Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#kepanikan(2)


__ADS_3

kamu di mana rin,huhu.tangis bu taty pecah ketika hari sudah hampir menjelang malam namun mereka masih tidak menemukan keberadaan arini.


bahkan setitik pertanda pun tidak mereka dapatkan.


wajah lelah bercampur panik,tergambar jelas dari raut wajah mereka.


ibra hanya diam, tak sekalipun dia bersuara selama pencarian kecuali saat bertanya pada orang orang yang di temui nya.


baril dan riski pun terlihat sangat khawatir terhadap ibra.


mereka menawarkan air agar sang bos membasahi kerongkongan nya meski hanya setitik.namun hanya di sambut gelengan oleh ibra.


getaran ponsel bu taty memecah kebisuan.


dengan segera bu taty memeriksa ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi.


*dimana bu,apa sudah dapat info tentang arini"


terdengar suara cemas suami bu taty menanyai.


*belum pak,kata orang orang disini,mereka belum ada yang melihat arini pak*


suara bu taty bergetar,dia berusaha menahan tangisannya agar tidak kembali pecah dan membuat ibra semakin khawatir.


*bapak juga belum dapat info apa apa bu,apa gak sebaiknya kita lapor polisi saja*


*kita harus bertanya sama nak ibra dulu pak,ya sudah ya pak.sebentar lagi ibu pulang*


panggilan pun berakhir.hening kembali menguasai keadaan.mereka terdiam dengan fikiran masing masing.


melihat tidak ada satupun yang berniat memulai pembicaraan,akhirnya riski memberanikan diri membuka suara.


"mas bos,apa tidak sebaiknya kita pulang dulu,untuk sekedar melepas lelah dan mengisi tenaga.sudah sedari pagi mas bos tidak makan dan minum,saya takut mas bos kenapa napa"


"saya tidak lelah ris,jika kalian ingin istirahat pergilah ke rumah arini.katakan pada hany agar menjaga putri ku dengan baik"


jawab ibra dengan tatapan nanar,semua orang tau saat ini kondisi nya tidak baik baik saja.namun dia tetap bersikeras ingin terus mencari arini.


segala macam rayuan dan bujukan di lakukan oleh baril dan riski.namun tetap saja ibra teguh dengan niat nya ingin tetap melanjutkan pencarian,meski seorang diri.


"nak ibra...ibu tau nak ibra sangat meng khawatir kan arini.


sama nak,ibu juga sama seperti kamu.tapi jika kamu tetap bersikeras untuk tidak makan dan tidak minum, lantas apa yang akan ibu katakan pada si kecil yang lucu itu,jika dia tau ayah nya kenapa napa nantinya"


"apakah nak ibra tega memberikan beban yang begitu berat untuk ibu tanggung sendiri"


ucap bu taty dengan air mata yang mulai membanjiri pipi nya.


ibra menatap bu taty dengan air mata yang tertahan.sungguh rasa yang menyesakkan di dalam rongga dadanya tidak bisa ia jelaskan dengan kata kata.


baru saja kebahagiaan singgah dalam hidupnya karena arini menerima lamaran darinya setelah sekian lama.namun kesedihan kembali datang tanpa aba aba.


"tidak apa apa nak...menangis lah,jangan di tahan.biarkan air mata mu luruh bersama rasa cemas itu.dan semoga setelah nya,arini kita segera kembali pulang"

__ADS_1


setelah mendengar kata kata bu taty,air mata ibra pun tumpah tak berjeda.tubuh nya berguncang meski tanpa suara.berlahan lahan bu taty meraih tubuh itu dan memeluknya.


riski dan baril mengalihkan pandangan agar tidak ikut menangis menyaksikan sang bos nya yang begitu terluka.


mereka tidak menyangka,sosok ibra pratama yang mereka kenal ternyata begitu terpukul.


"sekarang kita harus pulang menemui hany,ibu yakin dia sama cemas nya dengan kita.terlebih tidak ada satupun yang memberi kabar apapun padanya"


ibra pun akhirnya setuju untuk pulang dan membahas langkah apa yang seharusnya mereka lakukan.


"asalamualaikum"


ucap riski ketika sudah sampai di rumah arini.


"waalaikum salam"


langsung terdengar jawaban hany yang segera membuka pintu,seperti nya dia memang berdiri di dekat pintu menunggu kepulangan mereka.


hany celingak-celinguk mencari sesuatu di belakang mereka yang baru datang. bahkan dia berjalan beberapa langkah ke halaman untuk memeriksa apakah yang dia cari ada disana.


"arini nya mana"


akhirnya keluar satu pertanyaan yang sedari tadi dia tahan.


