Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#kepanikan


__ADS_3

hany tengah di landa panik saat ini,karena arini yang pamit dan mengatakan hanya pergi sebentar tak juga kembali,sementara hari sudah hampir menjelang siang.dan yang lebih membuat hany cemas,bahkan ponselnya pun tidak bisa di hubungi.


hany mencoba menghubungi bu taty berharap arini ada disana,dan tengah bergosip ria dengan sang ibu angkat sehingga lupa jalan pulang dan lupa waktu.meski sebenarnya hany sangat meragukan hal itu.


karena hany tau arini bukan lah orang yang bisa lupa waktu hanya untuk hal hal seperti itu,terlebih lagi sang putri tidak ikut bersama nya.namun untuk memastikan keraguan di hati.,hany tetap menghubungi bu taty dan berharap arini benar benar berada disana.


*halo bu*


*iya sayang...*


sahut bu taty dari ujung sambungan.


*hmmm.. arini lagi sama ibu ya..*


*gak ada han, arini belum ada kesini,emang kenapa.tumben tumben nya kamu nanyain arini sama ibu*


*iya bu..hany sebenarnya kurang yakin sih,tapi tadi pagi arini pamit ke depan sebentar sama hany,katanya ada yang mau dia beli tapi gak balik balik sampai sekarang,mana jalan kaki lagi arini nya bu*


*tumben gak pake motor*


*dia bilang mau sekalian olahraga,karena udah lama gak jalan kaki*


*ya.. mungkin dia memang lagi ada perlu han,atau dia kebetulan ketemu sama pelangganan nya,jadi lupa waktu deh*


*syakila sama siapa*


tanya nya pada hany


*sama hany bu*


*oo sama kamu han.ibu kira sama arini.kok tumben tumben nya arini pergi lama gak bawa kila..*


terdengar nada khawatir dari suara bu taty.


*ya udah han,biar ibu nyuruh bapak nyariin arini ke depan,mana tau memang lagi lupa waktu*


ucap nya dan meminta izin untuk meng akhiri panggilan.


setelah panggilan nya dengan bu taty berakhir


hany memutuskan menghubungi ibra dan menanyakan hal yang sama kepada nya.tentu saja hal itu membuat ibra menjadi cemas.


tidak biasa nya arini pergi dengan waktu yang lama tanpa di dampingi salah satu dari mereka,dan terlebih lagi dia tidak mengatakan mau pergi kemana selain ke depan.


*kok baru ngabarin sekarang han*


tanya ibra dengan inotasi suara yang di buat buat setenang mungkin.

__ADS_1


hany tau sebenarnya ibra sangat panik saat ini.namun dia tetap berusaha terlihat tenang,agar semua nya tidak menjadi kacau.


*maaf mas,tadinya aku pikir arini singgah ke rumah bu taty,makanya aku gak ngabarin mas ibra*


jawab hany dengan suara bergetar menahan tangis.dia sangat takut terjadi sesuatu kepada sahabat baik nya itu.


*ya sudah..mas kesana sekarang.syakila gak rewel kan han*


*gak mas,cuman ya..dia udah nanyain mama nya dari tadi,katanya kok mama gak pulang pulang*


jawabnya setengah berbisik,dia takut syakila mendengar pembicaraan dengan ibra tentang mama nya.


*titip syakila ya han*


*mas tenang aja,syakila aman sama aku*


sebelum meng akhiri panggilan nya.ibra mengucapkan banyak terimakasih pada hany karena selalu ada untuk orang orang yang di sayangi nya


baru saja hany hendak menyimpan ponselnya,tiba tiba saja syakila sudah ada di depan nya sambil menatap nya.


"aunty ngomong sama ayah ya"


tanya nya dengan ekpresi yang selalu menggemaskan.pipi gembul nya selalu menjadi tempat pavorit hany.


"i..iya sayang,kila kok tiba tiba nongol sih,aunty kan jadi kaget"


"m..mm..mungkin mama lagi ngobrol sama teman nya kila cantik,kita main lagi yok biar kilanya gak bosan"


ucap hany mencoba mengalihkan perhatian syakila yang mulai mencari cari sang mama.


hany terlihat begitu gelisah.meski dia berusaha menutupi nya agar sang peri kecil tidak menanyai keberadaan ibunya,namun raut wajah nya tetap saja menggambar kan ke khawatiran.


"asalamualaikum"


terdengar seseorang mengucap salam,syakila langsung berdiri dang berlari karena mengenali suara itu.


