
"Kebencian tidak akan berakhir jika dibalas dengan kebencian, Kebencian akan berakhir jika dibalas dengan cinta kasih!" Kata Cherry yang sedari tadi memperhatikan percakapan mereka
" Mommy....Apa Mommy akan mencintai orang yang telah menghancurkan keluarga kita?" Tanya phillip. melihat ke arah Cherry
Pertanyaan dari Phillip membuat Freddy juga memutar kepalanya melihat ke arah istrinya
" Bukan begitu,Sayang..." Kata Cherry sambil bangkit dari tempat tidurnya lalu melangkah pelan ke arah sofa dan duduk disamping suaminya
" Sebisa mungkin kita tidak menyakiti orang lain" Kata Cherry pada Phillip
" Mommy.....Orang itu berusaha merebut Mommy dari kami dan jika mereka berbuat hal yang sangat menyakiti ku , Aku tidak akan bisa memaafkan mereka" Kata Phillip
" Phillip....Mereka tidak akan bisa menyakiti Mommy" Kata Cherry
" Mereka tidak menyakiti Mommy secara fisik , Tapi mereka akan memisahkan kita , Apa Mommy juga menginginkan itu?" Tanya Phillip kesal
Freddy yang mendengar percakapan mereka juga sangat kesal kepada Cherry
Freddy berdiri lalu melangkah keluar dari kamar
Phillip melihat Freddy keluar, lalu menatap ke arah Cherry
" Mommy... kebahagiaan Mommy terletak ditangan Mommy, Jika yang kami lakukan tidak berkenan dihati Mommy , Mommy boleh melangkah sendiri!" kata Phillip dengan tegas lalu bangkit dari duduknya dan menyusul Freddy
Kata yang terlontar dari mulut Phillip sangat menusuk hati Cherry
Tanpa terasa air matanya jatuh membasahi kedua pipinya
Kata-kata Phillip seakan menghantam relung hatinya yang paling dalam
Berniat untuk menghentikan tindakan yang bisa membahayakan nyawa baik diri sendiri maupun musuh , Tetapi tidak ditanggapi oleh suami dan anaknya
Cherry menangis sendiri di dalam kamarnya sambil merenung semua perkataan Phillip
Sementara Freddy berjalan ke arah taman dan menghempas bokongnya disofa yang ada di taman
Phillip mengikuti dari belakang dan duduk disofa disamping Freddy
" Logika dan hati sulit bersatu" Kata Phillip
Freddy memutar kepalanya melihat ke arah Phillip lalu tertawa
" Disaat kau berada disamping wanita mu , kau harus andalkan hatimu , Dan Jika kau berada di depan musuh mu , Andalkan logika mu" Kata Freddy
Phillip menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti
__ADS_1
" Daddy sangat mengerti Mommy" Puji Phillip lalu tersenyum
" Sebenarnya Daddy belum mengerti, Hanya saja Daddy berusaha mengerti posisi Mommy mu" Jelas Freddy
" Aku tidak pernah melihat Daddy dan Mommy bertengkar!" Kata Phillip
" Kamu tidak melihat, Bukan berarti tidak pernah!" Kata Freddy dengan tersenyum
" Benarkah? Atau pada saat aku tidak ada , Mommy dan Daddy bertengkar?" Tanya Phillip dengan penasaran
Freddy mengangkat tangannya dan mengelus kepala Phillip
" Phillip...Mungkin apa yang Daddy katakan padamu terlalu dalam untuk kamu pahami , Tapi intinya... Hargailah pasangan mu , Jika kita bertengkar dengan pasangan , Sebisa mungkin kita sebagai laki-laki mengalah terlebih dahulu , Setelah emosinya reda , Kita pelan-pelan menjelaskan apa pendapat kita, Bukan memaksa dia untuk menerima pendapat kita , Tapi kita utarakan dengan logika , Baik maupun buruknya jika kita mengambil keputusan tersebut!" kata Freddy
" Daddy mengalah untuk Mommy , Dan tidak ada keributan hingga orang di sekitar kalian tidak mengetahui jika kalian sedang ribut?" Tanya Phillip
" Benar...!" Kata Freddy
Phillip menganggukkan kepalanya dan meresapi semua perkataan Freddy
Freddy menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan
" Lalu untuk masalah David, Apa yang akan Daddy lakukan?" Tanya Phillip
