
Setelah Franky mematikan panggilannya , Freddy sangat kesal karena tidak bisa menggoda Cherry dan membuat Franky cemburu
" TOK "
" TOK '
" TOK "
Pintu di ketuk dari luar
" Masuk" Kata Freddy
" KREEEK"
Nico masuk dengan membawa dokumen lalu menutup pintu dan berjalan ke meja dimana Freddy berada
" Tuan , wanita yang menabrak anda dipantai , sudah dari tadi mengikuti anda , sekarang dia berada di luar sedang mengawasi anda , Tuan! " Laporan dari Nico membuat bibir Freddy menyunggingkan senyuman licik
" Bagus...Nico...Ayo kita ikuti permainan Joline" Kata Freddy
" Apa perlu aku menghubungi yang lain, Tuan?" Tanya Nico
" Iya , dan minta kepada satpam disekitar untuk bersikap waspada ,Aku tidak ingin pengunjung moll menjadi korban" Kata Freddy
" Baik, Tuan! " Kata Nico lalu membalikkan badannya dan melangkah keluar dari ruangan
Setelah Nico pergi , Freddy mengambil alat kecil tersebut lalu menyimpannya didalam saku celananya
Freddy mengambil jaket yang tergantung di gantungan jaket lalu memasukan beberapa jarum suntik dan senjata api terbaru ke dalam saku jaketnya dan mengambil kunci motor
dan helm
Freddy melangkah keluar dari ruangan dan memberi kode kepada Nico untuk bersiap-siap
Nico mengerti kode tersebut dan mengangguk kepalanya sekali lalu berbisik kepada manager cafe
Tak berapa lama , Nico juga menyusul Freddy keluar dari cafe tersebut
Ketika hendak berjalan menuju parkiran , Terdengar suara seorang wanita memanggil Freddy
" Halo Tuan,...." Sapa Joline ketika berpapasan dengan Freddy
" Kenapa anda mengikuti ku?" Tanya Freddy ketus sambil berjalan dengan cepat sambil membawa helm ditangan , sedangkan Nico berpura-pura tidak mengenal Freddy
" Bolehkah kita berkenalan?" Tanya Joline dengan sedikit berlari agar sejajar dengan Freddy yang berjalan dengan cepat
Freddy berhenti lalu memutar badannya dan berkata
" Baik , tutup matamu" Kata Freddy
Joline berhenti dan tersenyum senang lalu menutup mata
Joline mengira Freddy akan menciumnya namun apa yang diharapkan adalah kekecewaan
Ketika Joline menutup matanya , Freddy dengan cepat berjalan memutari Joline sambil mengeluarkan jarum suntik dan menancapkan ke leher Joline
" Nikmati tidur indah mu dan jangan berani menggangguku lagi" Kata Freddy dengan cepat berlalu dari sana dan meninggalkan Joline yang merintih kesakitan
__ADS_1
Nico mengedipkan mata kepada rekan yang lain agar menyelesaikan tugas mereka mengangkat Joline ke gudang tua
" Alihkan perhatian mereka" Kata Freddy dengan memberikan kepada Nico saat melihat musuhnya sudah bersiap untuk menyerang Freddy
Nico mengerti dan berjalan seolah-olah dia adalah pengunjung moll ,jadi Nico dan Freddy berjalan sendiri-sendiri
Jika Freddy sendiri , maka musuh mengira akan lebih mudah menghabiskan Freddy
Freddy berjalan ke arah barat menuju lobby parkir dan Nico memutar badannya melangkah ke arah timur
Namun mereka berjumpa di lift ,
Nico menyerahkan jaket dan helm yang dia bawa kepada Freddy
Freddy mengeluarkan barang yang ada di saku jaketnya dan memindahkan ke dalam saku jaket yang diberikan oleh Nico lalu menyerahkan jaketnya kepada Nico
Nico lalu memakai jaket yang tadi dipakai oleh Freddy dan helm menutupi wajahnya , Freddy memakai jaket yang diberikan oleh Nico dan memegang helm dengan satu tangan
" TING "
Pintu lift terbuka , Nico yang sudah bersiap- siap lalu keluar , dan Freddy masih bersembunyi didalam lift dengan menahan pintu lift
Saat musuhnya mengikuti Nico , mereka mengira Nico adalah Freddy
Freddy segera keluar dengan memakai helm lalu mengikuti pergerakan lawannya
