
"Daddy , Itu memang keahlian ku!" Kata Phillip
" Dan tugas yang akan aku berikan juga keahlian mu" Jawab Freddy
" TING "
Pintu lift terbuka , Mereka keluar dan melangkah ke ruangan ICU , Mengecek keadaan Franky sebentar
Setelah menggenakan pakaian khusus ICU,. Freddy dan Phillip masuk ke dalam di ikuti oleh dewa kera sakti
Saat pintu ruang ICU di buka , Terlihat orang tuanya sedang menjaga Franky
" Ayah...Ibu..Dimana Cherry?" Tanya Freddy terkejut melihat Cherry tidak ada
" Cherry sedang membersihkan diri , Ibu memintanya untuk mandi dan berganti pakaian agar terlihat lebih segar" jelas Liana
" Oo....Baguslah" kata Freddy menyetujui tindakan Ibunya dengan tersenyum
Freddy melangkah lebih mendekat ke raga Franky yang sedang terbaring dan memperhatikan keseluruhan
Setelah di suntikkan penawar yang dia buat kepada Franky , Ya...Bukan penawar yang sesungguhnya , Hanya bersifat sementara , Tubuh Franky terlihat sama seperti sebelumnya
" Apa penawar yang ku buat dosisnya lebih rendah?Atau memang harus membuat penawar dari bahan yang guru jelaskan!" Kata Freddy dalam hati dengan binggung
Phillip juga memperhatikan kondisi Papi nya , Phillip menatap Daddy nya sebentar
Saat mata Freddy dan mata Phillip beradu , Phillip memberi kode dengan mengerak-gerakkan bola matanya melirik ke arah papi nya dan mengendikkan bahunya
" Bagaimana ini ,Daddy?" Tanya nya dalam hati
Freddy mengerti kode yang di tanyakan oleh Phillip melalui bahasa tubuh lalu Freddy membalas jawaban dari pertanyaan Phillip dengan memberi kode lewat bahas tubuh juga , Freddy menggeleng kepalanya pasrah
Phillip tertunduk lesu , Lalu Dewa mengelus punggung Phillip
" Ayah , Ibu...Aku dan Phillip ke ruangan sebelah sebentar" kata Freddy
" Baiklah sayang" Jawab Liana
Liana memegang tangan Phillip
" Phillip sayang , Setelah selesai dengan Daddy mu , Mandi lah" Pesan Liana pada cucunya
" Iya , Nek" Phillip mencium pipi neneknya sekilas lalu tersenyum dan hal itu sukses membuat bibir Liana mengembangkan senyuman bahagia
Freddy dan Phillip melangkah ke sebuah ruangan , Ruangan yang tidak seorang pun tahu , Hanya Leo , Franky dan Freddy dan sekarang Phillip
Didalam ruangan tersebut terdapat alat-alat canggih , Di layar komputer yang besar terdapat tangkapan CCTV , Salah satunya nampak ruangan di istana
" Apa disini tidak ada orang?" Tanya Phillip
__ADS_1
" Ada...Dia bertugas mengawasi mata-mata" Jelas Freddy
" KREEEK" Pintu kamar mandi didalam ruangan tersebut dibuka
" Tuan Freddy" Sapa seorang pria yang baru saja keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah Freddy lalu menundukkan kepalanya
"Vincent....Kenalkan ini pangeran kita, PHILLIP ONG" Kata Freddy memperkenalkan Phillip kepada Vincent
" Phillip.. Dia adalah Vincent , Orang yang bertanggung jawab disini , Dia adalah orang yang sangat paham dengan dunia teknologi, komputer, internet dan segala hal berkaitan dengan dunia IPTEK" jelas Freddy
Vincent berjongkok dan mengulurkan tangannya
Phillip membalas uluran tangan Vincent
" Nama ku Vincent , Selamat bergabung Bos kecil" Sapa Vincent menggenggam tangan Phillip dengan erat
" Namaku Phillip , Terima kasih telah menerimaku , Mohon bimbingannya!" Kata Phillip dengan menundukkan kepalanya hingga 45 derajat
" Heeiiii...Jangan begitu " Vincent langsung menangkupkan kedua pipi Phillip
Phillip tersenyum kecil
" Baiklah...Apa tugas kita? " Tanya Vincent pada Phillip sambil menggandeng tangan Phillip dan mendudukkannya di kursi meja kerja tempat biasa Franky duduki
" Aku ingin kalian membuat link-link untuk membinasakan bisnis Maxim dan gengster BUTTERFLY" Kata Freddy
