
Pagi sudah kembali lagi , Namun raga Cherry masih tetap sama seperti kemarin belum ada tanda-tanda bahwa Cherry akan segera sadar
Freddy sudah bangun dan membersihkan diri , Melihat pujaan hatinya belum sadarkan diri, ada rasa cemas menghampiri
Freddy memeriksa detak jantung dan nadi ditangan Cherry
" Normal" Kata Freddy lalu mengecup lembut kening Cherry
Freddy lalu melangkahkan ke tiang infus , dan memeriksa , Sisa air infus tinggal sedikit
Dengan telaten , Freddy mengganti dengan yang baru
Jangan di tanya dari mana Freddy mengetahui bagaimana cara mengganti infus , bahkan dengan mudah Freddy mendapatkan botol infus
Segala hal di ketahui oleh Freddy karena dia adalah orang jenius berwajah tampan namun berhati keras , Dan memiliki cinta sempurna untuk Cherry
Setelah selesai mengganti botol infus , Freddy menyuntikkan cairan suplemen untuk Cherry
Karena Cherry belum sadar dan pasti akan melewatkan sarapan , Freddy memasukkan suplemen sebagai pengganti sarapan agar daya tahan tubuh Cherry tidak lemah
" Sayang , Apa mimpi mu indah? Jika indah , bangunlah...Aku akan mengabulkan mimpi indah mu" kata Freddy sambil mengelus lembut wajah Cherry
"Aku memang suka melihatmu saat tidur, Tapi aku tidak ingin kamu terlalu lama bermain dalam mimpi mu" Kata Freddy lagi lalu menarik selimut untuk menutupi badan Cherry sampai ke leher agar Cherry merasa hangat
Freddy bangkit dan menggeser sofa dan meja dekat ke arah ranjang agar bisa bekerja sambil mengawasi kondisi Cherry
Dibukanya laptop yang ada diruangan tersebut , tangan Freddy mulai menekan keypad di laptop
Sembari bekerja melalui alat digital , Freddy tetap memantau informasi mengenai dalang di balik penusukan yang mengakibatkan Cherry terbaring di ranjang rumah sakit
" DRRRTTZZZ"
Ponsel Freddy bergetar
" Dari Amsterdam" Kata Freddy dalam hati
" Halo" Jawab Freddy
"Mr . Freddy , I've found the Mastermind ! " Kata ketua mafia di Amsterdam
" Who is he?" Tanya Freddy
" He is Gerald ,My business friend in the firearms trade" Jawabnya
" Okay, Will you continue to work with him, After you find out that he has hurt my family?" Tanya Freddy to the point
Mafia Amsterdam terdiam dan berpikir, Selama ini Freddy yang memasok senjata untuknya dan Gerald yang membelinya terkadang Gerald juga yang memasok senjata untuk nya
Kehilangan rekan bisnis karena mengganggu kehidupan Freddy, Atau tetap bekerja sama dengan Gerald tetapi tidak dapat memasok senjata lagi dari Freddy
" OK , I'II break off with Gerald" Katanya membuat bibir Freddy menyunggingkan senyuman
" Alright..I hold your word , If you deny it , done blame me if your business Will crash " Ancam Freddy
ANCAMAN KETUA KING DRAGON tidak hanya terkenal kejam tetapi tidak main-main
__ADS_1
Yang melanggar pasti akan mendapat konsekwensi
Untuk itu lah tidak ada yang berani melanggar apapun peraturan yang telah dibuat
" Fine , You can trust me!" Katanya dengan yakin
Mereka pun mengakhiri panggilan
" TOK"
" TOK "
" TOK "
Pintu kamar inap di ketuk dari luar
" Permisi Tuan , Kami membawakan sarapan!" Kata suster dari luar
" Siapa yang memesan sarapan?" Tanya Freddy dalam hati
Freddy menyelipkan senjata dalam sakunya kemudian berjalan ke arah pintu
Dibukanya sedikit pintu tersebut dan mengintip keluar
"Aku tidak memesan makanan" Kata Freddy kepada suster
Suster tersebut adalah suster yang di marahi oleh Freddy kemarin , Saat suster mengusir Freddy keluar dari ruang operasi
" Maaf Tuan, Saya membawakan sarapan khusus untuk anda , Sebagai ungkapan rasa bersalah saya" kata suster tersebut
" Tapi tuan...." Kata suster terkejut saat melihat Freddy menutup pintu secara kasar
Baru saja Freddy akan menghempaskan bokongnya di sofa , suara pintu diketuk lagi
" TOK "
" TOK "
" TOK"
Dengan bersunggut-sunggut kesal , Freddy berdiri dan berjalan ke arah pintu
Freddy membukakan pintu lalu
" SUDAH AK....."