Saat tiba lobby parkir, Freddy memperhatikan bahwa musuhnya sedang mengikuti Nico yang menghidupkan motor lalu di ikuti musuhnya
Freddy juga menaiki motornya dan menghidupkan ,melihat musuhnya sudah mengikuti Nico , Freddy juga mengikuti musuhnya dari arah belakang
Demikian juga beberapa anak buah Freddy mengikuti Freddy dari belakang dan samping dengan membawa mobil tanpa sepengetahuan musuhnya
" DOR "
" DOR "
Nico dan Freddy memakai rompi anti peluru , jadi Nico tidak terkena mesiu panas tersebut
Nico membalas menembak musuh-musuh tersebut dibantu Freddy dari arah belakang dan anak buah Freddy dari samping
Tembak menembak terjadi di jalanan yang agak sepi karena mereka melaju menuju hutan
Melihat banyaknya anggota Freddy yang menyerang mereka , salah satu dari musuh Freddy menelepon kawanan mereka untuk meminta tolong
Namun hal itu tidak terlepas dari pantauan mata jeli Freddy
Dengan mengendarai motornya , Freddy mengarahkan motornya kepada musuhnya itu
Ketika hendak sampai ke hadapan musuhnya , Freddy berdiri dari motornya dengan satu tangan memegang stang motor , Freddy dengan gesit menendang tangan dan wajah musuhnya sehingga ponselnya jatuh dan musuhnya juga terjatuh
Setelah menendang, Freddy kembali ke posisi yang benar dengan mengendari motornya lalu berhenti dan memarkirkan motornya
" SIAPA KAU" Teriaknya kepada Freddy
Freddy berjalan mengambil ponsel orang itu lalu membuka helmnya
" AKU ....ORANG YANG KALIAN INCAR!!!" Kata Freddy dengan senyuman manis
__ADS_1
" APA???JA-JADI...DI-DIA" Betapa terkejutnya anak buah musuh Freddy melihat rekannya salah mengejar target
" KENAPA? KALIAN KECOLONGAN??" Ejek Freddy
" KURANG AJAR!!" pekiknya dengan geram kepada Freddy lalu dengan emosi dia berdiri
Ketika hendak memukul Freddy, Freddy dengan cepat memutar tubuhnya lalu menendang kepala musuhnya
Merasa masih belum puas , Freddy lalu menendang perut dan mematahkan kedua kaki dan tangan musuhnya
" AAARRRGGHHHH" Teriak musuhnya karena kesakitan kaki dan tangannya telah putus
" Katakan siapa pimpinan kelompok kalian yang menyerang ku?" Tanya Freddy
" WENDY" Jawabnya
" Gengster mana? tanya Freddy lagi
" Queen Devils" Jawabnya lagi
" Atas permintaan siapa?" Tanya Freddy lagi
" Morgan meminta kepada Bos angel , dan kami bekerjasama dengan BUTTERFLY untuk menjalankan misi ini, Tuan" Katanya lagi dengan menahan sakit
Ponsel pria itu yang sedang digengam oleh Freddy berbunyi
" WENDY MEMANGGIL......"
Dilayar ponsel tertera nama Wendy
" Bicaralah " Kata Freddy singkat
Freddy menggeser tanda warna hijau dilayar lalu mengarahkan ponsel kepada musuhnya
" Ketua , cek lokasi kami , kami butuh bantuan, kami salah target" Katanya
Freddy mendekat ponsel tersebut ke telinganya
" JIKA KAU BUKAN BANCI, TUNJUKKAN DIRIMU DAN HADAPI AKU , AKU TUNGGU KAU DI GEDUNG TUA" Kata Freddy dengan emosi lalu mematikan ponsel tersebut
Freddy lalu melihat nomor ponsel Wendy dan menghapalkannya ,kemudian membanting ponsel milik musuhnya itu
" KENAPA KAU HANCURKAN?" Tanya nya pada Freddy
" KARENA KAU TELAH MENGUSIKKU" Jawab Freddy dengan mata memerah menahan emosi
Freddy lalu memegang kepala musuhnya itu lalu memutarnya hingga terdengar suara
" TREEEEK"
Urat nadi dan saraf juga nafas musuhnya telah terputus
Musuhnya mati dengan cara menggenaskan
Tak lama Nico menghampiri Freddy
" Semua musuh kita telah mati , Tuan " Lapor Nico
__ADS_1
" Belum....Masih ada banyak lagi , Kita ke gudang tua , Aku telah mengundang Wendy disana , pesankan pada Neo , anak buah kita harus bersiap dari setiap sudut , TEMBAK MATI JIKA ADA YANG MENCURIGAKAN" Perintah Freddy