" Jadi itu tugasku?" Tanya Phillip
" Sangat mudah menghancurkan bisnisnya dalam sekejap mata , Daddy! " Protes Phillip
" Apa kau punya ide lain?" Tanya Freddy heran
" Eeemmm , Serahkan padaku , Daddy!" Kata Phillip dengan menggedipkan sebelah matanya dan tersenyum penuh keyakinan
Freddy mengganggukkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah Phillip
" Baiklah.. Vincent , Aku serahkan Bos kecil ini padamu..Aku akan kembali" Kata Freddy
Freddy melirik Sang Dewa dan tersenyum padanya
Sang Dewa membalas senyuman Freddy dengan mengedipkan matanya
Freddy pun melangkah meninggalkan ruangan tersebut dan masuk ke ruangan yang lain untuk membersihkan diri
Setelah Freddy menyelesaikan mandinya , Dia pun berganti pakaian yang ada di lemari diruangan tersebut
Barang-barang yang ada di ruangan itu adalah milik Franky
Freddy keluar dari ruangan tersebut dan memantau perkembangan Franky juga melihat Cherry sejenak
__ADS_1
Freddy membuka pintu ruangan ICU , Matanya langsung tertuju pada wanita cantik yang tertidur dikursi disamping ranjang Franky
Freddy masuk kemudian menutup pintunya
Freddy melangkah ke arah ranjang Franky dan melihat Cherry tertidur dengan sangat damai
Mata Freddy lalu berpindah melihat Franky, Ada senyuman di bibir Franky
" Kakak ..Jangan hanya tersenyum, Cepat lah sadar!" Ucap Freddy dengan suara pelan
Freddy melihat di nakas terdapat sebuah selimut terlipat dengan rapi
Freddy lalu bangkit dari duduknya dan mengambil selimut tersebut lalu menyelimuti Cherry
Freddy terpaku sesaat dengan wajah Cherry yang sangat teduh saat tidur , Tanpa sadar tangan Freddy mengelus lembutnya wajah Cherry dan menyelipkan anak rambut Cherry yang tampak berantakan
Sesaat Freddy tersadar lalu melangkah ke sofa dan memejamkan matanya
💤💤💤💤💤💤💤💤💤💤
" Indah sekali" Ucap Freddy yang duduk dikursi sambil memandang hamparan bunga-bunga yang indah
" PROK"
Bahu Freddy di pukul oleh seseorang dari belakang , Freddy menoleh ke belakang
" KAKAK " Ucap Freddy terkejut dan berdiri dan langsung memeluk Franky
" Apa kau merindukan ku?" Goda Franky
Freddy melepaskan pelukannya dan memandang wajah Franky
Wajah Franky sangat putih dan berkilau dengan memakai pakaian khas masa perang
" Kakak jangan bercanda lagi , Cherry dan yang lain menunggu kakak" Kata Freddy
" Duduklah dulu adikku" Ajak Franky lalu menarik tangan Freddy untuk duduk di bangku yang tadi di duduki oleh Freddy
" Freddy..Dengarkan aku , Masa ku di dunia sudah berakhir , Tugasku sudah selesai , Ku serahkan keluarga ONG kepada mu" Kata Franky
" Kakak....Aku tidak mengerti apa maksud kakak!" Kata Freddy
" Freddy...Ragaku yang sedang terbaring di rumah sakit , Hanya tinggal menunggu waktu untuk di kremasi , dan sekarang yang kau lihat adalah jiwaku" jelas Franky
Freddy menggelengkan kepala ,tidak percaya dan tidak rela bahwa dia akan berpisah dunia dengan kakaknya
" kakak , Aku baru kembali dari perjuangan ku merebut dunia , Kenapa kakak tega !" Kata Freddy dengan mata memerah , menahan kesedihan
" Freddy... Ini sudah kehendak langit , Aku harus kembali kepada dewa perang, Karena disinilah tugasku yang sesungguhnya" kata Franky
__ADS_1
" Kakak , Apa kakak tega meninggalkan Cherry dan Phillip yang baru berumur tiga tahun , Bukankah kakak sangat mencintai Cherry?" Tanya Freddy dengan emosi kesedihan
" Di dunia , Aku memang sangat mencintainya , Untuk itulah aku tidak berani untuk mengatakan salam perpisahan kepadanya , Lebih baik aku pergi dengan cara begini ,Jika tidak, Aku tidak akan tenang untuk menyelesaikan tugasku disini"