
" Hormatilah seorang wanita dan hargailah jika dia tidak bisa , jangan memaksa!" Kata Freddy dengan emosi lalu mengambil sapu tangannya membersihkan darah James yang ternoda ditangannya
Satpam yang berdiri disana terbengong melihat atasannya menghajar seorang manusia sama seperti menghajar seekor binatang
" Kau bereskan dia , Jangan biarkan dia membuat ulah disini lagi!" Kata Freddy pada satpam lalu beranjak pergi
" Baik Pak!" kata satpam yang dengan cepat mengangkat tubuh James dan membawanya pergi
Freddy memeluk pinggang Cherry dan membawanya masuk ke dalam gedung bertingkat tersebut
Hal itu Freddy lakukan untuk memberitahu kepada siapapun yang ada disana , Bahwa Cherry adalah miliknya
James melihat ke arah Cherry yang dipeluk oleh Freddy dengan emosi
" TUNGGU PEMBALASANKU , FREDDY!" Pekiknya dalam hati dengan berjalan tertatih-tatih karena di dorong oleh satpam
"TING"
Pintu lift terbuka , Freddy dengan posisi masih memeluk pinggang Cherry membawa Cherry masuk ke dalam lift
" Bagian mana yang sakit?" Tanya Freddy lembut
Cherry menatap mata Freddy dan menggelengkan kepalanya
Cherry sangat tersentuh dengan perhatian lembut dari Freddy
Perhatian dan kasih sayang Freddy lah yang dia rasakan selama ini
Cherry menjinjitkan kakinya kemudian mendekatkan bibir Cherry ke bibir Freddy
" CUP"
Freddy membelalakkan matanya , Tak percaya Cherry berinisiatif menciumnya
" Kakak , Hanya sehari saja kakak meninggalkan ku , Aku baru menyadari , Hidupku hampa tanpa Kakak , Hidupku tak berwarna tanpa perhatian dan kasih sayang kakak , Aku menyadari kakak begitu tulus mencintaiku , Tidak memperdulikan semua kekuranganku bahkan menerimanya, Kakak...Aku Benar-benar tidak bisa berpisah dari kakak , Kakak jangan pernah lagi meninggalkan ku dan Terima kasih karena terus mencintaiku" Jelas Cherry dan langsung memeluk Freddy
Freddy seakan melayang di angkasa , Hatinya kini dipenuhi dengan beraneka ragam bunga , Indah sekali...
Freddy membalas pelukan Cherry
" Apa ini Kata-kata yang kau susun untuk meminta maaf padaku?" Tanya Freddy yang masih tak percaya
Cherry melonggarkan pelukannya
" Aku tak pandai merangkai kata , Aku tak pandai mengungkapkan isi hatiku , Yang aku katakan adalah apa yang aku rasakan!" Kata Cherry
Sungguh....Kata Bahagia seakan tidak cukup untuk mengungkapkan isi hati Freddy yang kini dia rasakan , Cintanya selama bertahun-tahun di balas oleh Cherry
Freddy mendekatkan bibirnya ke bibir Cherry
Freddy merasakan kelembutan bibir Cherry yang ranum , Bibir mereka bertautan cukup lama , Hingga pintu terdengar bunyi lift
__ADS_1
" TING"
Pintu lift terbuka , Keduanya baru tersadar dan dengan cepat melepas tautan bibir mereka
Freddy yang begitu bahagia dengan cepat menautkan tangannya ke tangan Cherry sambil tersenyum
Freddy membawa Cherry ke ruang kerjanya
Setelah masuk ke ruang kerjanya, Freddy mengunci pintu lalu Freddy mendudukkan dirinya dan Cherry di sofa
" Mari kita lanjutkan" Goda Freddy
" KAKAK JANGAN MESUM " Kata Cherry dengan gugup
" Hei , Jangan keras-keras" Kata Freddy langsung menutup mulut Cherry
Cherry menatap mata Freddy, Freddy seolah tersihir dengan tatapan mata Cherry
Cherry memegang tangan Freddy yang menutupi mulutnya lalu menautkan tangan ke tangan Freddy
" Kakak...Aku minta maaf atas sikap ku waktu itu" Kata Cherry dengan menatap bola mata Freddy
" Aku akan memaafkan mu dengan satu syarat!" Kata Freddy membalas tatapan Cherry lembut
" Syarat apa?" Tanya Cherry binggung
" Menikah dengan ku !" Pinta Freddy dengan mengeluarkan sebuah kotak kecil berisi cincin berlian