"aya...h datang"


sorak nya dengan riang. syakila menyuruh hany segera membuka pintu agar ayahnya bisa segera masuk.


"waalaikum salam"


jawab hany dan syakila bersamaan setelah pintu terbuka lebar.


"hore ayah datang..,ayah kemana aja"


tanya nya dengan suara yang masih terdengar belum terlalu jelas,namun sudah bisa di mengerti.

__ADS_1


"ayah kan kerja cari duit sayang,biar bisa ngajak kila sama mama tinggal sama ayah.jadi kita gak pisah pisah rumah lagi deh"


jawab ibra sambil mengelus rambut putrinya yang hitam dan halus.


syakila mengangguk mengerti.dia berceloteh ria dan bercerita banyak hal pada ibra.dia juga bercerita jika mama nya pergi sedari pagi dan belum juga pulang hingga sampai saat ini.


hany hanya diam dan mencoba menahan air mata nya agar tidak mengalir.dia benar benar takut terjadi hal yang buruk pada sahabatnya itu.ibra memberi kode dengan gelengan kepala kepada hany,agar tidak terlalu memperlihat kan kesedihan nya pada syakila.


tidak lama kemudian,terdengar derap langkah kaki yang datang dengan tergesa memasuki halaman rumah arini.


keduanya sudah bisa menebak jika yang datang adalah bu taty.


dan benar saja,bu taty muncul dengan nafas terengah-engah dan wajah gelisah.setelah mengucap kan salam,dia langsung masuk dan duduk bersama ibra dan hany.


hany menahan agar bu taty tidak langsung membahas arini di depan syakila.bu taty hanya mengangguk sebagi tanda setuju dengan apa yang di katakan oleh hany.


"kila sayang,tolong ambilkan air minum untuk ayah sama nenek muda boleh?"


"kila mau sama ayah aunty...,kila rindu ayah"


jawabnya sambil meng eratkan pelukan nya pada ibra.


"tapi ayah haus sayang.ayah mau kila yang ambilin minum buat ayah"


sahut ibra dengan wajah berpura pura sedih agar syakila mau pergi meninggalkan mereka meski sebentar dan memberi ruang bagi ketiga nya untuk membahas masalah arini.


"tapi ayah janji dulu sama kila,kalau ayah gak pergi"


"iya sayang.ayah janji"


setelah ibra mengucapkan janji nya dan mengatakan tidak akan pergi di saat syakila masih berada di belakang,barulah syakila beranjak dari pangkuan sang ayah.


di saat itu lah ketiga nya membahas tentang arini,hany kembali menceritakan awal kepergian sang sahabat yang pamit hendak ke depan dan tidak ada kabar hingga sampai saat ini.sementara bu taty juga bercerita jika suami nya sudah mencari keliling komplek dan ke jalan besar namun tetap tidak menemukan arini.


dan sampai saat ini suami bu taty masih berkeliling mencari keberadaan arini.ibra dan hany terlihat sangat khawatir,raut wajah keduanya mulai berubah pucat menahan rasa yang tidak menentu.


ibra langsung menghubungi riski agar mengajak baril ikut bersama nya ke rumah arini.riski yang sedari awal sudah mengerti apa yang terjadi dari hany,langsung bergegas menuruti perintah sang bos.


sesampai nya di rumah arini.mereka sepakat untuk berpencar dan melakukan pencarian.sementara hany di suruh oleh ibra agar menjaga syakila saja,awalnya hany menolak dan bersikeras ingin ikut mencari.namun riski mencoba memberi pengertian,jika syakila hanya akan tenang jika bersama dirinya.


akhirnya hany mengalah,karena apa yang di katakan oleh riski ada benarnya.syakila tidak akan tenang jika di tinggal bersama orang lain.


maka di mulai lah pencarian arini,mereka mengawalinya dari tempat yang ingin di datangi oleh arini.namun karyawan toko yang ingin di datangi arini mengatakan jika mereka belum melihat arini hari ini.


ibra bersikeras dan meminta agar pihak toko memutar cctv yang ada,untuk memastikan apakah arini benar benar tidak memasuki toko itu atau hanya sekedar lewat.awalnya pihak toko menolak.namun setelah si pemilik toko mengenali bu taty ada di antara mereka.maka akhirnya dia bersedia memutar semua bagian cctv untuk memenuhi keinginan ibra.


***

__ADS_1


__ADS_2