kepedean banget arini mau balikan sama keong kayak kamu"
"hu'uh..dasar manusia sakit,bukan nya ngurusin istrinya,malah gangguin hidup orang.coba aja sekali lagi kamu datang kesini,saya laporin pak rt kamu"
__ADS_1
terdengar suara hany dan bu taty memaki nanda yang berlalu pergi.