
Saat mendekati Morgan , Phillip Mengangkat tangan dan langsung menancapkan jarum suntik di bahu Morgan lalu menarik lagi jarum suntik nya
" AAARRRGGHHHH" Teriak Morgan langsung tersungkur dilantai secara tiba-tiba membuat wanita yang dirangkul Morgan dan Professor Takimaru terkejut
" Professor... To...to-long a-ku! Morgan meminta pertolongan kepada Professor Takimaru dengan terbata-bata sambil memegang bahunya
Professor melihat sekilas bahu Morgan dan mengambil sarung tangan dari sakunya lalu mencolek sedikit cairan yang ada di bahu Morgan lalu membaui aromanya
Professor Takimaru tersenyum lalu berkata
" Aku tidak bisa menolong mu , Ini adalah hukuman buatmu" Kata Professor Takimaru lalu melepas sarung tangannya dan menyimpannya kembali ke saku celananya
" Kau.. Kau ja-ngan mem-bo-hongi ku!" Morgan dengan menahan sakit yang sangat hebat kesal dengan Professor Takimaru yang tidak mau menolongnya
" Ini adalah racun yang khasiatnya yang berbahaya dari racun yang aku buat untuk campuran mesiu mu" Jelas Professor Takimaru
" A-Apa....!Ka-mu mem-pu-nyai pe-na-war-nya, bu-kan?Pas-ti bi-sa mem-buat-kan pe-na-war yang le-bih ba-ik la-gi" Kata Morgan
" BUKANKAH AKU MENYURUHMU UNTUK TIDAK MEMBUANG PENAWAR RACUN ITU, BAHKAN SEMUA BAHANNYA TELAH KAU MUSNAHKAN, KAU TAHU , BEGITU SULIT UNTUK MENDAPATKAN SEMUA BAHAN ITU!" Professor Takimaru marah pada Morgan
Saat dipaksa oleh Morgan untuk membuat racun sebagai campuran mesiu agar musuh langsung mati , Disaat itu pula , Professor Takimaru membuat penawarnya dengan harapan , Jika beliau bebas dari cengkraman dan ancaman Morgan , Beliau bisa menolong orang yang akan di bunuh oleh Morgan
Namun naas nya di saat bersamaan , Maxim yang bekerjasama dengan Morgan datang mengunjungi Professor Takimaru
Professor Takimaru saat itu sedang menuangkan penawar racun tersebut di dalam botol kecil
Maxim yang melihatnya lalu bertanya tapi Professor mengatakan itu sejenis racun yang sama seperti yang di pinta oleh Morgan
Maxim tidak percaya , Karena Maxim dan Freddy adalah sahabat sejak kuliah dan mengambil jurusan yang sama juga mempunyai guru yang sama yaitu Professor Takimaru maka tidak semudah itu membohongi Maxim
Maxim mengambil botol kecil dari tangan Professor Takimaru lalu mengecek ke laboratorium mini miliknya
Setelah mengecek dan mengetahui jika botol kecil tersebut berisi penawar racunnya , Maka Maxim menghubungi Morgan
Maxim bertanya pada Morgan apakah Morgan menyuruh Professor Takimaru membuat penawar racun tersebut
Morgan mengatakan bahwa tidak pernah menyuruh Professor Takimaru membuat penawar racun tersebut
Dengan emosi , Morgan mengambil seluruh bahan dan botol tersebut dan dibuang ke tempat yang jauh
Bahan yang masih utuh , Morgan menyuruh anak buahnya untuk membakarnya hingga tak bersisa
Kini Morgan sangat menyesal, Tidak ada penawar yang bisa menolongnya lagi
Hingga perlahan-lahan dia merasa kakinya seperti kesemutan lalu tidak busa merasakan apapun kemudian tidak bisa bergerak , Urat saraf kakinya semakin melemah dan tidak berfungsi
__ADS_1
Kemudian racun tersebut menjalar ke pencernaannya dan perlahan naik ke jantung , Hingga akhirnya wajah Morgan menjadi kaku
Saat melihat Morgan terlentang di lantai tanpa bergerak , Professor Takimaru mendekatinya
Professor Takimaru berjongkok dan memeriksa nadi Morgan , Tak ada suara denyut jantung
"Dia sudah Meninggal!" kata Professor Takimaru kepada wanita yang tadi dirangkul oleh Morgan
