Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#kejutan untuk ibra


__ADS_3

riski tengah istrahat ketika ponselnya berdering tanpa henti.


dengan malas riski beranjak dan meraih ponselnya.


namun wajah nya langsung sumringah melihat nama yang tertera di layar ponsel.


dengan tersenyum lebar dia menerima panggilan dari kekasih hati yang baru beberapa bulan meluluh kan hati nya yang batu.


karena riski bukan tipe laki laki yang mudah menyukai atau mengagumi perempuan,namun setelah dia bertemu hany,tiba tiba saja dia di kalah kan otaknya yang selalu memikirkan gadis itu.


*halo..*


ucap keduanya secara bersamaan.


*lagi dimana ki... sibuk gak*


tanya hani yang memberikan panggilan sayang kiki kepada sang pacar.


*di bengkel han,kalau buat kamu aku gak pernah sibuk*


*selalu ada waktu,meski aku tengah berperang*


gombal riski kepada hany.hany hanya cekikan di ujung sambungan.


*serius dong ki.. aku butuh bantuan soalnya*


*iya sayang,aku serius.jangan kan bantuan,kamu minta aku melamar mu sekarang aja,aku ikhlas*


ucap nya sambil cengengesan.


baril yang mendengar riski merayu sang kekasih hanya geleng geleng sambil tersenyum.


*gak ah,aku belum mau nikah*


jawab hany.


*ya udah gak usah nikah.kita tinggal serumah aja dulu,yang lain nyusul*


*eee mau nya..*


*ya iya lah mau sayangku..siapa juga yang gak mau.. coba*


*apalagi kalau ada kiki junior yang berlarian kesana kemari pasti menyenangkan*


*huuu mimpi*


terdengar suara arini menyahuti gombalannya.


*yang kamu besarin volume nya ya*


tanya nya dengan malu malu,karena ketauan oleh arini.


*iya,makanya kalau ngomong itu di saring,kan jadi malu*


*hehehe kan becanda lo sayang*


*kalau udah malu aja,baru bilang becanda ,huuu gak.gantelman*


terdengar lagi suara arini menyahuti perkataan riski.


di iringi suara cekikan keduanya.

__ADS_1


riski menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal.


wanita memang mahluk aneh,bisa bisa nya mereka berbagi segala hal.ucap riski dalam hati.


*gimana ki..bisa bantu gak sih*


terdengar lagi suara hany dari ujung sambungan.


*bisa dong sayang,kekasih mu ini selalu bisa dalam segala hal*ujar nya angkuh.


dengan tanpa basi basi lagi,hany menjelaskan kalau kejutan mereka di majukan


jadwalnya menjadi hari ini.dan hany butuh bantuan riski dan baril untuk mengerjai ibra.


tentu saja riski dengan senang hati melakukakan nya.baginya mengerjai mas bos nya adalah suatu berkah.


*oke sayang.pokoknya masalah mas bos serah kan sama kekasih mu ini*


*anggap saja sudah aman terlaksana*


ujar riski meyakin kan hany.


setelah mereka selesai membahas bagaimana dan apa saja yang harus di lakukan,hany memutus sambungan telfon karena mendengar suara ibra memanggil riski.


riski mengajak baril berbincang secara serius.


mereka berdua berbagi tugas secara merata,karena kesempatan bagus ini tidak akan mereka dapatkan berulang kali.


riski menyuruh baril,agar menghubungi wina sang kekasih.


ya...wina.akhirnya baril dan wina jadian setelah melalui proses yang panjang.


wina yang akhirnya tau diri,bahwa dirinya tidak akan mendapatkan ibra,memilih ikhlas dan mencoba membuka hati untuk yang lain.


awalnya wina mengabaikan baril yang datang memberi perhatian dan kasih sayang.namun seiring berjalan nya waktu,wina berusaha mencoba menerima ketulusan baril.


awalnya wina memang tidak merasakan perasaan apapun kepada baril,tapi setelah baril selalu memberikan kasih sayang dan perhatian yang tulus,membuat wina luluh juga.


dia akhirnya menerima baril,dan mengatakan untuk menjalani nya saja dulu.dan menyuruh baril agar tidak terlalu berharap banyak padanya.meski keadaan sebenarnya wina sudah mulai menaruh harapan kepada baril.


baril hanya tersenyum meng iyakan apa saja yang wina katakan.


riski sempat meragukan wina.dan menaruh kecurigaan padanya.riski mengira wina hanya akan memanfaatkan teman nya saja.untuk menganggu ibra lagi,tapi baril membela wina dan mengatakan,bahwa dia lah yang akan menjadi jaminan agar wina bisa di percaya.


