Ketika Rasa Itu Hadir

Ketika Rasa Itu Hadir
11.Menikah


__ADS_3

Ibra mendapat panggilan dari Antyka segera masuk kedalam ruangan. Ayah, Orang yang selama ini sangat Ibra hormati, Orang yang paling berjasa dalam kehidupannya, saat ini tergeletak tidak berdaya .Kesedihannya semakin menggunung .


Ibra duduk di sisi Ayah, menatapnya penuh kasih .


" Ayah, kenapa tidak pernah bilang kalau ayah sakit ?.Apa Ayah lupa kalau Ayah memiliki Ibra ? Ibra akan melakukan yang terbaik untuk ayah . Kalau ayah mau kita pergi ke Singapura untuk berobat " Lirih Ibra sambil mengecup tangan ayah yang terbalut jarum infus .


Tidak ada yang dapat Ibra lakukan saat ini. hanya bisa menunggu ,menunggu ayah terbangun dan menyapa dengan senyum hangat .Kemudian menawarkan pengobatan yang terbaik .


Antyka berada di luar ruangan bersama Alif . Alif tidak bisa membiarkan Antyka hanya berdua di sana dengan Ibra . Membayangkannya pun membuat Alif merasa sesak .


" Antyka sebaiknya kamu pulang, mama pasti sangat kawatir . Lebih baik kita memberi tau semua nya . Sebagai orang terdekat, mama akan sangat kecewa jika kita selalu menyembunyikan keadaan ayah "


" Tapi pak Alif, Anty tidak bisa mengatakan langsung pada mama .Anty tidak tega "


" Aku yang akan mengatakan pada mama "


" Antyka ...." Suara lantang milik kak Luthfi menghampirinya . Kak Luthfi datang bersama Zeindra .


Antyka menyambut kedatangan kakaknya dan Zeindra .


" Kak Luthfi sudah datang ?"


" Bagaimana keadaan Ayah ?"


" Sudah stabil kak"


" Kamu pulang jaga mama di rumah biar kak Luthfi yang mengurus Ayah "


" Tapi Anty ingin menjaga Ayah kak "


" Tidak Anty . Dan kamu Alif, saya minta tolong .Beritahu mama tentang keadaan ayah . Tapi kamu harus berhati hati agar mama tidak terlalu syok "


" Iya kak dari tadi saya juga sedang membujuk Anty untuk pulang dan berencana memberitahu keadaan Ayah "


Luthfi menganggukan kepalanya tanda mengerti dan setuju .Kemudian ia permisi untuk masuk ke dalam ruangan . Tinggal Zein yang masih terpaku berdiri di samping Antyka


" Dokter Alif, saya masuk dulu " ucap Zeindra mengikuti langkah Ayahnya .


" Iya Zein, aku akan mengantar Antyka pulang .Segera kabari aku jika ada sesuatu .Aku sudah menitipkan ayah pada dokter jaga "


***


Udara sangat dingin dan menusuk belulang saat langkah Alif yang panjang menyusuri koridor rumah sakit yang sepi . Ia baru saja mengantar Antyka pulang ke rumahnya .Meski dengan sedikit perdebatan, Antyka yang keras kepala bersikukuh untuk tetap menjaga sang Ayah bersama Ibra .Beruntung saat hampir malam kak Luthfi datang untuk menjaga Ayah .


Kak Luthfi dengan tegas meminta Antyka untuk pulang .Dan menjaga mama agar tidak panik di rumah .Alif sangat berterima kasih pada calon kakak iparnya itu .


Tadi sore ayah Damar sudah terbangun dari tidurnya . Antyka sudah mengatakan setuju untuk mempercepat hari pernikahannya dengan syarat sang mama harus tau kalau Ayah sedang sakit . Kondisi Ayah sudah semakin membaik .


Alif duduk di ruangan kerjanya sembari melepas jaket dari tubuhnya . Ia sudah meminta ijin pada Ayah dan bunda untuk memajukan hari pernikahannya .Ayah Haris sangat memaklumi kondisi calon besan .Dan memang memajukan hari pernikahan adalah langkah yang tepat .


Bayangan kejadian di rumah Antyka tadi kembali berkelebat . Alif harus mengatakan keadaan Ayah Damar pada mama Ajeng .Mama Ajeng sangat kecewa kenapa Ayah Damar menyembunyikan sakitnya .Beruntung Alif bisa menenangkan mama Ajeng yang sudah nekat ingin kerumah sakit malam itu juga .


