Ketika Rasa Itu Hadir

Ketika Rasa Itu Hadir
8.Seiring waktu


__ADS_3

"Kak Ibra ini cantik sekali " Antyka membuka kotak hadiahnya . Sebuah gelang yang sangat cantik


" Kamu suka " Ibra memakaikan gelang pemberiannya di pergelangan tangan Antyka


" Iya ,terima kasih" Kemudian suasana jadi awkward " Kak Ibra ..."


" Kenapa..?"


" Jangan melihatku seperti itu " Antika merasa jengah dengan tatapan Ibra .


"Antyka ..., cantik " lirih Ibra sembari memalingkan wajah .ia menenangkan debaran jantungnya yang semakin salah tingkah .


" Ish....,Anty pikir kak Ibra sudah tidak ingin kembali lagi ke sini " Anty mengalihkan topik pembicaraannya


" Itu tidak mungkin ,Kak Ibra pergi jauh, hanya untuk bisa kembali kesini dengan sesuatu yang bisa kak Ibra persembahkan pada Ayah . Kak Ibra ingin membuat Ayah bangga "


" Kak Ibra sudah buka kantor cabang di Jakarta .Hampir semua target kak Ibra sudah tercapai dan stabil .Setelah itu kak Ibra akan terus stay di sini "


" Wah selamat ya kak Ibra ,Anty semakin kagum sama kak Ibra "


Ajeng dan Damar menghampiri Antyka dan Ibra .Mereka kembali bergabung di ruang keluarga dan bercengkrama .Setelah sekian lama tidak bertemu .Ada saja hal yang bisa diceritakan .


" Kamu sudah sukses sekarang Ibra . Ayah sangat bersukur dan bangga , tetap rendah hati dan jujur . Ayah juga punya berita gembira untukmu .Kalau saja ayah tau kamu sudah berada di sini sejak sebulan lalu pasti Ayah akan mengundangmu ke acara pertunangan Antyka kemarin "


" Aa an Anty sudah bertunangan ?" Suara Ibra begitu berat dan serak .


Rasa perih itu menyayat hatinya . Tubuhnya menegang dan lunglai . Mendengar gadis impiannya sudah bertunangan dengan pria lain .Ada rasa tidak percaya dihatinya .


" Ibra ...," Damar terlihat bingung dengan reaksi Ibra yang seperti sangat terkejut ." Kamu terkejut dengan berita ini ? .Anty memang masih muda dan belum selesai kuliah . Tapi Ayah yakin calon suami Anty akan terus mendukung pendidikan Anty . Ayah sudah sangat tua Ibra .Ayah ingin melihat Anty menikah.Sebulan lagi mereka akan menikah "


Ucapan Ayah Damar semakin membuat Ibra lunglai . Mata Ibra menjadi sayu ,Semua ...,semua yang ia perjuangkan hanya untuk membuat dirinya pantas agar bisa meminang Antyka .Dan semua menjadi tidak ada artinya .Dada Ibra serasa kosong .


" Ibra di minum dulu tehnya . Kamu kenapa ,apa kamu sedang sakit ?" bu Ajeng pun terlihat kawatir .


Ibra berusaha mengendalikan diri . Ia tidak boleh terlihat lemah atau kecewa . Bukan salah Ayah dan ibu .Mereka tidak tau apa yang dirasakan Ibra saat ini .


" Ibra tidak apa apa " dengan tangan sedikit tremor Ibra mengambil cangkir teh kemudian meminum nya perlahan .


Kebetulan ponsel Ibra tiba tiba berbunyi . Semua perhatian menjadi teralih .Ibra mengangkat ponselnya


" Halo ,iya ...iya saya akan segera ke sana .iya sekarang juga " Ibra menutup kembali ponselnya .


Ibra menatap semua dan berpamitan untuk segera pergi ke tempat kantor barunya .Ada hal mendadak yang harus segera ia tangani .


