
Dengan sorot mata tajam , Franky berdiri lalu membalikan badannya memberi kode kepada Freddy
Freddy yang mengetahui kode dari Franky lalu berjalan ke arah Hansen
Freddy berdiri didepan Hansen dan mengeluarkan jarum suntik lalu dengan cepat Freddy menunduk dan menyuntikkan cairan ke lengan Hansen
" Apa yang kau suntikkan?" Pekik Hansen kepada Freddy
" Semacam obat yang pernah aku suntikkan pada para pengkhianat seperti dirimu" Kata Freddy
" Bagus..Bunuhlah aku" Hansen menyeringai senang
" Terlalu menyenangkan untuk membunuh mu...Aku akan membuat dirimu tersiksa , lebih menyakitkan daripada kematian itu sendiri " Kata Freddy dengan menarik sebelah bibirnya ke atas
Freddy mengangkat tangannya memanggil Nico
Nico berjalan ke arah Freddy
" Hubungi Billy dan bereskan pengkhianat ini" Kata Freddy
" Baik bos" Jawab Nico lalu dia mengeluarkan ponselnya
Sejak Franky memerintah Billy untuk menemani Freddy , Billy memang menemui Freddy
Tapi Freddy hanya memerintah Billy untuk memperketat penjara agar pihak gengster BUTTERFLY tidak menambah personil untuk masuk dalam bandara tersebut
" Billy....Bos minta menghadap" Kata Nico kepada Billy
" Bos , sebentar lagi Billy akan datang , saya permisi" Ucap Nico pada Freddy
Freddy hanya menggangguk lalu menepuk bahu Nico dan berujar " Terima kasih, Kerja yang bagus"
Nico menunduk hormat dan berkata
" Terima kasih Bos"
Nico menyeret tubuh Hansen dari pergi dari sana
" Bos ,Agen rahasia ku menemukan ini" Kata Marco kepada Freddy
" Baiklah... Terima kasih" Kata Freddy menepuk pundak Marco lalu berbalik menghadap para petugas yang masih setia berdiri disana melihat aksi brutal Freddy dan Franky kepada seorang pengkhianat
Beberapa orang petugas tidak berani menatap Franky dan Freddy
Mereka lebih banyak menundukkan kepalanya
" Apa di antara kalian ,ada yang berkhianat atau mencoba berkhianat?" Tanya Freddy dengan suara lantang
" Tidak Tuan" Jawab mereka serentak
Ayah Franky keluar dari ruangan dengan membawa 1kotak air mineral
" Baik...Jika kalian memang setia , Minumlah air ini sampai habis" Pinta Freddy kepada seluruh petugas disana
__ADS_1
Satu persatu petugas berjalan mendekat kotak tersebut dan mengambil masing 2botol
Setelah itu, mereka meminum air mineral tersebut sampai habis masing-masing 2botol
Setelah selesai , mereka tetap berdiri terdiam , dengan memegang botol masing-masing
" Kalian tahu , apa yang kalian minum?" Tanya Freddy yang juga berdiri menghadap para petugas tersebut
" Air minum , tuan" Jawab seluruh petugas
" Lebih tepatnya air minuman kemasan yang telah dicampurkan racun" Jelas Freddy
" Hah!?" Seru petugas tersebut
Seluruh petugas histeris dan bertanya-tanya
" Tenanglah...jika memang kalian berkhianat , maka racun itu yang akan perlahan-lahan membuat pernafasan kalian terhambat ,jika kalian setia , maka tidak akan terjadi apa-apa pada kalian" Jelas Freddy
Semua orang terdiam
" Bagaimana anda mengetahui kami berkhianat atau tidak?" Tanya salah satu petugas disana
" Alarm ini akan berbunyi , dengan alat yang satu ini yang akan mengawasi kalian" Kata Freddy dengan menunjukan ponsel pintarnya dan satu buah alat kecil
" Baiklah.. untuk hari ini sampai disini, dan aku tidak ingin kejadian ini terulang kembali, MENGERTI?!" Kata Freddy dengan menekan kalimat terakhir
" MENGERTI, TUAN" Seru seluruh petugas
Freddy lalu mengajak Franky masuk kedalam ruangannya dan di ikuti Marco
" Sayang..." Franky berjalan tertatih ke arah Cherry
Cherry lalu berdiri dan berlari menghampiri Franky
" Kakak , apa kaki kakak sakit?" Tanya Cherry menapuk wajah Franky
