
"Kak Freddy, Bolehkah saya mengajak Cherry ke salon untuk melakukan perawatan?" Tanya Celina dengan sangat sopan
Freddy yang sedang menyendok kan sayur , berhenti sejenak lalu melihat ke arah Celina sejenak
Freddy melanjutkan kegiatannya menyendokkan sayurnya ke piring Cherry lalu duduk menyamping dengan meletakkan sebelah tangannya di belakang sandaran kursi Cherry
" Bagaimana jika aku mengantar kamu saja , Karena saya akan membawa istri ku menemui seseorang!" Tawar Freddy kepada Celina tetapi tatapan mata Freddy menatap lembut ke arah istrinya
Cherry hanya menyimak percakapan antara suaminya dan Celina
Celina tercengang dengan pertanyaan Freddy , lalu berpikir sejenak
" Apakah Cherry boleh menemani saya,kak?" Tawarnya kepada Freddy
Freddy menghela nafas sebentar lalu berkata
" Apa jaminannya aku membiarkan Cherry menemanimu?" Tanya Freddy pada Celina tetap dengan tatapan mata menatap lembut ke arah Cherry
" Apa kakak tidak mempercayai ku?" Tanya Celina dengan nada suara yang kecewa
Dengan tersenyum mengejek, Freddy memperbaiki duduknya lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi , dengan menghadap ke arah depan , Tepat Phillip duduk dihadapannya
Tatapan mata Freddy beradu dengan tatapan mata Phillip , Seolah-olah mereka sedang berunding sesuatu
" Sejujurnya aku tidak mempercayai apapun dan siapapun" Jawab Freddy dengan lantang dengan tatapan mata tetap menatap Phillip
Phillip tersenyum mendengar jawaban dari Freddy
Tanpa basa-basi , Freddy memasukkan makanan ke dalam mulutnya di susul oleh Cherry dan Phillip juga mereka melanjutkan aktivitas memasukkan makanan ke dalam mulut mereka tanpa memperdulikan Celina
Celina sedang berpikir keras atas jawaban dari Freddy sambil mengaduk-aduk makanan yang ada di hadapannya
Cherry yang memperhatikan tingkah Celina lalu bertanya
" Ada apa, Kak?" Tanya Cherry dengan penuh perhatian
Freddy dan Phillip yang mendengar pertanyaan Cherry pada Celina , lalu memutar kepala mereka secara bersamaan ke arah Cherry dan Celina
Celina mendongakkan kepalanya melihat ke arah Cherry
" Cherry.....Bolehkah menemani ku ke salon?" Tanya Celina dengan penuh pengharapan
" AA.....Aku " Kata Cherry terputus lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi lalu memutar kepalanya melihat ke arah suaminya dan Phillip
__ADS_1
"Pergilah , Jika kamu mau , TAPI JIKA KAMU TERLUKA SEUJUNG KUKU PUN, AKAN KU BUNUH ORANG ITU!" kata-kata yang keluar dari mulut Freddy langsung saja membuat hati Celina sangat gembira karena di ijinkan pergi bersama Cherry, Tapi ada rasa takut karena ancaman dari Freddy yang tidak pernah main-main
" Terima kasih kak Freddy" Kata Celina tanpa menunggu jawaban dari Cherry
Cherry hanya tersenyum melihat Celina yang sangat bahagia
Celina dengan riang gembira menghabiskan seluruh makanan yang ada di hadapannya
Tak berselang lama, Mereka pun menyelesaikan kegiatan menghancurkan makanan mereka
Celina bergegas merapikan peralatan makanannya lalu masuk ke arah dapur
Tak berselang lama , Celina tampak sibuk mengobrol dengan para pelayan untuk mengatur pekerjaan mereka, Seperti majikan yang memerintah anak buahnya
Hal tersebut tak luput dari perhatian Freddy dan Phillip yang sedang duduk di sofa ruang tamu
Freddy mengamati sikap Celina yang seolah-olah bersikap seperti seorang Nyonya rumah
Lain halnya dengan Cherry yang tersenyum melihat tingkah Celina yang mengatur para pekerja dan menurut Cherry , Celina sangat cepat berbaur dengan para pelayan
