
setelah menginap beberapa hari di kost an hany,arini akhirnya tenang dan memutuskan untuk pulang kerumah.
sesampainya dirumah arini mengunci semua pintu dari dalam,dia tidak ingin nanda masuk sesuka hati tanpa izin.
pagi hari sperti biasaarini mengurus segala sesuatu keperluan tentang buah hati nya arini memutuskan menguhubungi orang tua nya di kampung,benar kata hany,orang tua nya berhak tau keadaan nya saat ini,meskipun dia merasa agak malu dan takut tapi tetap dia paksakan.
sementara itu di kampung halaman arini,sang ayah tengah termenung,melamun,entah mengapa perasaan nya tidak enak,membuat semua pekerjaan yang dikerjakan menjadi tidak nyaman,namun dia berusaha untuk berfikir positif.
melihat sang suami lebih banyak diam sudah lebih dari seminggu membuat sang istri bertanya tanya,kenapa dengan suami nya karena setiap kali ditanyai jawaban nya selalu sama 'tidak ada apa apa'..karena lelah di hantui rasa penasaran sang istri mendesak untuk bercerita.
"yah...ayah kenapa sih,sudah seminggu ini ibu perhatikan ayah sering melamun,setiap di tanya jawab nya gak ada apa apa,ibu tau ayah lagi menyembunyikan sesuatu dari ibu,apa ibu sudah tidak di anggap lagi tempat yang nyaman untuk berbagi makanya ayah pendam sendirian?".
"ayah gak kenapa napa bu,mungkin hanya kelelahan saja,rasanya gak nyaman".
" ya allah... yah yah,ibu kenal sama ayah gak setahun dua tahun,gak sehari dua hari,jadi ibu tau bagaimana setiap kerutan di wajah ayah kalau ayah ada masalah atau lagi sakit".
"si ibu bisa aja gombal nya,berarrti ibu tau dong kerutan tanda rindu di wajah ayah". seloroh ayah arini pada istrinya.
mendengar perkataan suaminya si istri jadi kesal,niat awalnya ingin tau penyebab sang suami sering melamun malah jadi candaan yang menyudutkan nya.
__ADS_1
"suka suka ayah saja lah,ibu sudah tidak mau memaksa kalau ayah tidak mau lagi berbagi dan terbuka sama ibu". rajuk nya
"cieee yang merajuk,ibu kelihatan lebih muda kalau merajuk hhahahah".seketika tawa ayah pecah melihat wajah istri nya yang mulai kesal
sembari menarik nafas dalam dalam ayah menerawang jauh,hati nya benar benar tidak tenang.
"hati ayah belakangan ini selalu merasa gak enak bu,ayah selalu kepikiran arini".
"cuman itu masalah nya yah?".
"iya bu..ayah kok ngerasa ada sesuatu gitu".
"iya sih bu,cuman ibu kan tau sendiri arini bagaimana,dia gak akan mau ceritain masalah nya".
"arini sudah besar yah,sudah punya anak juga..dia bisa menyelesaikan masalah nya sendiri,jadi gak usah terlalu di fikirkan ,nanti sakit..ibu juga yang repot bukan arini".
setelah itu sang istri pun memilih meninggalkan ayah yang tengah kalut memikirkan arini.
ayah tau arini tidak begitu dekat dengan ibunya,ibunya lebih menyayangi saudara arini yang lain daripada arini,entah apa sebab nya sang ayah pun tidak tau,yang dia tau hatinya tengah risau memikirkan anak kesayangan nya itu..
__ADS_1
*apakamu baik baik saja di sana nak..udah lama kamu gak ngabarin ayah,semoga kamu selalu di lindungi dimanapun kamu berada nak* monolog nya dalam hati..
di sela lamunan nya sang istri memanggil dari dalam rumah.
"yah..arini nelfon tuh,mau bicara sama ayah katanya".
langsung saja sang ayah berjalan tergesa gesa menghampiri istrinya
"ada apa bu?!".
"mana ibu tau yah,arini mau ngomong sama ayah kok".ucapnya sambil berlalu
ayah arini cuman geleng geleng melihat sikap sang istri..
*asalamualaikum yah,ayah sehat?*.
*waalaikum salam nak,ayah sehat,anak ayah disana bagaimana ? cucu ayah mana? sehat juga kan* .cerocos sang ayah.
*kami sehat juga yah,syakila lagi main main yah,*.
__ADS_1
dan entah bagaimana arini memulai pada akhirnya dia bercerita kepada sang ayah tanpa airmata.