Alif juga memberitahukan akan menikahi Ajeng esok pagi .Alif meminta mama menemani Antyka untuk persiapan besok pagi .Alif melihat kerapuhan di sana, di mata mama Ajeng .Hanya linangan air mata yang terus membanjir .

__ADS_1


Hati Alif makin teriris, saat dua wanita yang ia sayangi saling memeluk dan terisak . Alif berpamitan setelah melihat mereka tenang dan kuat .


Lamunan Alif hilang saat seorang perawat datang dengan tergesa mengabarkan kondisi tuan Hendro . Dengan sigap Alif bergegas menuju ruang tindakan .


***


Saat matahari semakin meninggi dan hari sudah berganti .Tepukan di pundak membangunkan Alif dari lelapnya mimpi . Alif membuka mata, di depannya sudah ada bunda, Ayah dan kak Lira juga suaminya


" Bunda kok sudah di sini ?"


" Bangun, cepat bersihkan dirimu. Kamu jadi menikah tidak pagi ini ?" bunda tersenyum .


Alif baru tersadar dengan keadaannya Semalam ia baru beristirahat setelah jam tiga pagi . Akhirnya tuan Hendro mau di oprasi juga .


Alif masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri .Sang bunda sudah menyiapkan baju untuk proses akad


" Putra bunda sangat tampan " ucap bunda setelah membantu Alif mengenakan jasnya " Alif, selamat ya nak .Bunda harap kamu bisa lebih bertanggung jawab .Di pundakmu ini sudah ada amanah seorang wanita yang akan menemanimu sepanjang hayat .Sayangi dan terima semua yang ada padanya .Dalam perjalanan kalian, ada doa bunda yang akan selalu menyertai . Berbahagialah nak " Pelukan bunda mengahiri segala wejangan .


Ayah Haris hanya menatap sang putra dengan bangga . Hatinya bergetar tanpa banyak kata yang terucap . Pelukan juga usapan pada punggung, khas seorang ayah yang tidak ingin terlihat cengeng saat mengantar putra kesayangannya menuju sebuah fase baru di kehidupannya .


" Ayah, bunda, Alif meminta restu serta ijin untuk langkah Alif ke depan " ucap Alif penuh haru .


" Ade gak minta restu sama kak Lira juga ?" Lara protes


" Oh iya. kak Lira dan kak Mike, Alif minta doanya ya semoga perjalanan Alif lancar ke depannya "


" Tentu Lif tanpa kamu minta, Kami akan mendoakan segala kebaikan untukmu " Ucap Mike lugas


Mereka melangkah ke kamar prof Damar. Ruangan itu sudah disulap menjadi tempat ijab kobul yang minimalis . Sudah ada keluarga Antyka yang menyambut kedatangan mempelai pria .


Alif menyalami satu persatu kemudian mengambil posisi yang sudah di atur .Ia duduk berhadapan dengan prof Damar yang mengembangkan senyumnya .Mulailah gegugupan itu melanda . Berkali Alif menarik nafas panjang untuk mengusir rasa gugupnya .


" Apa semua sudah siap ? wali , pengantin , mahar dan saksi saksi ?"


" Semua sudah lengkap " Ucap Alif


":Baiklah kalau begitu mari kita adakan ijab dan kobul . Untuk wali bisa di mulai "


Damar menggenggam tangan Alif erat kemudian melafalkan ijab dan di sambut dengan kobul oleh Alif dengan satu tarikan nafas .Kemudian kata sah menggema .Akhirnya prof Damar benar benar telah memindahkan tanggung jawabnya pada Alif .


" Kalian sudah sah menjadi suami dan istri .Apa yang haram menjadi halal .Berjalan dan berpeganglah pada aturan agama . Ayah percaya kalian bisa melalui semua, jika tetap bersama "


" Terima kasih yah "


Pelukan haru dan bahagia terpancar dari kedua keluarga . Hari itu juga Antyka diboyong bunda Amalia ke rumahnya . Tinggallah mama Ajeng dan Ayah Damar yang saling berpegangan tangan saling menguatkan . Mereka hanya bisa menatap dengan doa doa terbaik .


" Ayah sangat bahagia ma " Senyum hangat itu terlukis di wajah pucat prof Damar dan Diangguki oleh mama Ajeng


" Sebaiknya sejarah ayah istirahat, agar cepat pulih "


" Ma, ada satu hal lagi yang masih mengganjal di hati Ayah .Tentang Ibra dan asal usulnya . Sebulan yang lalu, ada orang yang mengunjungi panti. Mereka menanyakan anak lelaki yang Ayah temukan puluhan tahun yang lalu .Apa itu Ibra atau bukan semuanya belum pasti "


" Ayah jangan terlalu banyak berfikir .Kalau memang mereka berniat mencari Ibra pasti mereka akan datang lagi "

__ADS_1


" Iya, kita juga harus hati hati ma. Segala kemungkinan bisa terjadi .Ayah tidak akan melepas Identitas Ibra begitu saja sebelum ayah yakin "


" Itu lebih baik " ujar mama Ajeng sembari membenarkan letak selimut prof Damar " Ayah tidur yang nyenyak " Sebuah kecupan di kening mengahiri obrolan mereka .


