
Freddy....Tunggu pembalasanku selanjutnya, Jika aku tidak bisa mendapatkan Cherry , Maka kau juga tidak berhak mendapatkannya , Segala yang aku sukai , Selalu kau rebut " Ucap Maxim dengan marah
Ketika Maxim hendak melangkah pergi , Marco dan kelompoknya menggepungnya
" Anda sudah di kepung Tuan Maxim!" Kata Marco
Maxim terkejut karena identitasnya sudah terbongkar
" Kau....heh , Siapa Maxim, Anda salah orang , Tuan!" Kata Maxim
"Kami sudah melakukan pemeriksaan Tuan , Tuan Maxim melakukan operasi wajah dan merubah indentitas menjadi James Alberto" kata Marco
" KURANG AJAR" Maxim menggepalkan kedua tangannya dan hendak memukul Marco
Marco memegang tangan Maxim dan melayangkan pukulan ke perut Maxim
Baku hantam terjadi sesaat , Maxim melihat dari banyaknya anggota Marco tidak mungkin bisa menang melawan mereka
Akhirnya Maxim dengan kondisi terluka , Berlari dan bersembunyi
Dengan terus berlari , Maxim melempar barang yang ada disekitar hingga Marco dan anggotanya tidak dapat mengejar
Maxim bersembunyi di antara pohon dan semak-semak hingga Marco dan tim nya tidak berhasil menemukannya
Setelah mencari hingga dua jam lebih , Tim Marco akhirnya menyerah dan pergi meninggalkan tempat tersebut
Maxim yang melihat team Marco sudah menghilang, Dia pun pergi dari tempat tersebut dengan cepat
💖💖💖💖💖🍒🍒🍒🍒🍒
Freddy sudah sampai di tempat kerjanya dan langsung membawa Phillip ke ruangannya
" Mommy" Sapa Phillip ketika melihat Mommy-nya duduk bersama Fransisca
Phillip memeluk Cherry dan tenggelam dalam pelukan Mommy-nya yang hangat
Phillip sangat bersyukur bisa selamat dan masih bisa melihat Mommy -nya
" Phillip, Apa kau baik-baik saja?" Tanya Cherry khawatir sambil mengelus rambut anaknya
" Aku baik-baik saja , Mom!" Jawab Phillip
" Katakan padaku, Bagaimana kau bisa di culik?" Tanya Fransisca dengan memegang lengan Phillip
Phillip bercerita usai pelajaran sekolah , Saat hendak menunggu supir menjemput, Phillip seperti biasa menunggu di taman
Seorang pria dengan Setelan jas yang rapi menyampaikan kepada pihak sekolah bahwa supir Phillip tidak dapat menjemputnya seperti biasa di karenakan mengalami kecelakaan saat hendak menuju ke sekolah menjemput Phillip
Oleh karena itu supir meminta pria tersebut menjemput Phillip , Namun saat guru Phillip ingin menelepon Freddy , Pria tersebut memukul pundaknya hingga pingsan termasuk juga satpam sekolah
__ADS_1
Saat Phillip hendak melawan , Pria tersebut memukul Phillip juga dan tak sadarkan diri , Saat Phillip sadar , Phillip sudah berada di gubuk tua dengan tangan dan mulut terikat
Hingga Phillip mendengar percakapan Maxim menelepon Freddy
Tapi Phillip hanya diam , Karena tidak ingin membuat mereka bertambah murka
" Di bagian mana dia memukulmu?" Tanya Fransisca sambil meraba punggung Phillip
" Hanya di pundak ku, Sudah tidak apa-apa kok, Aku baik-baik saja, Aunty" Kata Phillip dengan tersenyum
" Apa kau tahu siapa yang menelepon Daddy?" Tanya Cherry
Phillip menggelengkan kepalanya
" Dia adalah Maxim , Orang yang menyewa sniper untuk membunuh keluarga ONG, Dan Papi-mu yang menjadi korbannya" Jelas Cherry dengan mata berkaca-kaca
"Mom...Jangan menangis dan bersedih lagi" Kata Phillip sambil menyeka air mata Cherry
Freddy yang sedari tadi hanya duduk di kursi kebesarannya dan memperhatikan interaksi ketiganya di sofa lalu bangkit dari duduknya dan menghampiri Cherry
" Sayang..." Kata Freddy lembut sambil merangkul bahu Cherry dan duduk disamping Cherry
Phillip yang baru menyadari kedekatan mereka memalingkan wajahnya ke arah Fransisca
Phillip menaikturunkan alis matanya sebagai kode bertanya pada Fransisca
" Ada apa ini?"
