
Cherry terdiam dan memikirkan apa yang Franky katakan
Dengan kondisinya yang masih belum sembuh , Cherry juga tidak mungkin memaksakan diri untuk membantu Franky dan Freddy
" Baiklah..kalian hati-hatilah , aku tidak ingin kalian pulang dengan membawa luka" Kata Cherry
Franky berdiri lalu mencium kening Cherry dan duduk disampingnya
" Kami akan pulang dengan selamat , kamu hanya boleh membantu dengan mendoakan agar kami selamat" Kata Franky dengan mengelus rambut dan bahu Cherry
" Kami juga akan mendoakan kalian" Kata Liana yang sedang duduk diranjang dengan dirangkul oleh suaminya
Sedari tadi Liana dan Leo sudah bangun dan memperhatikan interaksi anak-anaknya
Franky, Freddy, Fransisca dan Cherry terkejut mendengar suara Liana lalu serentak memalingkan wajah mereka ke arah Liana dan Leo
" Ibu...Apa kami mengganggu?" Tanya Freddy melangkah ke ranjang orang tuanya lalu mencium pipi kiri dan kanan Ibunya lalu memeluk Ayahnya
Franky dan Fransisca juga melakukan hal yang sama
Cherry juga memeluk Liana dan menundukkan kepalanya kepada Leo
" Tidak menggangu sama sekali , tapi sebaliknya kita yang mengganggu pembicaraan Kalian." Ucap Liana sambil melirik ke arah suaminya
Franky dan Cherry duduk diranjang Cherry lalu Freddy dan Fransisca duduk di sofa
__ADS_1
" Bagaimana keadaan mu, Cherry?" Tanya Leo
" Sudah lebih baik , Ayah" Jawab Cherry dengan tersenyum
" Baguslah..." Kata Leo dengan tersenyum
"TOK"
"TOK"
"TOK"
Freddy berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah pintu dan memutar kunci lalu menekan handle pintu
" Selamat pagi Tuan , Nyonya , Tuan muda , Nona muda , Nona Cherry Bagaimana keadaan anda hari ini?" Sapa dokter lalu bertanya pada Cherry
" Pagi dokter" Jawab mereka semua serentak
" Saya sudah lebih baik , Dokter" Jawab Cherry
" Baguslah...Saya periksa sebentar" Kata dokter lalu berjalan ke arah ranjang Cherry dan menggeluarkan stetoskopnya
Franky membantu Cherry berbaring diranjang , dia pun duduk di tepi ranjang dan memegang tangan Cherry
Dokter juga memeriksa tekanan darah dan luka Cherry
__ADS_1
" Suster , Tolong ganti perban Nona Cherry" Perintah Dokte
" Baik , Dok.." Jawab suster lalu mereka berjalan ke arah ranjang Cherry
Suster membuka perban yang terbalut dikulit Cherry dengan pelan lalu membersihkan dengan alkohol lalu memberi obat dan menutupnya dengan perban
" Lukanya sudah kering , hanya butuh pengobatan lanjutan agar lukanya bisa tertutup dengan sempurna , dan ini salep yang harus di pakai setiap kali habis mandi" Pesan dokter tersebut lalu tersenyum kepada Cherry
Franky menatap tajam kepada dokter tersebut dan melirik kepada Cherry
Cherry hanya menggangguk paham
" Baiklah...Jika hari ini anda ingin kembali ke rumah , tidak masalah...Dalam 12 hari ke depan , datanglah untuk kontrol" Kata dokter tersebut
" Baik dokter, Terima kasih" Kata Franky datar dengan tatapan tajam kepada dokter
Dokter yang ditatap begitu tajam oleh Franky hanya menunduk , karena mengetahui jika baru saja dia tersenyum dengan istri seorang pewaris rumah sakit tersebut
" Baiklah...Saya permisi Tuan besar , Nyonya, Nona , dan Tuan muda" Kata dokter dengan menundukkan kepalanya kepada mereka
" Semoga anda cepat sembuh Noblna Cherry" Kata dokter dan sekali lagi tersenyum manis pada Cherry
Dokter lalu tersadar jika pandangan Franky masih tajam ke arah nya lalu melangkah mundur kemudian membalikkan badannya dan melangkah keluar dari kamar tersebut
" KEJAM-KEJAM BISA CEMBURU JUGA" Kata dokter dalam hati
__ADS_1