
" Bos.." Panggil Billy dari kejauhan sambil berlari ke arah Franky
Freddy dan Franky memutar wajahnya, mata mereka menangkap sosok Billy sedang berlari ke arah mereka ,lalu Franky dan Freddy pun menghampiri Billy
" BOS...NONA CHERRY MENGHILANG" Lapor Billy kepada Franky
" APA !??" Franky dan Freddy berseru bersamaan
" Bagaimana bisa?" Tanya Franky
" Bagaimana dengan yang lain , Ayah , Ibu serta adik?" Tanya Franky
" Mereka aman di salah satu ruangan" Kata Billy
" Bagaimana Cherry bisa menghilang?"
" Bos , ada pengkhianat di antara anak buah kita...Saat anak buah Butterfly sampai disini , Aku langsung membawa Tuan besar dan yang lain ke sebuah ruangan , saat itu aku sudah tidak melihat nona Cherry" Kata Billy
"Tak akan ku maafkan , SIAPAPUN DIA! " Kata Franky dengan menggertakkan giginya geram
Freddy mengeluarkan ponsel pintarnya dan mengecek posisi Cherry
Franky dan Freddy memperhatikan titik merah di layar ponsel pintarnya
" Masih di sini , Artinya pengkhianat itu menyembunyikan Cherry" Kata Freddy
" Kakak , kaki kakak masih sakit , Biar aku yang mencari...Kakak alihkan perhatian pengkhianat itu agar Cherry bisa terlepas , Dengan kondisi kakak begini , bisa membuat mereka melonggarkan perhatian" Bisik Freddy ditelinga Franky
Franky menyetujui ide Freddy karena jika musuh melihat Franky terluka , itu akan membuat musuh merasa mereka sudah menang
" Billy..Antarkan kakakku ketempat orang tua dan adik ku berada" Pinta Freddy
Billy membawa Franky ke sebuah ruangan tempat berkumpulnya orang tua dan adiknya disana
Saat memasuki ruangan itu ,
Betapa terkejutnya Liana ,Leo dan Fransisca melihat Franky berjalan terpincang-pincang
"Ya..Tuhan, Apa yang terjadi, Sayang?" Tanya Liana langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Franky
" Billy....Bantulah Freddy mencari keberadaan Cherry
" Baik bos.." Kata Billy lalu keluar dari ruangan tersebut
Franky menutup pintu dan menguncinya lalu menghampiri Ibunya
" Tidak apa Bu....Aku baik-baik saja" Kata Franky menenangkan Ibunya
" Dimana Freddy?" Tanya Liana sambil memapah Franky berjalan ke arah sofa
" Mencari Cherry" Kata Franky singkat
" Kak..Maafkan aku , harusnya aku lebih berhati-hati menjaga Cherry..Hiks..hiks..hiks..." kata Fransisca menangis sesenggukan dengan menutup matanya
" Ayah gagal menjaga Cherry" Kata Leo
" Bukan salah Ayah , Ada konspirasi dan penghianat di antara anak buah kita , nampaknya dia bekerja sama dengan gengster butterfly dan Hanny dari NYS GROUP" Jelas Franky
" Lalu bagaimana kamu bisa tertembak" Tanya Leo
" Saat tuan Zack mengatakan sedang mengejar Cherry dan kalian , kami dengan cepat menyelesaikan pekerjaan kami , Freddy sudah menyuntikkan racun kepada mereka , tapi tuan Zack masih bisa mengeluarkan pistolnya dan menembakku saat kami hendak keluar dari sana" Jelas Franky
__ADS_1
Franky menelepon Manager bandara
" Aku membutuhkan rekaman CCTV yang terjadi beberapa jam yang lalu , tolong antarkan ke sini, Di belakang ruang kerja" Pinta Franky
Franky mengakhiri panggilan
" TOK "
" TOK "
" TOK "
Leo berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah pintu lalu membukanya
Menyadari adanya konspirasi dan pengkhianat , Leo tidak mengijinkan siapapun masuk
Setelah pintu dibuka , nampak manager bandara sedang berdiri didepan pintu
" Selamat malam Tuan , Ini rekaman CCTV yang anda pinta" Kata manager bandara tersebut
" Apa kau yakin ini lengkap dan tidak dihapus?" Tanya Leo dengan tegas dan sorot mata tajam
Manager bandara yang menatap mata Leo menjadi merinding
Sorot mata tajam Leo di turunkan ke Franky dan Freddy sehingga mereka ditakuti siapapun yang menyinggung kebahagiaan dan ketenangan keluarga mereka
" Sa-Saya Yakin, Tuan" Kata manager bandara dengan suara gemetaran
Leo mengambil alat tersebut lalu memanggil Liana dan menyerahkan kepada Franky
Leo sengaja menahan manager bandara tersebut , jika terdapat beberapa rekaman yang dihapus , Leo tidak akan segan untuk menghukumnya
Franky memeriksa rekaman CCTV tersebut dan memeriksa posisi Cherry saat penculikan
Franky lalu berdiri dari duduknya dan berjalan keluar , tidak memperdulikan kakinya masih terasa sakit
" BRAAAKK"
Pintu dibuka secara kasar oleh Franky
Leo dan sang manager terkejut mendengar suara pintu
" SIAPA YANG MENGHAPUS REKAMAN CCTV INI?"
