Ketika Rasa Itu Hadir

Ketika Rasa Itu Hadir
10 .Permintaan Ayah


__ADS_3

Saat ini Antyka sedang berada di dalam mobil Alif . Semenjak mengetahui ada Ibra yang dianggap sebagai pesaing, Alif langsung membuat sebuah peraturan baru yaitu berangkat dan pulang dari kampus dia yang akan mengantar dan menjemput Antyka .


Alif melirik ke arah Antyka yang masih membisu . Ia tau gadis itu pasti sedang merasa terenggut kemerdekaannya . Alif sangat memahami itu .Tapi Alif pun butuh untuk mempertahankan diri .Dia tidak ingin menjadi pria bodoh, yang memberi kesempatan pada pria lain yang jelas jelas sangat ingin mengambil kesempatan untuk merebut Antyka .


" Jangan marah, kamu mau kemana biar saya Antar ? "Tutur Alif lembut .


" Gak usah "


Alif mengelus pucuk kepala Antyka menahan diri untuk tidak terpancing dengan tingkah kanak kanak Antyka .


" Aku tau kamu tidak suka dengan tindakanku . Tapi kamu juga harus ngerti Antyka, Semua yang aku lakukan untuk kebaikan kita "


" Bukan untuk kebaikan kita, tapi kebaikan pak Alif sendiri . Bisa tidak sih pak Alif memberi ruang dan waktu untuk saya ?"


" Kamu mau apa, waktu untuk apa ?"


" Saya juga butuh untuk berhubungan dengan teman teman saya pak. Saya mohon biarkan saya pulang dan pergi ke kampus seperti biasanya .Saat ini saya merasa seperti memiliki pengawal pribadi yang membatasi segala gerak gerik saya " jawab Antyka sengit


" Saya hanya berusaha menjadi seorang tunangan yang baik . Menjaga kenyamanan dan keselamatan kamu saat pulang dan pergi dari kampus, bukankah itu hal yang wajar Anty ? " Alif masih berusaha untuk memberi pengertian


" Saya bukan anak kecil pak, saya bisa jaga diri"


" Apa tindakan saya sangat mengganggu kamu ? baiklah kamu ingin aku bagai mana ? "


" Ijinkan saya, ke kampus seperti biasa "


" Apa aku tidak boleh menjemputmu lagi ?"


" Emmmh ...boleh tapi hanya sesekali tidak harus setiap saat "


" Baiklah aku mengalah, Sesekali itu seminggu sekali, dua kali atau tiga , empat ..."


" Seminggu sekali " ucap Antyka memotong


" Terlalu lama Anty, bagaimana kalau dua kali


" Ya sudah dua kali " Antyka menyerah dari pada setiap hari, dua kali masih lebih baik .Setidaknya ia masih bisa menikmati waktu kebersamaan dengan teman temannya .


" Deal . Tapi ingat Antyka, kamu sudah memiliki tunangan . Kapanpun kamu membutuhkan, aku akan berusaha ada di sisimu "


"Iya ,terima kasih pak Alif " Wajah Antyka seketika berubah sangat gembira


Alif hanya bisa mengelus dada dan merasa resah . Penawarannya di sambut dengan kata iya .Jauh di lubuk hatinya Alif ingin selalu berada di dekatnya .


***


" Pak Alif,....." Suara itu sangat jelas. Alif merasa ragu dengan apa yang dia dengar .Apa mungkin Antyka berada di rumah sakit ini ? Atau dia hanya berhalusinasi, namun Reflek tubuhnya membalik mencari sosok yang sangat ingin ia jumpai .


" Antyka " gumamnya lirih. Alif menghentikan langkahnya. Dilihatnya Antyka bersama prof Damar sedang berjalan beriringan, mendekat padanya .Antyka selalu terlihat cantik, tangannya bergelayut manja di lengan sang Ayah .


" Kamu terkejut lif ? Anty memaksa ingin mengantarku kemari "


" Sedikit " Alif bersalaman dan mencium punggung tangan prof Damar .


" Anty bawa Ayah ke tempat periksa VIP, Arahnya sebelah sana, kemudian belok ke kanan. Dua puluh menit lagi aku menyusul. Aku masih harus memeriksa dua pasien lagi " Alif memberi instruksi pada Antyka .


