Ketika Rasa Itu Hadir

Ketika Rasa Itu Hadir
6.Hadiah untuk Antyka


__ADS_3

Antyka berada di sebuah pusat perbelanjaan bersama dengan Alif . Mencari cincin pertunangan untuk mereka besok malam


" Kamu ingin yang seperti apa ?"


" Gak tau pak "


" Gitu ya ? ya sudah nanti kita tanya pada pemilik toko ,Cincin yang cocok untuk cincin tunangan " Alif menggaruk tengkuknya .Ia baru sadar Antyka jauh lebih tidak tau tentang cincin pertunangan .


" Iya ,saya mana tau yang seperti itu .Membayangkan punya pacar saja saya tidak pernah apalagi tunangan "


" Serius belum pernah punya pacar ?"


" Eh ,tapi saya normal ya pak .Kalo mengagumi pria tentu saja pernah "


" Pria seperti apa yang kamu kagumi ?"


" Pintar ,baikk hati ,dan tampan "


" Hmmm .Semua ada di aku " Alif terkekeh


" Pak Alif memang PD od ya ?"


" Apa itu ?"


" percaya diri over dosis "


" Kenyataan Antyka , kalau kamu tidak percaya kita buktikan "


Antyka semakin malas meladeni tingkah Alif .Di sebuah toko perhiasan mereka berhenti .


" Mbak kita sedang cari cincin untuk tunangan yang paling bagus ya "


" Sebelah sini . Ini koleksi toko kami yang terbaru disainnya simple tapi sangat berkelas " Pelayan menjelaskan .


" Antyka ,silahkan kamu pilih "


Seketika Antyka merasa bingung .Ia memandangi cincin cincin yang terpajang .Kemudian ia menunjuk satu cicin sederhana dengan butir berlian ditengahnya indah berkilau .


" Itu cantik Antyka ,mbak saya Ambil yang ini " Alif langsung menyetujui pilihan Antyka .


Selesai mencari cincin ,Alif mengajak Antyka berbelaja lagi namun Antyka menolak .Dia beralasan banyak sekali tugas yang harus ia selesaikan .Jadi Antyka meminta Alif untuk mengantarnya pulang saat itu juga .


Antyka sudah sampai di rumah . ia sedang mulai menyiapkan tugas kuliahnya . Besok sudah tidak bisa lagi mengerjakan, di rumah sudah mulai banyak tamu saudara mereka yang datang .


Hari pertunangan Antyka dengan dokter Alif . Prof Damar sangat antusias menyambut Acara pertunangan putrinya .Putri yang merupakan Anugrah terindah dalam hidupnya .


"Anty ..." mama membuka pintu kamar putri semata wayangnya .Di tangannya ada paper bag .


" Ada apa ma ?"


" Kamu sibuk ?"


" Nyelesaikan tugas ma , besok sudah tidak sempat lagi "


" Mama bawa baju buat kamu pakai besok ,di coba dulu ya . Kalau ada yang kurang bisa di betulin "


" Mama buat sendiri ?"


" Ia ,spesial buat kamu "


" Sebentar Ya ma ,Anty save dulu tugas Anty ''


Anty membuka paper bag yang berisi gaun warna silver dan hitam Kemudian mencobanya dibantu oleh sang mama .


" Cantik sekali Antyka " Mama Ajeng langsung memeluk putrinya .Terkagum melihat kecantikan sang putri


Tiba tiba mama Ajeng tercekat ,di penuhi haru.Seolah belum rela putrinya akan dimiliki pria asing .


" Anty , apa Anty benar benar mencintai nak Alif . Mama .....,Ingin kamu bahagia nak .Mama ingin yang terbaik ,yang terindah untukmu "


Antyka duduk ditepi ranjang setelah mengurai pelukan sang mama .Mata jernihnya mengerjap lalu menatap wajah mama Ajeng . juga mengingat kelebat senyum Ayah Damar yang begitu bahagia dengan pertunangannya


" Mama tau kan ? jodoh itu Allah yang atur .Meski kami belum lama saling mengenal Anty dan pak Alif sudah sangat yakin . Anty harap dengan restu dan ridho dari mama semua akan menjadi yang terbaik ,terindah untuk hidup Anty "


