Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#jawaban arini (pov hany)


__ADS_3

seperti biasa aku akan tidur beberapa hari di kontrakan arini jika tidak sedang sibuk.


aku akan melakukan segala aktifitas ku dari sana.sebenarnya arini sudah sering menyuruh agar aku tinggal bersama nya.


tetapi aku selalu menolak,bukan karena aku tidak ingin tinggal bersama dengan mereka.tapi karena aku sudah nyaman dengan kosan kecil yang menjadi saksi awal perjuangan ku sampai di kota ini hingga sampai saat ini.


arini bukan lah tipe orang pemaksa sehingga aku harus menuruti segala ke inginannya.


dia selalu mengerti dengan alasan ku.


akhir akhir ini kehidupan kami sangat terusik dengan kelakuan mantan suaminya yang sudah g*la itu.


dia akan datang secara mendadak dan membuat kekacauan dengan memaksa arini untuk kembali rujuk dengan nya.


tentu saja aku sebagai seorang sahabat,tidak akan dan tidak ingin hal itu sampai terjadi.karena aku tau bagaimana sifat mantannya.


seharusnya aku menginap di rumah nya malam ini.


tapi terpaksa aku batalkan karena riski mengajak ku malam mingguan seperti pasangan kekasih pada umum nya.


ya..aku dan riski akhirnya resmi menjadi pasangan kekasih setelah beberapa bukan pdkt.


riski laki laki baik menurut penilaian ku.dia sopan dan dewasa,membuat ku tidak punya alasan menolak ketika dia mengutarakan cinta nya.


setelah lelah berkeliling kami berdua memutuskan istirahat di sebuah cafe,yang cukup ramai oleh pasangan muda.


kami bercerita banyak hal.riski adalah sosok laki laki yang aku ingin kan,dia tidak lebay atau sok cool seperti laki laki lain ketika pertama kali pergi berkencan.


kami membahas mas ibra yang sangat menginginkan arini,


dia juga mengatakan banyak wanita yang terpikat dengan pesona mas ibra,sehingga membuang malu dan mengutarakan perasaan nya terlebih dahulu.


namun mas ibra menolak mereka semua dengan mengatakan sudah memiliki anak dan istri.


riski menyuruhku agar membujuk arini ,untuk segera menerima lamaran mas ibra.


tentu saja aku tidak meng iyakan.aku takut nanti nya terjadi hal buruk pada hubungan arini dan aku akan merasa bersalah seumur hidup.meskipun aku tidak yakin mas ibra akan menyia nyia kan arini dan putrinya.


setelah mengantarku pulang ke kost,riski pun pamit untuk segera pulang ke bengkel tempat nya bekerja.


riski,mas ibra dan satu lagi karyawannya memang tinggal di ruko yang di sulap jadi bengkel.


bengkel mas ibra sudah lumayan besar,tiga ruko di jadikan satu untuk tempat tinggal sekaligus tempat kerja mereka.


aku mengenal mas ibra semenjak aku dan arini masih ABG labil.karena kampung kami masih satu kecamatan .

__ADS_1


mas ibra orang yang tidak suka bermain main dengan perasaan,tidak banyak basa basi tapi sangat perhatian kepada orang orang terdekat nya.


di pagi harinya,ketika orang orang masih menikmati empuk nya kasur,aku sudah melaju membelah jalanan menuju rumah arini.


aku bosan sendirian di kost,aku ingin bermain dengan ponakan lucu ku.


aku memanggil manggil arini agar di bukakan pintu.


tidak berapa lama kemudian arini muncul dan tersenyum.


"hai..kangeennn"


ucapku bermanja manja pada arini.


"ish...geli tau...sana sama riski,aku masih normal"


tolak nya sambil pura pura berlari menuju kamar.


aku cekikan melihat gaya nya yang genit.dia memang selalu seperti itu,hidup nya selalu di buat lucu seakan dia tidak terluka sedikitpun.


