KARENA KAMU, TAKDIRKU.

KARENA KAMU, TAKDIRKU.
Senyum adalah sedekah


__ADS_3

Sebuah pesan masuk ketika Riana baru sampai ke dalam kamarnya dia membuka dan membalasnya.


πŸ“© Assalamualaikum, selamat malam kesayanganku.🀭 Pasti kamu habis pulang tarawih ya?


πŸ“¨ Waalaikumsalam. Ka, jangan panggil aku gitu? 😠


πŸ“© Kenapa emangnya ada yang salah?


πŸ“¨ Pokoknya jangan panggil aku kesayanganku! titik tidak pakai koma!


πŸ“© Iya bawel...tapi aku beneran sayang sama kamu, Ri.


Riana yang sedang membalas pesan pun merasakan jantungnya bergetar tak karuan saat ada yang bilang sayang.


Meski hanya lewat chat, namun itu mampu membuat pipi Riana terasa panas. Dia merebahkan tubuhnya memeluk bantal, lalu menutup wajahnya dengan bantal karena merasa malu. Diapun kembali membalas nya.


πŸ“¨ Sebelumnya terima kasih karena sudah sayang sama aku. Tapi alangkah baiknya Kaka simpan rasa sayang itu untuk orang yang nanti akan menjadi mahramnya kaka.


Meski hatinya tercubit akan ketikan yang ia kirim, tapi Riana berusaha untuk tidak terlalu berharap kepada manusia.


Sedangkan di tempat yang berbeda juga merasakan hal yang sama, ada rasa tidak rela jika Riana menjadi mahrom orang lain.


πŸ“© Ri, bolehkan aku jujur padamu?


Alvin merasa was-was akan balasan yang ia tunggu. Takut dan cemas menjadi satu, takut Riana akan menghindarinya, cemas jika Riana memberikan jawaban yang membuat ia kecewa.


Alvin akan mengungkapkan rasa sukanya lewat chat. Meski dia tahu jika ini tidak gentleman, tapi dia ingin tahu jawaban Riana dulu.


πŸ“¨ Silahkan! jujur lebih baik meski menyakitkan.


πŸ“© Riana, aku menyukaimu, menyayangimu dan ingin menghalalkan mu menjadi pendamping hidupku. AKU MENCINTAIMU, maaf jika aku kurang sopan mengungkapkannya lewat chat. Tapi jujur, aku tidak mampu menahan gejolak asmara yang ada di dalam dadaku.


Riana yang membaca isi pesannya tertegun dengan jantung yang semakin tidak karuan.


"Masya Allah, sungguh indah ketika kita sedang jatuh cinta," gumam Riana yang juga merasakan hal yang sama.


Entah mengapa ia meyakini jika diapun sudah menyukai pria itu yang jelas-jelas belum pernah ia ketahui dengan pasti.


Kenyamanan yang dia berikan ketika bertukar pesan, ternyata mampu membuat hati Riana terpaut akan cinta padanya. Perhatian serta guyonannya membuat Riana merindu bahkan tidak bisa tidur jika belum bertukar pesan.


πŸ“¨ Sebelumnya aku minta maaf, lebih baik kita berdoa, meminta agar kita di jodohkan. Kalau jodoh pasti tidak akan kemana, seberapa beratpun ujian kita, seberapa jauh pun jarak kita, jika kita di takdirkan bersama pasti akan tetap bersama. Sekuat apapun kita berusaha, jika kita tidak di takdirkan bersama maka akan tetap berpisah.


Alvin membaca setiap jawaban yang Riana berikan, wajahnya tersenyum bahagia, dia menyimpulkan jika Riana tidak menolaknya.


πŸ“© Baiklah kesayanganku, Kaka akan terus memintamu di sepertiga malam ku. Kaka harap itu sebuah jawaban jika kamu mengatakan iya.


πŸ“¨ Hei, siapa bilang aku bilang iya? aku tidak bilang begitu ihh!"


πŸ“© Itu barusan kamu bilang iya, cieee yang ternyata diam-diam juga suka.

__ADS_1


Alvin sudah tertawa ketika mengetikan setiap katanya, di yakin jika saat ini wajah Riana sudah bersemu merah dan sedang cemberut.


Tebakan Alvin memang benar, Riana merasa kesal, malu dan yang pasti juga merasa berbunga-bunga.


πŸ“¨ Tau ah, Kaka ngeselin.


πŸ“© Hahaha good night kesayanganku. Happy nice dream.


Riana menaruh handphone nya dengan kesal, tapi ia kembali mengambilnya dan membaca kembali dengan senyuman indah di bibirnya.


"Selamat malam kembali, dan semoga mimpi indah juga," gumam Riana sambil mendekap handphone nya lalu memeluk guling dengan senyum yang terus mengembang.


****


Pagi telah tiba, kini Riana sudah kembali masuk sekolah lagi. Semalam dia benar-benar tidur dengan nyenyak sambil memeluk guling dengan handphone yang berada di genggaman nya


"Teh, nanti pulang sekolah jam berapa?" tanya Ani yang sedang duduk melihat acara dakwah pagi.


"Karena bulan Ramadhan biasanya jam sebelas sudah pulang. Kenapa emangnya?"