" Syukurlah Anty ,Mama merestui hubungan kalian . Semoga segala kebaikan selalu menyertaimu .Dari sorot mata nak Alif mama melihat dia sangat mencintaimu Anty .Dan di sini di hatimu yang indah,ada rasa yang Tuhan titipkan ,kamu jaga dengan setia sebagai kehormatan wanita "

__ADS_1


"Ma ....Anty sayang kalian . Anty akan melakukan yang terbaik . Menjadi putri kebanggaan kalian .Menjaga kehormatan kalian"


" Ade...." Tiba tiba saja Karin masuk ke kamar Antyka .


" Mbak Karin "


" Kok pada nangis gitu ?"


" Mama hanya terharu ,tiba tiba saja putri kecil mama sudah ada yang minta "


" Maaf ya ,mbak Karin main masuk aja ke kamar Anty .Mbak mau kasih ini buat ade " Karin menyodorkan paper bag kecil pada Antyka


" Apa mbak ?"


" Buka aja "


" Daebak ,terima kasih mbak Karin " Antyka begitu girang mendapat hadiah dari Karin kakak iparnya


Sebuah ponsel keluaran baru yang sangat Antyka inginkan . Bahkan Antyka sudah menabung cukup lama untuk bisa membelinya .Tapi sayang uang tabungannya belum mencukupi .


" Bilang terimakasih juga dong sama mas Andre "


" Paling besok kan, mas Luthfi dateng ya ? "


" Tuh ada di depan "


Antyka terus berlari menuju ruang tamu ingin menemui Lutfi kakaknya .


***


Karin memeluk mama Ajeng erat . Ia ikut terharu adik kecilnya yang masih sangat kekanakan akan bertunangan .


" Ma, gak kerasa ya ? Ade bakalan tunangan .Rasanya baru kemarin Karin mandiin dia ,gendong dia "


" Iya ,mama juga tidak menyangka, rasanya cepat sekali "


" Ma ,tunangan Anty siapa namanya ?"


" Alif ,dia dokter jantung dan dia juga dosen zeindra di kampus .Dulu juga dia mahasiswanya Ayah . Ayah yang lebih kenal dia "


" Sepuluh tahun . itu juga yang membuat mama sedikit kawatir "


" Karin sama mas Andre juga jauh ma jarak usianya .Tapi justru mas Andre lebih sabar dan sayang sama Karin "


" Semoga seperti itu ,nak Alif bisa sabar menghadapi Antyka yang masih kekanakan "


" Persiapannya untuk acara tunangan gimana ma ? Ada yang bisa Karin bantu ?"


" Mama sudah minta jasa dekor untuk menghias tempat acara .Hidangan pembuka sampai penutup sudah di handle pihak restoran . Kamu perhatikan saja saudara saudara yang datang kalau mereka membutuhkan sesuatu saat di sini dan juga bingkisan yang akan mereka bawa pulang "


" Siap ma "


" Livia ikut kemari ? .mama kangen sama anak itu "


" Belum ma ,mungkin besok pas acara pertunangan baru bisa datang .Livia kan harus sekolah ,Zeindra juga ada kuliah "


" Ah iya ,kenapa mama jadi pelupa begini "


Di ruang tamu Antyka langsung memeluk Andre kakaknya .


" Mas Luthfi terima kasih ya hadiahnya ya "


" Hmm ..."


" Anty kangen sama mas Luthfi yang irit bicara, apa lagi kata 'Hmmm' itu ciri kas banget " Antyka tergelak membuat Andre memerah wajahnya .


" Kebiasaan... ,masih bocah kaya gini sudah mau menikah.. ? "


" Iya dong "


" Semoga suami ade tidak pingsan lihat kelakuan ade yang kaya gini "


" Ya kalau pingsan Anty kasih nafas buatan " Ucap Antyka jail .


Pletak ...jidat Antika mendapat sentilan .

__ADS_1


" Auw..."


"Masih kecil pikirannya di kondisikan "


" Yey mas Luthfi marah , udah mau nikah mas "


" Berisik ..."


" Mas Luthfi kok tau Anty lagi pingin ponsel yang itu ?"


