
" Aku ingin anda membantuku!" Kata Shui Er
" Jangan berharap banyak , Kita tidak ada jodoh baik dalam kehidupan manapun , Kita hanya berjodoh sebagai musuh!" Kata Freddy
Mendengar jawaban yang sangat menyakitkan dari Freddy , Shui Er hanya tertunduk lesu lalu memutar badannya berjalan keluar gerbang istana
Disaat Shui Er keluar dari gerbang istana , dia mendengar seseorang memanggilnya nama Freddy
Shui Er berhenti melangkah dan memutar badannya melihat sosok wanita yang memanggil nama Freddy
" KAK FREDDY"
Freddy yang baru saja hendak masuk ke dalam istana ,memutar badannya dan melihat arah sumber suara tersebut
Rahang Freddy menggeras , Matanya memancarkan api ,Nafasnya memburu seperti seekor macam yang siap menerkam mangsanya
" MAU APA KAU KE SINI?" Tanya Freddy dengan suara tinggi menahan luapan emosinya
" Sabar sayang , Jangan marah-marah , Setelah sekian tahun kita tidak bertemu , Seharusnya kau menyambut ku!" Kata seorang wanita
" Maaf , Aku tidak sebaik itu untuk iblis seperti kalian!" Kata Freddy dengan menahan luapan emosinya sambil menggepalkan kedua tangannya
Kedua wanita tersebut terus melangkah ke arah Freddy
Freddy mengeluarkan pistol milik Wendy dan mengarahkan kepada dua orang wanita tersebut
" Berhenti. Angel , Miranda...Kalian sudah melewati kesabaran ku!" Kata Freddy sambil menodongkan pistol kepada mereka
" Sabar sayang..... Jika kau ingin mati , Maka mati bersama!" Kata Angel dengan senyuman manis namun terus melangkah ke arah Freddy
" DOR "
" DOR "
" DOR "
Mesiu di lepaskan dari arah belakang Angel dan Miranda tepat di bahu Angel dan bahu Miranda
" AAARRRGGHHHH"
" AAARRRGGHHHH"
Angel dan Miranda kesakitan dan melihat ke arah belakang , Namun mereka tidak melihat apapun disana
Bahkan satpam terdiam dengan suasana disana
Freddy terkejut melihat Shui Er menembak Angel dan Miranda
" Siapa yang menembak?" Tanya Miranda dengan memegang bahunya yang sakit akibat mesiu yang tertancap di dalam
" Apa kalian menginginkan darah kalian bercampur dengan mesiu ini?" Tanya Freddy dengan mengangkat pistolnya dan memperlihatkannya pada Angel dan Miranda
" Aku bukan wanita lemah ,Sayang!" Kata Angel sambil berdiri dan berjalan kembali
Tetapi Freddy menggunakan pistol lalu membidik ke arah Angel daaannn
" DOR "
__ADS_1
" DOR "
Tak tanggung-tanggung , Freddy melepaskan mesiu tepat di mata kiri dan kanan Angel
" Aaaaaaahhhhhhhhh" Miranda berteriak karena terkejut dengan tindakan Freddy yang dengan berani membuat angel buta dan kehilangan nyawa dalam beberapa detik
" K...kak ..kakak Freeddyyy" Miranda berbicara dengan gemetar sambil memegang bahunya yang sudah banyak mengeluarkan darah
" Apa kau ingin menyusul?" Tanya Freddy dengan emosi dengan tangan yang memegang pistol membidik ke arah Miranda
" Kakak , Sangat sakit , Tidakkah kakak membantu dan merawat saya hingga sembuh!" Pinta Miranda dengan memelas
" SATPAM!" Teriak Freddy membuat satpam yang berdiri di sana terkejut lalu Berlari menghampiri Freddy dengan cepat
" Iya ,Tuan!" Kata satpam seraya menghormat kepada Freddy
" Antarkan wanita itu menunggu taksi di luar , Jangan sampai dia menginjakan kakinya di istana ku dan ini..." Kata Freddy lalu mengeluarkan dompet dari sakunya dan mengeluarkan dua lembar uang kepada satpam
" Ini ongkos taksinya!" kata Freddy dengan menyerahkan uang tersebut kepada satpam
" Baik Tuan!" Kata satpam pada Freddy lalu satpam menghampiri Miranda dan memapahnya lalu melangkah keluar dari gerbang istana
Setelah menyerahkan uang kepada satpam , Freddy pun langsung masuk ke dalam istananya dan langsung mengunci pintu
