
Alif berjalan tergesa dering ponselnya terus menerus membuatnya sibuk . Bunda makhluk cantik yang selalu membuat Alif bertekuk lutut . Suara lembutnya menghilangkan emosi yang meledak . ini sudah telepon yang ke lima .
" Ya Bun "
" Kenapa tidak diangkat ? Bunda dan Ayah sudah dalam perjalanan ke tempat acara pertunangan mu . Jangan terlambat "
" Ya Bun ,ini lagi mau keluar dari apartemen "
" Hati hati ya nak "
Bunda sepanik dan semarah apapun selalu doa yang dia ucapkan . Alif mengembuskan nafasnya .Berjalan setengah tergesa menuju parkiran mobilnya . Entah sial atau tergesa ada penghuni apartemen yang sama sama sedang panik dan menabrak Alif
Brugh ....
" Ah maaf , saya harus kerumah sakit anak kami demam tinggi "
" Ah ya it's ok, tapi lain kali hati hati .Saya juga sedang terburu buru " Alif tidak memperpanjang urusannya dengan sesama penghuni apartemen
Alif segera masuk ke dalam mobilnya . Ia tidak menyadari jika ada sesuatu yang terjatuh dari saku jasnya tadi . Kotak beludru berwarna biru tua . Alif sudah duduk di belakang kemudinya dan mulai menyalakan mesin mobil .
Tiba tiba pintu mobil Alif di gedor oleh seseorang .Sedikit kesal, Alif mematikan lagi mobilnya dan membuka pintu .
" Sory mengganggu, ini milikmu ?" Pria dengan jaket hitam masih menggenggam helmnya di tangan kiri dan tangan kanannya menunjukan kotak beludru warna biru tua .
" Ah oh iya itu milikku " Alif gugup meraba raba jaketnya dan memang tidak ada disaku jaket .
" Ini terjatuh dan menggelinding di depan saya tadi, beruntung motor saya tidak melindasnya . Coba kamu periksa "
Alif membuka kotak , masih Ada utuh cincin pilihan Antyka . Iya tersenyum lega .
" Ok, bro thank's . Tanpa ini aku tidak bisa menghadiri acara pertunangan ku .Kau menyelamatkan aku . Aku Alif "
" Aku Ibra "
" Oke, aku sedang terburu buru .Promise aku akan berterima kasih dengan benar lain waktu "
" Tidak perlu, semoga acaramu lancar "
" Sampai ketemu lagi "
Alif langsung meluncur dengan mobil hitamnya . Ia mengacuhkan beberapa panggilan di ponsel . Mata dan fikirannya hanya fokus pada jalan raya . Ini adalah cara dia untuk cepat sampai ke tempat acara pertunangannya .
Akhirnya tepat depan sebuah restoran ia berhenti . Ia segera menghubungi sang bunda agar tidak kawatir .
" Halo Bun aku sudah sampai depan gedung restoran . Acaranya di lantai paling atas kan ?"
" Iya, bunda tunggu depan lift ya "
Sudah banyak tamu yang datang . Bunda menghampiri Alif membenarkan dasi kupu kupu yang terpasang di leher Alif .
" Putra bunda sangat tampan " lesung Pipit dan senyum teduh milik bunda membuat gugup Alif hilang .
Mata Alif tertuju pada sosok impiannya .Dan jantung Alif kian berdegup kencang .Ingin rasanya ia merengkuh ,memeluk dan memiliki Antyka malam ini juga . Antyka begitu bersinar dengan balutan gaun malam meski tertutup .
" Sabar, sebentar lagi dia benar benar jadi milikmu " Tepukan di pundak Alif dari Ayah Haris, yang memergoki sang putra sedang mengagumi makhluk ciptaan Tuhan yang paling indah
__ADS_1
Alif tersipu malu ,tertanggkap basah sedang menatap dalam pada Antyka yang memang sangat memukau malam itu . Andaikan bisa Alif ingin menutup semua mata pria yang sedang menatap kagum pada calon istrinya .
Di puncak acara Alif didapuk untuk mengutarakan maksud hatinya pada Antika . Dengan langkah yang tegap penuh percaya diri Alif mengambil posisi di depan Antyka sembari berucap .
