Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#nasip atau takdir?!


__ADS_3

kehidupan adalah misteri,tak satupun insan yang tau apa yang terjadi kemudian hari,begitu pun ibra.


meski dirinya meyibukkan diri agar ingatan nya tak selalu tentang arini,nyata nya tak sepenuh nya berhasil,selalu ada ruang di fikiran nya yang tiba tiba saja memuncul kan wajah manis nan begitu di rindukan itu


riski sang karyawan sekaligus teman pun tau kalau bos nya itu masih merindui sang wanita pujaan.


ketika bengkel tengah sepi riski memberanikan diri menghampiri sang bos untuk menyemangati.


"mas bos gak capek?".


"ya.. capek lah kamu kira saya robot??!!!!".


"kalau capek istirahat dulu mas bos,jangan terlalu di paksa".


"iya keong,ini kan lagi istirahat,emang kamu lihat saya lagi ngapain? salto???!!".


"hidup ini hanya sebentar mas bos,jangan di sia sia kan hanya untuk menyiksa diri".


"saya tau mas bos orang hebat,tapi tetap saja kita sebagai manusia butuh jeda".


"hei keong lumpur..,ini saya lagi menjeda,saya lagi rehat".


"itu hanya tampak dari luar mas bos,kenyataan nya mas bos hanya berusaha mengalihkan tanpa berniat menjeda dan ber istirahat".


"mengejar apa yang tidak di takdir kan menjadi milik kita hanyalah suatu kebodohan".


*plukkkk*.


sebuah tutup botol melayang dengan kecepatan di atas rata rata menuju kepala sang pemberi motivasi itu,target yang mendapat serangan tiba tiba hanya bisa mengaduh tanpa bisa mengelak.

__ADS_1


"kamu ngatain saya bodoh?!!!".


"saya tidak mengejar yang bukan milik saya,saya hanya lagi berusaha mencari rupiah untuk membayar gaji kamu dan biaya untuk membeli minyak rambut saya".


"apakah kamu mau gaji kamu tidak saya bayar?".


"kalau demikian,maka baik lah.saya hanya akan menatapi kamu bekerja mati matian tanpa saya bantu".


"bukan seperti itu maksud saya mas bos,ini bukan tentang materi.ini tentang hati”.


"ada apa dengan hati?".


"mas bos terlalu berlarut larut dalam permainan hidup,biarkan saja,apa apa yang seharusnya pergi,maka pergi lah".


"kamu mau pergi??!!"


pembicaraan keduanya semakin tidak jelas dengan memakai bahasa setengah baku.


"lantas siapa yang kamu maksud keong!!'.


"ah..si mas bos mah,memang parah".


"saya kenapa lagi keong,saya tidak sakit,lantas kenapa kamu mengatakan saya parah?".


"sudah lah mas bos,saya mau to the poin aja".


"jangan menyiksa diri denga memikirkan hal hal yang bukan di takdir kan tuk mas bos".


"buat lah kebahagiaan sendiri,masih banyak perempuan yang mau sama mas bos".

__ADS_1


"mas bos berhak bahagia di umur segini".


"oooo jadi cerita nya kamu mau menasehati saya?!".


"oh tentu tidak mas bos,saya hanya menyampai kan apa yang menurut saya benar".


kedua nya terdiam,lalu saling pandang dan akhir ya kedua nya tertawa cekikan.


setelah lelah menertawai keadaan, keduanya kembali terdiam.


"saya tidak bisa menghilangkan dia dari fikiran saya ris".


"peran nya begitu penting di kepala saya,sehingga saya tidak bisa begitu saja menghapus nya".


"kenapa tidak di datangi dan di pastikan mas bos?".


"biar semua jelas meski sakit,agar isi kepala mas bos bisa loading dengan baik sesudah nya".


"saya takut ris".


"takut saya tidak bisa mngontrol kerinduan dan pada akhirnya hanya akan merusak lagi".


"saya akan menemani mas bos,saya yang akan berusaha agar tidak terjadi kerusakan di bumi oleh mas bos".


ibra kembali menoyor kepala sang patih penasehat,dan lagi lagi dia tetap pasrah merelakan kepala nya demi ketenangan sang paduka.


~°°~


seseorang pernah bertanya .

__ADS_1


kepergian mu dari ku nasip ataukah takdir???!!


hingga detik ini,aku tidak bisa memberikan jawaban apapun.


__ADS_2