
Freddy mendudukkan Cherry di kloset lalu melangkah ke arah bathtub dan mengisi air hangat untuk mereka berendam
Setelah penuh dan hangatnya air sudah sesuai dengannya , Freddy pun mematikan kran air lalu melangkah ke arah tempat Cherry duduk
Freddy melepaskan pakaian Cherry dan celananya sendiri lalu membawa Cherry duduk di bathtub
Freddy duduk lalu mendudukkan Cherry di depannya dan menyandarkan punggung Cherry di dadanya
Cherry memoleskan sabun dan memainkan busa sabun
" Jangan bermain terus" Kata Freddy lalu menangkap tangan Cherry
Freddy mengelus lembut kedua tangan Cherry dan memijat lembut
Saat memegang pergelangan tangan Cherry , Freddy merasakan ada suatu getaran yang sangat aneh
Ada rasa yang begitu dekat dan bahagia yang belum pernah dirasakan sebelumnya
Freddy meraba nadi Cherry , Freddy merasakan suara nadi dari pergelangan tangan Cherry
Freddy menekan lebih dalam tapi lembut lalu menyimak suara nadi tersebut dengan seksama
Cherry merasa aneh dengan perilaku Freddy yang menekan nadi di pergelangan tangannya
" Ada apa?" Tanya Cherry dengan penuh rasa penasaran
" Sayang , Sepertinya kamu hamil!" Kata Freddy dengan tersenyum
Cherry memutar kepalanya ke belakang menghadap Freddy
" Sayang , Aku tahu kamu sangat menginginkan seorang anak , Tapi aku mohon kamu jangan berhalusinasi" Kata Cherry
" Tidak sayang, Aku tidak berhalusinasi, Aku mengatakan kebenaran, Jika kamu tidak percaya, Kita ke dokter, Bagaimana?" Kata Freddy
" Baik" Jawab Cherry dengan tersenyum
Tak ingin istrinya kedinginan , Freddy pun mengakhiri aktivitas mandi mereka
Setelah selesai mereka bersiap-siap untuk sarapan walau sudah terlambat namun sarapan tetap di lakukan karena Freddy tidak ingin Cherry melewatkan waktu makan mereka
Freddy dan Cherry melangkah ke dapur
" Apa hari ini kita tidak bekerja?" Tanya Cherry
" Aku akan mengambil cuti dan bekerja dirumah menemani istriku jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif hamil!" Kata Freddy
" Jangan begitu , Aku akan tetap menemani mu bekerja walaupun aku hamil atau tidak!" Jawab Cherry
" Dan aku tidak menginjinkan hal itu!" Jawab Freddy tegas
Cherry mengalah dan diam dengan wajah cemberut
Melihat wajah cemberut istrinya , Freddy merangkulnya
" Sayang , Apa kamu lebih suka kelelahan dan menyebabkan buah hati kita itu terluka didalam rahim mu seandainya sekarang dia sedang berkembang disini?" Tanya Freddy lembut pada Cherry sambil mengelus lembut perut Cherry
__ADS_1
Cherry meresapi perkataan Freddy , Teringat saat Cherry mengandung Phillip , Saat itu pun Franky tidak menginjinkan dia kelelahan
Segala aktifitas yang memberatkan tidak diperbolehkan untuk Cherry
" Jika kamu terluka seujung kuku pun aku tidak akan memaafkan diriku sendiri!" Kata Freddy menyakinkan Cherry
Cherry mengangkatnya wajahnya dan menatap mata Freddy yang duduk di sebelahnya
" Iya , Aku mengerti!" Kata Cherry dengan tersenyum
Cherry menyadari bahwa Freddy sangat menjaga , merawat dan melindunginya
" Terima kasih atas perhatian dan kasih sayang kakak kepada ku selama ini!" Kata Cherry
" CUP"
" Aku mencintai mu" Ucap Freddy
" Aku tahu itu , Aku juga mencintai kakak!" Kata Cherry
Freddy menyendokkan makanan lalu memasukkannya di mulut Cherry lalu menyendokkan lagi dan memasukkan ke dalam mulutnya juga
" Bibi , Dimana Phillip?" Tanya Cherry kepada asisten rumah tangga mereka saat melewati dapur tempat Freddy dan Cherry sarapan di meja makan