" Antyka, malam ini menjadi waktu yang tidak akan aku lupakan . Dengan keberanian penuh aku memintamu untuk menikah denganku . Aku pria yang jauh dari sempurna, berharap jawaban iya .Antyka menikahlah denganku "
Sesaat Antyka terdiam ada perasaan aneh dalam hatinya menelusup . Menatap Ayah ,juga Mama tercintanya .Kembali menatap Alif, kemudian
" Pak Alif , Aku mau menikah dengan mu " semu merah merona di pipi Antyka . ia menahan rasa malu saat jawabannya di nantikan oleh banyak pasang mata . Dan ditandai dengan gemuruh kata selamat dari orang orang yang hadir
Akhirnya Alif menyematkan cincin pertunangannya pada Antyka . Sebagai tanda ikatan diantara keduanya . Binar lega dan bahagia di mata orang orang yang mencintai Alif dan Antyka malam itu .
Acara diakhiri dengan makan malam bersama .Keluarga Haris Pradipta dan prof Damar menjadi satu dalam sebuah meja makan yang besar .
Haris dan prof Damar sudah saling mengenal . Banyak sekali sumbangsih perusahaan Haris dalam mendukung dunia penelitian . Para istri,
Ajeng dan Amalia pun terlihat langsung akrab Andre dan Karin mengobrol bersama Lira dan Mike . Dan sang pemeran utama duduk berdampingan masih canggung .
" Anty ,apa yang kamu rasakan ? . Sekarang kamu sudah jadi tunangan aku dan sebentar lagi jadi nyonya Alif "
" Apa sih pak Alif ? biasa aja lah " ucap Antyka lempeng .Mambuat Alif mendengus kesal .Memandang gemas wajah cantik Antyka
" Kamu tau gak Anty , tadi hampir saja pertunangan kita terhambat .Cincin yang aku mau berikan ke kamu terjatuh . Untung saja ada orang yang sangat baik mengembalikannya padaku .Aku sangat berhutang dengan orang itu " Alif kembali menerawang .lengan kokohnya menggenggam jemari Antyka dengan erat .
" Aku sungguh bersukur takdir begitu baik berpihak padaku. Kau percaya Antyka, kamu adalah jodohku .Jangan pernah perpikir untuk bisa lari dariku " tatapan mata Alif sangat tajam membuat Antyka merinding
" Pak Alif bisa lepas, tanganku sakit "
" Maaf .."Alif baru menyadari tangannya terlalu kencang menggenggam .
Setelah Acara makan malam usai satu persatu tamu undangan mulai berpamitan . Begitu pula dengan keluarga Haris dan prof Damar akhirnya meninggalkan gedung tempat bertunangan .
***
Di sebuah Apartemen seorang pria sedang sibuk menelepon seseorang .
" Frans, tolong usahakan semua urusan beres minggu depan . Aku sudah berencana mengadakan peresmian kantor kita yang baru .Ingat jangan ada yang terlupa .Oh ya Frans, kita undang beberapa partner dan klien kita " Kemudian ia menutup ponselnya
Dia adalah Ibrahim biasa dipanggil Ibra .Seorang pengacara muda yang sangat briliant . Dengan karir yang cemerlang .Dia baru saja pindah dari singapura ke Jakarta .
Tujuan hidupnya hanya satu kembali ke kota ini, ingin menjemput gadis kecilnya . Dia masih bersabar menunggu gadisnya cukup usia . Sembari memantaskan diri untuk bisa berada di sisinya .
Ibra mengusap layar ponselnya ,Terpampang kenangan kenangan indah di sana . Ia tidak berhenti bergumam mengungkapkan perasaan rindu dan ingin segera menemuinya .
" Antyka ,kak Ibramu sudah kembali dengan kejutan . Kakak sudah bekerja dengan sangat keras agar bisa pantas menemui Ayah Damar .Kakak akan memintamu pada Ayah .Kamu tau ? semua yang kakak lakukan untuk kamu Antyka . Kakak sangat merindukanmu . Mungkin ini sudah waktunya . Kamu sudah semakin cantik .Sudah menjadi gadis dewasa .Kakak tidak bisa menahan diri lagi lebih lama "
Ibra adalah salah satu anak panti di tempat yayasan prof Damar . Sejak kecil Ibra selalu menjadi kesayangan prof Damar karena dia anak yang sangat cerdas .
