
Kediama Yanto.
Adik Riana sedang berada di ruang keluarga, dia sedang asyik menonton azab yang ada di gambar ikan terbang.
Riana menerobos duduk di dekat Latif, ia mengambil keripik singkong yang ada di tangan Latif.
"Teh, ini punya aku!" ucap Latif kesal karena Riana mengambilnya tanpa permisi.
"Minta," balas Riana tanpa merasa bersalah.
"Ck, minta kok semuanya! kalau mau, beli sendiri!" cibir Latif sambil tangannya bersidekap di dada.
"Ini jauuuuuh lebih nikmat, karena gratis," balas Riana cengengesan.
"Di warung masih banyak, Teh. Minta sama Bapak!" saut mama Ani yang ikutan duduk.
"Eiits, tidak boleh minta! meski Bapak yang punya, kita tetep harus beli! biar tidak rugi!" kata Riana bijak.
"Ck, sok bijak. Padahal Teteh suka minta ke Bapak," cibir Latif.
"Hehe, hanya sesekali! tidak sering kok!" balas Riana masih terus mengunyah keripik singkongnya.
Riana kembali mengambil keripik yang ada di meja dengan perlahan, lalu ia berlalu untuk kabur sambil berteriak.
"Latif, Teteh minta keripiknya ya! kamu beli lagi saja! terima kasih adiknya Teteh!" pekik Riana sambil berlari ke kamarnya.
Latif memutar tubuhnya ke belakang melihat tingkah sang Kaka.
"Teh, Rianaaaaa!" pekik Latif tak kalah keras karena makanannya di bawa semua. Dia kesal lalu kembali menyenderkan punggungnya ke kursi.
"Sudah, Tetehmu emang suka seperti itu. Nanti Mama ganti uangnya dua kali lipat!" bujuk Mama Ani.
Latif menoleh dengan sumringah, "Mamah emang yang terbaik."
****
Dalam kamar
Riana menaruh keripiknya, lalu membuka kembali pesan yang masuk.
📨 Ingin mengenal lebih jauh? maksudnya gimana ya ka?"
Sambil menunggu balasan, Riana mengerjakan tugas yang di berikan guru MTK nya.
****
Kediaman Alvin.
"Om Alvin, Chika kangen! om kapan pulang kecini?" rengek Chika di sebrang telpon.
Saat ini Alvin sedang melakukan Video call dengan keluarganya yang berada di Jakarta.
"Om juga kangen sama Chika, nanti jika libur sekolah om pasti pulang. Chika yang rajin belajarnya ya! kalau om pulang Chika mau di bawakan apa?"
Maya yang berada di dekat Chika membisikan sesuatu ke telinga Chika.
__ADS_1
"Chika mau aunty, nanti om bawa ya!"
"Mah! jangan ngajarin anak kecil yang aneh-aneh deh?" ucap Alvin karena dia sempat melihat Maya membisikan sesuatu meski camera nya di tutup dulu.
"Habisnya kamu tidak memperkenalkan wanita kepada Mama. Mama sudah ingin melihat kamu menikah! umur mu sudah cukup, bahkan untuk menafkahinya kamu mampu."
"Jodoh, rezeki, dan maut hanya Allah yang mengatur mah. Alvin hanya berusaha dan berdoa, jika nanti sudah ketemu jodohnya pasti Alvin akan memperkenalkannya ke Mama!" balas
"Apa kami perlu mencarikan kamu jodoh?" saut Stella yang ikut bergabung.
"Jangan! aku tidak mau di jodohkan, aku sudah punya pilihan!" ucap Alvin keceplosan.
"Yang benar kamu? siapa? apa dia seorang mahasiswi, atau sudah bekerja?" tanya Mama semangat.
Wajah Alvin memerah, dia kembali meraba jantungnya yang kembali berdegup. Dan itu semua tak luput dari penglihatan Mamanya dan Stella.
"Om Alvin, kenapa wajahnya memelah?" celetuk Chika dari sebrang telpon.
"Hah! tidak kenapa-kenapa," balas Alvin.
"Cieee, yang sedang fall in love," ledek Stella.
"Apa dia salah satu muridmu?" tanya Mama memastikan.
Wajah Alvin tambah merah karena tebakan sang Mama tepat. Stella meledakan tawanya melihat Alvin seperti remaja wanita yang sedang jatuh cinta. Sedangkan Mama Maya tersenyum, karena dia ikut senang jika anaknya menyukai wanita. Dia sempat khawatir ketika Alvin belum pernah membawa satupun wanita kerumahnya, tapi kali ini fikirannya terbantahkan ketika melihat sang anak yang malu-malu.
