Ketika Rasa Itu Hadir

Ketika Rasa Itu Hadir
9 Ibra yang semakin terluka .


__ADS_3

Begitu sampai di apartemennya .Ibra segera masuk kedalam kamar .Bayangan bayangan masa lalu berputar kembali dalam kenangannya


"Kak Ibra mau pergi ,Anty boleh ikut ?"


" Kak Ibra harus sekolah, Anty mau kan tunggu kak Ibra pulang ? baik baik ya di sini jaga Ayah .Kak Ibra pasti pulang "


" Besok ulang tahun Anty .Anty ingin merayakan dengan kak Ibra " Air mata Anty kecil menetes .Kulit wajahnya yang putih menjadi kemerahan .


" Kak Ibra pasti pulang kalau sekolahnya Kakak sudah selesai .Kita akan merayakan ulang taun bersama setiap tahun .Ulang tahun kita kan sama "


Gadis kecil itu mengangguk .Mencoba memahami perkataan Ibra . Kemudian ia turun dari gendongan remaja pria itu .


" Kakak akan sangat merindukanmu di sana "


" Anty juga "


Kemudian tangan mereka bergandengan sampai batas ruang tunggu . Saat pemberitahuan pesawat akan segera berangkat .Ibra melambaikan tangan sembari membawa kopernya . Ia merasakan ada yang tertinggal .Sisi ruang hatinya terasa kosong .


" Kak Ibra cepat pulang ya Anty tunggu kakak " Itu suara yang selalu terngiang ngiang di benak Ibra .


Empat tahun berlalu .Ibra sudah menyelesaikan studynya .Ia kembali sebentar untuk bertemu Antyka yang mulai beranjak remaja . Rasa sayang Ibra berubah menjadi cinta . Karena itu juga Ibra memutuskan untuk pergi lagi untuk study dan kariernya


Ibra muda sangat sadar ia harus memiliki pendidikan yang tinggi dan materi untuk memantaskan diri berada di samping Antyka kelak .


Dia berusaha menahan perasaannya .Dan bekarja keras hingga bisa seperti sekarang .Seorang pengacara handal .Ia memulai karirnya dengan bekerja di firma hukum saat masih berada di inggris. Setelah jam terbangnya cukup tinggi .Ibra memutuskan untuk tinggal di singapura . Disana juga Ibra membuka kantor sendiri hingga menjadi sukses .


Ibra mengikuti perkembangan Antyka dari media sosial .Dan Ibra semakin tidak kuasa untuk menahan diri dengan perubahan Antyka yang semakin cantik dan dewasa .


Hingga Ibra memutuskan untuk membuka cabang kantornya di Jakarta sembari menunggu Antyka lulus ia ingin mendekatkan diri sebagai pria bukan sebagai kakak .


Ibra berpikir Ayah tidak akan mengijinkan Antyka menikah secepat ini . Andai saja tau, Ibra pasti akan lebih cepat untuk meminta Antyka dari Ayah


Ibra tergeletak di atas ranjangnya . Rasanya begitu lelah dan kecewa . Saat Ayah Damar mengatakan Antyka sudah bertunangan . Semua usahanya seperti sia sia .


***


Langit Jakarta begitu cerah .Acara peresmian kantor cabang milik Ibra berjalan lancar .Ayah Damar ,Antyka dan ibu Ajeng turut menghadiri acara tersebut .


Sejenak Ibra teralihkan dari rasa kecewa atas pertunangan Antyka . Ibra masih bisa menggenggam tangan Antyka mengelilingi kantor miliknya .


" Kak Ibra ,ini ruangan kakak " Antyka mengamati interior ruangan kerja milik Ibra " Bagus kesan klasik dan elegan " ujar Antyka kembali memuji


" Kamu suka Anty ? Kemarilah ..!" Ibra memanggil Antyka agar mendekat . Ibra berdiri di dekat jendela .


Antyka berdiri sejajar dengan Ibra .Ibra menunjukan pemandangan yang terlihat dari jendela .


" Bagus kan ? apalagi saat ada sinar senja yang kemerahan menerobos kemari .Suasananya akan semakin hangat Anty .Kak Ibra sering berdiri disini saat menjelang petang " Ibra menoleh memperhatikan mimik wajah Anty yang terkagum kagum melihat pemandangan di luar jendela .