" Tidak lagi sayang" Jawab Franky dengan mengecup kening Cherry sekilas
" Kemarilah kak , Untuk mencegah infeksi ,aku bersihkan dulu luka kakak
dengan alkohol" Ucap Freddy
" Ya.." kata Franky
Cherry memapah Franky dan mereka duduk bersama di sofa
Tangan mereka saling bertautan
Franky dan Cherry saling memandang dengan penuh cinta
Rindu menyergapi keduanya , seperti terpisah beberapa tahun
Freddy membersihkan luka Franky dengan alkohol Setelah itu membalut lukanya dengan perban
__ADS_1
" Sayang , Apa Hansen membuatmu terluka?" Tanya Franky kepada Cherry
" Tidak kak , hanya saja tadi dia berusaha mencium ku, Aku berusaha meronta karena aku tadi ikat " Kata Cherry jujur
" Kau memang istri idaman , Cherry...., kamu sangat terbuka dan tidak menyembunyikan apapun kepada calon suami mu" Kata Freddy dalam hati
" Lalu bagaimana kamu bisa diculik?" Tanya Franky penasaran
" Sewaktu turun dari mobil, anak buah Tuan Zack sudah mengejar kami ,hingga Billy datang membawa kami pergi , karena aku berada paling belakang , mulutku dibekap oleh kak Hansen , aku ingin melawan , tapi leherku dipukul dengan keras , hingga aku tak sadarkan diri , ketika terbangun , seluruh tubuhku sudah di ikat dan aku terkejut ternyata kak Hansen adalah dalang dibalik semua ini dan dia bekerjasama dengan gengster BUTTERFLY" jelas Cherry panjang lebar
" Kau tahu kenapa Hansen berbuat begitu?" Tanya Franky
" Karena dia mencintai ku , dan dia tidak bersedia jika aku menikah dengan kakak" Jawab Cherry polos
Franky tersenyum memandang Cherry
" Selesai...Ayo kita berangkat" Ajak Freddy pada semuanya
" Marco..Aku serahkan keamanan kepada mu, kau sudah tahu bukan, apa yang harus kau lakukan?" Pinta Freddy pada Marco
" Tenang saja kawan...Apapun akan ku lakukan untuk mu" Kata Marco dengan tersenyum
" Bagus" Freddy menepuk punggung Marco lalu tersenyum
Marco mengantar keluarga ONG dan Cherry menuju helikopter
" Laporkan padaku setiap hari tentang keadaan rumah utama " Pinta Freddy pada Marco
" Pasti" Ucap Marco
Saat mereka memasuki helikopter , mereka melambaikan tangan kepada Marco
Baling-baling helikopter sudah berputar-putar , Dengan perlahan helikopter sudah melayang di udara meninggalkan tanah yang sempat tadi disandarkan
Malam sudah begitu larut , mereka semua begitu bahagia , akhirnya mereka mengalahkan musuh walau pulang dengan membawa luka
Didalam helikopter Cherry masih merasa sangat sedih karena Franky pulang dengan kondisi terluka
" Sayang,...Kamu sakit?" Tanya Franky pada Cherry
Franky sangat peka terhadap Cherry , Apa yang membuat Cherry tidak nyaman , gelisah dan tidak bahagia , Franky mengetahui semua tentang Cherry
" Kenapa kakak harus terluka?" Tanya Cherry dengan nada kesal
Franky hanya tersenyum sambil mengelus rambut Cherry
" Untuk mempertahankan mu, dan menjagamu ....Aku rela walau harus kehilangan nyawa ku" Kata Franky serius
"Hussssshhh...Kakak jangan berkata begitu, Kakak tahu bahwa ucapan itu adalah doa" Cherry dengan cepat menutup mulut Franky dan menasehati Franky
" Kita baru akan menikah ,kenapa kakak harus berkata begitu?" kata Cherry dengan kesal dan memalingkan wajahnya memandang ke arah jendela helikopter
" Sayang..Aku minta maaf" kata Franky dengan menggunakan satu tangan memegang dagu Cherry dan memutari kepala Cherry agar memandang ke arahnya
__ADS_1
" Kau tahu...sewaktu tuan Zack mengatakan bahwa dia menyuruh anak buahnya mengikuti mu , Aku sangat khawatir , hingga dengan cepat aku dan Freddy menyelesaikan pekerjaan kami" ucap Franky menyakinkan Cherry