
" Mereka sudah menikah!" kata Shui Er geram
" Apa rencana mu?" Tanya Gerald
Shui Er menatap mata Gerald dengan tersenyum sinis
" Ikuti saja permainan ku!" Kata Shui Er
Gerald tersenyum sinis lalu pergi meninggalkan Shui Er karena merasa diremehkan oleh Shui Er
Shui Er memikirkan rencana untuk mendapatkan Freddy serta menyingkirkan Cherry
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Sejak di umumkan tentang pernikahannya , Freddy meminta Cherry mengikuti sejumlah peraturan
" Apa pun kegiatan Ku , Baik kunjungan keluar kota , Luar negri bahkan hanya sekedar ke kantor , Kamu harus ikut!" Kata Freddy pada Cherry yang sedang duduk menyandarkan kepalanya di bahu Freddy
" Bagaimana dengan butik , Salon dan cafe ku?" Tanya Cherry
" Aku akan menyuruh Fransisca dan seorang asisten untuk memantau perkembangan, Jika ada waktu kita akan singgah !" Kata Freddy
" Baiklah..." Kata Cherry karena tidak ingin berdebat dengan Freddy
Freddy mengelus pucuk kepala Cherry dan menciumnya lalu menghirup dalam aroma wangi tubuh Cherry
Freddy merasa seseorang memperhatikannya lalu dia menelisik dari dinding kamarnya
Freddy mendapati Shui Er sedang memperhatikannya lalu dengan kekuatannya , Freddy memeluk Cherry dan menghilangkan dirinya dan Cherry sehingga Shui Er tidak dapat melihatnya
" Mengapa hilang?" Tanya Shui Er bermonolog sendiri
Freddy tersenyum sinis melihat tingkah Shui Er lalu Freddy mengajak Cherry untuk istirahat
Karena berjam-jam Shui Er tidak melihat Freddy, akhirnya dia pun kelelahan dan menyerah untuk memantau Freddy dan Cherry
❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️
Ke esok kan harinya , Freddy dan Cherry sudah bersiap-siap untuk pergi bekerja
Cherry bukan kali ini saja menikah dengan seorang presiden , Sewaktu bersama dengan Franky , Cherry sudah menjabat sebagai Ibu negara , Hanya saja saat itu musuh belum mengetahui jati dirinya dan di pulau Baru masih aman dari pandangan musuh
Sekarang bahkan mata-mata sudah berkeliaran di pulau Baru
" Sayang , Apa sudah siap?" Tanya Freddy dengan mengulurkan tangannya ke arah Cherry
" Sudah , Ayo kita sarapan dulu " kata Cherry lalu menautkan jarinya ke jari Freddy
Senyum selalu merekah di wajah Freddy karena hatinya sangat lega , Sudah bisa mendapatkan Cherry seutuhnya
" TOK "
" TOK "
" TOK "
__ADS_1
Baru saja hendak melangkah keluar , Pintu diketuk dari luar
" DADDY.... MOMMY" Sapa Phillip saat pintu dibuka oleh Freddy dan melihat Daddy dan Mommy nya sedang berdiri
" Sayang , Selamat pagi" Kata Cherry dengan merentangkan kedua tangannya hendak memeluk Phillip
Phillip membalas pelukan Cherry dengan merentangkan kedua tangannya juga
" Daddy...Mommy , Kemarin aku membuat sebuah alat pelacak , Mau kah Daddy dan Mommy memakainya?" Kata Phillip dengan menyodorkan dua buah jarum suntik
Freddy dan Cherry tentu saja kebingungan dengan perkataan Phillip
" Alat pelacak,,? Tapi ini jarum suntik, Sayang!" Kata Freddy
Phillip tersenyum lalu berkata
" Daddy, Di dalam cairan jarum suntik ini sudah aku campurkan dengan GPS tracker system ,Hanya dengan menyuntikkannya di tubuh Mom dan Dad, Maka aku akan bisa melacak di mana posisi Daddy dan Mommy berada!"