Kemudian saat mata bening Antyka menutup, merasakan angin sejuk yang menerobos dari jendela yang menerpa wajah cantiknya . Melihat itu Ibra tercekat tanpa sadar lengan kokohnya sudah berada di bahu Antyka .Terus mendorong tubuhnya semakin tak berjarak .Berlahan wajah Ibra merasakan hembusan nafas hangat .


" Antyka .....," Suara pria memecah dan mengagetkan Ibra yang terbawa suasana .


Antyka membuka matanya mencari sumber suara . Dilihatnya sosok Alif sedang melangkah menghampirinya .

__ADS_1


Bersamaan dengan itu Ibra segera menarik tangannya dari bahu Antyka . Memundurkan tubuhnya dengan jarak aman . Dan mengamati sosok pria yang menatapnya dengan sangat tajam sambil menghampiri dirinya


Alif mengambil jemari Antyka dan menggandengnya . Seperti memberi tahu jika wanita ini adalah miliknya . Namun keduanya terkejut, baik Ibra atau pun Alif saling mengenali wajah mereka masing masing .


" Kita ketemu lagi " Ucap Alif masih dengan aura dingin .Ia tidak suka tatapan Ibra pada Antyka .


" Pak Alif sudah kenal dengan kak Ibra ?"


" Dia orang yang menyelamatkan cincin pertunangan kita " Ucap Alif jujur .


" Kak Ibra ini tunangan Anty .Terimakasih sudah menyelamatkan cincin ini " Antyka begitu senang .Sambil menunjukan cincinnya.


Ada rasa perih di hati Ibra saat melihat Antyka begitu bahagia dengan cincin di jarinya .


" Iya sama sama Anty " Ibra berucap sendu sambil mengusap pucuk kepala Antyka yang terhalang hijab dengan segenap rasa sayangnya .


Alif reflek merengkuh bahu Antyka agar usapan Ibra segera berakhir . Dua pria itu saling menatap dalam diam .Kecemburuan yang tersirat mengibarkan perang tanpa ucapan


" Kita temui Ayah Antyka, mereka sudah menunggu " Alif membawa Antyka segera berlalu dari Ibra


" Sebentar, aku mau pamit pada kak Ibra " Antyka kembali menghampiri Ibra yang masih berdiri di tempatnya


Antyka menglingkarkan tangannya di lengan Ibra dengan manja .


" Kak Ibra sukses ya . Anty senang kak Ibra kembali . Anty pamit dulu, pak Alif sudah menjemput Anty " Anty memberi selamat dan melepaskan tangannya saat berpamitan .


" Antyka ....." panggil Ibra saat Antyka sudah melangkah


" Terima kasih, hati hati di jalan "


Alif menyaksikan semua .Betapa tatapan Ibra sangat dalam pada calon istrinya . Sesama pria ia sangat tau pancaran mata Ibra bukanlah tatapan seorang kakak tapi tatapan seorang pria yang sangat memuja dan sialnya Antyka yang polos tidak menyadari .


" Bye kak Ibra "


Ibra menatap langkah Antyka hingga jemarinya di sambut oleh Alif . Mereka melangkah meninggalkan ruangan itu .Menyisakan Ibra yang luruh dalam cemburu dan luka di dadanya


" Antyka kalau saja malam itu aku tau pria yang menjatuhkan cincin pertunangan itu adalah pria yang akan membawamu pergi dariku .Pasti aku akan melindas cincin itu dan membiarkannya . Kenapa tanganku sendiri yang membuatmu menjauh dariku? .Kenapa aku harus mengejarnya dan memberikan cincin itu Antyka? " Gemuruh hati Ibra dengan seluruh penyesalan


Ibra menatap kosong saat seorang pegawainya mendekat . Memanggil Ibra berulang ulang .Hingga tepukan di pundak, menyadarkan kewarasan Ibra yang kembali pada dunia nyata .


" Pak Ibra ,para tamu akan berpamitan "


" Baik, aku akan segera keluar untuk mengantar mereka "


" Mari pak "


***


Alif dan Antyka sudah berada di dalam mobil . Alif tampak lebih pendiam dari pada biasanya .ia tidak mengucapkan obrolan di dalam mobil .Tidak seperti biasanya, hanya hening .