"han..kita masuk dulu yuk,bicara nya di dalam aja"


ajak bu taty sambil menuntun hany agar memasuki rumah.


"masuk dulu han.kita ngobrolnya di dalam aja ya"


bujuk riski sebelum hany melanjutkan kata kata nya.


hany mengangguk dan menuruti tuntunan tangan bu taty yang membawanya masuk ke dalam rumah.


bu taty langsung menyuguhkan air agar mereka semua merasa sedikit lebih tenang,dan bisa membahas langkah apa yang akan di ambil setelah ini.


syakila yang mendengar suara ramai di ruang depan,langsung bergegas keluar dari kamar.dia langsung menghampiri ibra yang terlihat lesu.


"hore..ayah datang lagi,kila senang deh kalau ayah selalu kesini"


ucapnya dengan riang.


"tapi.. mama kok belum pulang ya yah..,mama juga pasti senang ayah disini"


sambung nya lagi,namun mata nya seperti mencari sesuatu.


tangis hany hampir saja pecah di hadapan sang keponakan.jika saja riski tidak langsung memeluk nya.dan membujuk agar hany tidak menangis di depan syakila.


hany membenamkan wajah nya di dada bidang sang kekasih sembari terisak pelan.


sementara bu taty hanya bisa mengalihkan pandangan nya agar air mata tidak lagi mengalir di pipinya.dia takut syakila akan rewel dan bertanya banyak hal jika sampai melihat mereka menangis.


"mama lagi ada kerjaan sayang,makanya ayah kesini buat ngasih tau kila biar gak nyariin mama"

__ADS_1


ibra terpaksa berbohong kepada sang putri.


"mama kerja buat kila kan yah"


"iya sayang.mama sama ayah kan kerja buat kila,biar kila bisa beli apa aja yang kila mau"


"iya ayah..kila ngerti kok,tapi kila gak mau beli apa apa yah,kila cuman mau ayah sama bunda bobok sama kila kalau malam malam"


ucap nya dengan polos.


bu taty tak lagi bisa menahan air mata nya mendengar ucapan sang cucu angkat,dia menangis tanpa suara sambil menundukkan kepala nya.


"iya sayang,sabar ya...kalau urusan ayah sama mama udah selesai pasti ayah sama mama bakal bobok sama kila"


janji ibra dengan sungguh sungguh.meski jauh dalam hatinya saat ini tengah menangis.


"nenek muda ada,aunty ada,oom iki sama oom baril juga ada,tinggal mama aja yang gak ada yah"


ucapnya lagi sambil menunjuk dan menghitung semua orang yang ada bersama nya.


"iya sayang,karena mama lagi gak dirumah,makanya om iki sama om baril datang kesini buat nemenin kila"


jawab riski dengan cepat sebelum syakila bertanya lebih banyak lagi.


"oom iki mau belikan kila es ya"


tanya nya dengan tersenyum lebar sambil memamerkan deretan gigi nya yang lucu.


"kila mau es cream ya..?,yuk sama om baril aja.om iki lagi sakit perut,iyakan om"


sambung baril dengan memberi kode kepada riski agar mengiyakan ucapan nya.


seperti nya baril ingin memberi ruang agar mereka bisa membahas masalah arini tanpa di ketahui oleh syakila.


"emang boleh ya aunty kalau kila makan es malam malam"


tanya nya kepada hany.


hany yang sudah mulai tenang mengangguk kan kepala nya sebagai tanda meng iyakan pertanyaan syakila.


sorak bahagia terucap dari mulut mungil nya.dia langsung mengajak baril untuk segera pergi membeli es cream kesukaan nya.tidak lupa dia juga menanyai semua orang apa yang harus di beli nya untuk mereka.


setelah baril pergi membawa syakila.mereka kedatangan suami bu taty yang ternyata baru saja pulang dari komplek sebelah mencari arini.namun dia juga tidak mendapatkan petunjuk atau informasi apapun.


ibra mulai membuka suara dan mengatakan akan menyebar kenalan nya di beberapa tempat,namun jika sampai besok sore arini tidak di temukan atau mereka masih tidak mendapatkan kabar apapun. maka hany dan riski harus segera membuat laporan ke kantor polisi.


sementara bu taty dan suami mendapat tugas untuk mencari di sekitar tempat tinggal mereka dan menjaga syakila ketika hany pergi dengan riski.


sementara baril,dia akan ikut dengan ibra mencari di tempat lain.


semua orang setuju dengan usulan ibra.mereka terlihat sangat gelisah menunggu hari esok.dalam hati mereka berharap semoga arini segera di temukan dengan keadaan sehat tanpa kurang satu apapun.


***

__ADS_1


__ADS_2