Freddy berhenti marah saat melihat Fransisca yang berdiri didepan pintu
" Kakak kenapa?" Tanyanya
" Apa suster tadi sudah pergi?" Tanya Freddy sambil memundurkan langkahnya agar Fransisca bisa masuk
" Dia menitipkan sarapan ini untuk kakak , Sebagai penebusan perasaan bersalah kepada kakak!" Kata Fransisca sambil berjalan masuk ke dalam
" Aku tidak mau menerima , Kamu bawa pulang dan bagikan kepada satpam kita atau tukang kebun saja!" Kata Freddy
__ADS_1
" Baiklah..Ini sarapan untuk kakak " Kata Fransisca lalu meletakkan bekal di atas meja
Freddy melihatnya dan mengambilnya
" Apa kau sudah makan?" Tanya Freddy pada Fransisca
" Sudah , Bagaimana keadaan Cherry?" Tanya Fransisca
" Belum sadar tapi kondisi tubuhnya stabil!" Jawab Freddy sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya
" Apa rencana kakak selanjutnya?" Tanya Fransisca
" Tentu saja aku akan menghancurkan orang yang telah mengganggu hidupku!" Jawab Freddy
" Siapa dalangnya?" Tanya Fransisca
" Gerald" Jawab Freddy
" Gerald , Dari Amsterdam?" Tanya Fransisca
" Kau mengenalnya?" Freddy balik bertanya sambil menikmati makanannya
" Tidak begitu kenal, Hanya saja saat saya berada di Inggris mengikuti pameran Berlian , Dia yang melelang semua berlian itu!" Kata Fransisca
" Benarkah?" Tanya Freddy
" Iya , Bahkan dia mengatakan bahwa hasil lelang dia akan donasikan kepada fakir miskin, anak-anak terlantar ,panti jompo dan akan mendirikan sekolah!" Kata Fransisca
" Mengapa sepertinya dia ingin mengikuti jejak dan sepak terjang KING DRAGON?" Tanya Freddy dengan tersenyum sinis
" Apa aku harus mencari informasi tentang dia?" Tanya Fransisca
" Apa aku boleh meminta bantuan Eric tentang hal ini?" Tanya balik Freddy
" Tentu" Jawab Fransisca dengan tersenyum
" Baik..Kalian selesaikan lah, Beri aku jawaban yang memuaskan, Jangan lupa untuk menutupi kabar tentang Cherry!" Pinta Freddy
" Kakak tenang saja , Baiklah... Aku akan kembali lagi nanti. Kakak jaga kesehatan!" Kata Fransisca lalu melirik ke arah Cherry sebentar
" Cherry . Cepat lah sadar!" Kata Fransisca dalam hati
Fransisca memutar badannya dan berjalan mengarah pintu keluar kamar inap
Freddy melangkah mengikuti Fransisca , Ketika Fransisca keluar , Freddy langsung menutup pintunya
Freddy kembali melangkah ke ranjang tempat Cherry berbaring
" Sayang , Apa kau tahu , Semua orang sangat menyanyangi mu , melihat mu belum sadar , Semua mengkhawatirkan mu , Sayang.." Kata Freddy seraya mengelus ,mengusap dan memijat lembut lengan dan tangan Cherry agar tangan Cherry tidak kebas saat sadar nanti karena terpasang selang infus
Selama satu jam Freddy melakukan hal tersebut , Freddy begitu memanjakan Cherry , sangat melindunginya , Dan tidak ingin badan Cherry terasa pegal dan capek
Setelah selesai , Freddy mendekatkan wajahnya ke telinga Cherry
" Aku mencintaimu , Sangat. . sangat...sangat... MENCINTAI MU , Dan jangan tinggalkan aku dengan ragamu begitu lama, Aku tidak sanggup , Apa perlu aku terbang dalam mimpimu dan menjemput jiwamu untuk segera kembali? KEMBALI KE PELUKAN KU!"
__ADS_1