KING DRAGON

KING DRAGON
JIKA KITA BERBUAT BAIK , MAKA DEWA PENOLONG AKAN MEMBANTUNYA KITA


__ADS_3

Saat mendekati Morgan , Phillip Mengangkat tangan dan langsung menancapkan jarum suntik di bahu Morgan lalu menarik lagi jarum suntik nya


" AAARRRGGHHHH" Teriak Morgan langsung tersungkur dilantai secara tiba-tiba membuat wanita yang dirangkul Morgan dan Professor Takimaru terkejut


" Professor... To...to-long a-ku! Morgan meminta pertolongan kepada Professor Takimaru dengan terbata-bata sambil memegang bahunya


Professor melihat sekilas bahu Morgan dan mengambil sarung tangan dari sakunya lalu mencolek sedikit cairan yang ada di bahu Morgan lalu membaui aromanya


Professor Takimaru tersenyum lalu berkata


" Aku tidak bisa menolong mu , Ini adalah hukuman buatmu" Kata Professor Takimaru lalu melepas sarung tangannya dan menyimpannya kembali ke saku celananya


" Kau.. Kau ja-ngan mem-bo-hongi ku!" Morgan dengan menahan sakit yang sangat hebat kesal dengan Professor Takimaru yang tidak mau menolongnya


" Ini adalah racun yang khasiatnya yang berbahaya dari racun yang aku buat untuk campuran mesiu mu" Jelas Professor Takimaru


" A-Apa....!Ka-mu mem-pu-nyai pe-na-war-nya, bu-kan?Pas-ti bi-sa mem-buat-kan pe-na-war yang le-bih ba-ik la-gi" Kata Morgan


" BUKANKAH AKU MENYURUHMU UNTUK TIDAK MEMBUANG PENAWAR RACUN ITU, BAHKAN SEMUA BAHANNYA TELAH KAU MUSNAHKAN, KAU TAHU , BEGITU SULIT UNTUK MENDAPATKAN SEMUA BAHAN ITU!" Professor Takimaru marah pada Morgan


Saat dipaksa oleh Morgan untuk membuat racun sebagai campuran mesiu agar musuh langsung mati , Disaat itu pula , Professor Takimaru membuat penawarnya dengan harapan , Jika beliau bebas dari cengkraman dan ancaman Morgan , Beliau bisa menolong orang yang akan di bunuh oleh Morgan


Namun naas nya di saat bersamaan , Maxim yang bekerjasama dengan Morgan datang mengunjungi Professor Takimaru


Professor Takimaru saat itu sedang menuangkan penawar racun tersebut di dalam botol kecil


Maxim yang melihatnya lalu bertanya tapi Professor mengatakan itu sejenis racun yang sama seperti yang di pinta oleh Morgan


Maxim tidak percaya , Karena Maxim dan Freddy adalah sahabat sejak kuliah dan mengambil jurusan yang sama juga mempunyai guru yang sama yaitu Professor Takimaru maka tidak semudah itu membohongi Maxim


Maxim mengambil botol kecil dari tangan Professor Takimaru lalu mengecek ke laboratorium mini miliknya


Setelah mengecek dan mengetahui jika botol kecil tersebut berisi penawar racunnya , Maka Maxim menghubungi Morgan


Maxim bertanya pada Morgan apakah Morgan menyuruh Professor Takimaru membuat penawar racun tersebut


Morgan mengatakan bahwa tidak pernah menyuruh Professor Takimaru membuat penawar racun tersebut


Dengan emosi , Morgan mengambil seluruh bahan dan botol tersebut dan dibuang ke tempat yang jauh


Bahan yang masih utuh , Morgan menyuruh anak buahnya untuk membakarnya hingga tak bersisa


Kini Morgan sangat menyesal, Tidak ada penawar yang bisa menolongnya lagi


Hingga perlahan-lahan dia merasa kakinya seperti kesemutan lalu tidak busa merasakan apapun kemudian tidak bisa bergerak , Urat saraf kakinya semakin melemah dan tidak berfungsi

__ADS_1


Kemudian racun tersebut menjalar ke pencernaannya dan perlahan naik ke jantung , Hingga akhirnya wajah Morgan menjadi kaku


Saat melihat Morgan terlentang di lantai tanpa bergerak , Professor Takimaru mendekatinya


Professor Takimaru berjongkok dan memeriksa nadi Morgan , Tak ada suara denyut jantung


