
" Nico...bawa angel masuk berserta pria itu dan Wendy" Pinta Freddy pada Nico
Anak buah Freddy yang lain membereskan mayat yang berserakan
Freddy lalu melangkah pergi meninggalkan gudang tua tersebut
Setibanya di area parkir, Freddy memakai helm
Tiba-tiba dari arah belakang Terdengar suara tembakan
" DOR"
" DOR"
Freddy memutar kepalanya yang sudah di tutupi oleh kaca helm dan melihat seorang pria yang hendak mendekat ke arahnya sudah tertembak
Dari belakang pohon , Freddy melihat beberapa musuhnya membidikkan senjata ke arahnya
Dengan cepat Freddy berlari sambil ke arah pria tersebut sambil mengambil senjata di sakunya lalu memeluk pria itu kemudian langsung menembak beberapa musuh
" DOR "
" DOR "
" DOR "
Suara tembakan berturut-turut membuat Nico dengan cepat berlari keluar setelah mengikat tangan dan kaki angel juga Wendy dan satu orang sandera
Nico melihat Freddy sedang memeluk seorang pria dengan terluka di kaki akibat terkena tembakan
Dengan inisiatif sendiri , Nico berlari kecil melewati beberapa pohon sambil memegang senjata tajam ditangan
Terdapat tiga orang di balik pohon besar itu lalu Nico mendekati mereka dan langsung menikam leher dan perut mereka sampai nafas mereka terputus
Nico berjalan lagi ke tempat yang lain dan berhasil membunuh satu per satu musuh mereka
Saat melihat musuhnya sudah tidak ada lagi , Nico berlari ke arah Freddy
"Tuan.. Apa anda baik-baik saja?" Tanya Freddy pada pria tersebut setelah melepas helmnya
Pria tersebut tersenyum dan mengganggukkan kepalanya
Nico tiba di hadapan Freddy dengan wajah panik
" Tuan , apa anda baik-baik saja?" Tanya Nico cemas
" Aku baik-baik saja, Pria ini menyelamatkan ku" kata Freddy pada Nico
Nico melihat darah di kaki pria tersebut
__ADS_1
" Terima kasih Tuan , sudah menolong majikan saya, Mari saya bantu anda masuk ke dalam , saya akan mengobati luka anda" Kata Nico
Nico lalu mengangkat tangan pria tersebut dan memapahnya masuk ke dalam di bantu juga oleh Freddy
" Aku baik-baik saja , Hanya kaki saya yang sakit ,Tuan... Terima kasih" Kata pria itu sungkan
" Anda hendak kemana dan mengapa anda tadi menyelamatkan saya?" Tanya Freddy setelah mereka masuk kembali ke gudang tua dan duduk disofa yang ada disana
" Tuan , Ketika saya melewati jalan ini , Saya melihat dibalik pepohonan segerombolan pria memakai masker hitam sedang menodongkan senjata ke arah anda, Jadi saya segera turun dan saya hanya berusaha mengalihkan pandangan mereka, Tuan" Jelas pria tersebut
" Tuan , Kita tidak pernah bertemu dan mengenal , Mengapa anda ingin menolong saya? " Tanya Freddy
" Karena saya merasa terpanggil untuk menyelamatkan anda , Saya yakin anda orang yang baik!" Kata pria itu
" Siapa nama anda , Tuan? " Tanya Freddy
" Victor Liang" Jawab Victor dengan menggulurkan tangan kanannya. dihadapan Freddy
" Victor" Freddy menyambut uluran tangan Victor dan menggulang nama Victor lalu memutar kepalanya melihat ke arah Nico lalu memutar kepalanya lagi ke arah Victor
" Apa anda putra dari Tuan Jason Liang?" Tanya Freddy lagi
" Benar Tuan.... Darimana anda mengetahuinya?" Tanya Victor
" Disini bukan tempat yang aman untuk kita bicara , Mari kita ketempat yang lain, Tapi sebelum itu kaki anda harus diobati terlebih dahulu" Kata Freddy dengan setengah berbisik
" Tuan , ini akan terasa sakit sebentar" Kata Nico
" Baik, Terima kasih, Tuan" kata Victor
Freddy memasukkan tangannya kedalam saku celananya dan menyerahkan sebutir pil kepada Victor