"ril...kamu ajak wina kesini.terus kita tinggalin mereka.berdua ajaa,saat mba arini dan hany datang,saat itu lah kita muncul"


"mba arini akan pura pura marah dan pergi lagi bersama hany.nah...tugas kita disitu,kita harus memanas manasi dan mengatakan kalau mba arini gak suka sama mas bos"


"tapi apa gak kasihan mas bos nya ris.."


baril menyela perkataan riski yang tengah menjelaskan.


"aduh ini si kutu beras,.itu gak ada apa apa nya sama kebahagiaan yang bakalan di dapatkan sama mas bos"


"lagian coba pikirkan dengan bijak dan seksama ril.kapan lagi kita bisa menyiksa mas bos kalau gak sekarang,kalau besok besok mah,bisa bisa kita yang kena pecat"


ujar riski kepada baril.


baril akhirnya setuju setelah riski menjelaskan dengan panjang lebar.dia juga meng iyakan ucaoan riski yang mengatakan kapan lagi mereka bisa menyiksa sang bos.


setelah semua rencana di bahas dengan baik.baril langsung menghubungi wina dan menjelaskan kepadanya tentang rencana mereka.

__ADS_1


wina juga setuju dan berjanji akan membantu sebisanya untuk melancarkan misi kali ini.


"hay..lagi pada ngapain"


ucap wina yang baru saja ingin melancar misi


"hay juga win,lagi nyantai aja sih"


jawab baril dan riski bersamaan.


ibra yang mendengar kedua nya kompak langsung melihat ke arah mereka dengan tatapan heran.


wina duduk di samping baril dan bercerita tentang warung nya yang semakin rame.


sementara ibra hanya diam dan mendengar kan,dia terlihat tengah gelisah karena arini tidak membalas pesan atau menerima panggilan nya.


setelah di rasa cukup lama,akhirnya riski dan baril menghilang satu persatu dengan alasan ingin membeli seuatu.hingga tinggal lah wina dan ibra dengan kesunyian.


"mas ibra udah makan"


tanya wina.


"udah win"


jawab ibra seadanya.


"kok wajah mas ibra kayak lagi ada masalah gitu"


"gak kok win,perasaan kamu aja kali"


"gak ah mas..aku kenal mas ibra udah lama,jadi aku pasti tau lah.kalau mas ibra lagi ada masalah"


ucapnya mulai beraksi.


wina bergeser agak mendekat ke arah ibra.membuat ibra merasa sedikit tidak nyaman,dengan cekeatan jari jarinya menghubungi nomor riski dan baril yang tidak kunjung muncul.


wina terus saja menatap ibra dan mencecar nya dengan banyak pertanyaaan.di saat itulah arini dan hany muncul dengan tiba tiba.wina yang melihat kedatangan arini pura pura kaget dan langsung berpindah sedikit menjauh.


"a..a arini...,kami kok tumben kesini,kamu tau dari mana bengkel aku rin"


tanya ibra dengan gugup karena terkejut dengan kedatangan arini.


arini hanya menatap ibra dengan tatapan yang sulit di artikan.dengan menghela nafas arini mengajak hany berlalu pergi.


tentu saja ibra langsung bergerak menghalangi.namun arini menyuruh nya agar menyingkir,ibra bertanya kenapa arini marah setelah datang dengan tiba tiba.


"kamu bilang cuma aku di hatimu mas,kamu yakinkan aku sampai segitunya,hingga aku benar benar percaya"


"tapi...ini apa mas,untung saja tuhan menggerakkan kaki ku kesini,kalau tidak...mungkin selama nya kamu akan terus berpura pura"


ucap arini dengan raut wajah pura pura terluka.ekting arini patut di acungi jempol,sampai sampai hany dan wina kagum dan ikut terbawa suasana.


"rin..ini gak seperti yang kamu bayangkan..wina itu pacar nya baril,dia datang buat nemuin baril,baril nya barusan pergi buat beli sesuatu"


"halah...sudah lah mas,gak usah memfitnah karyawan mu untuk membela diri,aku gak baik baik saja kok,tidak ada yang perlu di khawatir kan"


ucapnya sambil berlalu.


saat itulah riski dan baril datang,mereka berpura pura heran melihat arini dan hany pergi.


riski memanggil hany dan bertanya mereka mau kemana,hany memarahi riski dan mengatakan dia dan bos nya sama sama pembohong.

__ADS_1


....


__ADS_2