Antyka yang melihat Alif enggan bersuara pun membiarkannya saja . Ia justru merebahkan kepalanya dan memejamkan mata .Antyka merasa lelah setelah acara kampus ia harus menghadiri acara peresmian kantor Ibra dan mungkin ini saat yang tepat untuk tidur .


Alif berkonsentrasi pada arah jalan yang sedang di laluinya . Dia sedang menata hati akibat melihat interaksi antara Antyka dan Ibra .Alif menyadari Antyka sangatlah polos .Ia tidak bisa marah atau menyalahkan Antyka .Sepanjang jalan Alif menghembuskan nafas kasar agar hatinya bisa tertata dengan baik .

__ADS_1


Sampai di depan rumah Damar,Alif menghentikan mobilnya .Ia melirik kearah Antyka yang justru benar benar terlelap .Mulut mungilnya terkatup rapat, terlihat merah,ranum dan menggoda . Alif mengelus dada .Setelah tadi membuat hatinya begitu cemburu,kali ini Antika membuatnya sangat gemas .


" Antyka bagai mana bisa aku marah denganmu ? Ini adalah godaan terberat bagi pria . Kamu memang perempuan yang luar biasa Antyka . Lihat aku, betapa tersiksanya dengan ulahmu .Antyka aku ingin menyentuh bibir ini"


" Ehmmm jangan, gak mau " Ucap Antyka sambil menggeliat dan matanya masih tertutup.Alif kaget dan pipinya memanas takut Antyka marah dengan keinginannya


Alif sangat kagum teryata Antika hanya mengigau saja .Ia tidak habis pikir dalam mobil dengan duduk Antyka bisa tidur dengan lelap dan sampai bisa mengigau .


Sebelum setan terus menggoda Alif segera keluar dari mobilnya . Menghirup udara segar,mengeluarkan aura aura negatif dari pikirannya .Iya menunggu hingga Antyka bangun dengan sendirinya


Sampai tiga puluh menit Alif menunggu Antyka belum juga terbangun .Hingga sebuah mobil kembali masuk ke dalam pekarangan rumah Prof Damar .Mobil yang Alif sangat kenali .Mobil yang membawa prof Damar dan Bu Ajeng baru sampai .


" Sudah sampai duluan ?"tegur prof Damar


" Iya prof "


" Anty sudah masuk ? Kenapa menunggu di luar ?"


" Belum prof ,Anty masih tertidur di dalam mobil "


" Ya ampun kenapa tidak kamu bangunkan saja bocah itu " Ayah Damar mulai gemas dengan tingkah putrinya


" Maaf ya nak Alif ,Antyka memang kalau sudah tidur agak susah kalau di suruh bangun " Timpal Bu Ajeng yang sangat hafal tingkah putrinya .


" Ia prof, saya tidak tega membangunkannya sepertinya sangat lelap "


Bu Ajeng meminta Alif membuka pintu mobil kemudian menepuk nepuk pipi Antyka pelan .


" Anty , Anty bangun sayang, sudah sampai rumah "


" Ehmhhh"


" Anty bangun sayang .Kamu sudah besar tidak ada yang kuat gendong kamu . Mau mama bawain air ?"


" Jangan ma jangan " mendengar kata air Antyka langsung membuka matanya dan setengah bingung .Ia mengusap matanya mengumpulkan kesadarannya


" Kamu gak malu ada nak Alif tuh "


" Maaf ,Antyka tertidur " Antika mulai sadar dengan dirinya dan merasa malu


Alif ,prof Damar dan Ajeng di buat tersenyum dengan kekonyolan Antyka . Kemudian Antyka keluar dari mobil Alif .


"Prof saya permisi pulang " ucap Alif berpamitan .Akhirnya drama ini usai


" Tidak masuk dulu lif "


" Terima kasih prof, sudah mulai sore "


"Ya sudah, terima kasih ya lif, sudah menjaga Anty dan mengantar sampai rumah "


" Iya prof sama sama "


Alif Pun meninggalkan Rumah prof Damar .Ia harus segera kembali ke rumah sakit . Tugasnya sudah menanti .

__ADS_1


__ADS_2