***


Dalam kamar pengantin di kediaman Alif . Antyka masih duduk di tepi ranjangnya . Belum ada pergerakan dari tubuhnya yang merasa canggung di tempat Asing .Alif mendekat dan duduk sejajar .


" Kamu tidak ganti baju, apa tidak gerah ? " Alif menatap lembut istrinya yang sedang merasa gugup . Tiba tiba lengan Alif sudah melingkar di pinggang Antyka posesif .Kini wajah mereka tanpa sekat Alif menunduk, mendaratkan kecupan di pipi yang putih


" Jangan takut, aku hanya ingin memelukmu saja . Aku tau kamu belum siap .Masih banyak waktu .Ganti bajumu...! kamu ingin menunggu ayah kan ? aku akan menemanimu menjaga ayah nanti malam. Biar mama bisa pulang dan istirahat di rumah "


" Benarkah pak Alif ,Anty boleh menjaga ayah di rumah sakit ?"


" Tentu saja . Aku tau, kamu pasti tidak tenang di sini . Aku sayang kamu Anty ...I love you " Kembali kecupan mendarat di pipi Antyka .


Antyka memeluk Alif dengan sangat gembira .Betapa ia sangat beruntung. Alif begitu pengertian .Alif tau kegelisahan Antyka dan merelakannya untuk bisa menjaga sang Ayah .


"Pak Alif, terima kasih untuk pengertian dan keiklasannya "


" Boleh aku dapat hadiah ?"


" Hadiah ..?"


" Hmmm disini " Alif menunjukan pipinya " Satu kecupan saja " ujarnya penuh harap


Antyka mendekat memegang dua bahu Alif dengan posisi berhadapan .Kakinya sedikit menjinjit menjangkau wajah Alif yang lebih tinggi darinya . Jantung Antyka berdebar keras saat bibirnya mulai mendekat menempel pada pipi Alif " Cup " rasanya begitu hangat dan mengejutkan . Antyka menunduk malu masih merasakan sensasi sentuhan bibirnya dan pipi Alif


" Terima kasih Antyka .Cepat ganti bajumu, sebelum aku berubah pikiran "


Antyka segera berpaling dan meninggalkan Alif yang masih memegang pipinya .Sebuah koper kecil masih tergeletak di ujung ranjang, Antyka membukanya dan mengambil baju untuk dia pakai . Setelah mendapatkan baju yang dia inginkan Antyka masuk kedalam kamar mandi untuk berganti .


" Antyka aku di ruang makannya, kalau sudah ganti baju cepat susul aku "


" Iya "


Alif sudah berada di ruang makan .Suasana rumah masih sepi yang ada hanya bunda, Ayah Haris sudah langsung pergi ke kantor begitu juga kak Lira dan Mike .


"Mana Antyka Lif, kok kamu sendirian ?" Bunda duduk di depan Alif sambil meletakan piringnya, namun netranya menatap lekat ke arah Alif yang sedang memainkan ponsel


" Antyka sedang ganti baju Bun .Oh ya Bun, Alif mau minta ijin .Malam ini dan beberapa malam ke depan sampai Ayah Damar sehat, Alif dan Antyka akan menginap di rumah sakit "


" Ya sudah, tapi kalian harus tetap jaga kesehatan "


" Iya Bun, Alif gak tega kalau harus maksa Antyka langsung menginap disini .Padahal Ayah Damar sedang sakit "


"Sayang sini, kita makan siang bersama " ucap bunda saat Antyka muncul dari dalam kamarnya .


" Makan dulu Anty, kemudian kita istirahat sebentar .Kita kerumah sakitnya nanti malam "


" Iya , Terima kasih pak Alif "


" Kok masih panggil pak ?" Bunda menggoda Antyka

__ADS_1


" Sudah biasa bunda " jawaban Antyka begitu polos ". Anty harus panggil pak Alif apa ?" Mata Antika tertuju pada Alif . Sedang pria itu hanya mengerutkan dahinya untuk mendapatkan ide panggilan untuk dirinya


__ADS_2