"kila nyenyak banget ya bobo nya rin"


bisik ku sambil mengelus kepala nya syakila.


"hu'uh han...kayak bayi ya.."


aku menatap nya dalam diam,wajah cantik itu masih tidak banyak berubah.kecantikan nya semakin terpancar setelah berpisah dengan si berondong lumpur. aku menghela nafas sesaat,aku masih mempertimbangkan ajakan riski untuk membujuk nya agar menerima mas ibra.


ia menoleh ke arah ku dengan kening yang mengerut,pertanda ia tengah heran melihat sikap ku.


arini langsung duduk menghadapku.dia bertanya ada apa dengan ku,apa aku ada masalah atau sebagainya.


aku hanya menggeleng pelan menjawab semua pertanyaan nya.kemudian dia merajuk dan mengatakan tidak usah berbagi apapun lagi dengan nya.


dia menyuruhku menganggap nya sebagai orang lain yang tidak perlu aku beri tau tentang apapun itu.


aku tersenyum padanya.aku mencoba membalikkan pertanyaan dan dia harus berjanji menjawab ku dengan jujur.


"sebenarnya apa yang membuat mu meragukan mas ibra rin"


tanya ku sambil menatap matanya.


"sebenarnya aku gak ragu sama mas ibra han,hanya saja aku takut,jika hidup nya tidak bahagia bersama ku.bukan kah dia pantas mendapatkan yang lebih dari ku,gadis misalnya...bukan janda seperti ku"


jawabnya dengan mengalihkan pandangan.

__ADS_1


aku menggenggam tangan nya erat,aku tau yang apa yang dia rasakan,rasa bersalah telah menghantui fikirannya .karena pernah mengecewakan mas ibra dulunya.


"rin...mas ibra itu benar benar mencintai kamu,tidak peduli apapun status mu.dia tetap menginginkan mu.cukup di masa lalu saja kamu mengecewakan dia,jangan lagi untuk saat ini"


"apa kamu mau mas ibra melajang seumur hidupnya karena tidak bisa bersama mu.apa kamu tega melihat dia memendam rasa nya sampai mati"


tanya ku dengan lembut.


arini menggeleng pelan.dia mengatakan tidak mau hal hal seperti itu terjadi pada mas ibra.


dia kembali mengatakan hanya ingin mas ibra bahagia,dan aku menjawab maka terimalah dirinya,dan niatnya.


maka kamu ikut serta memberikan kebahagiaan pada mas ibra.


arini terdiam,lama aku menunggu keputusan nya,hingga akhirnya helaan nafas di sertai senyuman nya,memberi angin segar untuk ku.


"baiklah han,sudah aku putuskan akan menerima mas ibra,dan akan segera mengabarinya"


ucapannya dengan malu malu.


"alhamdulillah...semoga menjadi kebahagiaan yang panjang ya allah".


ujarku sambil mengangkat tangan dan mengaminkan doa ku.


dia tertawa dan memelukku.aku ikut bahagia melihat dia bahagia.


"gimana cara nya ya han,ngasih tau mas ibra kalau aku udah terima lamaran nya"


tanya arini setelah kami kembali ke mode serius.


"kita kasih kejutan aja gak sih"


usulku dengan semangat.


"kejutan gimana maksudnya"


"gini rin,kita buat drama seakan akan kamu pingsan,lalu kita suruh dia kesini. ajak riski juga biar drama nya meyakinkan,.gimana ide aku.keren gak"


ucapku sambil menaik kan alis mata secara bergantian.


arini mengacungkan jempolnya.pertanda ide ku sempurna.


akhirnya kami menyusun rencana seperti yang telah di sepakati.riski ikut terlibat,dia juga melibatkan baril dan kekasihnya.


aku setuju saja,karena semakin banyak pemain.maka semakin besar pula peluang drama kami akan berhasil.

__ADS_1



__ADS_2