" Iya, kami segera kesana "

__ADS_1


Dua puluh menit kemudian Alif menepati janji menyusul Antyka dan prof Damar . Beruntung hari itu tidak terlalu banyak pasien yang mengantri .


Antyka masuk setelah dua pasien pertama keluar . Dia duduk di samping ayahnya .


" Apa yang dirasakan prof ?"


" Ayah tadi memegangi dada kirinya dok, Ayah kesakitan, kalau saya tidak melihatnya sendiri, Ayah pasti tidak mau diajak periksa " Antyka langsung menjawab .


" Terasa nyeri prof, apa disertai dengan sesak juga ?"Alif kembali bertanya pada prof Damar


" Sedikit " Lirih prof Damar,


yang tidak ingin Antyka cemas


" Anty kamu di luar dulu ya, Ayah akan aku periksa dengan baik . Kamu harus tenang, percayakan semuanya padaku "


Melihat Antyka begitu terbawa perasaan, Alif meminta Antyka untuk keluar dari ruang pemeriksaan . Alif tidak akan bisa memeriksa dengan maksimal jika Antyka ada di dalam ruangannya .Selain itu prof Damar tidak mau berkata tentang keadaannya yang sebenarnya .


Alif menatap Antyka tajam seolah memberi isyarat agar Antyka bisa menurutinya saat ini . Akhirnya Antyka keluar dari ruang pemeriksaan .Hatinya resah, ia hanya bisa berdoa semoga keadaan sang ayah bisa diatasi dengan baik .


Alif memeriksa prof Damar dengan seksama. Mengerahkan segala kemampuan dan membujuk prof Damar untuk mau terbuka dengan keluarganya .Tentang apa yang sedang menimpa tubuhnya .


Prof Damar terlalu keras kepala .Ia tetap bersikeras untuk menyembunyikan keadaannya yang semakin memburuk .


" Prof maaf, sepertinya hari ini prof Damar harus rawat inap.Tolong turuti saya "


" Alif apakah kamu bisa lebih cepat menikahi Antyka ? "


" Prof...." Alif merasa bingung


" Aku mohon " Prof Damar seperti merasa putus Asa .


" Biar aku yang membujuk Antyka "


" Prof sebaiknya Istirahat saja "


" Alif apa kamu tidak ingin memanggilku Ayah ?" prof Damar menatap nanar sembari merasakan sakit di dadanya, tubuhnya mulai melemah .


Alif mendekat memasang peralatan yang dibantu oleh para perawat ke tubuh Damar yang sudah ringkih .


" Ayah berjanjilah untuk kuat saya akan membujuk Antyka untuk secepatnya menikah " Bisik Alif di telinga Damar yang hanya di respon dengan Anggukan .


Perawat membawa tubuh Damar keruang tindakan . Antyka yang berada di luar hanya bisa meneteskan Air mata .Sejenak Alif mendekat pada Antika dengan tergesa .


" Anty ayah harus di rawat, kamu bisa telepon mas Luthfi untuk menemanimu .Aku harus bersama Ayah .Jangan kawatir " Alif setengah berlari mengikuti perawat yang mendorong prof Damar masuk ke dalam ruang tindakan .


Antyka segera menghubungi Luthfi kakaknya .Namun sayang sekali, saat ini Luthfi sedang berada di luar negri . Namun Luthfi berjanji untuk berusaha pulang hari ini juga .


Antyka yang sedang kalut kemudian teringat pada Ibra .Ia segera menghubungi Ibra agar bisa mendampinginya . Tidak membutuhkan waktu yang lama, Ibra pun segera datang .


"Antyka..."


" Kak Ibra ...." Antyka segera menghambur pada Ibra yang muncul dan memeluknya erat .


Ibra merengkuh tubuh Antyka yang sudah terguncang dengan isakan yang tertahan dari tadi . Semua tumpah saat Ibra memberi Antyka dada untuk berlindung .


" Kak Ibra Ayah ...hiks hiks "

__ADS_1


" Anty tenanglah dokter sedang menanganinya Ayah "


Ibra membawa Antyka duduk di ruang tunggu . Ia mengusap punggung Antika yang masih terus berurai air mata . Hati Ibra serasa teriris melihat Antyka yang terus tidak bisa menahan kesedihannya .


