
Wanita paruh baya tersebut memasuki ruangan Freddy lalu menunduk hormat kepada Freddy
" Selamat siang Tuan, Tuan memanggil saya? " Tanya wanita tersebut dengan sopan
" Iya , Aku ingin anda memeriksa istri saya!" Kata Freddy lalu memutar kepalanya menatap ke arah Cherry
Cherry membalas tatapan mata suaminya lalu tersenyum
" Apa dia berpikir wanita ini baik sehingga membiarkan ku di periksa olehnya?" Tanya Cherry dalam hati
" Bolehkah Tuan dan Nyonya ke ruangan praktek saya , Karena disana letak alat-alat medis saya , Tuan!" Kata dokter wanita tersebut
" Baik " Jawab Freddy lalu bangkit
" Ayo sayang!" ajak Freddy pada Cherry lalu menggengam tangan Cherry
Dokter wanita tersebut melangkah keluar di ikuti oleh Freddy dan Cherry
Saat keluar dari ruangan , Freddy menutup dan mengunci pintu ruangannya
Mereka berjalan melewati beberapa koridor , nampak olehnya sebuah alat yang sangat kecil tertempel di sudut ruangan
Freddy mengeluarkan sarung tangan dari saku celananya dan memakainya
" Ada apa?" Tanya Cherry
" Ssstttttt" Freddy memberi isyarat pada Cherry agar tidak bersuara
Freddy dengan pelan mengambil sebuah alat dan menekan tombol OFF di alat tersebut
" SATPAM" Teriak Freddy memanggil satpam di sekitar sana
Langkah lari satpam terdengar sangat tergesa-gesa
" Iya , Tuan!" Jawab satpam saat tiba di hadapan Freddy
" Siapa yang memasang alat ini ?" Tanya Freddy dengan marah sambil menunjukkan alat tersebut pada satpam
" Itu?Eee .. Sa....Saya kurang tahu , Tuan!" Jawab satpam tersebut
" Jadi untuk apa saya bayar kamu disini , Bukan kah tugas kamu menjaga keamanan di rumah sakit ini?" Kata Freddy dengan suara tinggi , Sehingga terdengar di seluruh koridor rumah sakit
" Maaf Tuan!" kata satpam sambil tertunduk
" Berikan aku rekaman CCTV , Antar ke ruangan praktek dokter kandungan , Aku menunggu mu disana , Jika ada rekaman yang terhapus, Nyawa mu sebagai gantinya!" Kata Freddy
Satpam tersebut tersentak kaget mendengar ancaman Freddy
Hanya sebuah alat yang terpasang di sini , Nyawa nya menjadi taruhan
Mungkin bagi satpam , Itu adalah alat biasa , Tapi bagi Freddy itu adalah alat perekam dan pendeteksi yang di pasang oleh mata-mata untuk memantau dirinya
Semua pemilik perusahaan, Pemilik rumah sakit maupun pemilik rumah pribadi tidak akan menginjinkan barang selain barang pribadi ada di area mereka
Begitu juga dengan Freddy , Dia tidak akan memaafkan dan menginjinkan orang lain menaruh barang yang bukan miliknya apalagi tanpa seijinnya untuk meletakkan barang yang tidak semestinya , Baginya itu adalah orang-orang yang ingin menyusup ke tempatnya
__ADS_1
Freddy berlalu meninggalkan satpam tersebut dengan menggandeng tangan Cherry dan sebelah tangannya memegang alat tadi
" Kakak , Itu barang apa?" Tanya Cherry
" Ini adalah alat perekam dan pendeteksi, Ada mata-mata yang mencoba menyusup di sini!" Kata Freddy
Mendengar penjelasan suaminya , Tiba-tiba Cherry menggengam erat dan meremas kuat tangan Freddy
Freddy merasakan tangannya di remas kuat oleh Cherry lalu berhenti dan bertanya
" Ada apa?" Tanya Freddy
Cherry menelan Saliva dengan susah payah
" Entah lah kak , Aku merasa sangat takut!" Kata Cherry mengungkapkan perasaannya
" Jangan takut , Aku disini untuk melindungi mu!" Kata Freddy lalu merangkul bahu Cherry
" Ayo , Kita harus periksa, Aku ingin menyapa anak ku , Penerusku! " Kata Freddy dengan tersenyum manis pada Cherry