Professor Takimaru bangkit dari jongkoknya dan menghampiri wanita tersebut
Wanita tersebut memeluk Professor Takimaru dan menangis terisak
Freddy , Phillip dan Sang Dewa yang memperhatikan sedari tadi kemudian berjalan menghampiri Professor Takimaru
Sang Dewa membuat Phillip dan Freddy bisa di lihat oleh Professor Takimaru
" Selama siang Guru ! " Sapa Freddy sambil berjalan menghampiri Professor Takimaru
Professor Takimaru memutar badannya dan melepaskan pelukannya pada wanita tersebut
" Freddy" Ucap Professor Takimaru lalu menghampiri Freddy dan memeluknya
Professor Takimaru melonggarkan pelukannya lalu menatap Freddy
" Bukankah mereka memblacklist namamu?Mengapa kau bisa sampai disini?" Tanya Professor Takimaru
" Jika begitu kamu adalah Dewa penolong ku" Ucap Professor Takimaru
" Guru...Aku bukan dewa penolong , Bahkan aku tidak bisa menolong anda ketika dalam keadaan genting" Kata Freddy dengan nada menyesal
Professor Takimaru menepuk lengan Freddy
" Kami tidak apa-apa!" kata Professor Takimaru
" Crystal...Kemari lah" Professor Takimaru memanggil wanita yang berada di sana
Wanita yang bernama Crystal melangkah dan menghampiri Professor Takimaru dan Freddy
" Freddy...Kenalkan ini putri saya, Crystal" Professor mengenalkan putrinya kepada Freddy
Freddy mengulurkan tangannya dan berkenalan dengan singkat
" FREDDY" Ucapnya dengan tegas
"CRYSTAL" Crystal memperkenalkan diri sambil tersenyum ke arah Freddy
__ADS_1
Freddy hanya menyambut uluran tangan dan menggenggamnya sekilas lalu melepaskannya
" Guru..Ada hal yang ingin saya bicarakan , Bisakah kita ke tempat lain?" Tanya Freddy
" Tentu saja...." Jawab Professor Takimaru
" Tapi aku akan menutup mata anda dan putri anda dengan kain, Karena kami tadi melakukan perjalanan ke sini bukan dengan jalur biasa" Jelas Freddy
Professor Takimaru nampak binggung dengan penjelasan Freddy
" Bukan dengan jalur biasa?" Tanyanya
" Iya , Dan maaf sekali saya tidak bisa menjelaskan , Apa boleh saya menutup mata anda?" Tanya Freddy
" Baiklah" Jawab Professor Takimaru
Professor Takimaru dan Crystal menutup mata mereka lalu Freddy mengambil kain kemudian menutup dan mengikatnya
" Baiklah Guru , Saya akan menggandeng anda untuk naik ke sebuah alat transportasi , Guru gandeng lah putri anda" Jelas Freddy
Sang Dewa menggandeng tangan Phillip ,lalu memanggil awan
Awan putih pun menghampiri mereka
Freddy membantu Professor Takimaru naik ke awan di susul juga oleh Crystal
Sang Dewa dan Phillip duduk di depan , Dan dengan sekali Sentuhan jarinya ke awan, Awan tersebut dengan perlahan bergerak dan naik ke angkasa
Sepanjang perjalanan , Professor hendak bertanya kepada Freddy , Tetapi dia tak berani membuka suara
Karena transportasi yang di tumpangi begitu nyaman
Tak butuh waktu lama untuk sampai di pulau Baru
Dengan perlahan , awan menurunkan mereka di atas gedung rumah sakit tempat Franky dirawat
Freddy kemudian memapah Professor Takimaru dan putrinya turun
" Guru. Kita sudah sampai di pulau Baru, Pegang lah tanganku , Aku akan menuntun guru untuk turun" kata Freddy
Professor Takimaru memegang lengan Freddy dan tangan satunya lagi menggenggam tangan putrinya
Freddy membantu mereka turun dari awan , di susul oleh Phillip dan sang dewa juga turun dari awan
Perlahan-lahan awan naik ke angkasa dan berkumpul dengan gumpalan awan yang indah
__ADS_1
Freddy membawa mereka semua untuk memasuki lift
Saat di lift , Freddy membuka kain yang menutupi mata guru berserta putrinya