" Tuan muda Phillip sudah keluar sejak dua jam yang lalu Nyonya , Katanya ada tugas sekolah!" Jelas asisten rumah tangga tersebut
" Begitu kah , Mengapa dia tidak meminta ijinku?" Tanya Cherry dengan sedih
Freddy mengangkat tangannya lalu memegang lengan Cherry dan mengelusnya lalu berbisik
" Iya , Mungkin begitu!" Jawab Cherry asal karena malu
Freddy yang melihatnya hanya tersenyum lalu mencolek hidung Cherry
" Ayo kita berangkat!" Ajak Freddy lalu mengandeng tangan Cherry keluar dari dapur
" HWWUEEEK"
" HWWUEEEK"
Cherry mual lagi dengan cepat melepas genggaman tangan Freddy lalu menutupi mulutnya dan dengan cepat berlari ke arah kamar mandi yang ada di dapur
Freddy melihatnya dan melangkah ke lemari nakas dekat dapur lalu mengambil minyak angin dari kotak obat
Freddy lalu berjalan ke kamar mandi menyusul istrinya
Freddy menggosok tangannya dengan minyak angin lalu mengelus lembut leher belakang Cherry
" Apa ada yang di keluarkan?" Tanya Freddy
Cherry menggelengkan kepalanya ,karena tidak sanggup berbicara
Freddy teringat dulu ketika Cherry mengandung Phillip , Dia lah yang merasakan ngidam dan hal tersebut sungguh tersiksa
" Sayang , Aku gendong ke mobil ya!" Kata Freddy
__ADS_1
Freddy tentu percaya dan yakin jika buah hati mereka sudah berada di rahim Cherry
Dikarenakan untuk meyakinkan Cherry maka Freddy membawa Cherry untuk memeriksakan diri ke dokter
Freddy menggendong Cherry ala bridal style menuju mobil
Cherry yang di gendong oleh Freddy sangat malu dan hanya menenggelamkan wajahnya di dada Freddy
Freddy tersenyum melihat tingkah istrinya dan berjalan keluar istana menuju mobil
Sang supir yang telah melihat majikannya sudah keluar, Dengan cepat supir membuka pintu bagian belakang mobil
Freddy membawa Cherry masuk ke dalam mobil
Ketika tuan-nya sudah masuk , Sang supir pun menutup pintu mobil dan berjalan memutari mobilnya lalu masuk ke bagian dalam kemudi mobil
Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit
Di dalam perjalanan, Freddy sudah menghubungi dokter kandungan untuk membuat janji temu
Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah sakit
" Apa mau ku gendong lagi?" Tanya Freddy
" Jangan , Ini rumah sakit...Aku malu!" Kata Cherry
" Mengapa harus malu , Aku ini suami mu , Apa salah seorang suami menggendong istri yang sedang hamil , karena kesusahan untuk berjalan?" Tanya Freddy
" Tidak salah , Tapi nantinya aku di bilang manja "Jawab Cherry
" Siapa yang akan berani berkata begitu?" Tanya Freddy
" Pengunjung rumah sakit ini!" Jawab Cherry
" Aku akan membakar mulut mereka jika mereka berani berkata begitu!" Kata Freddy
" Aku takut akan hal itu , Maka dari itu , Biarkan aku berjalan dengan menggenggam tangan mu saja!" Kata Cherry dengan tersenyum
" Baiklah" Kata Freddy lalu memakaikan masker untuk Cherry
Supir membukakan pintu mobil untuk Freddy dan Cherry
Freddy dengan lembut menggengam tangan Cherry dan membawanya masuk ke dalam rumah sakit
Sebagai pria yang tampan , dimana pun dia berada selalu saja menarik perhatian
Baik pengunjung maupun staf ahli medis , Mereka sangat mengagumi sosok Freddy
Selain tampan dan tajir melintir , Freddy juga sangat memanjakan Sang istri tercinta
Banyak kaum hawa yang sangat iri dengan Cherry , Ada juga yang sangat mengidolakan keduanya
Bagi Freddy sendiri, dia tidak terlalu pusing dengan penilaian masyarakat
Karena dialah yang memilih jalan hidupmu sendiri
__ADS_1