
sejak perkataan arini di taman waktu itu ibra terus saja merasatidak tenang,apalagi setiap dia menghubungi atau berkirim pesan pada arini selalu lancar tanpa kendala,bukan berarti ibra tidak bahagia bukan itu.. dia sangat sangat bahagia hanya saja dia merasa aneh,kenapa suami arini tidak marah dan melarang ,setelah banyak pertimbangan ibra memutuskan memantau arini,dia merasa ada yang tidak beres yang di sembunyikan oleh belahan jiwa nya itu.
setelah mengecek bengkel dan menitipkan pada karyawan nya ibra bergegas pergi dan melancar kan aksi nya untuk memata matai arini,sebelum melakukan aksi nya nya ibra berhenti di mini market yang tidak jauh dari tempat tinggal arini untuk membeli beberapa cemilan dan minuman.
sesampai nya di tempat yang strategis menurutnya ibra mulai melancarkan aksi.dari tempat dia berada dia bisa melihat ke arah rumah arini dengan jelas namun setelah beberapa lama ibra disana tidak ada yang aneh,bahkan arini pun tidak ada terlihat keluar dari rumah.
lelah,haus dan lapar menyerang ibra bekal yang dia beli pun telah habis,ibra memutuskan mampir ke warung kopi yang tidak jauh dari tempat nya memantau arini,namun dari warung kopi itu rumah arini tidak akan terlihat.
"air mineral nya dua buk".
ibra berniat mengganjal perutnya dengan banyak air,dia tidak mau pergi mencari makanan,dia takut ketika dia pergi dia malah akan kehilangan apa yang dia cari.
"dingin atau biasa mas"
"'yang dingin aja buk".
"gak makan sekalian mas"
tawar ibuk si pemilik kedai dengan ramah
"memangnya ada buk?".
tanya ibra sambil masuk dan duduk di warung
__ADS_1
"ada dong mas,ibuk ini serbabi dan serbada".
jawab si ibuk diiringi candaan.ibra yang merasa bingung dan tidak faham dengan bahasa si pemilik warung hanya tersenyum kebingungan.
"maaf bu saya muslim,jadi gak makan b*bi ".
ucap ibra dengan segan
melihat wajah ibra yang bingung sontak saja membuat beberapa bapak bapak pelanggan si ibuk tertawa cekikan.
"hahahhaa mak ngah ,mak ngah gak semua orang faham dengan bahasa planet mu,jadi jangan sembarang mengeluarkan bahasa aneh mu itu kasihan masnya".
kata si bapak yang duduk paling dekat dengan ibra kepada si pemilik warung yang di panggilnya dengan sebutan mak ngah.
kekeh si pemilik warung membuat ibra jadi ikut menertawai kebodohannya
di sela kunyahan makan siang ibra mendengar kan pemilik warung yang di sapa mak ngah itu bergosip ria dengan para pelanggan nya meski disana semua laki laki tapi tidak mengurangi nilai gosip yang di kisahkan oleh nya,sesekali terdengar tawa heboh dari para pendengar mak ngah.
hingga ada satu topik bahasan yang membuat ibra juga ikut memperjelas pendengaran,mereka membahas nama arini,meski ibra tidak yakin apakah itu arini yang sama.
"si arini makin hari makin cantik aja sekarang,udah cantik mandiri lagi,apa apa di kerjain sendiri,meski gak ada saudara tapi dia hebat hadapi masalah nya sendirian".celoteh mak ngah
"iya cantik banget lo mak,ramah lagi,saya heran sama suaminya apa lagi yang kurang sama si nanda itu,udah istri cantik,baik ,telaten ngurus rumah tangga tapi tetap aja main perempuan,saya kalau punya istri sperti arini,saya mah fokusss".
__ADS_1
si bapak yang agak muda berkomentar
"iya ya pak,padahal kata istri saya arini gak pernah nuntut apa apa dari suaminya,malah kemaren istri saya cerita suaminya udah lama gak ngasih nafkah". timpal si bapak yang duduk di sebelah nanda..
"laki laki mah suka gitu gak pernah bersyukur selalu merasa kurang,padahal istri cantik,baik,malah lebih milih wanita gak jelas"
ucap mak ngah geram.
"jangan samakan semua laki laki dong mak,saya gak gitu,saya orang nya setia sama istri saya,meski kadang saya suka lirik lirik cewe **** tapi saya gak berniat tuh selingkuh". kata salah seorang bapak bapak yang berada di sudut yang di angguki kepala oleh bapak lainnya.
"iya iyain aja lah biar kamu tenang dari nanti kesurupan ". kata mak ngah yang di sertai tawa cekikan mereka semua.
ibra yang dari tadi hanya diam merasa jantung nya berdegup lebih kencang dari keadaan normal,dia takut arini tersayang nya yang tengah di bicarakan oleh mereka,dia takut arini pujaan hatinya tengah memendam luka sendirian, dengan penuh usaha menormal kan suasa hati ibra mencoba mengorek informasi dari mak ngah.
"arini yang mana ya mak kalau boleh tau? apakah ibunya syakila yang mak maksud?".
"arini yang tinggal dekat mini market depan mas,kalau anak nya sih kurang tau nama nya,tapi anak nya cantik lucu,umur umur satu tahunan gitu lah kalau gak salah".
" mas kenal arini juga?".
"i i iya mak,kebetulan saya kenal sama arini".
"arini memang ramah mas,banyak yang tau tapi kadang gak tau nama nya cuman tau karena keramahan nya,".
__ADS_1
setelah mendapat banyak informasi dari mak ngah, akhirnya ibra memutuskan untuk pulang dan menyudahi acara memantau arini ,sepanjang perjalanan ibra terus saja ber istigfar untuk meredam kemarahan yang menggelora dalam hati.