Freddy menatap ke atas langit yang biru dimana burung-burungnya berterbangan dengan riang
Phillip mengerutkan keningnya karena tidak begitu memahami arti dari ucapan Freddy
" Maksud Daddy? " Tanya Phillip binggung
Freddy memutar kepalanya menatap lekat ke arah Phillip
" Jika dia berani menyentuh sedikit pun kebahagiaan kita , Maka Daddy akan menghancurkan dia , Bukan hanya raganya yang hancur tapi jiwanya akan Daddy buat tidak bisa menjalani kehidupan kembali atau reinkarnasi kembali" Kata Freddy dengan sorot mata penuh emosi
" Wuah.... Daddy benar-benar luar biasa kejam. HAHAHAHAHAHAHA" Kata Phillip sambil tertawa
Mendengar Phillip tertawa , Emosi Freddy surut seketika
Berada disamping orang yang kita cintai akan menyurutkan emosi kita yang tinggal hanya senyuman dan tawa bahagia
Itulah kebahagiaan yang sulit kita dapatkan , hanya keluarga penyemangat kita
" Phillip...Daddy kejam kepada musuh , Tetapi Daddy tidak bisa dan tidak akan kejam terhadap orang yang daddy kasihi dan cintai terutama dirimu dan Mommy mu" Kata Freddy
" Aku mengerti Daddy, Aku juga akan melakukan hal yang sama , Apalagi terhadap musuh yang merusak kebahagiaan ku!" Kata Phillip
__ADS_1
Freddy tersenyum lalu merangkul bahu Phillip
" Berapa lama kita akan meninggalkan Mommy sendirian dikamar?" Tanya Phillip
" Sampai kita meredam emosi kita ... Daddy enggak mau dalam keadaan emosi bertemu dengan Mommy mu , Apalagi Mommy sedang mengandung, Daddy harus menjaga kondisi jiwa dan mental Mommy mu!" Kata Freddy
". Daddy benar...." Kata Phillip sambil tersenyum ke arah Freddy
Freddy membalas senyuman Phillip sambil mengacak rambut Phillip
" Sudah berapa banyak yang kau pelajari dari kakek guru?" Tanya Freddy
" Banyak , Daddy....Aku sedang membuat virus baru dan alat canggih !" Kata Phillip
" Ooh ya?Hmmmm....Bagus, Kira-kira berapa lama lagi akan siap?" Tanya Freddy
" Sekitar dua atau tiga hari lagi!" Kata Phillip
" Baiklah...Buat racun dan juga penawarnya, Suatu saat itu akan bermanfaat , Dan ingat , semua bahan penawar hanya kamu yang tahu!" Kata Freddy
" Iya Daddy...." Kata Phillip sambil tersenyum menampakkan deretan giginya yang putih
" Bagus , Kau memang benar-benar penerus utama Keluarga ONG!" Puji Freddy
" Semua berkat didikan Papi , Daddy , Kakek dan kakek guru, Aku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada keluarga ONG!" Kata Phillip
" Semua adalah jodoh kehidupan lampau, Kita semua memiliki jodoh dan karma masing-masing" Jelas Freddy pada Phillip
Phillip mengganggukkan kepalanya tanda mengerti
" Baiklah ...kamu bersihkan diri dulu , Daddy akan menjemput Mommy mu untuk makan!" Kata Freddy dengan menepuk lembut bahu Phillip
" Baik Daddy!" kata Phillip lalu bangkit dari duduknya dan berjalan masuk ke dalam istana
Sepeninggal Phillip, Freddy menghela nafas panjang lalu menghembuskan nafas kasarnya lalu memejamkan matanya
Freddy tidak ingin ada luapan emosi saat Berhad dengan istrinya
Sebisa mungkin Freddy meredam emosinya karena mengingat kondisi istrinya saat ini tengah berbadan dua
Setelah memastikan emosinya sudah reda , Freddy membuka matanya lalu bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam istana
Setibanya Freddy dikamar tidurnya, Freddy menekan knop pintu kamar tidurnya
Cherry yang sedari tadi hanya duduk menangis disofa kini sedang menyandarkan dirinya di sofa sambil merenung
__ADS_1
Freddy memperhatikan mata Cherry yang sembab karena menangis
Ada perih di hati Freddy melihat butiran air mata Cherry membasahi pipi istri kesayangannya