Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#nama nya juga hidup(arini)


__ADS_3

ku titip kan pasrah pada sang pencipta,agar lelap malam ku tiada gundah.


arini memposting produk yang ia jual dengan menggunakan caption tersebut .sontak saja postingan nya mendapat beragam komentar dari para costumer yang sudah lama menjadi pelanggan arini.


ada juga beberapa pendatang baru yang berkomentar ingin ikut mencoba dan meminta nomor ponsel arini.


dengan sigap arini membalas dan memberi kan nomor ponselnya, arini sadar dirinya bukan siapa siapa tanpa para costumer


arini bangkit dari tempat tidur dan membersihkan wajah sebelumnya tidur.


syakila sudah terlelap dengan mulut yang sedikit menganga,membuat hany yang berbaring di samping nya cekikan melihat pose tidur sang keponakan.


arini selalu menceritakan segala hal kepada hany,termasuk yang terjadi saat mereka pergi ke pantai,hany diam dan menyimak cerita arini.


banyak hal yang berputar putar di kepala nya,otak nya berfikir keras mencari solusi bagaimana cara nya agar si pembuat rusuh tidak lagi mengganggu.


dia menyuruh arini yang tengah memakai skincare untuk duduk di samping nya.


"rin..aku punya satu solusi agar kamu gak di gangguin sama si keong lumpur itu lagi"


hany terlihat bersemangat memberi solusi kepada arini.


"apa itu han?".


tanya nya penasaran.


"kamu harus secepat nya nikah sama mas ibra..!"


"haa??!!, is.. kamu ini han,kalau mau ngasih solusi yang masuk akal kenapa sih??"


arini sedikit kaget dengan solusi sahabat nya itu.


"dimana gak masuk akal nya coba rin?"


"lagian mas ibra kan udah lamar kamu,kamu nya aja yang gak jelas"


ucap nya sinis.


"aku cuman merasa belum siap aja han.."


"aku takut nantinya mengecewakan mas ibra"


"dia begitu baik untuk aku yang..ngerti lah ya,masa gitu aja gak ngerti".


arini menirukan backsound yang sering ia dengar di aplikasi toktok.


hany yang mendengar langsung cekikan dan melempari arini dengan guling.


"emang kenapa sih..? karena kamu jandong??!"


"iss..punya teman gini amat ya allah.."


arini kehabisan kata mendengar hany yang dengan sengaja mem plesetkan statusnya.


hany kembali cekikan melihat raut wajah arini.


setelah lelah dengan tawa nya yang menguras tenaga hany kembali mencoba untuk bicara serius.

__ADS_1


"mas ibra kan udah tau kalau kamu itu single mom rin,dan mas ibra gak mempermasalah kan status".


"semua masalah itu cuman ada di otak mu"


"jadi coba lah sedikit menerima keadaan rin,jangan suka membuat semua nya rumit"


"udah lah han..gak usah bahas itu terus,besok aja lagi bahas nya,sekarang mari kita bahas hubungan asrama mu dengan riski".


*pletok*


"aduh..hany...sakit tau.."


arini mengelus kening nya yang di sentil oleh hany.


"rasain..lagian ada hubungan apa aku dengan asrama"


"emang aku mahluk halus punya hubungan dengan asrama"


"emang nya aku demit".


gantian arini yang nyengar nyengir melihat sahabat nya itu kesal.


"siapa bilang kamu dedemit,kamu itu ...jin penunggu asrama"


jawabnya sembari cekikan.


"dasar teman gak ada ahklak".


hany menggelitiki arini hingga arini tertawa lemas dan memohon ampun meminta hany agar berhenti.


setelah lelah,keduanya terlelap tanpa berlanjut membahas tentang hubungan hany dan riski.


setelah menunaikan kewajiban nya sebagai seorang muslim arini bergegas ke dapur dan menyiapkan sarapan dan bekal hany.


pagi ini hany pergi bekerja dari rumah arini.


arini sudah sering menyuruh hany agar tinggal bersama nya dan syakila,namun hany selalu menolak dengan alasan terlalu nyaman dengan kosan nya.


tapi hany berjanji akan sering mengunjungi dan menginap di kontrakan arini.


