Kesayangan Guru Killer

Kesayangan Guru Killer
#22 Janin?


__ADS_3

"Sayang, ayo sarapan!" ajak Langit membujuk istrinya itu yang hanya dibalas gelengan kepala oleh Caca. "Caca, apa segitu berharganya dia daripada kesehatan kamu? kau mencintainya juga?"


Caca menoleh pada Langit yang menatapnya tajam, langsung saja Caca memeluk Langit yang membuat pemuda itu terdiam. "Caca gak mau kehilangan Bang Suga, dia sudah seperti Abang kandung Caca," isak Caca sehingga Langit menghela nafas pendek.


"Sekarang kamu sarapan!"


"Caca gak lapar, Dad."


"Caca, kamu harus sarapan! pikirkan kondisi kamu yang lemah karena gak makan seharian ini," jelas Langit melepaskan pelukan dari istri kecilnya itu, wanita itu lalu mengangguk kecil sehingga Langit memberikan botol minum dan menyuapi Caca sarapan.


"Dad, kita cari Buk Abigail ya. Bang Suga pasti membutuhkan Buk Abigail," jelas Caca sambil mengunyah makanannya, membuat Langit menoleh.


"Saya sudah suruh orang buat mencari keberadaan Abigail, kamu gak usah pikirkan masalah ini,"


"Aku penasaran kenapa Abang selalu mencari Buk Abigail,"


Langit terdiam karena ia juga penasaran dengan Suga yang selalu mencari keberadaan Abigail dan ada masalah apa antara mereka sehingga Abigail pergi tanpa kabar?. Langit tak bisa berpikir jernih dengan hubungan kedua orang itu.


ia ingin sekali bertanya pada Abigail. namun, wanita itu tak pernah mengangkat panggilannya sejak tadi. membuatnya benar-benar penasaran sekali. Langit lalu menoleh pada Caca yang menerima suapan darinya, membuat Langit menahan senyumnya.


Walau dia dulu berniat menjadikan Caca sebagai pelampiasannya, sekarang ia berubah pikiran karena ia begitu mencintai Caca. gadis manis keras kepala tersebut, walau memiliki sifat nyebelin seperti anak kecil. ia tetap menyukainya, tak ada yang mampu menggantikan sang istri dari hatinya.


kalau ada yang lebih mengemaskan dari istrinya, ia gak bakalan tergoda sedikitpun karena Caca adalah pemilik hatinya ini.


Setelah istrinya siap sarapan, Langit langsung menyuruh sang istri buat istirahat supaya tak lemah lagi. ia tak ingin sang istri kembali sakit karena banyak pikiran akibat memikirkan Suga yang gak kunjung bangun.


Perlahan Langit mencium kening Caca saat gadis itu mulai memejamkan mata buat tidur. "Good night, Sayang," bisik Langit tersenyum lalu meletakkan semuanya ke atas meja. pemuda itu langsung berjalan menuju sofa untuk berusaha mencari informasi keberadaan Abigail melalui ponselnya, ia berharap bawahannya memberikan informasi keberadaan Abigail.


Ia menoleh pada Caca yang sudah tertidur lelap, Langit langsung beranjak dari sofa untuk memastikan keadaan Suga yang dirawat di ruangan sebelah.

__ADS_1


Beberapa Dokter tampak panik memeriksa keadaan Suga yang makin melemah, pemuda itu mendadak menggelinjang hebat dengan darah yang terus mengalir di mulutnya.


"Dokter, detak jantungnya makin melemah!" jelas salah satu suster yang memeriksa alat pendeteksi detak jantung Suga. Dokter itu tampak panik dan terus saja melakukan kejut jantung pada Suga sehingga Suga tersentak ke atas.


"Panggilkan Dokter Riza!"


"Baik, Dok!" salah satu suster langsung keluar dari ruangan.


"Sus, ada apa dengan Hendra?" tanya Langit bingung saat menyadari wajah suster yang begitu panik keluar dari ruangan adik iparnya.


"Pasien mendadak drop, saya permisi," pamit Suster itu yang membuat Langit kaget, ia tak menyangka kalau kondisi Suga makin memburuk. bagaimana kalau istrinya tau soal kesehatan Suga nanti. Tak lama, Suster yang ia cegat tadi datang bersama salah satu pria berpakaian khas Dokter. keduanya langsung masuk dengan langkah tergesa-gesa.


Dreet!


Langit mengeluarkan ponselnya dan kaget melihat nomor dari Abigail, Langsung saja ia mengangkatnya.


{Ma-Maaf, saya bukan Abigail}


Langit kaget mendengar seorang pria yang membalas perkataannya dari sebrang sana.


"Terus anda siapa? kenapa ponsel sepupu saja ada pada anda?"


{Maaf, Tuan. satu bulan yang laku saya menemukan ponsel ini terjatuh di Bandara, karena ponselnya terkunci. saya langsung membawanya ke counter, baru hari ini saya bisa menelpon anda.}


"Baiklah, saya bakalan suruh bawahan saya buat menjemput ponsel itu. Kau jangan kemana-mana!"


{Baik, Tuan}


Langit langsung menelpon bawahannya buat menjemput ponsel sepupunya, ia akan mencari sesuatu di dalam ponsel Abigail supaya menemukan petunjuk kemana Abigail pergi.

__ADS_1


***


"Tuan, ini ponselnya!"


"Makasih, kau pergilah!"


"Baik, Tuan."


Langit menghidupkan ponsel Abigail dan mencari sesuatu di dalam ponsel tersebut. tatapannya teralih pada deretan pesan dari Suga, langsung saja ia menekan pesan tersebut.


---


20:01 Saya minta maaf, kembalilah! wanita itu bukan siapa-siapa saya.


20:03 Jangan seperti ini, kau harus kembali ke apartemen saya malam ini! pikirkan keadaan janin kamu!


20:56 tolong, balas pesan saya! kamu dimana sekarang? saya sudah pusing mencari keberadaan kamu, Abigail!


22:20 Abigail! jangan buat saya marah lagi, pulanglah!


----


Langit yang membaca itu makin bingung sekali. "Ada hubungan apaan mereka? terus, janin apaan? atau, Abigail lagi hamil?" gumam Langit bingung sekali, ia melihat banyak sekali pesan dari Suga sejak satu bulan ini, Suga tampan khawatir sekali dengan Abigail. "Gak mungkin Abigail hamil, dia saja belum nikah dan wanita baik-baik,".


Ia menoleh pesan yang masuk dari sebulan yang lalu, dengan kontak bernama Kevin. Langit membaca pesan tersebut dan tak ada menemukan hal yang mencurigakan sedikitpun.


"Gue harus selidiki ini semua dan tentang janin ini," gumam Langit sambil menatap ponsel milik Abigail.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2