Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
kejutan untuk ibra(2)


__ADS_3

riski yang tidak mengerti langsung bertanya kepada wina apa yang terjadi.


wina hanya menunduk tanpa jawaban.riski terlihat seperti cacing kepanasan,mondar mandir menanyai ibra dan wina secara bergantian.


baril mencoba menenangkan ibra,dan riski untuk duduk bersama.awalnya riski menolak karena merasa semua masalah berawal dari ibra.


"mas bos memang bos kami,tapi bukan berarti mas bos bisa menghancurkan hubungan ku dengan hany,kami baru saja berencana menentukan tanggal pernikahan.tapi...lihat apa yang sudah mas bos lakukan"


"mas bos hancur kan semua nya,aku takut hany tidak bisa memaafkan aku,karena aku yang selalu menyuruhnya membujuk mba arini menerima lamaran mas bos"


ujar riski dengan raut wajah kesal dan sedih.


"tapi saya tidak melakukan apa apa .saya juga merasa sangat kaget dengan kedatangan arini"


"halah mas bos...kalau mas bos gak ngapa ngapain gak mungkin mba arini pergi sambil nangis,dan membuat hany kesal "


"kamu juga ril...ngapain kamu biarin cewe kamu datang kesini.dan entah apa yang telah dia lakukan dengan mas bos hingga mba arini sangat marah,apa kamu gak lihat gimana mba arini nangis di luar tadi "


sambung nya.


"i...iya ris,maaf.aku juga gak nyangka kalau ini bakal jadi masalah,aku yakin wina gak melakukan hal hal buruk"


"aku juga lihat mba arini berlalu sambil menangis tapi..itu tidak sepenuhnya salah wina"


ucap baril membela wina dengan suara terbata.


"lalu siapa yang harus di salahkan ril,apakah harus aku?!"


riski terlihat sangat frustasi.


sementara ibra,dia masih diam di posisi awalnya.seperti nya dia benar benar tidak menyangka akan terjadi hal hal seperti ini.


dia terlihat sangat cemas,dari raut wajah nya sangat terlihat bahwa dia begitu takut arini menjauhi nya.


"tolong percaya ris,saya tidak melakukan apapun,kalau tidak percaya tanyai saja wina"


ucapnya dengan suara bergetar.


riski hanya menggeleng lemah.dia diam dan tak lagi menjawab atau memperdulikan apapun ucapan ibra.


riski beranjak dari tempat nya dan berhenti tepat di depan sang bos.

__ADS_1


dia mengungkapkan kan kekecewaan nya,dia juga berkata sangat menyesal telah menyuruh hany membujuk arini.


sementara baril,dia mendekati wina dan menyuruh nya untuk pulang saja.namun wina menolak dan mengatakan ingin tetap berada di sana.


"maaf mas bos,bukan nya merasa sok paling mengerti akan masalah mas bos,tapi apa tidak sebaiknya mas bos mengajak riski pergi kerumah mba arini"


ujar baril dengan gugup.


ibra mendongak menatap baril.dia berusaha mencerna usulan yang baru saja baril katakan.


baril menjelas kan jika biasa nya perempuan marah atau merajuk.maka hal yang pertama yang harus di lakukan adalah langsung menyusul nya.


ibra mengangguk setuju meng iyakan perkataan baril.kini giliran riski yang harus di bujuk agar meredam kemarahan nya dan pergi menemui arini dan hany.


baril mengetuk pintu kamar yang sengaja di tutup oleh riski.namun riski enggan memberi jawaban untuk sekedar menyuruh masuk.


akhirnya ibra,baril dan wina memutuskan untuk langsung masuk saja tanpa menunggu jawaban riski.


sesampainya di kamar.mereka langsung melihat riski yang tengah terkulai lemas seakan akan tak bertulang.


ibra yang merasa bersalah langsung menghampiri riski dan memapah nya ke atas kasur.dia mengucap kata maaf berulang kali dengan tulus.dia berjanji meski pun seandainya arini sudah tidak sudi melihatnya,ibra akan memperjuangkan hany untuk riski.


mendengar ketulusan ibra,riski,baril dan wina saling tatap dengan rasa bersalah yang amat dalam.mereka sudah mulai tidak tega mengerjai ibra sampai begini.


riski hanya mengangguk ,dia bingung harus mengatakan apa lagi,ketika rasa bersalahnya mengutuk dirinya sendiri.


