Karena Aku Tak Sesoleha Itu

Karena Aku Tak Sesoleha Itu
#pov author


__ADS_3

ibra dan arini telah sepakat kalau pernikahan mereka akan segera di laksanakan.


arini dan ibra sama sama mengabari keluarga di kampung tentang kabar gembira itu.ayah arini sangat bahagia dengan kabar yang di sampai kan oleh anak nya.


sementara orang tua ibra,antara bahagia dan sedih akhirnya anak nya memutuskan untuk menikah.dia merasa sedih karena pada akhirnya ibra kembali bersama orang yang menyakiti nya selama bertahun tahun.


rasa kecewa di hati sang ibu ternyata masih membekas.meski dia belum pernah bertemu arini,dan ibra tak pernah bercerita tentang apapun.namun ibu nya bukan lah orang yang tidak tau apa apa.


dia selalu mendapatkan kabar tentang keduanya dari orang orang di sekitar kampung nya.


sang ibu juga ternyata tau,jika dulu nya ibra sangat terluka setelah di tinggal oleh arini.


ibunya juga tau ketika ibra menangis dalam diam di tengah malam.


namun meski rasa kecewa nya begitu dalam,mendengar suara bahagia sang anak ketika menyampai kan kabar itu membuat sang ibu mencoba menepis segala risau.


keduanya memutuskan untuk menikah di kota saja.dan memboyong keluarga besar untuk hadir.


kedua nya terlihat sangat bahagia menunggu hari itu datang.


sementara hubungan hany dan riski juga sudah di ketahui oleh keluarga masing masing.keduanya masih tersipu malu jika di tanya kapan akan menyusul menentukan waktu seperti ibra dan arini.


begitu juga hubungan baril dan wina pun sepertinya sudah memasuki tahap serius,wina tak lagi menyimpan rasa apapun terhadap ibra,dia sangat bahagia bisa mengenal baril,bahkan dia sempat mengata ngatai dirinya sendiri mengapa tidak dari dulu saja ia jatuh cinta pada baril.


hidup memang sebuah misteri,jodoh bisa jadi siapa saja.


kita tidak akan pernah bisa menerka apa yang akan terjadi hari esok.


hari ini boleh saja kau tidak menyukai seseorang,namun jika tuhan sudah berkehendak maka bisa jadi orang yang paling di benci akan menjadi orang yang paling berarti.


***


wita yang baru selesai mandi,di kagetkan dengan kedatangan ayah mertua nya tepat di depan pintu kamar mandi. dia menatapi tubuh wita dari atas hingga ke bawah berulang kali.


dia mendekat dan mengendus aroma sabun yang keluar dari tubuh sang menantu. wita begitu shock hingga terdiam dan tidak bisa bergerak.


tangan ayah mertua bergerak seperti ingin menyentuh nya,wita yang mulai tersadar,langsung mundur beberapa langkah.dan


dengan terburu buru,wita berlari menjauh dan masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu.


setelah merasa aman.barulah wita mengatur nafas,dia merasa ketakutan setengah mati.


baru saja mau berubah menjadi sedikit lebih baik,namun harus langsung menghadapi orang g*la seperti ayah mertua nya.


dia benar benar takut sang ayah mertua akan berbuat hal hal yang tidak di inginkan.wita memutuskan untuk tidak keluar dari dalam kamar sebelum nanda pulang.


dia merasa ini belum saat nya untuk sang mertua.wita masih ingin mengetahui apa rencana mereka terhadap arini.mungkin dengan begitu,wita bisa menebus sedikit dari dosa dosanya.


"asalamualaikum"


terdengar suara sang suami yang baru pulang.


buru buru wita membuka pintu kamar dan bersikap biasa seperti biasanya.

__ADS_1


"waalaikum salam"


terdengar jawaban dan suara pintu di buka.


wita langsung menghentikan langkah nya.setelah tau sang ayah mertua yang membuka kan pintu untuk nanda.


wita mengatur nafas beberapa saat,dia tidak ingin terlihat ketakutan di depan suami nya.


dengan senyum di paksakan,wita menyambut sang suami.


"wit buatin kopi"


"iya mas"


"buat bapak juga ya wit"


ujar sang ayah mertua dengan senyuman yang membuat wita langsung mengalihkan kan pandangan karena merasa muak.


wita langsung bergegas membuat kan kopi seperti biasa.


"pak...aku harus gimana pak.arini sebentar lagi mau nikah pak.aku benar benar gak rela"


bisik nanda pelan kepada sang ayah.


