Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#author (kerinduan ibra)


__ADS_3

gerimis tengah melanda bumi jatuh dengan begitu anggun menyirami ,membuat kerinduan di hati semakin menggebu,oh tuhan berapa lama lagi rasa harus tersimpan,tidak boleh kah insan yang rapuh ini melepas rindu,meski tau itu satu dosa, tapi tetap saja aku tak berdaya menghalau ia dari fikiran ku..


ibra termenung menatapi tetesan kristal bening yang berjatuhan dia melihat bayangan arini di antara celah hujan ,panggilan sang karyawan sekaligus orang yang sudah di anggap saudara itu tak terdengar olehnya,entah sudah kali keberapa riski memanggil manggil nama nya.


dia terlalu fokus berkhayal tentang arini dan kerinduannya, hati dan fikiran nya bertanya tanya mengapa tak sekalipun arini membalas kabar atau menghubungi setelah sekian banyak pesan yang dia kirim.


atau mungkin kah arini kini telah kembali baik baik saja dengan suami nya dan melupakan aku?,ah aku bisa gila bila terlalu lama memikirkan dia .


lebih baik besok aku pasti kan apa yang terjadi agar aku tidak terlalu penasaran.


batin nya


hingga tepukan di bahunya membuyarkan angan .menyadarkan dan membawa dirinya kembali pada kenyataan.


"astagfirullah".


"iya astagfirullah mas bos".


sontak saja sang pelaku utama tertawa terbahak bahak melihat bos nya begitu shock dengan tepukan nya.


" ini saya riski mas bos,mas bos lagi kenapa sih? dari tadi di panggilin gak dengar,mas bos lagi ada masalah ya?".

__ADS_1


"apa wajah tampan saya menyiratkan saya ada masalah?!!".


tanya nya pada riski


"gak mas bos,gak salah lagi maksud saya" .


"dasar keong lumpur,gak ada sopan sopan nya sma bos nya".


"hahaha,maaf mas bos,bukan maksud hati gak sopan,rilex mas bos,santaiiij biar gak tegang ".


seloroh riski yang di sambut dengan gelengan kepala oleh ibra


"mas bos yakin gak tegang?".


"hujan lo mas bos,mana dingin juga,mas bos yakin".


ibra yang mulai faham arah kemana pembicaraan riski langsung menoyor kepala nya.


"lah mas bos kok marah,emang saya bilang apa?".


"itu kamu bilang apa tadi".

__ADS_1


"saya bilang yakin mas bos gak tegang,soalnya kan mas bos melamun aja dari tadi,mana tau mas bos kebanyakan beban fikiran membuat urat urat saraf mas bos tegang".


"atau jangan jangan isi kepala mas bos memang lagi mikirin sesuatu selain yang saya sebutkan tadi?".


"ahh sudahlah.. pergi sana,kamu yang membuat saraf saya tegang!!".


"bisa bisa esmosi saya lama lama dekat sama kamu".


"emosi bos,emosiii...bukan esmosi".


"tuh kan ketularan bego saya gara gara kamu".


"alah.. mas bos bisa aja,bego ya bego aja mas bos jangan nyalahin bego saya dong,kasihan dia gak salah tapi di bawa bawa".


ibra yang mendengar perkataan riski tertawa cekikan,dalam hatinya berkata betapa beruntung nya dia memiliki seorang teman seperti riski.


"mas bos lagi galau ya?"


ibra menatap riski,kemudian menarik nafas panjang,entah lah apa aku harus berbagi cerita dan meminta solusi,atau hanya memendam saja masalahku dan menemui arini,batinnya.


melihat sang bos kembali diam,riski kembali terkekeh,dia yakin saat ini mas bos nya tengah jatuh cinta,entah siapa gadis beruntung yang di cintai oleh bos nya itu.

__ADS_1


__ADS_2