akhirnya seperti yang di rencana kan,mereka pergi ke rumah arini.


sesampai nya di sana,rumah arini terlihat sepi.tidak ada tanda tanda kehidupan di sana.


riski mencoba menghubungi hany,begitupun dengan ibra.dia juga berusaha menghubungi arini.


namun keduanya harus pasrah karena tidak ada yang menerima panggilan ke dua nya.


riski terus saja menghubungi hany hingga akhirnya terdengar jawaban.riski langsung menanyai keberadaan mereka.hany mengatakan dia tidak mengetahui arini dimana,mungkin saja arini tengah bersedih di dalam rumah sendirian.sedangkan hany membawa syakila pergi agar memberi ruang untuk arini.


hany mulai panik saat ibra mengatakan tidak ada jawaban dari dalam rumah.dia menyuruh ibra untuk masuk dan mencari arini,hany takut terjadi apa apa pada sahabat nya itu.mendengar hal itu,ibra langsung bergerak dan kembali menggedor rumah arini.


namun tetap saja tidak ada sahutan.karena takut terjadi hal buruk kepada arini.ibra langsung mendobrak pintu.


dengan sekali dobrak saja pintu rumah arini langsung terbuka.karena ternyata pintu memang tidak di kunci.

__ADS_1


ibra tanpa rasa sungkan langsung saja mencari arini di kamarnya,dan di semua ruangan di dalam rumah.namun ibra tidak dapat menemukan arini.


ibra yang lelah terduduk di ruang tamu.dengan perasaan kacau balau,di saat rasa sedih,rasa khawatir dan putus asa tengah mendera.tiba tiba saja ruang tamu menjadi riuh dan letupan letupan balon berisi potongan kertas warna warni menghujani wajah dan kepala nya.


tawa riang riski,baril,dan wina membuat ibra merasa aneh.


setelah beberapa saat datang lah arini,hany serta syakila.


mereka tersenyum penuh kemenangan.


ibra yang belum tau apa apa,langsung menghampiri arini dan mengatakan jika kejadian yang arini lihat hanyalah salah paham.dia juga mengatakan agar arini percaya padanya,dan jangan meninggal kan dirinya lagi.


arini memegang tangan ibra dan mengatakan akan selalu mempercayai nya.


arini juga mengatakan tidak berniat meninggalkan ibra lagi.


ibra langsung memeluk arini tanpa sadar,hal yang belum pernah dia lakukan selama ini. gelak tawa dan ejekan dari penonton membuat keduanya malu malu,dan ibra melepas pelukan nya.


hingga bu taty datang dengan membawa sebuah kotak kecil berwarna merah di hiasi pita pita lucu.


bu taty memberikan kotak tersebut pada arini dengan senyuman bahagia.arini langsung menerima kotak dan membuka nya di hadapan ibra.


ibra menatap arini bingung dan penuh tanda tanya setelah melihat isi nya,dia bertanya ada apa dan untuk apa benda itu.


arin tersenyum dan mengatakan akan melamar ibra sebagai bentuk menebus kesalahan karena sudah terlalu lama menggantung lamaran nya dulu.


arini berjongkok dan mengarah kan cincin ke arah ibra dengan mengatakan "mau kah mas ibra menikahi ku"


semua orang yang jadi penonton langsung bersorak dan menyuruh ibra agar menerima arini.


ibra menyuruh arini berdiri dan mengatakan itu tidak pantas dia lakukan,namun arini tetap bersikeras tidak akan berdiri sebelum ibra menerima nya.


ibra langsung mengambil cincin yang arini berikan dan segera memakai nya.setelah itu,barulah arini berdiri dengan tawa tertahan.


syakila mengatakan hore karena sebentar lagi ayah dan mama nya akan tidur sekamar dengan nya.semua nya tertawa bahagia mendengar ucapan polos dari syakila.


ibra melempar riski dan baril dengan minuman gelas yang masih berisi di saat acara telah berakhir dan di tutup dengan berbagai hidangan.


mereka tergelak mengejek karena telah berhasil membuat ibra kacau hari ini.sedangkan ibra hanya bisa mengancam akan memotong gaji keduanya.


rumah kontrakan arini terasa sangat hangat dan penuh kebahagiaan hari ini.

__ADS_1


begitu banyak cinta yang mereka dapatkan dari orang orang yang benar benar peduli.


******


__ADS_2