" Aku tidak ingin kamu menerimanya , Dengan terpaksa , Aku ingin kamu menikah dengan ku itu adalah Benar-benar dari hatimu yang mencintai ku" kata Freddy lalu menyimpan lagi kotak kecil tersebut
" Benarkah?" Tanya Freddy
Cherry mengganggukkan kepalanya lalu berkata
" Jika kakak tidak yakin dengan perasaan ku sekarang , Aku akan pergi saja , Karena percuma saja jika aku jelaskan !" Kata Cherry
Cherry berdiri lalu dengan cepat Freddy menarik tangannya hingga tubuh Cherry terhempas disofa namun dengan sigap , Freddy menahannya dan langsung menciumnya dengan penuh cinta
Setelah puas ******* habis bibir Cherry , dan menyapu bersih gigi Cherry , Freddy mengigit bibir bawah Cherry hingga Cherry meringis kesaktian
" Itu hukuman untuk mu , Karena telah membuatku terlalu lama menunggu mu dan hukuman atas penolakan mu waktu itu!" Kata Freddy dengan suara berbisik
" Jika dengan menggigitku hingga terluka membuat kakak puas dan mau memaafkan ku , Aku rela dan ikhlas" Ucap Cherry
" Aku tidak akan membuatmu terluka , Namun aku rela terluka hanya untuk mu , Cherry....." Kata Freddy
Mata mereka saling beradu , Dengan perlahan-lahan Freddy mendekatkan wajahnya ke wajah Cherry
" Kau sungguh sangat cantik , Cherry..." Ucap Freddy
Ketika hendak menempelkan bibirnya lagi ke bibir Cherry , Suara ketukan pintu terdengar dan membuat Freddy sangat kesal
__ADS_1
" TOK"
" TOK"
" TOK"
Freddy menghentikan aksinya dengan kesal , Sedangkan Cherry menutup mulutnya karena lucu melihat ekspresi Freddy
" Kau menertawakan ku?" Tanya Freddy
" Tidak" jawab Cherry dengan santai
" Awas nanti" Freddy bangkit dari duduknya dan membuka pintu
" Iiiissstttt...Bos , Sejak kapan bos mengunci pintu?" Goda Marco ketika hendak memasuki ruang kerja Freddy
Marco tidak menyadari keberadaan Cherry di ruang kerja Freddy
Ketika melihat James mengikuti Cherry , Freddy menelepon Marco dan menjelaskan pada Marco situasinya lalu menyuruh Marco membawa alat canggih Marco ke tempat kerjanya
" Apa kau membawa alatnya?" Tanya Freddy
" Ada..." Kata Marco dengan masih membelakangi Cherry
Freddy mengeluarkan sapu tangan nya dan menyerahkan kepada Marco
" Ini..Periksalah sekarang, Aku ingin mengetahui hasilnya segera ! " Pinta Freddy lalu melangkah ke sofa tempat Cherry duduk
Freddy duduk dengan merangkul Cherry
Marco lalu memutar badannya dan terkejut saat melihat Cherry , Apalagi di rangkul dengan sangat dekat dengan Freddy
" Nyonya , Bos....Kalian?" Mulut Marco seakan tidak pandai mengeluarkan kata-kata
" Jangan banyak bertanya , Kerjakan tugasmu" Kata Freddy
Marco tersenyum dan mengganggukkan kepalanya lalu menyusun alat yang dia bawa
Marco memiliki alat yang canggih untuk bisa mengecek sampel darah seseorang
Tak butuh waktu lama bagi seorang Marco yang merupakan ketua agen rahasia untuk mengecek hasil darah
Marco mengerutkan keningnya lalu dia membuka iPad mini dan mencari informasi disana , Semakin di gali informasi yang dia dapat , Semakin banyak
Freddy memperhatikan raut wajah Marco yang begitu serius
Cherry mengelus tangan Freddy, Freddy memalingkan wajahnya melihat ke arah Cherry
" Ada apa?" Tanya Cherry dengan suara kecil takut mengganggu fokus Marco
Karena Cherry tidak memahami apa yang terjadi karena sedari tadi dia hanya diam saja memperhatikan Marco dan Freddy
__ADS_1
Freddy mendekatkan bibirnya ke telinga Cherry lalu berbisik
" Tadi aku sengaja memukul James hingga berdarah karena aku ingin mengetahui siapa James yang sesungguhnya!" Kata Freddy