
Freddy dan Phillip memakai masker dan melanjutkan kembali pekerjaan mereka
Freddy dan Phillip sangat serius mengolah racun
" Daddy , Aku ingin menambahkan zat kimia yang ini" Kata Phillip kepada Freddy sambil menunjuk sebuah botol yang berisi zat kimia yang sangat berbahaya
Freddy tidak tahu apa jenis zat kimia tersebut
" Zat apa ini?" Tanya Freddy binggung
" Aku baru saja membuatnya" Kata Phillip
Freddy membelalakkan matanya tak percaya
" Kau membuatnya sendiri?" Tanya Freddy
" Iya.." Jawab Phillip enteng
" Lalu zat apa ini?" Tanya Freddy
" Zat yang sangat berbahaya , bukan hanya membuat organ dalamnya hancur , Tetapi dengan perlahan zat ini akan membuat si penderita merasakan kesakitan yang amat sangat dari kaki dan sakitnya akan menjalar perlahan sampai ke kepalanya sebelum ajal benar-benar menjemputnya" Jelas Phillip dengan mata berbinar penuh emosi
" Kau benar-benar menguasai bidang ini? Membuat racikan sendiri?" Tanya Freddy tak percaya
Phillip mengganggukkan kepalanya
" Apa Papi dan Mommy mu mengetahuinya?" Tanya Freddy
Phillip menggelengkan kepalanya
" Hanya dia yang tahu" Kata Phillip lalu menunjuk kepada Tuan Sun
" Penerus yang sepadan" Jawab Tuan Sun santai
Freddy mengerjapkan matanya,Tidak percaya bocah tiga tahun mampu meracik obat walau belum mencicipi bangku sekolah
" Darimana kau belajar?" Tanya Freddy penasaran
" Saat berumur setahun , Aku memasuki ruangan yang berisi banyak bahan-bahan kimia , Tuan Sun yang menjagaku , Beliau juga yang menjelaskan semua manfaat serta efeknya padaku " Jelas Phillip
" Apa yang kau ketahui lagi selain meracik bahan kimia?" Tanya Freddy penasaran
Phillip mengatakan jiwanya bisa keluar dari raganya jika fokus bermeditasi , Phillip juga menceritakan saat musuh menyerbunya istana dan dia dibantu oleh Dewa KERA SAKTI dan saat melihat sniper menembak Papinya , dari tangannya keluar api dan membakar 4 bangunan tinggi hingga ludes
Freddy mendengar dengan mata tak berkedip dan mulut terbuka , tak percaya dengan semua kemampuan yang dimilikinya
Sejenak Freddy tersadar lalu bertanya
" Jadi bangunan itu terbakar karena dirimu? Kau sungguh memiliki kemampuan seperti itu?" Tanya Freddy
" Itu adalah hasil dari karma baik nya" Kata Dewa Kera Sakti
Freddy menggangguk paham
" Lalu mengapa aku bisa melihat Dewa?" Tanya Freddy
__ADS_1
Dewa tersenyum lalu berkata
" Sebenarnya ini adalah rahasia langit , Dan ini bukan wewenang saya menjelaskan" Ucap Dewa Kera Sakti
Freddy mengganggukkan kepalanya dan melanjutkan pekerjaannya
Setelah selesai, Freddy memasukkan racun tersebut dalam beberapa botol kecil dan dibungkus dengan rapi
" Phillip , Ikut aku...Kita harus mencuci tangan" Ajak Freddy pada Phillip
Tak lama mereka pun selesai mencuci tangan
Sang Dewa sangat setia menunggu
" Ayo kita kembali" Kata Freddy mengajak Sang Dewa dan Phillip
Mereka bertiga keluar dari ruangan tersebut , Saat akan naik ke atas gedung , Eric datang
" Tuan ,Apa sudah selesai?" Tanya Eric
" Sudah, Kami akan kembali!" Kata Freddy
" Tapi kenapa ke sana , Bukankah pintu keluarnya ada disana?" Tanya Eric heran
" Kami akan mengecek sebentar di atas" Jawab Freddy sembarangan
" Apa perlu saya temani?" Tanya Eric
" Tidak perlu..Kamu lanjutkan saja pekerjaan mu , Jangan lupa makan siang" Pinta Freddy
Setelah Eric meninggalkan mereka , Mereka segera masuk ke dalam lift menuju lantai atas
