Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#wina cemburu


__ADS_3

ibra akhirnya meng iyakan apa yang dikatakan oleh riski,karena sebenarnya dirinya pun begitu rindu.


berbeda dengan ibra,wina terlihat begitu sangat penasaran apa sebenarnya maksud dari pembicaraan mereka.


"ris.. siapa sih yang kalian bahas?".


wina bertanya setelah ibra berlalu untuk istrahat ke kamar.


"yang mana?".


riski pura pura tidak faham maksud wina.


"yang tadi.. yang kamu bilang si gembul gembul itu".


"ooo.. itu..., putrinya mas bos lah,emang siapa lagi yang bakalan manggil ayah kalau bukan anak nya".


ucap riski santai.


"maksud kamu gimana sih,aku gak faham!!".


wina mulai kesal,dia merasa riski mempermain kan dirinya.


"masa gitu aja kamu gak faham?!".


"mas bos punya anak.anak nya manggil dia ayah,lalu bagian mana sih kamu yang gak faham".


riski ikut kesal karena wina membentak nya,bukan siapa siapa malah seenak nya main bentak,batin riski.


"ma..maksud kamu mas ibra udah punya anak?".


"iya...wina.. masih belum faham juga??".


"gak mungkin..!! pasti kamu cuman mau manas manasin aku aja kan?".


"ngapain juga aku manas manasin kamu?!".


"emangnya kamu siapa untuk aku panas panasin!".


"kita hanya tetangga win,kamu baik sama kami, makanya kami disini juga baik sama kamu".


"jadi gak ada alasan buat aku untuk manas manasin kamu".


riski memperjelas siapa wina agar dia merasa sadar diri dan tidak menaruh harapan pada sang bos.


sepertinya riski benar benar kurang suka terhadap wina.


wina yang diliputi rasa kesal dan cemburu berlalu dengan menghentak kan kaki nya di depan riski dan baril.


"apa kamu gak keterlaluan ris?".


baril bertanya pada riski setelah kepergian wina,hati nya sedikit iba melihat wina yang seperti tidak terima dengan ucapan teman nya itu.


"gak lah ril,biar dia tau kalau mas bos udah punya calon,dan gak menaruh harapan lagi".


"lagian bukan nya kamu suka sama dia,jadi kamu ada kesempatan buat pedekate".


"s..siapa bilang aku sama wina ris,kamu ini ada ada saja".


baril membantah dengan tersipu malu dan gugup.


"ril...kita sama sama laki laki,tatapan mu pada wina orang bego juga tau kalau kamu suka".


"gak usah malu malu sama aku ril,selloww aja".

__ADS_1


"khemmm...jujur ris,aku memang suka sama wina dari awal kerja disini".


"tapi kayak nya dia suka sama mas bos,mana mungkin aku saingan sama mas bos ris".


"ya ampun baril... kamu kan tau kalau mas bos punya anak dan calon istri".


"lagian mana mungkin mas bos suka sama wina".


"mba arini itu sesempurna itu di mata mas bos ril..,gak akan ada yang bisa merubah rasa di hatinya. ya.. kecuali allah sih pastinya".


"mba rini cantik ya ris??".


baril jadi penasaran terhadap sang pujaan bosnya.


"wehhh.... bukan cantik lagi ril,cantik banget malah..".


"mata nya indah ril,aku yakin pasti matanya yang membuat mas bos gak bisa tidur".


" cantikk banget pkoknya mah".


riski seakan akan kehabisan kata mendiskripsi kan sosok arini di mata nya.


"aku kok jadi penasaran ya ris,sama mba rini".


"tenang ril.. kalau mas bos udah nentuin tanggal jadinya ,kita paksa mas bos bawa mba rini kesini".


"anak nya juga lucu ril,gembul banget,pintar lagi".


setelah waktu istirahat habis,mereka kembali melanjutkan pekerjaan yang tertunda tanpa membangun kan si mas bos .