" Cairan ini akan bercampur dengan darah , Jadi jika musuh mengetahui ada alat pelacak , Maka mereka tidak bisa mencabutnya!" Jelas Phillip lebih rinci lagi
Phillip lalu menyuntikkannya pada Freddy dan Cherry
" Lalu bagaimana kami melacak posisi mu?" Tanya Freddy pada Phillip
Phillip mengeluarkan dua buah jam tangan dan menyerahkannya pada Freddy dan Cherry
" Di dalam jam tangan tersebut , Sudah saya atur di mana alat pelacak lokasi kita masing-masing!" Jelas Phillip
Phillip mengajari Freddy dan Cherry cara mencari posisi mereka masing-masing
" Selesai " kata Phillip
Phillip memperhatikan wanita yang melahirkannya lalu berkata
" Di antara Daddy dan Mommy , Aku paling mengkhawatirkan Mommy!" Kata Phillip
Phillip sudah mengetahui jika shui Er sedang mengincar Mommy-nya
Karena saat Shui Er sedang memantau Freddy dan Cherry , Diam-diam Phillip memantau shui Er yang sedang menyusun rencana melenyapkan Cherry
" Jangan khawatir, Sayang, Ada Daddy-mu yang menjaga dan melindungi Mommy" kata Cherry dengan mengelus rambut Phillip
Phillip melihat ke arah Freddy , Freddy membalas tatapan mata Phillip
" Apa kau tak percaya pada ku?" Tanya Freddy
" Percaya... Tentu aku sangat mempercayai Daddy" Kata Phillip sambil tersenyum
Freddy berjongkok di hadapan Phillip lalu memeluk Phillip
" Tenanglah , Mommy aman bersamaku" Bisik Freddy di telinga Phillip
Phillip menganggukkan kepalanya tanda Freddy percaya pada perkataan Freddy
" Baiklah , Ayo kita sarapan terlebih dahulu " Kata Freddy dengan melepas pelukannya pada Phillip
__ADS_1
Freddy bangkit dari jongkoknya dan menutup pintu kamar lalu menautkan jari tangannya ke jari tangan Cherry lalu menggengam tangan Phillip
Mereka melangkah bersama menuju meja makan
Di meja makan , Fransisca sudah duduk menunggu Freddy dan Cherry
Leo dan Liana sudah berada di negara K , Setelah Freddy mengumumkan pernikahan mereka
" Kakak , Cherry , Phillip...Ayo kita sarapan!" Ajak Fransisca
Mereka duduk di kursi masing-masing
Pelayan menyajikan menu sarapan untuk mereka semua
Mereka menikmati sarapan dengan hening dan setelah selesai mereka berdiskusi sejenak
" Adik , Kakak meminta mu , mulai hari ini kamu menghandle bisnis Cherry, Karena aku tidak bisa membiarkan Cherry sendiri , Walaupun dia berada istana sekalipun!" kata Freddy
" Baik kak!" Kata Fransisca
" Jika ada hal yang mencurigakan , Segera laporkan pada ku!" Pinta Freddy lagi
" Pasti!" Kata Fransisca
Phillip bangkit dari duduknya lalu mengeluarkan jarum suntik dan berjalan ke arah Fransisca
" Aunty ..ini adalah alat pelacak , Mommy dan Daddy sudah aku suntikkan juga!" Kata Phillip lalu menyuntikkannya pada lengan Fransisca
" Pakailah ini....Dan dari sini aunty bisa melihat posisi Mommy, Daddy dan aku juga posisi aunty sendiri" Kata Phillip dengan menyodorkan jam tangan
Phillip juga mengajari Fransisca melacak dari ponselnya
" Oke , Selesai..." Kata Phillip
" Apa GPS ini tidak ada efek samping jika bercampur dengan darah?" Tanya Fransisca
" Tidak Aunty , cairan GPS yang sudah tercampur dengan darah tidak akan berpengaruh pada tubuh kita , Dan dengan bercampurnya dengan darah maka musuh tidak akan dapat mencabutnya!" Jelas Phillip
" Kau membuatnya sendiri?" Tanya Fransisca
Tak ingin aunty nya terkejut dengan segala keahliannya , Phillip terpaksa berbohong menutupi alibi nya
" Tidak , Aku memaksa kakek guru membuatnya, Karena aku sangat khawatir pada kalian semua" Alasan Phillip pada Fransisca
" Oh... Sayang...Kau sungguh anak yang berbakti!" kata Fransisca dengan merentangkan kedua tangannya hendak memeluk Phillip
Phillip membalas pelukan Fransisca
" Aunty. .Ayo kita pergi , Aku akan terlambat ke sekolah!" kata Phillip
" Iya , Kau benar...Ayo kita berangkat!" Kata Fransisca
Fransisca dan Phillip beranjak dari sana dan bersiap-siap melakukan aktivitas mereka masing-masing
Freddy dan Cherry juga bangkit dari duduknya dan mengikuti Phillip dan Fransisca dari belakang
__ADS_1