" Ayah, ibu, Ibra ke kantor dulu, ada urusan yang harus Ibra tangani "


" Kamu yakin tidak apa apa Ibra ? kamu terlihat tidak sehat . Ayah panggilkan sopir Ayah, untuk mengantarmu ke sana "


" Tidak yah ,saya bisa sendiri "


" Kamu memang keras kepala, hati hati di jalan .Semoga urusan mu cepat selesai "


Ibra meninggalkan rumah Damar dengan perasaan yang terluka . Harusnya ia datang lebih awal . Apakah semua sudah terlambat nantinya bergejolak


Ibra menghidupkan mesin motor besarnya .Tiba tiba ia masih mendengar suara Antyka .


" Kak Ibra ..." Antyka berdiri di depan teras menatapnya penuh kesal .


Menatap wajah Antyka dengan ekspresi kesal membuat Ibra masih memiliki harapan .Dalam hati kecilnya berbisik belum terlambat ia masih memiliki tiga puluh hari untuk berjuang .

__ADS_1


Antyka menghampiri Ibra yang sudah berada diatas motor besarnya .


" Kak Ibra mau pergi begitu saja ...?"


" Tunggu kakak, Kakak akan kembali setelah urusan kakak selesai "


" Anty masih kangen .."


" Kak Ibra lebih kangen Anty ,tunggu kakak menenangkan hati sejenak .Kakak akan kembali " itu hanya terucap dihatinya . Ibra mengusap pucuk kepala Anty dan tersenyum lembut .


" Anty hanya sebentar " Setelah berucap Ibra menyalakan motor besarnya .


Anty menatap kepergian Ibra seperti waktu dulu .Hingga bayang Ibra pun menghilang . " Kak Ibra selalu pergi saat Anty ingin ada di samping kak Ibra " Anty bergumam kecewa .


**


Siang hari saat Anty baru selesai kuliah dan akan mengerjakan tugas kelompok ,Alif datang mengunjungi Antyka .


Setelah mengirimkan pesan, Alif menunggu Antika di parkiran. Aliff sudah berdiri di samping mobil hitamnya sedang Antyka terlihat berjalan menghampiri dengan raut wajah yang kesal .


" Gak bisa nanti malam saja ? Anty lagi ada tugas kelompok hari ini . Temen temen Anty bakal ngedepak nama Anty dari daftar anggota .Mau Anty gak lulus lulus ?"


" Anty, aku nanti piket malam. Please, hanya makan siang bareng, sesudah itu aku akan mengantar kamu lagi ketempat kalian mengerjakan tugas kelompok "


"Aku kangen Anty ,Seharian ini aku belum bertemu kamu .Aku seperti kehabisan oksigen .Kamu gak mau kan, kalau aku jadi sesek napas gara gara gak lihat kamu " Alif merajuk, seperti anak kecil dan ekspresi wajah yang dibuat buat


Anty merasa geli dengan ucapan Alif . Menyedihkan, bisa bisanya pria tinggi besar dan jutek itu merajuk padanya .Selain itu kata katanya juga seperti orang yang bucin tingkat dewa


" Ya sudah, tapi janji gak pake lama . Aku telepon dulu Acy, untuk mengabari tempat nugas" Antyka mengeluarkan ponselnya kemudian mendial nomor teman satu kelompoknya .Ia akan datang sedikit terlambat karena harus menemani Alif makan siang .


" Anty ponsel kamu baru ? " Alif menatap penuh selidik .


" Iya hadiah dari kak Luthfi, bagus kan ?"


" Oh ini dari kak Ibra ,dia baru pulang dari Singapura "


" Siapa Ibra ?"


" Dia anak angkat ayah "


" Apa dia tampan ?"


" Ya dia tampan sekali seperti pemain film Holywood . Dia juga sangat pintar dan juga ...."


" Stop, sudah .Aku tidak mau dengar .Dia pasti tidak setampan dan sepintar itu.Aku tau kamu hanya ingin membuatku cemburu kan?. Dan lain kali minta sama aku jangan terima hadiah dari Ibra atau pria lain "


" Kalau dari kak Luthfi boleh ?"


" Hemm "


" sudah lima menit waktu terbuang " Anty mengingatkan Alif yang sedang dalam mood buruk


Keduanya tersenyum menyadari kekonyolan mereka .Hanya hal sepele bisa merubah perasaan .Mereka segera masuk kedalam mobil Alif .


" Mau makan apa ? jangan jawab dengan terserah " Alif sudah memberi ultimatum .


Antyka berpikir sejenak .Membayangkan makanan yang ingin ia makan tapi ia tak memiliki ide apapun .