Pada saat yang sama Alif keluar dari ruang tindakan . Alif melihat Ibra yang menjadi sandaran kesedihan Antyka . Api cemburu langsung terpercik .Langkah panjangnya langsung mendekati Ibra .


" Antyka ...." Suara Alif sedikit meninggi .Begitu Antyka menoleh .Alif langsung mencekal tangan Antyka dan membawa tubuh Antyka yang masih lunglai mendekat padanya


" Pak Alif ..." Antyka sangat terkejut merasakan kekasaran Alif pada dirinya ." Ayah bagaimana ?"


" Kita harus masuk kedalam " Suara itu semakin dingin, saat Ibra pun tersulut emosi melihat Alif yang seenaknya memperlakukan Antyka .


" Dokter, lepaskan Anty ! " Ibra berbalik menatap tajam dengan tangan yang mengepal .


" Kak Ibra , tidak apa apa .Anty mau menemui ayah dulu . Terima kasih, kak Ibra sudah datang untuk Anty " Mendengar ucapan Anty, Ibra meluruhkan emosinya . Ibra menyadari keberadaan mereka bisa membuat gaduh .Ibra mengalah melepaskan Antyka untuk masuk menemui ayah di dalam ruangan .


Alif masih merasa kesal dengan Antyka saat masuk ke dalam ruangan . Keadaan prof Damar yang di penuhi alat bantu . Membuat Antyka semakin nelangsa . Antyka tidak menyadari jika Alif masih merasa kesal dengan kejadian tadi .Antyka memeluk Alif sejadi jadinya .


Alif sangat terkejut dengan reaksi Antyka yang tidak terduga . Tubuh Alif makin menegang, sesaat membeku .Kembali tersadar saat dadanya mulai basah dengan air mata Antyka .


" Ayah sudah stabil, jangan takut . Ayah sedang istirahat " Ucap Alif dan kesalnya pun hilang .


Mata bening yang cantik itu mengerjap menghapus jejak air mata yang masih menggenang .Wajahnya mendongak dengan bibir kecil merah yang penuh .Alif hanya bisa mengelus dada dan menahan diri dari keindahan yang hampir tak berjarak .


Alif hanya bisa mengusap pipi Antyka yang basah .Kemudian kembali merengkuh masuk tubuh Antika kedalam dadanya . Menikmati desir dan menumpahkan detak jantung penuh kasih .


" Pak Alif kapan ayah bangun ?"


Pelukan itu terurai saat Antyka mulai menanyakan keadaan sang ayah .


" Sebentar lagi ...., Anty ada yang ingin aku sampaikan "


" Apa tentang Ayah ?"


" Ya, tepatnya permintaan Ayah "


" Apa yang Ayah inginkan ?"


" Ayah memintaku untuk mempercepat pernikahan kita . Apa kamu keberatan ?"


" Apapun yang Ayah minta pasti akan Anty kabulkan "


"Kamu bisa katakan sendiri saat Ayah sadar nanti "


" Iya, apa kak Ibra boleh masuk ?"


" Boleh " Ucap Alif lesu


Tanpa beban Antyka segera keluar ingin memanggil Ibra untuk masuk kedalam ruangan . Tiba tiba Alif memanggilnya .


" Antyka ..., bisakah kamu tidak memeluk dan menyentuh pria lain ? " Alif menunduk merasakan panas di pipinya " Aku sangat cemburu "


Keduanya terdiam setelah ucapan terakhir Alif . Kemudian Antyka mendekat pada Alif .


" Pak Alif maaf, Anty tidak memikirkannya .Anty hanya merasa sangat dekat dengan kak Ibra .Kak Ibra seperti kak Luthfi buat Anty . Anty akan ingat itu "


" Antyka ...,terima kasih " Alif tersenyum senang .

__ADS_1


Alif menyadari itu .Antyka hanya tidak menyadari akibat dari sembarangan memeluk pria dewasa .Pria akan merasakan sengatan bahkan bedebar jantung yang hebat . Antyka senaif itu .....


"


__ADS_2