Paman Ye datang menghampiri Freddy
" Tuan" Sapa Paman Ye
" Paman , Mulai sekarang,Saya ingin paman memperketat keamanan di istana ini dan buatkan menu sehat selama kehamilan istri saya!" Ucap Freddy
" Nyonya hamil?" Tanya Paman Ye
" Iya Paman , Kami baru memeriksanya!" Kata Freddy
" Selamat Tuan, Semoga lancar sampai hari kelahirannya!" Ucap Paman Ye
" Terima kasih, Paman, Saya kembali dulu ke kamar!" Kata Freddy lalu berjalan menuju kamarnya dengan senyuman bahagia
Sebentar lagi istananya akan ada dua malaikat kecil yang datang , Dua malaikat kebahagiaan mereka
Paman Ye langsung menuju dapur dan membahas dengan Bibi Wang selaku Asisten rumah tangga yang mengurus bagian dapur dan pembersihan
" TOK "
" TOK "
" TOK "
Saat sampai di depan pintu kamarnya , Freddy mengetuk pintu kamarnya
" KREEEK"
Phillip membukakan pintu lalu dengan jari telunjuknya , Phillip menempelkan di bibirnya dan mundur selangkah
Freddy melangkah masuk ke dalam kamarnya
" Ssstttttt.....Daddy , Mommy baru saja tertidur!" Kata Phillip
__ADS_1
" Oo begitu? Baiklah...Daddy akan membersihkan diri terlebih dahulu , Apa Mommy mu sudah memberi tahu mu?" Tanya Freddy
" Sudah ....Aku di beri hadiah dua adik sekaligus!" Kata Phillip dengan bahagia
" Dan tugas mu sekarang Membuat suplemen dan vitamin untuk Mommy mu!" Kata Freddy
" Baik Dad...Aku akan kembali ke apartemen kakek guru!" kata Phillip
" Baiklah .. Hati-hati , Tadi aku bertemu dengan Shui Er , Dia mengikuti kami, Dia terus bergentayangan !" Kata Freddy dengan kesal
" Tenang Daddy... Dia tidak akan berani mengganggu ku , Karena Dewa Kera Sakti selalu bersama ku!" Kata Phillip
" Aku percaya " Kata Freddy dengan tersenyum lalu menundukkan kepalanya sedikit dan mencium kening Phillip
" Jangan lupakan makan siang mu!" Kata Freddy
" Baik Daddy..." kata Phillip sambil mengangkat ujung topinya sedikit sambil menunduk lalu menyunggingkan senyumannya
Phillip lalu keluar dari kamar dan menutup pintu , Freddy lalu mengunci kamar nya lalu melangkah ke arah ranjang
Di lihatnya Cherry sudah berganti pakaian dengan wajah yang sudah segar
Di lihatnya di atas nakas terdapat suplemen dan vitamin yang di berikan oleh dokter kandungan tersebut
Freddy mengambilnya dan memeriksa satu persatu , Freddy mencium aroma obat tersebut lalu meminumnya
Freddy menganggukkan kepalanya lalu mengambil gelas yang berisi air lalu meminumnya
" Dokter yang bisa di percaya!" Kata Freddy
Ingin rasanya Freddy mencium kening Cherry ,Namun dia sadar dirinya belum membersihkan diri , Akhirnya Freddy mengurungkan niatnya
Freddy melangkah santai di lemari bajunya lalu mengambil pakaiannya dan meletakkannya di atas kasur , Tempat Cherry berbaring
Setelah meletakkan pakaiannya , Freddy melangkah ke kamar mandi
Sebelum masuk ke kamar mandi , Sekilas Freddy melihat ke arah jendela
Freddy melihat mobil yang membawa Phillip sudah melaju pergi
Freddy mengarahkan pandangannya ke sisi yang lain
Tampak olehnya , Shui Er sedang duduk di ranting pohon dengan wajah sedih
" Anak itu bukannya bertobat dan melakukan pertapaan , Malah menyia-nyiakan kesempatan!" kata Freddy
Saat Shui Er mendongakkan kepalanya ke atas
Mata Freddy dan Shui Er bertemu
Mata Freddy melihat Shui Er dengan tatapan mata tajam , Namun bagi Shui Er ,Itu adalah tatapan yang sangat menggoda baginya
Shui Er tersenyum manis pada Freddy
Freddy yang melihat tingkah Shui Er , Lalu membuka jendela
" PERGILAH...AKU AKAN MEMBUNUH MU JIKA KAU MASIH DI SANA!" Teriak Freddy ketus
__ADS_1