
nanda yang baru sampai masuk dengan membanting pintu membuat wita keheranan. setelah menidur kan bayi nya wita menghampiri nanda.
"kamu kenapa sih mas,masuk bukan nya salam atau apa gitu,malah banting pintu. untung aja anak mu gak kagetan"
"udah lah wit.hal kecil gak usah jadi masalah,sana buatin aku kopi"
"iya.aku buatin sekarang"ujarnya sambil berlalu.
sedangkan nanda masih nampak begitu kesal.
sesekali wita mendengar suami nya menggerutu tidak jelas.
"ini kopi nya mas"
"kamu kenapa mas,kok kayak orang kesal gitu"
"udah lah wit..gak usah nanya nanya dulu bisa gak?!,?mas baru pulang,capek."
"dari pada kamu cerewet gak jelas,mending kamu urutin kaki aku"
"kan aku cuma nanya aja lo mas,daripada aku gak peduli sama sekali"
"udah lah wit.kalau kamu gak mau urutin kaki aku mending kamu pergi aja sana"
"iya,iya. ini aku urutin kok"
dengan terpaksa wita mengalah.
suasana hening beberapa saat.kedua nya diam dengan fikiran masing masing.
hingga helaan nafas kasar nanda memecah kesunyian.
nanda beranjak dari tempat duduk nya dan berlalu ke kamar mandi tanpa kata.
wita semakin heran dengan sikap sang suami.fikiran negatif mulai menghantui,
apa mas nanda punya perempuan lain di luar sana batinnya.
selesai mandi nanda merebahkan diri di samping wita yang tengah menonton televisi.
"mas mau makan" ucap nya basa basi
"gak wit,tadi aku udah makan di luar"
"emang nya mas makan apa"
"mas makan ayam geprek,karena ada orang yang cansel pesanan setelah makanan nya terlanjur di
ambil"
"emang bisa kayak gitu ya mas"
wita terlihat antusias mendengar kan cerita sang suami.
"ya nama nya juga orang gak punya ot*k wit,ya bisa aja"
__ADS_1
"mas..bisa gak sih kalau mas pulang kerja bawain aku makanan kek,aku juga pengen makan makanan yang enak enak gitu"
"halah..kayak gak pernah makan enak aja kamu"
"ya bukan gitu mas,aku kan pengen juga sesekali kalau mas pulang kerja di bawain makanan"
"iya.besok mas bawain"
wita langsung sumringah mendapat jawaban dari suami nya.
"mas kenapa sih akhir akhir ini sering urung uringan"
"apa mas punya wanita incaran di luar sana"
"ingat ya mas,aku gak mau di madu.dan aku bukan mantan istri mu yang akan diam aja kalau di selingkuhi"
ucap nya tanpa melirik ke arah nanda.
sang suami langsung duduk mendengar penuturan wita.
"kamu kok ngomong gitu wit"
"soalnya mas sering uring uringan tanpa sebab"
"awas aja ya mas.kalau mas berani macam macam"
wajah nanda nampak langsung memucat.dia sadar wita bukan lah arini yang bisa berusaha sabar dan diam dengan kelakuan nya.
untuk menyembunyikan kegugupan nya nanda langsung memeluk wita.
"benar cuman gara gara itu?"
pancing wita setelah nanda melepaskan pelukan nya.
aku harus cari alasan biar wita gak curiga.aku gak mau kalau sampai aku yang jadi sasaran.
bisa bisa kacau semua rencana ku kalau wita tau sekarang. ucap nya dalam hati.
"mas juga lagi kesal sama arini wit"
"ngapain mas kesal sama dia,mas masih sering menemui dia di belakang aku"
suara wita langsung naik satu oktaf mendengar nama arini.
"bu..bukan begitu sayang.makanya dengerin mas cerita sampai selesai"
"ya udah cepetan cerita nya,gak usah bertele tele deh"
"mas itu kesal sama arini karena dia sering ajak mas ketemuan dengan alasan syakila rindu ayah nya"
"mas udah sering nolak dia.bahkan mas udah maki maki,tapi tetap aja dia maksa"
"makanya mas kesal"
"dan mas mau ikutin perintah dia?"
__ADS_1
tanya wita sembari menatap tajam mata nanda.
"y..ya gak lah wit.emang dia siapa harus mas turuti"
"lagian kan mas punya anak istri yang harus di bahagiakan"
"baguslah kalau mas ngerti.berani banget mantan istri mas cari masalah sama aku"
"dasar perempuan munafik.dulu aja gak mau ini lah .itu lah,sekarang malah godain suami orang"
wita terlihat begitu marah dan muak pada arini.tanpa dia tau sang suami lah yang suka mengganggu arini.
flash back of.
wita tengah duduk melamaun di depan rumah ibu nya sehabis pulang dari rumah arini.
difikiran nya masih berkecamuk kata kata sang mantan madu.
entah siapa yang harus dia percaya saat ini.sebenar nya dia sangat membenci arini,dan tidak ingin mempercayai perkataan nya.
tapi mengingat nanda akhir akhir ini selalu bertingkah aneh membuat ia juga meragukan sang suami.
"aaaaaaa...br*ngseek.mana yang harus aku percaya.apa benar si arini itu gak berniat lagi balikan sama mas nanda"
"atau jangan jangan perkataan nya tadi hanya untuk membuat aku ragu sama mas nanda"
wita terlihat seperti orang stres saat ini.dia bicara sendiri dengan emosi.
ibu wita yang kebetulan memperhatikan sang anak hanya bisa geleng geleng kepala. menunggu saat yang tepat untuk bertanya.
tangisan putranya menyadarkan dirinya dari lamunan panjang.dengan tergesa ia melangkah masuk.
saat bayi nya kembali terlelap sang ibu menghampiri dan bertanya apa yang terjadi.
wita yang selama ini selalu membela suami nya meski terkadang salah,hanya bisa menggeleng dan mengatakan tidak ada apa apa.
namun sesalah salah nya wita,bagi ibu nya dia tetap lah putri yang sangat berharga dan senantiasa mendoakan kan yang terbaik untuknya.
"gak usah bohong sama ibuk wit..ibuk tau kamu lagi ada masalah"
"ibuk gak akan jadi orang yang banyak memberi komentar selagi kamu gak minta.ibuk hanya akan jadi pendengar agar kamu tidak stres dengan memendam sendiri" bujuk sang ibu.
wita terlihat menimbang nimbang ucapan sang ibu.sebenar nya dirinya merasa malu untuk menceritakan kelakuan suami yang selalu di bela mati matian oleh nya.
"kalau kamu belum siap cerita ya udah gak apa apa nak.yang penting kamu harus tau,kalau ibuk akan selalu ada untuk mu" ucap nya sambil hendak beranjak dari sisi wita.
namun wita menahan tangan nya dan meminta si ibu untuk kembali duduk.
pada akhirnya wita membuang rasa malu nya dan berkisah pada sang ibu tentang hal hal yang terjadi belakangan ini.
ibu wita memberi saran.agar wita jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan.bisa jadi arini berbohong untuk balas dendam.
namun ibunya juga berpesan agar tidak terlalu mempercayai suami nya,apalagi dia mendapat kan sang suami dengan cara merebut,maka tidak mustahil jika nanda mengulangi perbuatan nya lagi.
mata wita berkaca kaca mendengar nasehat sang ibu.jauh di lubuk hati nya,mulai tumbuh sedikit penyesalan atas perbuatan nya terhadap arini.
__ADS_1