"Mamah hanya takut kamu kecapean, habis pulang sekolah langsung bikin es campur dan jualan."


"Mamah tenang saja, kita pasti bisa mengatur waktu." ucap Riana penuh keyakinan dan Ani mengangguk.


Rianapun pamit untuk ke sekolah.


****


Riana terus berjalan di koridor sekolah, tiba-tiba pundaknya di tepuk oleh seseorang.


Rianapun menoleh ke belakang.


"Pagi Ri. makin cantik aja," ucap Vino lalu mensejajarkan tubuhnya dengan Riana.


"Pagi juga, Alhamdulillah jika memang aku benar cantik mah," balas Riana dengan senyum ramahnya.


"Aduuhh, jangan senyum begitu?"


"Kenapa?" tanya Riana bingung.


"Hati Abang meleleh, Dek." balas Vino memegang dadanya.


"Gomball..!" saut seseorang yang tiba-tiba menerobos mereka ke tengah.


Rupanya kawan-kawan Riana yang menghampiri.


"Ck, pagi-pagi sudah ngegombal, benerin dulu akhlak mu, baru deketin cewek!" cebik Deni.


"Kalian tenang saja, aku sedang berusaha hijrah untuk menjadi imam yang baik bagi Riana," ucap Vino dengan yakin.

__ADS_1


"Terserah!" jawab kompak mereka.


Karena bulan Ramadhan, di sekolah Riana suka di adakan kultum setiap Senin sampai Rabu.


Kini semua murid sudah berada di lapangan untuk mendengarkan ceramah dari salah satu guru agama mereka.


Tema kali ini yaitu senyum adalah sedekah.


Gurupun menjelaskan jika senyum adalah sedekah yang paling mudah. Selain bernilai ibadah, senyum juga dapat memupuk hubungan baik antar sesama manusia.


Salah satu figur penebar kebaikan dan senyuman adalah Rasulullah SAW. Beliau dikenal dengan sosok yang murah senyum, selalu ceria, dan berkata baik. Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa perkataan yang baik akan menaikkan derajat di surga.


Rasulullah SAW bersabda: "Dan yang termasuk mengangkat derajat adalah perkataan yang baik, menyebarkan salam, memberi makanan, sholat malam saat manusia dalam keadaan tidur." (HR. Ahmad dan disahihkan oleh Al-Allamah Al-Albani dalam Shahih Al-Jami')


Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi juga disebutkan bahwa Aisyah ra. mengatakan, "Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah." (HR. At-Tirmidzi)


KEUTAMAAN SENYUM


Senyum memiliki banyak keutamaan. Salah satunya dapat membuat seseorang merasa bahagia. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari, diceritakan pada suatu hari ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya, "Amalan Islam apa yang paling baik?" Beliau Rasulullah SAW menjawab: "Memberi makan (orang yang butuh) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali." (HR. Bukhari)


SENYUMΒ yang diberikan untuk saudara juga bernilai sedekah. Dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi sebagaimana dijelaskan oleh Salman Ayashi dalam bukunya yang berjudul Dasyatnya Senyuman, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:


"Senyummu untuk saudaramu adalah sedekah. Usahamu untuk mengajak kepada kebaikan dan melarang keburukan adalah sedekah. Usahamu untuk menuntun seseorang yang tersesat menuju jalan yang lebih baik adalah sedekah. Memberikan yang kita miliki adalah sedekah. Menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah. Pandanganmu yang peduli kepada mereka yang buruk rupa adalah sedekah. Sedekah yang paling tinggi nilainya adalah nafkah yang diberikan suami kepada istrinya." (HR. Tirmidzi)


"Rupanya cukup sekian kultum pagi ini, semoga kalian bisa mengambil hikmah dari tema yang bapak jelaskan. Mengenai sedekah, kita akan mengumpulkan sedikit donasi untuk mereka yang membutuhkan. Maka dari itu akan ada ketua OSIS yang berkeliling membawa ember kecil. Seikhlasnya saja!"


Ketua OSIS pun segera berkeliling menyodorkan ember kecil, bagi yang ikut menyumbang menaruh sejumlah uang di ember itu.


Ketika sedang berada di kelompok Riana, Candra terus saja tersenyum memandangi embernya dan juga terus tersenyum melihat orang yang bawa embernya.


Riana dan kawan-kawan saling lirik dengan bingung karena Candra terus saja menebarkan senyuman.


"Can, lo kenapa senyum-senyum terus?" tanya Vino penasaran


"Iya, kaya orang gila baru," timpal Yusuf.


"Kalian tadi dengar tidak apa yang di jelaskan guru agama jika senyum itu ibadah?"


"Dengar," ucap mereka kompak.


"Lalu?" tanya mereka dengan kompak juga.


Candra menoleh dengan terus tersenyum.


"Makanya gue terus tersenyum karena senyum adalah sedekah. Jadi gue sedekahnya pakai senyuman." Jelas Candra dengan polos.


"Astaga!" mereka ada yang menepok jidatnya, ada juga yang memutar bola matanya jengah


"Tidak begini juga Candra!!!" ucap mereka kembali, sedangkan Candra hanya cengengesan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


__ADS_2