" Masih nanya ? dari satu bulan yang lalu kamu rajin banget ngechat mas, pingin beli hp itu .pura pura tanya harga ,tanya tanya stock di toko mas .Sampai tiap minggu kirim gambar ponsel itu dengan warna yang kamu impikan "


" He he gitu ya mas ..., I love you mas Luthfi muahh " Antyka cepat berlari setelah mencium pipi kakaknya . Ia tau kakaknya paling tidak suka di cium .


Dari arah dalam Antyka berpapasan dengan sang Ayah yang geleng geleng kepala . Ayah tau sifat usil Antyka pada kakaknya .


Ayah Damar menemui Lutfi di depan .Luthfi segera mencium punggung tangan Ayah Damar dan mereka duduk sambil berbincang .


" Sudah lama fi, Zein dan Livia mana kok sepi ?"


" Baru yah paling setengah jam .Zein dan Livia mungkin besok datangnya .Mereka masih sekolah "


" Ayah ,ayah terlihat pucat .apa ayah sakit ?" Andre melihat keanehan pada fisik ayah Damar


" Tidak , eh mungkin ayah terlalu bersemangat untuk acara besok " Ayah Damar menyembunyikan keadaannya .


" Ayah sebaiknya istirahat di kamar ,biar Andre bantu "


Tiba tiba tubuh Ayah Damar terhuyung ,namun dengan sigap Andre menangkapnya .


" Ayah kenapa ?"


" Bawa ayah ke RS ini, tolong jangan beri tahu mama dan Anty kita berangkat sekarang "


Andre segera membawa Ayah Damar tanpa sepengetahuan orang orang yang ada di rumah .Begitu sampai di RS ,prof Damar langsung di tangani . Kebetulan Alif yang sedang bertugas.


Damar di tempatkan di ruang perawatan setelah keadaannya stabil . Andre sangat gelisah saat Karin berulangkali menghubunginya .


" Bagaimana keadaan ayah saya dok ?" tanya Andre pada dr Alif


" Keadaan prof Damar sudah stabil . Mungkin beliau lupa dengan obatnya hingga terjadi seperti ini "


" Fi , ini dr Alif ,calon tunangan Antyka . Alif ini kakak Antyka Andrean Lutfi Al Habsyi"


" Andre "


" Alif "


" Alif apa nanti malam saya bisa pulang ? saya harus mengabari istri saya "


" Keadaan prof sudah stabil dan boleh pulang setelah infus ini habis .Tapi obatnya jangan lagi lupa di minum "


" Oh sukurlah ,saya tidak harus membuat istri saya cemas " Damar bernafas dengan lega kemudian menatap Andre yang gelisah


"Fi ,telepon mama kalau ayah dan kamu sedang di yayasan . Katakan seperti itu ,Ayah tidak ingin mama dan Antyka kawatir "


" Baik yah "


Andre menghubungi istrinya yang sudah berkali kali menghubunginya .Mengabarkan jika dirinya dan Ayah Damar sedang berada di yayasan .


" Prof ,mas Andre saya pamit dulu telepon saya saja setelah infus habis "


" Terima kasih lif "


" Yah kenapa harus merahasiakan sakit ayah pada semuanya ? .Kalau mama tau kan ,mama bisa bantu ayah untuk mengingatkan ayah untuk minum obat "


" Jangan Fi , ayah tidak bisa melihat mamamu kawatir .Dia juga sama seperti ayah sudah mulai sering sakit sakitan . Ayah ingin membuat mama mu tenang "


" Yah, harusnya katakan pada Luthfi jangan menyimpan sendiri kalau ayah sakit . Luthfi juga kaget kalau calon tunangan Anty adalah dokter yang biasa ayah kunjungi ?"


" Iya ,ayah sekarang bisa tenang ada kamu dan Alif yang bisa menjaga mama dan Antyka "


" Ayah istirahat dulu ,Luthfi mau keluar sebentar sepertinya Luthfi lapar .Apa ayah mau Luthfi bawakan sesuatu ?"


" Pergilah ayah tidak lapar . Ayah akan tidur biar nanti pulang, sudah sehat dan mamamu tidak curiga "

__ADS_1


__ADS_2