"Sudah ah, kalian hanya meledekku saja. Aku pamit dulu! dadah Chika, assalamualaikum." Tanpa mendengar jawaban dari sebrang, Alvin langsung mematikan handphone karena malu di goda oleh sang Kaka dan Mamanya.
Diapun membuka sosmednya, senyumnya kembali mengembang ketika ada balasan pesan masuk.
****
Riana yang sudah selesai mengerjakan tugas langsung membuka pesan.
📨 Kaka fikir aku lagi ngajuin pinjaman! sekalian aja di survei!
📩 Hahaha bisa jadi nanti aku kesana menyurvei kamu untuk menjadi istriku.
📨 Idiihhh! awas! entar ada yang marah, loh?"
📩 Di jamin tidak akan ada yang marah! paling juga kamu, nanti pacarnya marah.
📨 Aku tidak punya pacar.
Riana terus bertukar pesan dengan akun yang bernama Vino saja. Perlahan namun pasti Riana merasa Nyaman saat bersama dia.
Mereka terus berkomunikasi sampai mau adzan Maghrib. Ternyata mengenal sesuatu yang baru itu bisa membuat orang lupa waktu.
Begitu pula dengan Riana yang baru pertama kali bertukar pesan sangat lama dengan seseorang yang bukan dari keluarganya. Satu jam lamanya mereka menghabiskan waktu lewat chat.
Sosmed, bisa di bilang salah satu ajang untuk mendekati seseorang.
Sosmed, bisa di bilang salah satu tempat untuk mencari jodoh.
Sosmed, tempat dimana semua orang saling berteman.
__ADS_1
Bahkan sosmed, salah satu tempat untuk orang membuka usahanya.
Tapi, ada juga orang yang menggunakan sosmed hanya untuk sekedar curhat, bahkan ada juga yang mencari sensasi hanya untuk di gemari agar menjadi Viral.
Beda orang, beda pula femikirannya dan tujuannya. Begitulah kiranya orang yang memakai sosmed.
Sosmed menjadi titik awal dimana Riana merasakan kenyamanan ketika sedang bersama seseorang.
Di sosmed pula dia akan mulai merasakan yang namanya rindu. Rindu ingin cepat bertegur sapa meski hanya lewat chat.
Kesal saat pesan kita tidak di balas, dan selalu bertanya kenapa dia belum membalas meski sedang online.
Atau bahkan hatinya tiba-tiba merasa sesak saat melihat dia saling berkomentar akrab dengan wanita lain di postingannya.
"Ka Vino, entah kenapa aku merasa nyaman saat bertukar pesan denganmu?" gumam Riana, dia bertanya pada dirinya sendiri sambil mendekap benda pipih yang ada di telapak tangannya.
****
Waktu terasa cepat semakin berlalu, sekolah Riana di liburkan selama dua Minggu saat awal memasuki bulan Ramadhan. Masuk selama dua Minggu dan kembali di liburkan selama dua Minggu.
Hari ini hari pertama mereka melaksanakan sahur. Riana kembali membuka sosmednya dan menuliskan sesuatu.
(Selamat sahur bagi mereka yang berpuasa.)
Begitulah postingannya, tidak berselang lama ada pesan masuk ke messenger nya.
📩 Selamat sahur, mudah-mudahan kamu mampu melaksanakan puasanya.
📨 Selamat sahur juga, insyaallah kita pasti mampu. 😊
📩 Kita kapan?"
📨 Kapan apanya?
📩 Sahur bersama.
📨 Kita emang lagi sahur bersama. Kaka di sana, dan aku di sini.
📩 Maksud Kaka itu, sahur di satu rumah yang sama, dan satu meja pula.
📨 Issh tidak boleh! kita bukan mahrom!.
📩 Cieee yang ingin jadi mahromnya kaka?
📨 Apaan sih, udah ah! aku mau bantuin dulu Mama masak, bye assalamualaikum.
📩 Heii jangan kabur! waalaikumsalam.
Riana menaruh handphone nya di meja belajar lalu pergi ke dapur menghampiri sang Mama untuk membantu menyiapkan makanan.
****
Jakarta
Alvin yang masih lengkap dengan pakaian ibadahnya, sedang duduk di lantai menyenderkan tubuhnya ke kasur, ia tersenyum saat membaca kembali setiap pesan.
__ADS_1
Alvinpun turun ke bawah menyalakan tv yang ada di ruang keluarga lalu menonton salah satu acara yang ada di tv.