
" Aku bukan tidak ingin membuat , Hanya saja bahan yang telah aku racik dan aku simpan selama bertahun-tahun telah dibuang dan di musnahkan oleh Morgan, Bahan tersebut sangat sulit di dapat. Aku mendapatkan saat aku mendapat tugas di Selandia baru , Bahan itu sangat langka" jelas Professor Takimaru
Professor Takimaru menghela nafas lalu berkata
" PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT"
" Untuk menebus rasa penyesalan guru , Apakah guru bersedia bekerjasama dengan kami?" Tanya Freddy
Professor Takimaru menatap mata Freddy
" Tapi aku masih terikat kontrak dengan Maxim?" Kata Professor Takimaru
" Aku akan mengurusnya jika guru bersedia bekerja sama denganku!" Kata Freddy
" Apapun akan aku lakukan untuk bisa terhindar dari Maxim!" Kata Professor Takimaru
Freddy dan Phillip saling berpandangan dan tersenyum
" Apa guru masih menyimpan bukti kerjasamanya?" Tanya Freddy
" Iya , Semua tersimpan dalam email saya" Jawab Professor Takimaru
" Apakah guru bisa mengirimkannya padaku?" Tanya Freddy
" Bisa" Jawab Professor Takimaru
Professor Takimaru mengeluarkan ponselnya lalu membuka aplikasi email
Setelah itu semua file yang berhubungan kontrak kerjasama dengan Maxim , di kirim kan kepada Freddy
" Bagus" Kata Freddy Setelah memeriksa semua email yang di kirimkan gurunya kepada dirinya
Freddy kemudian menelepon Nicky
" Ada tugas untuk mu!" Kata Freddy langsung setelah Nicky menerima panggilan
" Aku ingin kau membuat Maxim menderita hidup dipenjara dengan bukti kontrak kerjasama dengan Professor Takimaru" Kata Freddy
" Aku akan mengirim email nya" kata Freddy lagi
" Jangan lupa buatkan kontrak kerjasama antara aku dengan Professor Takimaru, Besok pagi antarkan ke pulau Baru" Pinta Freddy lalu mengakhiri panggilan
Freddy lalu menghubungi Marco
" Hei..Apa ada tugas untukku?" Suara Marco terdengar dari speaker ponsel Freddy
" Banyak.. Hahahaha" Kata Freddy mencandai Marco
" Bos , jangan memintaku menyelesaikannya dalam waktu tiga hari" Suara Marco terdengar sangat memohon
" Kali ini bukan tiga hari" Ucap Freddy
" Baguslah" Suara Marco terdengar bahagia
__ADS_1
" Tapi , Besok pagi sudah harus selesai!" Kata Freddy dengan serius
" BOS... Pekerjaan ku banyak " kata Marco memohon
" Kau tidak bertanya , Apa tugasmu? " kata Freddy
" Memberantas mafia busuk" Jawab Marco
" HAHAHAHA" Freddy tertawa terbahak bahak mendengar jawaban polos dari Marco
" Bos , Pekerjaan ku banyak , Jangan memaksa ku harus siap besok pagi" Kata Marco
" Aku meminta dirimu mencari informasi tentang Maxim , Dan di mana keberadaannya sekarang, Apa itu butuh waktu berhari-hari?" Tanya Freddy
" Maxim?" Marco bertanya
" Iya , Anak dari Mr. Zack , Pemimpin baru gengster BUTTERFLY!" Freddy memperjelas
" Bos...Bukankah kau sudah tidak ingin lagi berhubungan dengannya?" Tanya Marco
" Karena dia telah mengusik ketenangan ku dan kebahagian ku" Kata Freddy dengan mata tajam mengarah ke arah lift rumah sakit
Dari suara Freddy , Marco mengetahui jika Freddy sedang menahan emosinya karena mengungkit masalahnya dengan Maxim
Marco pun hendak mengakhiri panggilan
" Baiklah Bos , Besok aku akan melaporkannya padamu" Kata Marco lalu mengakhiri panggilan
Setelah mengakhiri pembicaraan dengan Marco, Freddy menyimpan ponselnya di saku celananya
" Guru , Aku mempunyai apartment di belakang rumah sakit ini , Untuk sementara tinggal lah disini " Kata Freddy
" Tapi ..."