" Apa aja " ucap Antyka dengan senyum yang mengembang

__ADS_1


" Itu sama saja Anty ,Ya sudah biar aku yang menentukan. Tapi kamu tidak boleh protes "


" Iya yang penting cepat dan tidak terlalu jauh tempatnya "


" Kafe depan sana ya "


" Boleh "


" Nurut banget sih calon istriku, jadi tambah gemes " Alif mengerling jenaka .


* Apaan sih pak, jangan kegenitan deh "


" Masa sih aku genit?, mahasiswiku bilang kalau aku itu cowok yang cool "


" Gitu ya?, karena mereka tidak tau saja pak Alif yang sesungguhnya "


" Memang aku seperti apa Anty ?"


" Ya kaya gini " Anty tertawa lucu dengan keseriusan Alif


Alif memarkirkan mobilnya, kemudian berjalan memutar . Ia membuka pintu untuk Antyka . Mereka berjalan beriringan masuk kedalam kafe .


" Ini kafe pertama saya ketemu pak Alif . Pak Alif sering datang kemari ?"


" Iya suasana kafe ini tenang, tidak terlalu ramai .Makanan disini juga sesuai dengan selera dan yang terpenting tempatnya tidak terlalu jauh dari kampus . Apa kamu pernah kemari sebelumnya selain saat bertemu dengan ku ?


" Pernah sekali dengan Zeindra, dan yang kedua waktu saya harus bertemu dengan pak Alif "


Mereka duduk di tempat yang sama saat mereka pertama bertemu .Suasana kafe cukup ramai karena ini memang jam makan siang .


" Pak Alif ,saya tidak habis pikir kenapa pak Alif begitu ingin menikahi saya ?"


" Kamu masih mempertanyakan itu ?" Alif masih mengembangkan senyum .


Seorang pelayang menyodorkan buku menu kemudian Alif memesan menu makan siang .Antyka yang duduk di depan Alif masih setia menunggu jawaban dari Alif .


" Pak Alif ..." Antyka memanggil


" Aku suka kamu Antyka "


" Hanya itu ?"


" Apa masih kurang alasanku ?"


" Tentu saja, kalau hanya sesederhana itu alasannya " Antyka mengeryitkan dahi


" Harus yang rumit ? "


" Pernikahan bukan untuk main main .Melibatkan banyak hati. Dan yang terpenting masa depan orang yang menjalaninya saya dan pak Alif .Karena waktu yang sudah berlalu tidak bisa di ulang atau diganti .Bagi saya pernikahan itu sangat sakral ?"


" Lalu kenapa kamu juga mau menerima ajakan saya ?" Alif kembali berbalik untuk bertanya


" Untuk Ayah "


" Kalau kamu melakukan untuk Ayah, aku melakukannya untuk diriku .Jika kamu ingin menjaga perasaan ayahmu sebesar itu .Aku juga melindungi perasaanku sebesar itu "


Antyka terdiam dengan ucapan Alif yang menyentuh hatinya . Bahkan ia merasa bersalah terus mempertanyakan perasaan pria di depannya .


" Anty, mungkin menurutmu perasaanku ini terlalu terburu buru . Tapi saat pertama melihatmu hatiku sudah menetapkan pilihannya. Semakin berani mengambil keputusan tentangmu karena aku sudah tau siapa Ayahmu . Aku juga tau kamu orang yang penyayang dan berhati lembut .Kamu mencari sponsor karena ingin membantu teman panti mu yang tidak mendapatkan kuota lanjut kuliah karena tidak lulus seleksi PTN .Jadi teman pantimu bisa tetap kuliah meski di univ swasta .Bagai mana aku tidak jatuh hati padamu ?"

__ADS_1


Rona merah terpampang di pipi Antyka .Penjelasan Alif sudah cukup membuatnya tenang .Keputusannya tidak salah .Pria di depannya cukup layak untuk mendapatkan perasaannya .Meski belum sekarang .Tapi benih perasaan itu akan mulai ia tanam di hatinya dan akan bertumbuh seiring waktu .


" Antyka ayo dimakan, aku sangat lapar " Alif menghentikan perbincangan mereka yang mulai canggung .


__ADS_2