"kamu dapat info dari mana"


tanya nya pada nanda.


"ternyata si laki laki sok keren itu lagi lamar arini pak,dan arini menerima nya,hanya karena malu mengakui rasa cinta nya sama aku.arini harus berpura pura menerima lamaranya.kasihan arini"


ucap nya pada sang ayah,dengan raut wajah sedih dan kesal.


setelah berbisik bisik begitu lama,dan menyusun rencana


nanda dan sang ayah terlihat tertawa pelan,seakan akan takut ada yang mendengar perbincangan mereka.


wita yang sedari tadi berusaha mencuri dengar setiap obrolan ayah dan anak itu,merasa sangat geram setelah mengetahui niat busuk keduanya.


"wita....! mana kopi nya"


terdengar suara teriakan nanda membuat wita langsung tersadar.dengan buru buru dia membawa kan kopi yang di minta oleh suaminya.


"kamu di suruh bikinin kopi malah tidur"


ucapnya dengan kesal.


"maaf mas.aku kehabisan kopi tadi,makanya agak lama"


wita terpaksa berbohong pada suaminya yang terlihat marah.


"sudah lah nanda...gak baik marah marah terus sama istri"


sang ayah mertua membela menantu nya dengan ekpresi yang menj*j*kkan bagi wita.

__ADS_1


"tuh dengar wit...kurang baik apa lagi bapak sama kamu.suara aku kuat dikit aja dia gak suka,harusnya kamu bersyukur punya mertua kayak bapak"


ujar nanda sambil menyeruput kopi nya.


wita yang mendengar nasehat si suami yang seakan akan mengatakan betapa beruntung dia memiliki ayah mertua seperti itu hanya tersenyum mengejek.


kamu belum tau saja kelakuan bapak mu yang baik ini mas,batinnya.


"udah sana..ngapain kamu masih berdiri di situ"


usir nya kepada wita.


"biasa aja ngomong nya mas,gak usah bentak bentak gitu. aku ini istri mu bukan pembantu"


sahut wita kesal,seraya berlalu.


nanda menyugar rambutnya mendengar jawaban wita.lagi lagi dia menyakiti istrinya itu.


namun mau bagaimana lagi,di hatinya saat ini tengah diliputi rasa takut kehilangan arini selamanya.sehingga hal apapun terasa sangat mengganggunya.


"jadi kapan kamu jalankan rencana kamu"


tanya sang ayah setelah wita menghilang di balik pintu kamar.


"di saat saat penting mereka pak,biar si laki laki itu tau rasa dan merasa malu karena ternyata arini gak mencintai dia"


jawab nanda dengan tersenyum.


lalu keduanya kembali tertawa bersama.sementara itu wita mondar mandir di dalam kamar dengan gelisah.


dia merasa khawatir dengan nasib arini.tapi tidak mungkin baginya menjelaskan kepada mereka saat ini.


tangisan bayi kecilnya menyadarkan dirinya.wita bergegas mendekat dan memberikan asi.


dia mencoba mengalihkan pikirannya untuk sesaat,dia tidak ingin terlalu stres dan mempengaruhi kualitas asi nya.


setelah sang anak kembali terlelap.wita memutuskan untuk pergi dan menginap di rumah ibunya.


dia merasa tidak nyaman dan aman tinggal di rumah itu.


dia mengumpulkan beberapa pakaian untuk dirinya dan anaknya, dan memasukkan nya kedalam tas bayi.setelah memastikan semua nya sudah benar benar sesuai dan kebutuhan bayi nya tidak ada yang tertinggal,wita keluar kamar untuk berpamitan pada nanda.


awalnya nanda merasa heran.jarang jarang wita mau menginap dirumah ibunya jika tidak bersama nya.


namun karena wita memberikan alasan bahwa sang ibu sedang sakit akhirnya dia mengizinkan.


berbeda dengan sang ayah mertua,dia begitu keras menghasut agar nanda jangan terlalu memberi kebebasan pada wita untuk kerumah ibunya.


dia mengatakan wita seharusnya diam dirumah dan melayani nya.dia juga mengatakan siapa yang akan mengurus makanan dan keperluan lain jika wita di biarkan pergi.


namun wita yang sudah berlalu pergi,membuat nanda tidak terlalu menghiraukan ayahnya.dia masih terlalu fokus memikirkan arini.dia mengatakan pada dirinya sendiri jika arini harus kembali kepada nya.


__ADS_1


__ADS_2