Cherry tersenyum melihat sorot mata Freddy yang bahagia ,Mereka pun lalu berjalan bersama menuju ruangan praktek dokter
Sepeninggal Freddy dan Cherry , Di sudut koridor rumah sakit , Seorang wanita dengan wajah marah , mengepalkan kedua tangannya dengan kuat
" Aku akan membuat kamu menderita , Aku akan merebut kebahagiaan mu,Kau tak pantas dengannya!" Katanya dengan penuh dengki dan iri
" TOK "
" TOK "
" TOK "
Dokter wanita paruh baya tersebut tersenyum melihat pasangan suami istri tersebut datang
" Silahkan masuk Tuan dan Nyonya" Kata seorang suster yang menemani dokter paruh baya tersebut bekerja
Dokter tersebut lalu berdiri menyambut Cherry dan Freddy
" Silakan duduk" Kata dokter wanita paruh baya tersebut lalu dia pun berjalan menuju kursi kebesarannya
Freddy dan Cherry memasuki ruangannya dengan senyuman manis
Freddy menggeser kursi untuk Cherry lalu mendudukan nya
Dokter paruh baya tersebut tersenyum bahagia melihat perhatian Freddy pada istrinya
" Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya dokter tersebut
" Saya ingin anda memeriksa istri saya , Sudah berapa Minggu usia kehamilannya?" Tanya Freddy langsung
" Wuah , Selamat Tuan dan Nyonya , Tapi sebelumnya saya ingin mengambil urine anda untuk di lakukan pengecekan!" Kata dokter tersebut
" Suster , Bantu Nyonya ke kamar mandi untuk mengambil urine!" Pinta dokter tersebut kepada suster
" Baik Dok , Nyonya ..Mari ikut dengan saya!" Kata Suster tersebut lalu memegang lembut lengan Cherry
__ADS_1
" Sebentar ya , Kak!" Kata Cherry pada Freddy
" Biar aku antar ke kamar mandi!" Kata Freddy
Freddy memegang lengan Cherry dan melangkah bersama ke kamar mandi
Saat tepat berada di kamar mandi , Freddy memeriksa seluruh sudut di kamar mandi tersebut
Merasa sudah aman , Freddy membawa Cherry masuk ke dalam kamar mandi
Suster tersebut mengikuti mereka masuk ke dalam
Freddy memperhatikan suster tersebut dari atas sampai bawah , Melihat tidak ada yang mencurigakan , Freddy merasa lega meninggalkan Cherry bersama suster di kamar mandi
Freddy menunggu di depan pintu kamar mandi saat suster mengunci pintu kamar mandi
Freddy memperhatikan seluruh ruangan praktek dokter kandungan tersebut
Setiap sudut , tepi bahkan kemari dan meja tak lepas dari pantauan Freddy
" Tidak ada yang mencurigakan!" Kata Freddy dalam hati
" TOK "
" TOK "
" TOK "
Suara pintu terdengar di ketuk dari luar
Dokter lalu bangkit dari kursinya dan membuka pintu
" Bapak , Ada apa?" Tanya Dokter tersebut dengan ramah kepada satpam
" Saya ingin menemui Tuan Freddy!" Kata Satpam sambil memegang sebuah benda
" Kalau begitu , Masuklah... Saya akan panggilkan Beliau!" Kata dokter tersebut
Dokter wanita tersebut berjalan masuk di ikuti oleh satpam tersebut
" Tuan , Satpam sedang menunggu anda!" Kata dokter tersebut memberitahu Freddy
" Baik " Jawab Freddy
Tak lama Cherry keluar dari kamar mandi di ikuti oleh suster dari belakang dengan membawa sebuah botol kecil berisi urine
" Sudah siap ,Sayang?" Tanya Freddy dengan kedua tangan menyambut Cherry lalu memeluknya dengan erat
" Sudah , Ayo" Kata Cherry
Freddy membawa Cherry melangkah ke meja kerja dokter kandungan tersebut
Mata Freddy tertuju pada seseorang yang duduk di dekat pintu ruangan dokter kandungan tersebut
" Dokter , Ada hal yang akan saya lakukan disini , Saya ingin meminjam laptop anda dan mohon anda menunggu hingga saya selesai!" Pinta Freddy
__ADS_1
" Baik Tuan.. , Silahkan duduk disini , Akan lebih leluasa untuk bekerja" kata dokter