Franky bertanya dengan emosi , kedua tangannya mencengkram kerah baju manager bandara tersebut
" KURANG AJAR , KAU MENGATAKAN TIDAK MENGHAPUS REKAMAN CCTV TERSEBUT," Teriak Leo lalu memukul wajah manager bandara tersebut
" Maafkan saya , Tuan ..Saya tidak tahu" Kata manager bandara tersebut dengan menundukkan kepalanya dan langsung bersujud di kaki Leo
" AAARRRGGHHHH" Pekik Franky mencengkram rambutnya
" PANGGILKAN PETUGAS YANG MENGAWASI BAGIAN MONITOR CCTV" Teriak Franky
Saat manager tersebut hendak berdiri, Franky menendang kakinya
" Aku tidak menginjinkan kau untuk meninggalkan tempat ini , ambil ponselmu dan suruh mereka ke sini" Pinta Franky yang sudah emosi dengan mata melotot ke arah Manager bandara tersebut
" Ba-baaaiiiikkk Tuuannn" Kata manager bandara tersebut dengan ketakutan
Manager bandara tersebut mengeluarkan ponselnya dan meletakkan ponselnya ditelinga
__ADS_1
" Kalian semua , datang ke ruang kerja direktur bagian belakang" Perintahnya pada anak buahnya
Setelah mengakhiri panggilan , Leo langsung mengambil ponsel milik manager bandara tersebut
" SIAPA NAMAMU?" Tanya Leo dengan tegas
" HARRY" Jawab nya
" Harry?...Bukankah teman akrab David dulu?" Tanya Franky dalam hati
" Apa kau kenal dengan David?" Tanya Franky menatap Harry dengan tatapan intimidasi,
Sorot mata Franky memerah tajam menatap ke arah Harry , rahangnya mengeras , emosinya sudah sampai ke puncaknya karena tidak mengetahui keberadaan Cherry
" Da-david?" Tanya Harry dengan terbata karena ketakutan
Ekspresi Harry yang ketakutan semakin membuat Franky yakin jika Harry adalah teman akrab David
" Jadi benar kau kenal dengan David?" Tanya Franky lagi dengan menaikkan alisnya
" Ti-tidak ....A-aku ti-tidak tahu" Kata Harry dengan membuang pandangannya ke bawah
" Lihat aku" Kata Franky pelan namun membuat suasana mencekam
" TAP"
" TAP"
" TAP"
Suara beberapa tapak sepatu terdengar
" Tuan..." Sapa seorang petugas disana
Franky memutar kepalanya dan melihat beberapa orang berpakaian petugas sudah berdiri
Franky tetap dengan posisinya lalu memandang satu persatu wajah petugas tersebut
Franky mengamati salah satu dari petugas tersebut lalu menunjuk
" Kamu....Kemarilah" Perintah Franky
Petugas yang ditunjuk Franky berjalan ke arah Franky lalu berhenti tepat didepan Franky
Franky melihat dengan jelas , dibagian kancing pakaian dinasnya terdapat alat kecil sama seperti alat yang didapat Freddy saat dirumah sakit
Franky hendak mengambil alat tersebut , Saat tangan Franky akan menyentuh alat tersebut
Petugas tersebut dengan cepat mencegah dan melayangkan pukulan kepada Franky
Franky dengan sigap menangkap kepalan tangan petugas tersebut lalu dengan sekuat tenaga memutar tangan petugas tersebut
" Kalian berani memasuki daerah ku" Kata Franky dengan emosi
" DOR"
" DOR"
" DOR"
Dari kejauhan , seseorang melepas peluru ke arah petugas tersebut
__ADS_1
Petugas tersebut terkejut dan tidak sadarkan diri lalu terjatuh dilantai