Kesayangan Guru Killer

Kesayangan Guru Killer
#25 Hari Yang Panjang


__ADS_3

Caca tak henti-hentinya menoel-noel pipi chubby keponakannya tersebut, sedangkan Suga sudah tertidur setelah meminum obat. "Apa melahirkan itu sakit?" tanya Caca pada Abigail, sehingga Langit menoleh pada istrinya yang selalu bertanya tentang anak, hamil, ngidam dan sekarang, tentang melahirkan.


"Sakit tapi kalau sudah mendengar tangisan bayi kita, kita bakalan gak merasakan sakit dan malah, bahagia," jelas Abigail setelah menidurkan anaknya itu.


"Caca pengen hamil juga dan s i a l nya, Caca punya suami gak ada pekanya sedikitpun," kesal Caca membuat Langit mendengus kesal, selalu saja ia di sindir oleh Caca.


Abigail lalu menarik tangan Caca lalu memberikan sebuah kotak kecil pada adik iparnya itu, membuat Caca kebingungan sekali. "Masukkan ke minuman suami kamu dan jangan sampai ketauan. tapi ingat, jangan berlebihan," bisik Abigail yang membuat Caca mengangguk pelan.


"Kalian omongin apaan?"


"Gak ada kok, cuman Daddy suka janda di ruangan sebelah," ketus Caca yang membuat Abigail tertawa. "Jangan suka fitnah begitu, saya tak ada niat mendekati wanita lain," kesal Langit karena selalu saja di fitnah menyukai janda di ruangan sebelah.


Mengingatnya saja membuatnya merinding, bayangkan saja wanita itu sudah punya anak enam dan memiliki melon yang gede banget. ia tak menyukainya, lebih baik ia memilih istri kecilnya yang sempurna. Kalau ingin besar, ia harus berusaha. tapi, itu semua akan ia lakukan setelah istrinya lulus SMA.


"Tuh kan, pasti lagi bayangin janda itu!"


Langit menoleh pada istrinya yang cemberut. "Sayang, aku hanya capek saja dan gak usah mikir yang aneh-aneh," jelas Langit lembut membuat Caca langsung memeluk suaminya itu. "Capek banget ya, Biar Caca peluk supaya capeknya hilang," senyum Caca membuat Langit terkekeh kecil, istrinya itu benar-benar tau kalau ia butuh di peluk.


Ia lalu menarik Caca untuk duduk di pangkuannya dan tak lupa mencium kening istrinya itu. "Udah, jangan romantis disini," kesal Abigail membuat Langit menoleh. "Kau bukannya tadi juga romantis juga," sinis Langit membuat Abigail terkekeh pelan dengan penuturan sepupunya itu.


"Kami mau pulang," jelas Langit menggendong Caca sehingga Abigail mengangguk pelan, lalu tersenyum pada Caca membuat wanita itu mengancungkan jempol pada kakak iparnya itu.


"Ingat pesanku tadi, Caca!"


"Baik, Kakak ipar! jagain Abang aku!" balas Caca sehingga Abigail mengangguk lalu melirik Suga yang tertidur lelap dengan wajah yang begitu pucat sekali. Ia mendekati Suga dan mengusap kepala Suga pelan membuat pemuda itu menggeliat kecil.

__ADS_1


"Maafin aku yang udah ninggalin kamu dan membuat kamu drop seperti ini," lirih Abigail mencium kening suaminya itu lembut. Ia tak menyangka kalau kepergiannya membuat Suga menderita seperti ini, ditambah mendengar cerita Caca tentang suaminya yang terbaring lemah di brankar ini.


Dilain tempat,


"Caca pengen makan seblak,"


Langit yang menyetir pun hanya mengangguk pasrah dan mencari pedagang seblak tempat biasa mereka langganan. tak lama, keduanya sampai di sebuah pedagang seblak yang membuat Caca senang dan bergegas keluar dari sana. Langit lalu mengikuti istrinya uang tengah memesan seblak untuk makan dirumah nanti.


Pemuda itu melirik jam yang sudah menunjukkan pukul lima sore. Karena seharian menjaga Suga di rumah sakit membuatnya benar-benar bosan sekali.


***


Caca tampak hendak mengisi minuman yang akan diminum suaminya nanti. tapi, ia juga bingung dengan takaran obat tersebut. "Ini mau dikasih berapaa ya?" gumam Caca bingung sambil melihat botol tersebut. "Bodo amat dah," gumam Caca lalu menuangkan cairan itu kedalam minuman suaminya tanpa memperdulikan keselamatannya nanti.


"Caca, kau ngapain?"


Deg!


Caca kaget dan untung saja ia sudah meletakkan botol minum suaminya itu ke kulkas. "Caca mau ambil buah, Daddy ngapain?" tanya Caca dengan tenangnya seolah-olah tak terjadi apa-apa.


"Saya haus," kekeh Langit mengambil gelas sekaligus mengambil botol yang sudah diberi obat oleh Caca.


Langit lalu meletakkan botol itu kedalam kulkas dan beranjak dari sana sambil membawa gelas berisi jus mangga. Caca langsung menukar botol itu supaya menghilangkan jejak, ia tak ingin kena marah oleh suaminya. Langsung saja ia membawa botol jus itu ke taman belakang untuk ia buang.


Disisi lain, Langit merasa tubuhnya benar-benar panas sekali sehabis minum jus yang biasa ia minum. "Kenapa badan gue panas gini ya?" gumam Langit menatap gelas yang sudah kosong tersebut.

__ADS_1


"Daddy, nanti ajarin Caca matematika ya!"


Langit menoleh pada Caca yang mendekatinya, entah kenapa ia tergoda melihat penampilan sederhana istrinya itu. Ia langsung menggeleng pelan karena gak ingin melampiaskan nya pada istrinya yang masih sekolah. "Daddy kenapa?" tanya Caca bingung.


"Gak papa, saya cuman pusing saja. saya ke kamar dulu,"


"Bukannya kamar kita di sana?"


Langit mengepalkan tangannya supaya ia bersikap biasa-biasa saja. "Saya pengen tidur sendiri," senyum Langit lalu bergegas menuju kamar tamu. "Daddy kenapa? apa, obat itu bereaksi? Caca ke kamar saja deh, nanti Daddy datang sendiri," gumam Caca menuju kamarnya.


"Argh! kenapa gue kepanasan gini, sih? apa minuman gue ada obat nya? gak mungkin Caca lakuin nya karena ia tak tau apa-apa tentang obat," lirih Langit terduduk di tempat tidur sambil mengibaskan bajunya. "Gue udah gak tahan lagi, gue pengen Caca sekarang!"


Langit cepat-cepat keluar dan bergegas menuju kamar istrinya, ia sontak bungkam melihat Caca yang asik bermain tablet miliknya. walau wanita itu memakai pakaian dress hello Kitty anak-anak, tetap saja ia tergoda sekali.


"Eh, Daddy! Daddy bukannya mau tidur di ruang tamu?"


"Sa-Saya butuh kamu, Sayang!" lirih Langit mendekati Caca dan menin/dih wanita itu, yang membuat Caca bingung.


"Daddy kenapa?"


Langit tak membalas dan mencium pipi maupun dagu istrinya itu. "Sayang, aku minta hak aku ya," lirih Langit dengan suara seraknya, pemuda itu benar-benar sudah tak tahan dengan tubuhnya yang benar-benar kepanasan sekali.


Caca hanya mengangguk yang membuat Langit senang dan langsung memulai aksinya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2