Setelah sampai di lantai atas , Sang Dewa dengan tangan mengangkat satu tangan ke atas dan menunjuk salah satu awan yang ada di langit
Awan tersebut bergerak pelan dan keluar dari gumpalan awan-awan yang lain
Setelah terpisah dari kelompoknya , Awan tersebut perlahan-lahan turun dan menyambut sang dewa juga Phillip dan Freddy
Saat awan sudah berada di hadapannya , Sang Dewa tersenyum lalu berkata
" Bawa kami ke pulau Baru" Kata Sang Dewa
Awan bergerak naik dan turun seperti mengganggukkan kepalanya kepada Sang Dewa
Sang Dewa lalu mengundang Freddy dan Phillip untuk naik ke atas awan tersebut
Phillip naik dan di susul oleh Freddy, Sang Dewa hanya melompat ke awan dan duduk di depan Freddy dan Phillip
Dengan hanya menyentuh awannya , Maka awan tersebut bergerak perlahan dan sudah berada di angkasa
Dengan perlahan namun pasti, awan sudah melewati negara K yang nampak indah dari atas lalu perlahan melewati beberapa negara bagian
Freddy dan Phillip terus memperhatikan setiap pulau dan negara-negara bagian
Banyak pertanyaan dari Phillip seputar dunia , Dan di jawab oleh Freddy dan Sang Dewa , Ada kalanya mereka saling melempar canda
__ADS_1
Saat akan melewati negara T , Freddy ingin memperhatikan lebih dekat
" Dewa, Aku ingin lebih dekat melihat negara ini , Apa bisa aku melihatnya tanpa mereka melihat kita?" Tanya Freddy
" Tentu hal yang mudah Tuan muda ONG!" Jawan Sang Dewa
Sang Dewa menutup matanya sebentar lalu awan bergerak perlahan dan mulai turun di negara T tersebut
Dengan masih berada di atas awan , Mereka berkeliling di negara T sambil memperhatikan sekeliling
Saat melewati cafe , Freddy melihat seseorang dengan tertawa terbahak-bahak dan merangkul seorang wanita dan dibelakangnya tampak seorang pria paruh baya berjalan mengikuti mereka
" Morgan , Professor Takimaru?" Ucap Freddy
Sang Dewa dan Phillip langsung mengarahkan pandangannya pada Morgan dan Professor Takimaru
" Apa orang itu yang telah mencelakai Papi ku?" Tanya Phillip
Freddy memutar wajahnya dan melihat ke arah Phillip
" Iya , Dia adalah Morgan dan pria paruh baya itu adalah profesor Takimaru, Guruku, yang telah diancam oleh Morgan untuk membuat racun tersebut" Jelas Freddy sambil menunggu Morgan dan Professor Takimaru
" Dewa...Apa aku bisa membalas dendam ku sekarang?" Tanya Phillip
Sang Dewa melihat wajah serius Phillip lalu melihat ke arah Freddy dan melihat sekeliling
" Baik , Aku akan membantu mu, Serahkan padaku racun itu!" Ucap Sang Dewa
" Tapi aku ingin membunuhnya dengan tanganku sendiri" kata Phillip yang sudah terbakar emosi
Freddy dan Sang Dewa saling berpandangan
" Aku akan membantu mu sebab aku tidak ingin kau terlihat oleh mereka " Kata Dewa Kera Sakti tersebut
" Baiklah..." Ucap Phillip
Phillip lalu menatap Freddy
" Daddy...Berikan aku racun yang kita racik tadi!" Kata Phillip
" Aku memohon padamu , jangan bunuh Professor Takimaru! " Pinta Freddy
" Tapi pria tua itu sudah membuat racun untuk membunuh Papi ku" Kata Phillip
" Dia di ancam oleh Morgan " Jelas Freddy
" Baik , Demi Daddy akan aku lepaskan pria tua itu" Kata Phillip
Freddy menyerahkan sebuah jarum suntik yang sudah diberi racun kepada Phillip
" Ayo Dewa , Kita bergerak" Ajak Phillip
Phillip turun dari awan dan berjalan menghampiri Morgan dengan ditemani oleh Sang Dewa
Saat mendekati Morgan , Phillip Mengangkat tangan dan langsung menancapkan jarum suntik di bahu Morgan lalu menarik lagi jarum suntiknya
__ADS_1