" Daddy mu dan Mommy mu sebentar lagi akan di resmikan"
Phillip membelalakkan matanya dan tersenyum lalu muncul ide untuk membiarkan mereka bersama
" Aunty , Aku lapar...Temani aku ke kantin bawah" Rengek Phillip
Fransisca yang mengerti maksud Phillip , Mengiyakan lalu bangkit dari duduknya
" Daddy, Kami ke kantin dulu... Mommy dan Daddy jangan lupa makan!" Kata Phillip
Freddy yang peka hanya tersenyum
" Pesankan makan untuk Mommy mu dengan porsi besar ya , Minta pihak kantin mengantarkan ke sini" Pinta Freddy
Phillip dan Fransisca keluar dari ruangan dan menuju kantin
" Jangan bersedih lagi ,Aku di sini...Aku tidak akan membuat air mata mu keluar sia-sia" Kata Freddy
Cherry menatap kedua mata Freddy yang membalas menatapnya lembut
" Terima kasih kak" Kata Cherry lalu menyandarkan kepalanya di bahu Freddy
__ADS_1
Cherry menutup matanya dan tenggelam dalam pelukan yang Freddy berikan dan merasakan Kehangatan orang yang mencintainya
" Cherry " Panggil Freddy sambil mengelus rambut Cherry
" Heemm" Jawab Cherry yang masih menutup matanya
" Jika ada seseorang yang mencintai mu lebih dari cintaku padamu , Apa kau akan menerima orang itu dan melepaskan ku?" Tanya Freddy yang memikirkan tentang Maxim yang menyukai Cherry
Cherry membuka matanya, Lalu mendongakkan kepalanya dan menatap mata Freddy
" Kakak .. Fransisca tadi telah menceritakan bagaimana dan sejak kapan kakak mulai mencintaiku , Aku tahu kakak sudah banyak mengalah dan berkorban untuk ku , Aku akan berusaha membalas apa yang telah kakak korbankan untuk ku dengan belajar mencintai kakak , Hingga akhir hidupku" Kata Cherry
Freddy sangat terharu dengan jawaban Cherry lalu mencium nya
Ciuman mereka terganggu dengan suara ketukan pintu
" TOK "
" TOK "
" TOK "
Freddy melepas ciumannya dengan kesal lalu memandangi wajah Cherry
" Banyak pengganggu disini" kata Freddy dengan kesal namun disambut tawa kecil oleh Cherry
" MASUK" kata Freddy dengan masih duduk merangkul Cherry
Pihak kantin membuka pintu dan membawa nampan berisi 1 piring makanan dengan porsi banyak
" Maaf, Pak...Saya mengantarkan makanan atas pesanan Pangeran Phillip" Kata Pihak kantin dengan ketakutan melihat mata Freddy yang menatapnya tajam
" Iya , Terima kasih...Taruh saja disini" Kata Cherry yang mengetahui jika Freddy sedang kesal
Pihak kantin tersebut lalu melangkah ke meja dekat sofa tempat Cherry dan Freddy duduk lalu menunduk dan meletakkan piring dan minuman di atas meja
" Saya permisi Pak, Nyonya!" Kata pihak kantin tersebut
" Terima kasih" Kata Freddy singkat
" Sama-sama , Pak!" Jawab Pihak kantin tersebut lalu dengan cepat melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Freddy
Setelah keluar dari ruangan , Tidak lupa pihak kantin tersebut menutup kembali pintu ruangan Freddy
" Huuufffttt" Pihak kantin membuang nafas kasar sambil memegang dadanya
" Kakak dan adik sama killer nya" Ucap pihak kantin tersebut
Saat Franky masih bekerja disini , Pihak kantin sudah mengetahui seorang Freddy juga sama sifatnya seperti Franky , Untuk itulah para karyawan di tempat Freddy bekerja sekarang ini ,Tidak ada yang berani melanggar peraturan
__ADS_1
Saat pihak kantin sudah meninggalkan ruangan Freddy, Freddy dan Cherry menikmati makan siang mereka
Cherry membelalakkan matanya melihat tumpukan nasi dan sayur yang tinggi sekali