Ibra jatuh hati dengan putri Damar yang sering datang ke panti . Keduanya sangat akrab . Bahkan Antyka kecil sangat kehilangan saat Ibra harus belajar ke luar negri ketika mendapat beasiswa .
Ibra segera meletakan ponselnya di atas tempat tidur .Ia bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri . Setelah selesai ia mengenakan pakaian rapi .
Saat ini ia sudah berdiri di depan rumah prof Damar .Jantungnya berdegub kencang . Setelah bertahun tahun ia kembali menginjakan kakinya lagi di rumah ini . Rumah yang selalu membuatnya ingin pulang .Karena disanalah belahan hatinya tinggal .
Pintu terbuka ,Prof Damar tertegun menatap pria yang ada di depannya . Mata tuanya mengerjap meneliti setiap inchi wajah yang sangat familiar .
__ADS_1
" Ibra !"
" Iya Ayah ,ini aku Ibra " Ibra menghambur dan memeluk tubuh yang mulai menua . Pria yang telah memberinya masa depan seperti sekarang .
" Lama sekali . Ayah hampir tidak mengenalimu . Kamu terlihat sangat tampan .Duduklah ! "
" Ayah sehat ?maafkan Ibra , Ibra baru bisa menemui Ayah "
" Ayah pikir, kamu masih berada di Singapura .Bagaimana ? apa pekerjaanmu lancar "
" Ayah ,berkat restu ayah .Senin depan Ibra akan meresmikan kantor firma hukum Ibra yang ada di Jakarta "
" Syukurlah Ibra ,.Ayah ikut senang "
"Ibra mohon ayah ,ibu juga Antyka bisa datang "
" Ayah usahakan nak "
" Ayah ,Ibu dan Antyka di mana ?"
" Mereka ada di dalam ,Masuklah bukan kah ini rumahmu juga ?."
" terima kasih, yah "
Saat masuk kembali ke dalam rumah . Hati Ibra terasa hangat . Disinilah ia merasa benar benar memiliki keluarga yang lengkap . Ibra melihat ibu sedang duduk bersama gadis cantik yang sudah membuat hatinya resah .
" Assalamualaikum Bu ? " Ibra mendekat
" Ibra ...? "
" Iya Bu ini Ibra "
" Kak Ibra......" Antyka yang berada di samping ibu langsung berteriak gembira .
Antyka masih berulah seperti dulu .Begitu melihat Ibra tanpa sadar ia langsung memeluk .Tidak menyadari Ibra yang di peluk langsung membeku ,Hampir saja Ibra tidak bisa menahan diri untuk membalas pelukan Antyka dengan hasrat .
Ibu yang melihat langsung mengingatkan sang putri untuk menjaga sikap .
" Antyka sayang, kamu sudah gadis nak. angan bertingkah seperti anak kecil lagi .Lepaskan kakakmu, lihat mukanya jadi pucat karena ulah mu "
" Ah maaf kak Ibra " Antyka bersemu merah menyadari kebodohannya .
" Tidak apa apa Bu ,saya juga kangen Antyka yang dulu .Adik kecil kak Ibra yang riang "
Ajeng tersenyum .Ia sangat paham kedekatan dua orang ini . Mereka sudah seperti kakak adik yang sebenarnya .Kemudian Ajeng menuju dapur untuk membuat minuman .
Antyka langsung bergelayut manja di lengan Ibra .Menuntun Ibra duduk di sampingnya
" Kak Ibra liburan disini ? "
" Salah ,kakak mau tinggal di sini "
" Serius kak "
" Kakak ada hadiah untukmu " Ibra menyodorkan sesuatu pada Antyka
__ADS_1
" Apa kak ?"
Ibra menatap dalam manik coklat milik Antyka . Rasanya sangat ingin bersandar di sana, teduh .Hal yang selalu membuat Ibra rindu .