Setelah selesai mengatur segalanya , Celina berjalan ke arah Cherry
" Cherry...Apa kamu sudah siap?" Tanya Celina dengan wajah berseri
" Sebentar...Aku akan mengambil tas di dalam kamar!" Kata Celina dengan tersenyum dan melirik sekilas ke arah Freddy
Freddy yang sedang duduk di sofa tidak menghiraukan pembicaraan Cherry dengan Celina , Namun lebih fokus pada layar ponselnya
Setelah melirik ke arah Freddy yang tidak memperdulikannya , Celina memutar badannya lalu melangkah menuju kamar tamu
Saat melihat Celina sudah menghilang di balik pintu kamar tamu , Phillip bangkit dari duduknya lalu mengeluarkan sebuah alat lalu menempelkannya di tangan Cherry
" Apa itu ,Sayang?" Tanya Cherry
"Tidak apa-apa, Mom .. Hanya memastikan suhu tubuh Mommy dalam keadaan normal , Jika Mommy pulang dengan keadaan yang lebih parah dari suhu tubuh sekarang, Jangan salahkan kami jika kami bertindak " Kata Phillip dengan tegas namun dengan senyuman menawan menatap wajah Cherry
Phillip lalu berjalan ke arah Freddy dan menyerahkan alat tersebut kepada Freddy sambil tersenyum
" Kalian ini selalu berpikir negatif..." Kata Cherry sambil memandang Phillip dan Freddy secara bergantian
" Kak Celina adalah orang yang baik , Aku mengenalnya sudah lama" Kata Cherry
" Baik dan sopan dihadapan mu, Belum tentu baik dan sopan jika orang itu berada di belakang mu" Kata Freddy
__ADS_1
" Lebih baik aku diam daripada aku tidak di ijinkan keluar dengan kak Celina, Lagian kenapa mereka harus curiga kepada kak Celina?" Cherry berkata dan bertanya dalam hati
Celina sudah tampak rapi dengan tas ransel di pinggang dan keluar dari kamar tamu
" Ayo Cherry, Kita berangkat" Ajak Celina dengan wajah berseri-seri
Cherry tersenyum manis melihat wajah Celina yang berseri-seri karena bahagia
Cherry bangkit dari duduknya di susul oleh Freddy dan Phillip
Freddy menggenggam tangan Cherry dengan sangat erat seolah tidak akan melepas Cherry kemanapun lalu membawa chery berjalan ke arah pintu utama istana mereka
Cherry merasa genggaman tangan Freddy tidak seperti biasanya
Ketika tiba di depan pintu utama , Cherry memutar badannya menghadap ke arah Freddy
" CUP "
Kecupan mesra dan indah di berikan Cherry untuk Freddy
" Aku akan kembali dalam keadaan baik-baik saja, Jangan khawatir..." Kata Cherry
Freddy tersenyum mendengar kata-kata Cherry
Freddy berjongkok di depan Cherry dan menempelkan telinganya di perut Cherry lalu mencium perut Cherry dengan penuh cinta sambil memejamkan matanya
" Anak ku...Daddy, Akan menjaga kalian dengan nyawa Daddy...Apapun yang akan terjadi, Pasti terjadi... Baik-baiklah di dalam sana, Daddy mencintai kalian" Kata Freddy dalam hati
Freddy menarik nafas panjang dan menghembuskan pelan lalu membuka matanya
Freddy berdiri dari jongkoknya lalu mengecup kening Cherry dan memeluk Cherry
" Di dalam darahmu terdapat alat GPS yang bisa ku pantau di mana lokasi mu ,..jika kamu dalam keadaan bahaya , Jangan panik...Jaga selalu anak ku,..Aku akan selalu mengawasi mu dan anak ku!" Bisik Freddy di telinga Cherry
Celina melihat keromantisan Cherry dan Freddy , Sungguh sangat-sangat di bakar oleh api cemburu
Celina menggepalkan kedua tangannya , Hingga tanpa di sadari , ujung kuku menancap di kulit telapak tangannya
" Ayo Cherry kita pergi" Kata Celina yang dengan sengaja mengganggu keromantisan mereka
Freddy melepaskan pelukannya dengan perlahan sambil menahan senyum
Tentu saja seorang Mafia handal seperti Freddy mengetahui kecemburuan Celina
__ADS_1
" Akan aku ikuti permainan mu " Kata Freddy dalam hati