" Guru.. untuk segala keperluan , Saya sudah mengurusnya" kata Freddy
" Aku tidak bisa menolak mu , Freddy" Ucap Professor Takimaru
" Bagus..Ayo aku Anter ke apartemen, Dan kalian boleh beristirahat" kata Freddy
Freddy bangkit dari duduknya di susul yang lain
Sang Dewa masih setia menemani
Freddy menggandeng tangan Phillip dan membawa mereka menuju lift
Lift membawa mereka menuju lantai atas kemudian Freddy membawa mereka keluar dari lobby parkir rumah sakit menuju apartemennya
Setelah tiba di apartemen Freddy , Satpam mengetahui pemilik apartemen telah datang , Satpam menunduk hormat kepada Freddy
Freddy berjalan menghampiri Satpam
" Bawa Bapak dan putrinya ini ke lantai tiga , mereka akan tinggal disini untuk beberapa waktu , katakan pada manager disini , Berikan pelayanan khusus karena mereka adalah tamu kehormatan keluarga ONG" Jelas Freddy
__ADS_1
" Baik Tuan" kata satpam menundukkan kepalanya
Freddy lalu membalikkan badannya dan menghadap Professor Takimaru
" Guru..ikutlah satpam ini , Dia akan menunjukkan jalan tempat apartemen mana yang akan guru tempati" Kata Freddy
" Freddy...Aku sangat malu , Aku sudah membuat keluarga mu sedih , Namun kau masih tetap memperlakukanku dengan sangat baik" Professor Takimaru sungguh terharu dengan sifat Freddy
" Guru...Ini bukan kesalahan guru sepenuhnya , Guru hanya didesak dan sedang dalam ancaman " kata Freddy
" Seharusnya aku langsung menyimpan penawarnya saat itu juga " kata Professor Takimaru dengan penuh penyesalan
" Kakek guru....Jika kakek guru bisa bekerjasama dengan kami , Maka kami tidak mempermasalahkan nya, Dan ini semua sudah kehendak langit" Phillip akhirnya membuka suara setelah lama terdiam dan hanya menyimak pembicaraan Freddy dengan Professor Takimaru
" Baik...Aku akan lakukan apapun untuk menebus kesalahanku, Kalaupun kalian menyuruhku untuk langsung membunuh Maxim, AKU BERSEDIA" kata Professor Takimaru dengan penuh emosi
Rasa bersalah Professor Takimaru, Membuatnya semakin membenci Maxim
" Guru...Untuk membunuh seorang Maxim , kita harus mengatur strategi , Karena dia bukan lawan yang lemah, Dia berani menggunakan cara licik untuk mendapatkan apa yang dia mau" Kata Freddy
" Iya , Kau benar Freddy...Aku pernah mendengar rencananya , Untuk mencari informasi tentang wanita yang kau cintai" Kata Professor Takimaru
" Lalu?" Tanya Freddy penasaran
" Maxim masih belum mendapatkan informasi itu " Jawab Professor Takimaru
Freddy hanya tersenyum mendengar jawaban gurunya
" Baiklah guru , Masuk dan beristirahatlah" kata Freddy
Satpam , Professor Takimaru dan Crystal menunduk hormat kepada Freddy
Satpam mengarahkan mereka untuk melapor pada bagian customer servis
Satpam lalu mengantar mereka ke lantai tiga , Mereka lalu masuk ke apartemen dan beristirahat
Sementara Freddy dan Phillip setelah berpisah dari gurunya , Freddy mengandeng tangan Phillip lalu memasuki lift untuk kembali ke rumah sakit
" Ada tugas untuk mu !" Kata Freddy saat mereka berada di lift
" Tugas apa , Dad?" Tanya Phillip
" Kita ke ruangan kerja ku , Akan aku jelaskan" Kata Freddy
" Dewa , Mungkin aku butuh bantuan mu" Kata Phillip
" Aku akan memanggil anak-anak monyet ku jika tugas itu harus diselesaikan dalam tempo satu jam " kata Dewa dengan setengah bercanda , menggoda Freddy
" Aku memang akan meminta Phillip menyelesaikan dalam tempo satu jam" Kata Freddy
" Daddy ....Aku hanya anak kecil , Jika tugasmu berat , Aku tidak yakin bisa menyelesaikannya dalam tempo begitu singkat" Kata Phillip
" Aku yakin kamu pasti bisa , Bahkan kamu bisa membuat racun yang lebih mengerikan dalam tempo beberapa menit" kata Freddy
__ADS_1
" Daddy , Itu memang keahlian ku!" Kata Phillip
" Dan tugas yang akan aku berikan juga keahlian mu" Jawab Freddy