"Dia sudah Meninggal!" kata Professor Takimaru kepada wanita yang tadi dirangkul oleh Morgan


Professor Takimaru bangkit dari jongkoknya dan menghampiri wanita tersebut


Wanita tersebut memeluk Professor Takimaru dan menangis terisak


Freddy , Phillip dan Sang Dewa yang memperhatikan sedari tadi kemudian berjalan menghampiri Professor Takimaru


Sang Dewa membuat Phillip dan Freddy bisa di lihat oleh Professor Takimaru


" Selama siang Guru ! " Sapa Freddy sambil berjalan menghampiri Professor Takimaru


Professor Takimaru memutar badannya dan melepaskan pelukannya pada wanita tersebut


" Freddy" Ucap Professor Takimaru lalu menghampiri Freddy dan memeluknya


Professor Takimaru melonggarkan pelukannya lalu menatap Freddy


" Bukankah mereka memblacklist namamu?Mengapa kau bisa sampai disini?" Tanya Professor Takimaru


" Jika begitu kamu adalah Dewa penolong ku" Ucap Professor Takimaru


" Guru...Aku bukan dewa penolong , Bahkan aku tidak bisa menolong anda ketika dalam keadaan genting" Kata Freddy dengan nada menyesal


Professor Takimaru menepuk lengan Freddy


" Kami tidak apa-apa!" kata Professor Takimaru


" Crystal...Kemari lah" Professor Takimaru memanggil wanita yang berada di sana


Wanita yang bernama Crystal melangkah dan menghampiri Professor Takimaru dan Freddy


" Freddy...Kenalkan ini putri saya, Crystal" Professor mengenalkan putrinya kepada Freddy


Freddy mengulurkan tangannya dan berkenalan dengan singkat


" FREDDY" Ucapnya dengan tegas


"CRYSTAL" Crystal memperkenalkan diri sambil tersenyum ke arah Freddy

__ADS_1


Freddy hanya menyambut uluran tangan dan menggenggamnya sekilas lalu melepaskannya


" Guru..Ada hal yang ingin saya bicarakan , Bisakah kita ke tempat lain?" Tanya Freddy


" Tentu saja...." Jawab Professor Takimaru


" Tapi aku akan menutup mata anda dan putri anda dengan kain, Karena kami tadi melakukan perjalanan ke sini bukan dengan jalur biasa" Jelas Freddy


Professor Takimaru nampak binggung dengan penjelasan Freddy


" Bukan dengan jalur biasa?" Tanyanya


" Iya , Dan maaf sekali saya tidak bisa menjelaskan , Apa boleh saya menutup mata anda?" Tanya Freddy


" Baiklah" Jawab Professor Takimaru


Professor Takimaru dan Crystal menutup mata mereka lalu Freddy mengambil kain kemudian menutup dan mengikatnya


" Baiklah Guru , Saya akan menggandeng anda untuk naik ke sebuah alat transportasi , Guru gandeng lah putri anda" Jelas Freddy


Sang Dewa menggandeng tangan Phillip ,lalu memanggil awan


Awan putih pun menghampiri mereka


Freddy membantu Professor Takimaru naik ke awan di susul juga oleh Crystal


Sang Dewa dan Phillip duduk di depan , Dan dengan sekali Sentuhan jarinya ke awan, Awan tersebut dengan perlahan bergerak dan naik ke angkasa


Sepanjang perjalanan , Professor hendak bertanya kepada Freddy , Tetapi dia tak berani membuka suara


Karena transportasi yang di tumpangi begitu nyaman


Tak butuh waktu lama untuk sampai di pulau Baru


Dengan perlahan , awan menurunkan mereka di atas gedung rumah sakit tempat Franky dirawat


Freddy kemudian memapah Professor Takimaru dan putrinya turun


" Guru. Kita sudah sampai di pulau Baru, Pegang lah tanganku , Aku akan menuntun guru untuk turun" kata Freddy


Professor Takimaru memegang lengan Freddy dan tangan satunya lagi menggenggam tangan putrinya


Freddy membantu mereka turun dari awan , di susul oleh Phillip dan sang dewa juga turun dari awan


Perlahan-lahan awan naik ke angkasa dan berkumpul dengan gumpalan awan yang indah

__ADS_1


Freddy membawa mereka semua untuk memasuki lift


Saat di lift , Freddy membuka kain yang menutupi mata guru berserta putrinya


__ADS_2