~


sementara itu di kediaman wina,dia tengah uring uringan setelah mendengar cerita riski.


dirinya begitu kesal bercampur penasaran siapa wanita yang di maksud oleh riski.sepengetahuan nya selama ini ibra tidak pernah terlihat membawa perempuan,apalagi istri atau anak.


"aku yang selama ini nyiapin makanan mas ibra!".


"aku juga yang selama ini ngasih perhatian sama mas ibra!".


"gak ada yang boleh merebut mas ibra..!!".


wina bicara sendiri di dalam kamar,terlihat raut wajahnya memerah karena menahan rasa kesal.


wina mencari informasi dari akun sosial media ibra tapi nihil.


akhirnya wina memutuskan untuk bertanya lagi pada riski,meski dia tak begitu menyukai nya.


*kalau gak terpaksa,aku gak bakalan mau ngomong baik baik sama kamu*


*udah jelek banyak gaya lagi*


gumam wina sambil sibuk mencari nomor ponsel riski.


dua kali panggilan namun riski belum juga menerima panggilan darinya.tapi wina tidak semudah dan secepat itu untuk menyerah,dia kembali menghubungi riski nya.


entah sudah panggilan ke berapa barulah terdengar sahutan .


*halo..ris?".


*khmmm..kenapa sih win,kamu gak tau aku lagi kerja?".


riski menyahut dengan kesal.

__ADS_1


"iya maaf,aku cuman mau nanya aja sama kamu".


"nanya apaan sih sampai seheboh ini?".


"emang gak bisa besok,atau nanti gituu??!".


"hehehe maaf ris,tau sendiri kan kalau aku udah penasaran kalau gimana".


"emang kamu mau nanya apa sih win?".


"mmmm...itu ris".


"itu apa?! kalau gak penting aku matiin ya,lagi sibuk soalnya..!".


"aku mau nanya soal anak yang kamu bilang tadi".


"anak yang mana?".


"bisa gak sih to the poin aja".


suara riski mulai terdengar tidak ramah.


"anak yang kamu bilang anak nya mas ibra".


"kenapa emang?".


"gak ada ris,cuman penasaran aja".


"iya.. mas bos udah punya anak,istrinya juga cantik".


"tapi kok selama ini mas ibra gak pernah bawa anak nya ke bengkel,sama istrinya juga,gak pernah di publis".


" sepengetahuan aku, mas ibra selalu tidur di bengkel sendirian...kamu bohong ya??!".


"ngapain aku bohong sama kamu wina...gak ada untung nya juga buat aku".


"itu kan sepengetahuan kamu..ya gak mungkin juga dong mas bos harus laporan dulu sama kamu kalau dia mau ketemu atau tidur sama istrinya".


"kalau soal istrinya gak pernah di publis,mas bos itu sangat mencintai istrinya,dia takut banyak yang suka sama istrinya".


"udah ya win..aku masih sibuk lagi rame soalnya".


"lagian kamu gak usah musingin mas bos win..,tuh si baril aja perhatiin,dia suka sama kamu dari dulu".


"apaan sih gak jelas banget".


ucap wina kesal .


riski terkekeh di ujung panggilan. dan tanpa aba aba langsung memutuskan sambungan telfon sepihak,wina yang sudah kesal makin kesal pada riski.


wina membanting ponselnya ke kasur dan menyumpahi riski dengan segala sumpah serapah.


bak setali dengan riski,wina juga ternyata tidak begitu menyukai riski.


*aku harus tau siapa perempuan yang di maksud riski*.


*dia gak punya hak sama mas ibra*.


*cuman aku yang selalu ada buat mas ibra dalam segala hal*.


*pokoknya siapapun gak pantas buat mas ibra,selain aku*


bak orang g*la wina bergumam dan bicara sendiri,

__ADS_1


sepertinya dia benar benar menggilai ibra.


~••~


__ADS_2