" Minumlah ini sebelum peluru di keluarkan agar kamu tidak merasakan sakit yang luar biasa" Kata Freddy dengan tersenyum
Victor mengambilnya dan langsung menelannya
" Kau tidak takut jika yang aku berikan adalah racun , kau meminumnya tanpa curiga" Tanya Freddy sambil duduk berhadapan dengan Victor
" Aku siap mati jika anda memang berniat membunuhku" Kata Victor
Freddy menatap mata Victor , Tak ada keraguan di mata Victor
Nico menggunakan pisau menggores kulit kaki Victor
Victor memejamkan matanya, tak ada rasa sakit sebab Freddy memberikan bius berupa pil kepada Victor
Nico dengan telaten menggeluarkan peluru dari dalam daging kaki Victor dan meletakkan peluru itu di ember air tersebut
Setelah dikeluarkan , Nico membersihkan sisa darah dengan alkohol dan dengan cepat menjahit kulit kaki Victor lalu merendam kakinya
__ADS_1
"Selesai" Kata Nico lalu membersihkan peralatan dan menyusunnya ke tempat semula
" Baiklah...Kita pergi dari sini.." Ajak Freddy dengan memegang lengan Victor hendak memapahnya
Freddy dan Nico hendak memapah Victor namun Victor menolak
" Tidak usah Tuan, Saya bisa berjalan sendiri" Kata Victor
" Anda yakin?" Tanya Freddy dengan melepaskan pegangannya begitu juga dengan Nico
" Ya Tuan" Kata Victor lalu berdiri dengan perlahan dan melangkahkan kakinya dengan hati-hati
Mereka bertiga berjalan keluar dari gudang tua walau Victor berjalan terpincang-pincang tapi masih bisa berjalan dengan cepat
" Nico , aku akan membawa mobil Victor, kamu bawa motor ku" kata Freddy lalu melemparkan kunci motor kepada Nico
" Baik ,Tuan" Jawab Nico Setelah menangkap kunci motor Freddy
" Kamu bawalah Nicky ke rumah Victor dan siapkan semua dokumen yang dibutuhkan, kita bertemu dirumah Tuan Jason" Kata Freddy dengan tersenyum
" Baik Tuan" Kata Nico menunduk hormat pada Freddy lalu mundur dan berjalan ke arah motor gede milik Freddy
Freddy dan Victor sudah dalam perjalanan menuju rumah tuan Jason
Ditengah perjalanan, Victor sangat penasaran dengan sosok Freddy yang bisa mengenal Ayahnya
" Maaf ,tuan...Bila saya lancang... Bagaimana anda bisa mengenal Ayah saya? " Tanya Victor hati-hati
Freddy tersenyum manis lalu memutar kepalanya sebentar melihat ke arah Victor
" Sejujurnya aku belum pernah bertatap muka dengan orang tua anda , Saya hanya melihat fotonya dari proposal yang pernah di ajukan padaku lewat Nico" Jelas Freddy
" Proposal?" Victor nampak berpikir
" Iya , proposal tentang pengajukan kontrak kerjasama di bidang properti" kata Freddy menjelaskan
Victor terkejut lalu memutar kepalanya melihat ke arah Freddy
Victor seperti mendapatkan emas beserta berlian , dia terkejut bukan main
Victor tidak menyangka dia bisa membantu dewa penolongnya
Victor sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi karena diserang rasa terkejutnya , matanya melotot , mulutnya terbuka , Victor membatu selama beberapa detik
" Tu-tu-tuan....Apa anda...." Tanya Victor terbata dengan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi mobil
" Iya... Perkenalkan saya FREDDY ONG , Adik dari FRANKY ONG dan juga orang yang akan menanamkannya saham di LIANG CORP sebesar 68% , dan Nico sedang menjemput pengacara saya , kita akan melakukan kesepakatan dirumah Tuan Jason Liang" Kata Freddy dengan santai sambil mengemudi mobil menatap lurus ke depan
Sekali lagi Victor terkejut dengan membelalakkan matanya melihat ke arah Freddy
__ADS_1