setelah semua siap,arini membangun kan hany dan menyuruh bersiap siap untuk pergi bekerja,tapi sebelum itu harus melaksanakan dua rakaat dahulu.


arini kembali mengunci pintu setelah kepergian hany,sementara putrinya masih tertidur dengan lelap. dengan langkah pelan arini berlalu ke dapur untuk mengerjakan pekerjaan ibu rumah tangga pada umum nya.


ketukan terdengar dari depan ketika arini selesai mengerjakan semua hal di rumahnya.


untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan dan memastikan siapa yang datang,arini mengintip dari tirai jendela sebelum membuka pintu.


ternyata tetangga arini yang hendak memesan beberapa jenis kue basah dan kue kering untuk besok sore.


arini menyanggupi permintaan tetangga nya yang biasa di panggil bu lina itu,lalu keduanya negosiasi masalah harga.


setelah merasa cocok,sang pemesan pun beranjak hendak berlalu pergi.


namun seperti nya sang tetangga masih memiliki hal yang ingin di sampaikan,tapi terlihat ragu.


hingga akhirnya dia memberanikan diri menanyai arini.

__ADS_1


"mba arini....maaf sebelum nya,apa betul gosip yang sedang hangat di bicarakan olleh ibu ibu komplek tentang mba arini?"


nampak kegugupan di kerutan wajahnya.


"gosip?? gosip apa ya bu lina? "


arini mngeritkan kening,heran.


"anu mba...itu...,tapi mba arini janji jangan marah sama saya ya,saya kan cuma nanya aja,dari pada saya ikut ikutan percaya sama cerita orang orang"


"iya bu lina.., saya janji gak akan marah".


arini meyakinkan,ia penasaran gosip apa yang tengah beredar tentang dirinya.


"kata orang orang,mba arini di cerai kan sama suami mba karena ketahuan selingkuh dan di grebek warga,makanya mba arini pindah ke daerah sini di karena kan malu tinggal di tempat lama"


"padahal menurut cerita yang saya dengar mba arini sudah di belikan rumah oleh suami mba arini"


desiran darah terasa begitu nyata mengalir di setiap jengkal di tubuh arini mendengar cerita yang di sampai kan oleh bu lina.


dengan berusaha tetap tersenyum arini menjelaskan itu hanya sebuah fitnah,tapi dia tidak menjelas kan detail masalah rumah tangga nya dulu.sebab ia merasa itu semua tidak akan berguna bagi orang orang yang membenci nya.


setelah mendapat jawaban dari pertanyaan nya,bu lina pamit undur diri.arini menghela nafas panjang,apalagi ini tuhan batin nya.


saat hendak masuk kembali,lagi lagi langkah arini tertahan karena mendengar suara yang memanggil nama nya.


terlihat seorang gadis remaja yang biasa bermain dengan syakila berlari kencang kearah nya.


"mba...,mba rin... tunggu.."


"kamu kenapa lari larian gitu rima ?"


tanya arini .


dengan nafas ngos ngosan rima berusaha menjawab arini.


"bu taty... bu taty jambak jambakan sama bu restu si penjual sarapan "


"kok bisa..?".


arini semakin bingung.


"bu taty dengar bu restu gosipin mba rini,katanya mba rini tukang selingkuh,bu taty nanya siapa yang bilang sama bu restu,eh bu restu nya nyolot"


arini mengurut kening dan ber istigfar pelan,kepala nya tiba tiba saja pusing.terlalu banyak kejutan untuk nya di hari yang masih pagi ini.


arini bergegas menuju tempat yang di sebutkan oleh si remaja rima,tentu saja setelah menitip kan syakila agar di jaga oleh nya.


dari jauh arini melihat keramaian,dan terdengar suara suara khas emak emak tawuran.


ia mendekat untuk memastikan apakah bu taty ada disana.


"udah tua bukan nya ngurusin diri sendiri,malah sibuk memfitnah orang lain,noh...urusin menantu mu yang kurus kerempeng semenjak nikah sama anak mu itu"


terdengar suara bu taty yang emosi di antara suara orang orang yang melerai.


"heh bu taty.. kenapa sih bu taty,sampai segitu nya belain si arini..saya gak asal ngomong..nanti bu taty malu kalau tau fakta sebenarnya"

__ADS_1


ucap bu restu tak mau kalah.


__ADS_2